Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 24 Tamu Di Pagi Hari


__ADS_3

Leo bangun lebih dulu dan melihat dirinya tidur di sofa lantai atas. Leo bangkit melangkah menuju kamar sahabatnya. Leo membuka pintu kamar sahabatnya. Leo mendapati sahabatnya masih tidur ia melangkah masuk ke kamar. Menyibak korden dan membuka jendela kaca agar udara segar di pagi hari bisa masuk ke ruangan itu. Setelah itu Leo keluar kamar dan menuruni tangga.


Di dalam kamar.


Nathanael sudah terbangun beberapa menit yang lalu. Pria tampan itu bangkit menuju kamar mandi. Ia menatap dirinya di pantulan cermin di kamar mandinya. Apa yang harus aku lakukan apa mesti menghindari gadis itu, gumam Nathanael.


Kenapa mesti dia apa karena dia mirip Shasha. Nathanael menghela nafasnya berusaha menghilangkan rasa yang mulai mengusik hatinya. Lama berdiri di depan cermin ia tersadar lalu membasuh wajahnya. Tak lupa menggosok gigi sekali lagi pria itu menatap pantulan dirinya di cermin.


Leo masuk ke kamarnya mendapati adiknya baru bangun tidur. Simon mengubah posisinya bersandar pada sandaran ranjang. Simon melirik kakaknya.


" Kakak tidur di mana tadi malam " tanya Simon.


" Di sofa lantai atas " Leo.


" Apa ada sesuatu yang terjadi " Simon mengeryit heran.


Tak biasanya kakaknya berada di ruang atas semalaman. Karena di sana ruangan pemilik restoran ini.


" Xander mabuk aku khawatir dia melakukan hal buruk " sahut Leo.


" Maksud kakak " Simon tak mengerti.


" Sudahlah jangan banyak tanya lebih baik lekas bangun dan mandi bantu kakak membuka restoran " Leo berlalu ke kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi Leo ke dapur hendak membuat sup untuk sahabatnya. Selesai masak Leo menaruh sup yang masih hangat ke mangkuk. Dan menaruh segelas air putih lalu menaruh mangkuk berisi sup dan segelas air putih di nampan.


Saat hendak membawa ke atas terdengar bunyi bel di pintu samping. Leo menghentikan langkahnya lalu menaruh nampan di meja dapur. Leo berjalan menuju suara bel yang tak kunjung berhenti. Ketika pintu di buka terlihat sosok cantik nan seksi berdiri dihadapan Leo.


" Jessy kenapa pagi-pagi ke sini " Leo mengerutkan dahinya.


" Menemui calon tunangan ku, kenapa tidak boleh " wanita yang dipanggil Jessy itu menatap tajam.


Leo mengabaikan Jessica ia beranjak menuju dapur dan membawa nampan berisi sup hangat ke atas. Jessica mengikuti Leo menaiki tangga. Saat sampai di depan kamar Nathanael, Jessica menghentikan langkah Leo.


" Biar aku saja yang bawa ' Leo terpaksa memberikan nampan itu pada Jessica.


Nathanael yang hendak keluar kamar mengurungkan niatnya. Saat mendengar suara seorang wanita yang ia yakini suara Jessica. Sepertinya Leo juga ada di luar kamar. Hm baiklah aku ingin tahu apa yang diinginkan Jessy, gumam Nathanael. Pria itu berbalik ke ranjang.


Leo membuka pintu kamar sahabatnya membiarkan Jessica masuk. Leo berdiri di samping pintu berjaga-jaga bila Xander memerlukan dirinya. Jessica berjalan menghampiri Nathanael. Wanita seksi itu duduk di tepi ranjang menghadap Nathanael.


" Sayang, aku kangen " Jessica meraih tangan Nathanael.


Nathanael menepis tangan Jessica yang terulur hendak memegang tangannya. Nathanael mengarahkan pandangannya ke Leo. Seolah meminta penjelasan pada sahabatnya itu. Leo hanya mengedikkan bahunya tanda tidak tahu.


Sedangkan Jessica tak kurang akal mendapat penolakan dari Nathanael.


" Apa terjadi sesuatu pada mu hingga Leo membuatkan sup ini " Jessica sok perhatian.


" Tidak " jawab singkat Nathanael.


Jessica tersenyum kecil lalu mengambil mangkuk itu.


" Okey aku tidak tahu apa yang terjadi pada diri mu tapi kau harus makan makanan ini. Meski bukan aku yang membuatnya. Tapi nanti kalau kita sudah menikah aku akan masak setiap hari untukmu " Jessica menyodorkan sendok ke Nathanael.


" Aku bisa sendiri " Nathanael meraih mangkuk dari tangan Jessica.


Nathanael menyantap sup buatan Leo sedangkan Jessica masih tetap duduk sambil menatap Nathanael.

__ADS_1


Leo memilih keluar dari kamar sahabatnya. Saat hendak menuruni tangga Leo berjumpa dengan Eli. Gadis itu baru saja keluar kamar dan mau ke kamar Nathanael.


" Kak Leo, apa kak Xander sudah bangun " Eli tersenyum hangat.


" Sudah " jawab Leo malas.


" Kakak kenapa " Eli menatap heran.


" Hah, tidak apa-apa " jawab singkat Leo.


Leo secepatnya menuruni tangga. Sebentar lagi akan ada badai, gumam Leo sambil tertawa kecil. Ia bisa membayangkan ketika gadis itu membuka pintu. Dan mendapati sahabatnya bersama wanita lain. Hah, harusnya aku tetap di sana dan menyaksikan pertunjukkan yang langka ini, gumam Leo sambil terkekeh.


Eli berdiri di depan pintu Nathanael.Eli merapikan rambutnya yang sudah rapi sebelum masuk ke kamar pria itu.


Ceklek.


Pintu terbuka Eli membulatkan matanya. Eli berdiri mematung ia melihat pemandangan yang menyakiti matanya. Di sana Nathanael bersama seorang wanita seksi.


Posisi wanita itu menghadap ke Nathanael. Tubuh Jessica saat itu sedikit maju ke depan dengan tangan kanannya yang memegang tissue. Hendak membersihkan sudut bibir Nathanael.


Nathanael hendak menolak tapi saat melirik ke pintu pria itu melihat Eli berdiri di depan pintu. Ini kesempatan yang bagus, pikirnya.


Nathanael membiarkan Jessica membersihkan sudut bibirnya. Jessica sangat senang saat Nathanael tidak menolak bantuannya. Hati Jessica berbunga-bunga ia pikir Nathanael telah menerima dirinya. Nathanael membalas senyum Jessica.


Pemandangan yang menyesakkan di depan matanya membuat hatinya pilu. Eli keluar kamar Nathanael dengan membawa sejuta luka.


Leo yang melihat gadis kecil itu duduk sambil menopang dagu lalu mendekatinya. Leo duduk di samping gadis kecil itu lalu menyodorkan sebotol air mineral.


" Nih minum " Leo.


" Aku tidak haus kak " Eli menoleh.


" Ish, kakak " Eli menerima botol mineral itu.


Eli meneguk air mineral itu hingga habis. Leo tersenyum sambil mengacak rambut Eli.


" Gimana sudah dingin kepalanya " Eli menggeleng.


" Ada apa coba ceritakan " Leo berkata lembut.


" Siapa wanita yang bersama kak Xander " tanya Eli.


Eli berharap Leo bercerita padanya tentang wanita itu. Leo tidak menjawab.


" Kau cemburu " Leo balik tanya.


Leo menatap Eli yang merona.


" Kak Leo " Eli memelas.


Leo terkekeh membuat Eli tambah cemberut.


" Sudahlah lebih baik kau bantu Simon " Leo meninggalkan Eli.


Leo menuju ruangannya. Hm aku akan cari tahu apa benar Eli dan Shasha itu saudara, gumam Leo.


Sementara itu di lantai atas.

__ADS_1


Nathanael segera menepis tangan Jessica ketika Eli sudah pergi.


" Ada apa Xander " Jessica terkejut melihat perubahan Nathanael.


" Jangan senang dulu yang tadi lupakan " Nathanael menggeser tubuhnya.


" Xander maksud kamu apa " tanya Jessica.


" Jangan ge er dulu " Jessica mendelik mendengar penuturan pria ini.


Jessica bangkit berdiri wanita seksi itu maju dua langkah. Nathanael berpikir wanita itu akan pergi tapi nyatanya wanita itu masih diam di tempatnya berdiri.


Nathanael beranjak ke kamar mandi saat akan membuka pintu kamar mandi seseorang merangkulnya dari belakang.


" Apa yang kau lakukan Jessy " Nathanael melepas paksa tangan Jessica.


Namun wanita itu menautkan lagi kedua tangannya di pinggang Nathanael. Jessica menempelkan kepalanya di punggung pria itu.


" Xander, aku menyukaimu dan aku calon tunangan mu. Harusnya kau tidak menolak ku " Jessica mengeratkan pelukannya.


Menyesal Nathanael tidak keluar kamar tadi. Sehingga terjebak bersama Jessica di kamarnya sendiri. Nathanael memijat dahinya menyadari kebodohannya. Gara-gara ingin menghindari Eli, ia harus mencari cara lepas dari Jessica.


Nathanael berdecak sebal pada dirinya sendiri. Nathanael melepas paksa tangan Jessica. Pria itu berbalik dan mendorong pelan tubuh Jessica.


" Dari dulu kita berteman bukan sampai sekarang pun tetap sama. Aku tidak setuju dengan papaku yang menjodohkan kita " Nathanael.


" Kita bisa mulai saling mengenal lebih dari sekedar teman menjadi sahabat atau kekasih " harap Jessica.


" Aku tidak bisa dan tidak mau. Sejak awal harusnya kamu tahu itu. Aku tidak suka dijodohkan " Nathanael sedikit kesal.


" Apa karena Grace " Jessica.


" Ini tidak ada hubungannya dengan Grace. Grace sama seperti dirimu aku menganggapnya teman " Nathanael.


" Lalu berita kamu dan Grace apa bisa kau jelaskan " Jessica.


Nathanael tersenyum tipis.


" Aku tidak perlu menjelaskan sesuatu. Karena bagiku itu tidak penting. Sekarang pergilah " Nathanael melangkah cepat ke pintu.


Nathanael menyuruh Jessica keluar dari kamarnya.


" Baiklah Xander untuk hari ini aku mengalah tapi ingat aku tidak akan menyerah begitu saja " Jessica melangkah keluar dari kamar Nathanael.


Setelah Jessica pergi Nathanael menghempaskan tubuhnya di sofa. Ini tidak bisa dibiarkan, gumam Nathanael.


Nathanael mencari ponselnya setelah ketemu pria itu mengirim pesan pada Dave. Hm, selesai tinggal menunggu kabar dari Dave, gumam Nathanael.


***************


Semoga masih setia dengan cerita author yang satu ini.


Judulnya sudah diganti ya.


Judul yang baru yaitu Pria Patah Hati.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Terimakasih.


.


__ADS_2