
Nathanael telah selesai memeriksa catatan keuangan restorannya. Pria tampan itu menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Pandangan nya memindai kejadian beberapa tahun yang lalu.
Flashback on.
Hari ini merupakan hari kelulusan Nathanael dan teman-temannya. Mereka mengadakan pesta perpisahan di sekolah. Selesai pesta perpisahan sekolah sebagian siswa tidak langsung pulang. Mereka masih berkumpul ditempat yang telah mereka pilih untuk mengadakan pesta perpisahan sendiri.
" Malam ini mari kita bersulang untuk terakhir kalinya kita berkumpul bersama " salah satu dari siswa mengangkat tangan nya dengan memegang gelas di tangan.
" Cheers " sahutnya.
" Cheers " sahut mereka.
Mereka bersulang dan bergembira menikmati malam ini. Mungkin esuk hari tidak akan berjumpa lagi dan sibuk dengan urusan masing-masing, pikir mereka yang ada di sana.
Sementara di sudut yang lain Nina bersama Nathanael. Keduanya juga menikmati malam ini bersama Steve, Leo dan teman-teman Nathanael lainnya. Nina membawa dua gelas minuman lalu menyodorkan gelas yang ia bawa pada Nathanael.
" Ayo, Xander kita bersulang " Nina mengangkat gelasnya.
Nathanael menerima gelas pemberian Nina tanpa rasa curiga. Lalu mengangkat gelasnya dan meminumnya.
Nina nampak tersenyum tipis saat Nathanael meminum gelas pemberiannya. Kemudian dia mulai menghitung satu detik, satu menit, lima belas menit. Kenapa belum bereaksi ya... coba deh aku tunggu sebentar lagi, gumam Nina. Nina memberi kode pada temannya dan temannya itu mengangguk.
Sementara itu setelah meminum sesuatu dalam gelas pemberian Nina, beberapa saat Nathanael merasakan tubuhnya mulai gerah. Tapi ia tetap tenang seolah tidak menunjukkan reaksi apa pun.
Kurang ajar ada yang memasukkan sesuatu ke dalam gelas yang aku minum, gumam Nathanael. Untung saja Nathanael hanya minum separo nya. Nathanael berusaha tenang pemuda itu menyandarkan tubuhnya di tembok sambil menunduk.
Dia menulis pesan pada Steve sebelum kesadarannya benar-benar hilang. Dia memejamkan matanya menahan gejolak di tubuhnya yang semakin tak terkendali. Sialan! umpatnya berusaha menekan hasratnya. Kesadarannya makin menipis. Nathanael merasakan tubuhnya dibawa oleh orang-orang yang tidak dikenalnya. Siapa mereka Nathanael masih bisa melihat orang-orang itu. Nathanael berusaha sekuat tenaga untuk tetap sadar dan mengingat wajah orang yang membawanya.
Dua orang itu membawa Nathanael ke sebuah kamar hotel Dan meletakkan pemuda itu di sana. Nina masuk mengikuti orang-orang itu. Setelah membayar sejumlah uang dua orang itu pergi meninggalkan kamar hotel. Tinggallah Nina dan Nathanael di kamar yang sudah Nina pesan sebelumnya.
Sedangkan Steve dan lainnya sibuk dengan urusan mereka sendiri. Saat ponsel Steve bergetar dia lalu menyingkir dari pesta dan terkejut setelah membaca pesan dari Nathanael.
Steve bergegas menarik Leo lalu mengikuti Nina dan temannya.
" Ada apa sih Steve " Leo tampak heran.
" Sudah diam ikuti mereka " sahut Steve.
Leo dan Steve mengejar Nina yang membawa Nathanael ke sebuah kamar hotel.
" Hotel " sahut Steve dan Leo berbarengan.
Steve dan Leo saling pandang sedetik kemudian keduanya berlari mengejar Nina dan temannya.
Di kamar hotel.
__ADS_1
Nina naik ke atas kasur lalu mendekati Nathanael. Nina mengusap wajah Nathanael yang membuatnya menggila. Hingga ia nekat melakukan hal paling gila saat ini. Ya Nina mencintai Nathanael tapi pemuda itu tidak menanggapi perasaan Nina.
Tangan Nina turun ke dada bidang Nathanael. Sedikit kesadaran yang tersisa membuat Nathanael berusaha menahan gejolak di dalam dirinya akibat sentuhan dari Nina.
Huh, kenapa mereka lama sekali, keluh Nathanael. Aku harus bisa menahan panas yang mulai merambat ke seluruh tubuh ku. Gimana ini, gumam Nathanael mulai gelisah. Sentuhan Nina membuat hasratnya hampir tak terkendali. Untung saja ia mampu membentengi dirinya tapi apalah daya. Pengaruh obat yang tercampur di minuman itu sungguh kuat. Hanya keajaiban yang dibutuhkan Nathanael saat ini.
Kemana Steve apa dia tidak membaca pesanku, gumam Nathanael di batas akhir kesadarannya.
" Kau tahu aku mencintaimu Xander, tapi kenapa tak sedikit pun kau membalas cintaku " ucap Nina.
" Apa karena di hati mu sudah ada seseorang sehingga tak ada tempat bagiku di hati mu " Nina menatap sendu pada pria yang terbaring di samping nya.
Maaf Xander aku terpaksa melakukan ini agar kau menjadi milikku seutuhnya, gumam Nina. Nina mulai membuka kancing baju Nathanael dan menyentuh dada bidang Nathanael yang begitu menggoda di matanya.
Di saat kesadarannya hampir saja hilang di saat yang bersamaan datanglah Steve dan Leo ke kamar.
" Nina apa yang kau lakukan pada Xander " teriak Leo.
Nathanael yang terpengaruh obat menindih tubuh Nina. Tidak menyadari apa yang dilakukannya.
Steve menerjang Xander sahabatnya sendiri. Maaf Xander aku harus lakukan ini, gumam Steve. Membuat tubuh terpental ke samping.
" Leo urus dia " Steve menunjuk Nina.
Sementara Steve menarik tubuh Nathanael ke kamar mandi hotel. Memasukkan Nathanael di bathub dan mengisi bathub dengan air dingin.tubuh sahabatnya dengan air dingin.
Steve meninggalkan Nathanael yang tengah berendam dalam bathtub dengan air dingin. Steve melangkah mendekati Nina yang dijaga oleh Leo. Steve berkacak pinggang di depan Nina.
" Apa yang kau lakukan pada Xander " tanya Steve sekali lagi.
Nina menggeleng pelan.
Steve mengulurkan tangannya dan menekan dagu Nina.
" Aku tidak menyangka kau akan melakukan hal serendah ini pada teman sendiri " Steve marah.
" Aku mencintainya Steve " lirih Nina.
" Hah... " Steve tertawa.
Steve menatap tajam pada Nina.
" Nina ... Nina ... aku peringatkan sama kamu tinggalkan tempat ini sebelum kesadaran Xander pulih. Aku tidak bisa menjamin setelah ini apa yang akan terjadi padamu dan keluarga mu " ancam Steve.
Nina tampak terkejut dan bergidik ngeri saat membayangkan keluarganya yang hancur oleh kebodohannya. Bila tuan Alexander tahu tamatlah sudah dirinya dan keluarganya.
__ADS_1
Secepatnya Nina berlalu dari kamar itu. Dengan memakai baju yang sobek sebagian karena ulah Nathanael, Nina bergegas pergi keluar dari hotel.
Leo menggeleng pelan melihat tingkah Steve.
" Kau berhasil membuat nya takut Steve " seru Leo.
Steve mendengus sebal.
Flashback end.
Leo masuk ke ruang kerja sahabatnya.
"Gimana dengan rencana pembukaan restoran baru itu " tanya Leo.
" Sudah hampir selesai mungkin bulan depan " Nathanael.
Leo mengangguk pelan.
" Apa rencana nanti malam " Nathanael melirik Leo.
" Seperti biasa Eli akan tampil " Leo gantian melirik sahabatnya.
Nathanael mengangguk.
Nathanael melihat jam di pergelangan tangannya. Nathanael hendak bangkit tapi dicegah Leo.
" Kau mau kemana Xander " Leo.
" Aku ada urusan " jawab singkat Nathanael.
" Urusan apa " Leo.
Nathanael melirik Leo.
" Biar Steve saja yang menemani ku kau jaga restoran saja " Nathanael beranjak keluar dari ruang kerjanya.
Nathanael menaiki tangga melangkah masuk ke kamar nya. Nathanael mengirim pesan pada Steve setelah itu pria bertinggi 170 cm itu masuk ke kamar mandi.
*************
Judul novel sudah di ganti ya.
Judul yang baru novelku ini adalah Pria Patah Hati.
Slow up ya...
__ADS_1
Jangan lupa dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih.