Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 4 Mencari Mama # 1


__ADS_3

Pagi-pagi Nathanael sudah bangun dari tidurnya. Setelah membersihkan diri ia segera keluar dari kamarnya menuju dapur kecilnya. Lalu ia membuat kopi hitam kesukaannya dan membawanya ke sofa depan. Duduk sambil menikmati kopi hitam buatannya. Baru saja menyesap kopi hitamnya ada nada getar di ponselnya.


Ting.


Terdengar notifikasi pesan masuk ke ponselnya. Lalu ia mengambil benda pipih itu di saku bajunya. Setelah itu ia bangkit berdiri melangkah menuruni tangga. Sampai di bawah Nathanael berpapasan dengan Leo. Ia berbicara sebentar dengan sahabatnya itu lalu berjalan keluar lewat pintu samping dan masuk ke mobilnya.


Mobil melaju di jalan raya yang belum begitu ramai menuju rumah sepupunya Steve. Sampai di sana Nathanael menepikan mobilnya. Lalu bergegas turun dari mobilnya masuk ke rumah yang tampak sederhana itu. Di teras depan terlihat seorang lelaki muda berwajah tak kalah tampan seperti Steve sedang duduk menantikan dirinya. Nathanael mendekat ke arah lelaki muda itu dan duduk di kursi kosong.


Dave nama lelaki muda itu adik kelas Steve dan Nathanael sewaktu mereka masih duduk di bangku sekolah.


" Apa yang aku minta sudah ada " kata Nathanael datar tanpa menoleh.


" Ini..." kata Dave memberikan dua amplop coklat ke Nathanael.


" Terimakasih " kata Nathanael.


" Aku bisa membawanya kepadamu saat ini juga " kata Dave.


" Tidak perlu aku akan mencarinya sendiri " kata Nathanael.

__ADS_1


Dave menatap Nathanael sesaat lalu beralih ke depan rumahnya. Melihat lalu lalang kendaraan yang melintas di sekitar komplek perumahannya pagi menjelang siang. Dave tidak begitu dekat dengan Nathanael. Tapi yang Dave tahu lelaki di sebelahnya ini adalah sahabat dari Steve. Dan sering menginap di rumah sepupunya itu.


" Sekali lagi terimakasih " kata Nathanael bangkit berdiri.


" Kalau ada yang kurang paham hubungi aku " seru Dave lagi.


Nathanael hanya mengangguk lalu berlalu begitu saja masuk ke mobilnya. Irit sekali bicaranya, batin Dave melihat Nathanael memasuki mobilnya lalu hilang dari pandangannya. Lelaki yang aneh kenapa sepupunya punya sahabat seperti itu. Dave menggelengkan kepalanya. Lalu ia bangkit berdiri masuk ke rumahnya bersiap hendak pergi kerja.


Nathanael melajukan mobilnya keluar dari komplek perumahan itu. Beberapa saat kemudian ia menepikan mobilnya dan mengambil salah satu amplop pemberian Dave tadi. Setelah membukanya ia dapati selembar kertas dan sebuah pasfoto wanita paruh baya. Wajah wanita itu mirip dengan Nathanael. Benarkah ini mama, seru Nathanael terkejut sekaligus bahagia sekali menatap foto itu lekat.


Sekian tahun ia menginginkan untuk bertemu dengan ibu kandungnya walau hanya dalam mimpi sekalipun. Namun baru hari ini ia menemukan sosok yang sangat dirindukannya bertahun-tahun lamanya. Meski hanya sebuah foto itu cukup mengobati rasa rindunya pada ibu yang telah melahirkannya.


Nathanael berusaha mencari uang sendiri. Itu sudah ia lakukan sejak di bangku SMA. Sepulang sekolah ia akan bekerja di kafe milik orang tua temannya. Saat ada balap liar ia akan ikut dan selalu memenangkan pertandingan. Dan uang taruhannya cukup lumayan.


Ditambah lagi sejak Nathanael pergi dari kota kelahirannya menuju kota T dan bekerja di sana. Hampir empat tahun lamanya ia merantau dan bekerja keras untuk mengumpulkan uang. Semata-mata untuk mencari ibu kandungnya.


Selain itu ada hal lain yang membuatnya pergi dari kota ini. Ia pergi membawa hatinya yang luka tapi tidak berdarah. Menyisakan kepedihan yang sampai saat ini belum ada penawarnya.


Sampai akhirnya seseorang yang sangat ia benci sekaligus sangat ia sayangi, siapa lagi kalau bukan mama Natali. Wanita yang berstatus sebagai istri papanya itu memanggilnya pulang.

__ADS_1


Akhirnya Nathanael pulang kembali ke kota tempat ia dilahirkan. Beruntunglah ia ketika pertama kali menginjakkan kakinya di kota ini, tidak sengaja Nathanael bertemu dengan seseorang yang selama ini terukir indah di hatinya.


Meski sudah pulang ke kota ini Nathanael tetaplah Nathanael. Ia tetap pulang tapi tidak ke rumah orangtuanya. Ia tinggal di kontrakan Daniel sepupunya.


Bujukan dari mama Natali bila ia mau dijodohkan dengan Jessica maka papanya akan memberitahu tentang keberadaan mama kandungnya. Itu pun tidak berhasil menggoyahkan seorang Nathanael.


Dia benar-benar seorang Alexander sama seperti papanya. Sama-sama keras kepala.


Beberapa saat dipandanginya wajah wanita paruh baya di kertas berukuran seperempat folio itu. Lalu mengambil selembar kertas di bawahnya tertera di sana identitas lengkap beserta alamat rumah. Nathanael memasukkan foto dan lembaran kertas itu ke dalam amplop coklat lalu meletakkannya di dasboard mobilnya.


Kemudian melajukan kembali mobilnya ke jalan raya yang mulai dipadati oleh kendaraan.


***********


Semoga suka dengan ceritanya.


Sudah diganti judulnya ya.


Beri like, komen dan vote nya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2