
Seorang pria paruh baya sedang duduk di kursi ruang kerjanya. Pria paruh baya itu masih kelihatan gagah dan tampan meski usianya sudah tidak muda lagi. Menikmati secangkir kopi hitam buatan istrinya. Beberapa saat kemudian pintu ruangannya diketuk dari luar.
Tok tok tok.
" Masuk " sahut pria paruh baya itu.
Orang suruhannya itu lalu masuk dan membungkukkan badannya.
" Nona Jessica sekarang sedang bersama tuan muda di pusat perbelanjaan ' kata orang suruhan tuan Alexander.
" Bagus. Apalagi yang ingin kau sampaikan " ucap pria paruh baya itu yang tak lain tuan Alexander.
" Nona Grace ada di restoran tuan muda " kata orang suruhannya itu.
" Apa yang dia lakukan di sana " tanya tuan Alexander.
" Menemui tuan muda " jawab orang itu.
" Apa dia juga kembali ' tuan Alexander.
" Tidak tuan, hanya nona Grace saja. Dia baru membuka butiknya di sini. '
" Awasi dia " kata tuan Alexander.
" Baik tuan. "
" Ada yang lain " tanya tuan Alexander.
" Saya sudah menyuruh anak buah saya untuk memberi pelajaran pada Fandy dan Lucky. Mereka sekarang ada di rumah sakit. "
Tuan Alexander menganggukkan kepalanya membuat orang suruhannya keheranan. Kenapa orang berpengaruh seperti tuannya ini berurusan dengan mereka. Ada masalah apa sebenarnya.
" Hm apa yang kau lakukan di situ " suara tuan Alexander menyadarkan lamunan orang itu.
" Maaf tuan. "
" Lakukan tugasmu " perintah tuan Alexander.
" Baik tuan " orang itu membungkukkan badannya lalu berbalik keluar dari ruangan tuan Alexander.
Restoran xx.
Setelah Nathanael dan Jessica pergi, Grace pamit pulang. Sekarang tinggal Leo yang masih duduk sendirian di sana. Tak berapa lama ada notifikasi masuk dari ponsel Leo. Leo mengambil ponselnya dan membaca pesan dari Fandy.
Tak berselang lama ponsel Leo berbunyi lagi. Seseorang menelpon Leo.
☎️ " Hallo pak " terdengar suara seseorang dari seberang telepon.
☎️ ' Ya hallo " sahut Leo.
☎️ " Maaf pak saya tidak masuk hari ini. Karena mengalami kecelakaan sekarang ada di rumah sakit " kata orang itu.
☎️ " Saya mengerti tidak usah pikirkan pekerjaan mu dulu. Semoga lekas sembuh " kata Leo kemudian.
Panggilan berakhir. Leo menghela nafas perlahan. Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut Xander harus tahu, gumam Leo pelan.
Leo mengirim pesan pada sahabatnya. Pesan terkirim ke ponsel Nathanael dan masih centang dua. Itu tandanya sahabatnya itu belum membaca pesannya.
Ayo lah Xander baca baca pesanku, gumam Leo tak sabar. Apa aku yang datang ke rumah sakit untuk melihat mereka dulu. Leo hendak bangkit di saat yang bersamaan ponselnya berdering. Ada pesan masuk dari sahabatnya. Leo bernafas lega lalu menaruh ponselnya di saku bajunya. Leo kembali ke ruang kerja sahabatnya dan memeriksa beberapa berkas-berkas.
Setelah mendapat pesan dari Leo, secepatnya Nathanael pergi dari mall. Jessica terpaksa ikut pulang bersama Nathanael. Nathanael mengantar Jessica pulang ke rumah nya lalu kembali ke restoran nya.
Setelah turun dari mobil Nathanael berjalan cepat menuju ruang kerjanya. Nathanael membuka pintu mendapati Leo duduk di meja kerjanya.
" Ada apa " Leo mendongak lalu bangkit menyingkir.
Nathanael duduk sambil menegakkan tubuhnya.
__ADS_1
" Seseorang menabrak Fandy dan Lucky. Sekarang keduanya ada di rumah sakit " beritahu Leo.
Nathanael mengusap dahinya berpikir siapa yang melakukan hal keji pada pegawai nya. Satu nama tercetus di benaknya.
" Jaga restoran lihat kalau ada yang mencurigakan lapor padaku, aku akan pergi sebentar " Nathanael mengambil kunci mobilnya dan keluar dari ruangannya.
Nathanael melangkah keluar menuju mobilnya. Baru saja Nathanael hendak membuka handle pintu mobilnya seorang gadis dari arah depan restoran berjalan dengan menundukkan wajahnya. Sambil membawa sebuah kartu nama dan sebuah foto ditangan kanannya di sebelah kiri menarik koper yang lumayan besar. Gadis itu terus berjalan dan tidak memperhatikan jalan di depannya. Dan akhirnya....
Bruukk!
" Aduh " jerit gadis itu sambil memegangi kepalanya.
Gadis yang menabrak Nathanael itu mendongak ke atas sambil mengusap kepalanya yang terasa sakit karena membentur lengan kekar Nathanael.
Karena ada sesuatu yang keras menempel di lengannya membuat Nathanael menoleh ke samping.
" Kau. "
" Hai kak ... " gadis itu tersenyum ke arah Nathanael.
Nathanael menelisik gadis itu dari atas sampai bawah. Sepertinya wajah gadis itu tidak asing baginya tapi ia lupa kapan dan dimana bertemu dengan gadis itu. Hingga akhirnya Nathanael hanya menggelengkan kepalanya karena dia merasa tidak bisa mengingat nama gadis itu.
Nathanael kembali menatap gadis di depannya. Saat matanya beradu pandang dengan manik mata gadis itu. Nathanael terpaku ditempatnya berdiri.
Deg.
Mata itu dan senyum itu mengingatkanku pada seseorang. Seseorang yang sulit aku lupakan hingga kini. Hm, siapa gadis ini sebenarnya, gumam Nathanael.
" Kakak ... " seru gadis itu sambil mengibaskan telapak tangannya di depan Nathanael.
Nathanael tersadar dari lamunannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain. Huh! Nathanael membuang nafasnya kasar menghilangkan sesuatu yang tiba-tiba menyesakkan dadanya. Ada apa dengan hati ini kenapa gadis ini mirip dengan dia. Apa aku sedang berhalusinasi saja atau dia memang orang lain yang wajahnya mirip.
Nathanael mengusap wajahnya. Sekali lagi Nathanael menyakinkan dirinya dan menatap gadis itu lekat.
Bukan bukan dia hanya wajah nya yang mirip dengan dia. Lebih tepatnya mata dan senyum gadis itu yang mirip dengan dia.
" Siapa kamu gadis kecil " tanya Nathanael heran.
Nathanael mengeryit heran seolah gadis itu sudah pernah bertemu atau mungkin mengenalnya. Dan panggilan itu ...
" Aish, kakak ini sudah tua rupanya jadi lupa sama aku. Aku Eli, kakak sudah lupa ya sama aku " kata gadis yang mengaku bernama Eli itu.
" Eli " Nathanael berusaha mengingat nama yang baru disebutkan oleh gadis itu.
Sesaat Nathanael tersenyum samar. Dia mengingat temannya yang tinggal di kota T memiliki adik bernama Eli. Apakah gadis ini Eli adik temannya itu.
Untuk menghilangkan rasa penasaran nya Nathanael bertanya pada gadis itu.
" Apa kau Eli adiknya Andrew " tanya Nathanael menatap.
Gadis di depannya itu tersenyum bukannya menjawab.
" Hei kau dengar yang aku katakan. Kau Eli adik Andrew kan " tanya Nathanael.
" Kakak sudah ingat ya benar aku Eli adiknya kak Andrew " jawab Eli.
" Tentu saja aku masih ingat gadis kecil " Nathanael mengacak pucuk rambut Eli.
" Ah si kakak ini kenapa memanggilku gadis kecil " Eli memanyunkan bibirnya.
Nathanael terkekeh melihat gadis kecilnya memajukan bibirnya. Ingin rasanya mencubit bibir gadis kecil di depannya saking gemasnya.
Akhirnya yang Nathanael lakukan adalah mengacak rambut gadis itu.
" Aish kenapa kakak suka mengacak-acak rambutku nih jadi jelek kan " Eli cemberut.
Nathaniel kembali mengacak rambut gadis itu. Beberapa saat ia menghentikan gerakan tangan nya.
__ADS_1
" Gimana kabar kakakmu " tanya Nathanael.
" Aduh kak jawabnya nanti saja ya aku capai nih dan juga lapar " sahut Eli sambil mengusap perutnya yang memang sejak tadi belum terisi makanan.
" Oke kalau begitu ayo " Nathanael mengajak Eli masuk ke dalam restoran.
Gadis bernama Eli itu mengikuti langkah Nathanael dari belakang. Nathanael lalu memanggil Leo untuk menyiapkan makanan dan minuman buat Eli. Leo yang melihat bosnya tidak jadi pergi dan duduk bersama seorang gadis kecil merasa heran.
Para pegawainya juga bertanya-tanya siapa yang bersama pak bos. Sepertinya mereka tampak akrab sekali. Dan beberapa pegawai di sana tampak bengong melihat pemandangan yang baru pertama kali mereka temui hari ini.
Untuk pertama kalinya pak bos tersenyum bersama gadis itu. Entah apa yang dibicarakan oleh gadis itu yang membuat seorang Nathanael tersenyum lebar. Membuat para pegawai wanita terpaku menatap senyum pak bos yang secerah matahari pagi itu. Karena jarang sekali para pegawai itu melihat pak bosnya tersenyum.
Setelah selesai memasak Leo mengantarkan makanan dan minuman itu pada bos sekaligus sahabatnya. Lalu Leo duduk di sebelah bosnya.
Nathanael memberikan makanan dan minuman itu pada Eli. Karena lapar Eli makan hingga makanan itu habis tanpa sisa. Selesai makan lalu Eli meneguk minuman itu.
Nathanael melihat cara Eli makan hanya menggelengkan kepalanya. Nathanael menatap Eli sambil tersenyum. Leo yang melihat bosnya seperti itu terkejut dan juga heran. Baru kali ini ia melihat sahabatnya kembali tersenyum seolah tanpa beban. Ternyata kehadiran gadis kecil ini membuat perubahan pada sahabatnya. Semoga saja ini awal yang baik untuk sahabatnya dan semoga gadis kecil ini bisa mengobati luka hati sahabatnya itu.
Leo lalu menatap gadis yang baru selesai menikmati masakannya itu dan bertanya pada sahabatnya.
" Siapa dia Xander " Leo.
Nathanael yang tengah asyik menatap Eli menoleh ke sahabatnya.
" Oh dia Eli adiknya Andrew " jawab Nathanael.
Entah mengapa Nathanael sangat suka menatap gadis kecil di depannya itu. Apa karena gadis kecil itu mirip dia atau.....
" Sudah kak, Eli sudah kenyang " Eli mengangkat wajahnya yang sedari tadi sibuk menghabiskan makanannya.
" Kak, boleh tidak aku istirahat dulu habis itu kita ngobrol lagi " Eli menampilkan tampang memelas nya.
" Ya sudah ayo aku tunjukkan kamarmu " Nathanael bangkit berdiri melangkah ke belakang restoran lalu menaiki tangga.
Gadis kecil itu mengikuti Nathanael hingga di bawah tangga.
" Kak " panggil Eli.
Nathanael menghentikan langkahnya dan menoleh ke bawah.
' Ada apa " Nathanael.
" Tolongin dong " menunjuk kopernya.
" Kenapa tidak dari tadi " sungut Nathanael.
Terpaksa ia turun ke bawah lalu membawa koper Eli. Sampai di atas Nathanael menunjuk sebuah kamar kosong di sebelah kamarnya.
" Sementara kamu tidur di sini dan kalau ada apa-apa minta sama Leo " Nathanael.
" Ya kak " Eli.
" Dan satu lagi jangan sekali-kali kamu masuk ke kamarku dengan alasan apapun, mengerti " Nathanael.
" Mengerti kak " Eli.
Eli masuk ke kamar yang ditunjukkan oleh Nathanael.
Nathanael lalu turun ke bawah dan mencari Leo. Setelah berbicara dengan Leo, Nathanael keluar dari restoran lalu masuk ke mobilnya.
Nathanael melajukan mobilnya meninggalkan restoran miliknya.
*****************
Beberapa kata telah dihapus dan diubah. Juga judulnya sudah ganti ya. Judul baru yaitu Pria Patah Hati.
Jangan lupa dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote yang banyak ya.
__ADS_1
Terimakasih.