Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 32 Pergi Berdua


__ADS_3

Saat ini Nathanael dan Eli berada di mobil. Nathanael mengajak Eli pergi ke restoran yang sedang direnovasi. Sepanjang jalan Eli tak bosan menatap pria yang duduk di balik kemudi. Mengagumi pria yang telah memenuhi seluruh ruang di hatinya secara terang-terangan.


Nathanael melirik sebentar lalu kembali fokus ke jalanan. Pria bertinggi 170 cm itu bukannya tidak tahu kalau sedari tadi gadis di sampingnya menatap tak berkedip kepadanya. Ia sedang meredakan gemuruh dibalik dada bidangnya yang berdetak begitu cepat. Ia tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya meski bersama wanita yang menjadi cinta pertamanya dulu.


Debaran itu memang ada saat bersama wanita yang menjadi cinta pertamanya. Tapi yang ini lebih dahsyat membuatnya sedikit gugup. Nathanael mencoba mengendalikan dirinya agar tidak larut dalam suasana yang menyenangkan ini. Ia bukan pemuda belasan tahun tapi pria matang yang sedang dilanda dilema. Ya ia ingin melepaskan bayang-bayang cinta masa lalu nya. Tapi yang didekatnya ini hampir mirip dengan cinta pertamanya. Terutama wajah, mata dan bibir Eli mirip sekali dengan dia.


Huh, Nathanael mengeluh di dalam hatinya. Ia memang menyukai Eli tapi apa hubungan ini benar atau hanya sekedar pelarian saja. Nathanael masih sedikit ragu dengan hatinya ia mengusap tengkuknya. Lalu melirik dengan ekor matanya gadis di sampingnya yang masih setia menatapnya sambil tersenyum.


Nathanael mencoba berdamai dengan hatinya dan berusaha menerima Eli. Nathanael tersenyum tipis hampir tidak kelihatan agar dirinya nyaman di dekat Eli. Setelah merasa nyaman dan tidak gugup lagi Nathanael menoleh ke arah gadis di sebelah nya dan tersenyum. Eli sangat senang melihat pria di samping nya tersenyum membuat dirinya seolah terbang ke awan hanya melihat Nathanael tersenyum.


Nathanael kembali fokus ke jalanan lalu membelokkan mobilnya ke restoran yang nantinya menjadi restoran ke empat nya. Nathanael mematikan mesin mobilnya lalu turun lebih dulu. Nathanael melangkah ke sisi pintu yang lain lalu membuka pintu untuk Eli.


Keduanya berjalan beriringan dengan tangan Eli bergelayut di lengan Nathanael. Semua pekerja yang sedang bekerja merenovasi ruangan menyapa Nathanael dan gadis di sebelah Nathanael. Pria tampan itu hanya mengangguk dan terus melangkah masuk. Sementara Eli senang sekali ia melihat sekeliling ruangan yang sedang direnovasi. Tempat ini lebih luas dari restoran Nathanael yang pertama. Eli berkeliling melihat ruangan yang lain. Sedangkan Nathanael masuk ke sebuah ruangan yang merupakan ruang kerja nya nanti. Nathanael duduk di sana dan sedang berbicara dengan seseorang. Setelah nya Nathanael keluar dari ruangan itu lalu mengajak Eli untuk pergi ke tempat lain.


Keduanya masuk ke mobil lalu Nathanael menjalankan mobilnya menuju restoran berikutnya yang nantinya menjadi restoran ke lima.


Selesai mengunjungi dua restoran nya Nathanael mengajak gadis kecil itu makan siang. Nathanael melajukan mobilnya ke kafe miliknya yang tidak jauh dari tempat itu. Sehabis makan siang Nathanael berencana mengajak Eli berkeliling kota meski ini bukan hari minggu.


Waktu menunjuk ke angka tujuh dan suasana di sekitar nya sudah gelap. Nathanael melajukan mobilnya menuju restoran xx, restoran ketiga miliknya. Nathanael ingin menemui Vivi adiknya dan mengenalkan Eli pada Vivi sekalian makan malam di sana.


Mobil Nathanael berhenti di depan restoran xx. Nathanael dan Eli keluar bersamaan dari mobil lalu masuk ke restoran.


" Ini restoran kakak juga " Eli bertanya pada Nathanael sambil melihat ke sekeliling.


" Iya kenapa " Nathanael berjalan tenang menuju meja dekat pantry.

__ADS_1


" Ah, tidak apa-apa " Eli menatap kagum pada pria di samping nya.


Eli nampak berpikir ada berapa sih restoran miliknya, gumam Eli. Saat Eli sedang melamun pria di samping nya menyuruh Eli duduk.


" Aku tinggal sebentar " Nathanael meninggalkan Eli lalu pria tampan itu masuk ke dalam menemui adiknya.


Beberapa saat Nathanael keluar bersama seorang gadis cantik seumuran Eli. Vivi penasaran hendak melihat gadis yang bersama kakaknya itu.


" Apakah dia orangnya " Vivi menunjuk seorang gadis sebaya dengan dirinya.


Pria tampan bertinggi 170 cm itu mengangguk.


" Kakak suka dengan yang lebih muda " Vivi tersenyum jahil.


" Aish kau ini sok tahu " Nathanael melotot.


" Sudah jangan menggoda kakak lagi " Nathanael merasa seperti seorang ABG yang sedang jatuh cinta.


Vivi tersenyum geli melihat kakak nya yang gugup karena seorang gadis muda sebaya dirinya.


" Apa ibu sudah tahu kak " Vivi.


" Belum, baru kamu yang tahu " Nathanael.


Vivi berpikir hendak memberitahu ibunya kalau kakaknya sedang dekat dengan seorang gadis. Nathanael menyadari apa yang dipikirkan oleh adiknya.

__ADS_1


" Jangan bilang ke mama dulu ya Vi " Nathanael.


" Kenapa kak " Vivi.


" Yang jelas jangan bilang ke mama dulu biar nanti kakak yang cerita sama mama " Nathanael.


Nathanael membawa Vivi menuju meja Eli. Gadis kecil itu tampak terkejut melihat Nathanael bersama seorang gadis yang seumuran dengannya. Belum hilang rasa terkejutnya Nathanael mengenalkan Vivi pada Eli dan menyebut Vivi adalah adiknya. Sementara Nathanael mengenalkan Eli pada adiknya sebagai teman dekatnya.


Vivi lalu tersenyum senang melihat kakak nya kini sudah mempunyai teman wanita. Meski belum mengakui Eli sebagai kekasihnya tapi berita ini sungguh suatu yang menggembirakan untuk ibunya. Tapi mengingat pesan kakak nya untuk tidak memberitahu ibunya membuat Vivi patuh pada kakak nya.


Setelah mengenalkan Eli pada Vivi lalu Nathanael mengajak Eli makan malam bersama adiknya. Selesai makan malam Vivi ngobrol sebentar dengan calon kakak iparnya. Nathanael sedikit khawatir kalau Vivi menanyakan sesuatu yang belum pasti. Secepatnya Nathaniel pamit pada adiknya dan membawa Eli ke mobilnya. Bisa gawat kalau lama-lama bersama Vivi, gumam Nathaniel.


Sedangkan Vivi hanya menggerutu dengan tingkah kakaknya yang membawa pergi Eli. Huh, awas saja nanti aku bilang ke ibu, gerutu Vivi.


Nathanael masuk ke mobil diikuti Eli yang duduk di sebelah kemudi. Nathanael menjalankan mobilnya dan kembali ke restoran miliknya yang lain. Restoran yang ia percayakan pada Leo sahabatnya.


**********


Up lagi....


Up suka-suka ...


🙏🙏🙏


Semoga suka dengan ceritanya dan dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya.

__ADS_1


Terimakasih ...💪🏻💪🏻💪🏻


__ADS_2