Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 7 Kedatangan Tuan Alexander


__ADS_3

Pagi hari Nathanael sudah bangun dari tidurnya. Ia mendapati ibu Ratih sudah bangun lalu mendekat ke arah ranjang. Nathanael duduk di kursi mengamati ibu yang telah melahirkannya.


' Gimana kabar mama " tanya Nathanael.


" Sudah lebih baik " sahut ibu Ratih.


" Sebentar lagi dokter akan datang aku tinggal dulu ya ma " kata Nathanael.


Ibu Ratih mengangguk lalu Nathanael bangkit melangkah ke kamar mandi. Mencuci mukanya agar kelihatan segar setelah itu keluar dari ruangan. Nathanael berjalan ke kantin rumah sakit untuk mencari makanan.


Beberapa saat kemudian datanglah seorang lelaki seumuran dengan ibu Ratih. Lelaki paruh baya yang masih kelihatan gagah dan tampan meski usianya tidak muda lagi. Masuk ke ruang rawat ibu Ratih dan berdiri di sebelah ranjang. Menatap ibu Ratih dengan tatapan tajamnya. Ibu Ratih tampak terkejut dengan kedatangan lelaki yang amat ia kenal itu tapi sebisa mungkin bersikap tenang.


" Sudah aku bilang jangan dekati anakku " seru laki-laki itu.


" Dia yang datang sendiri padaku " kata ibu Ratih.


Lelaki paruh baya itu menatap tajam ke ibu Ratih. Lelaki itu tak lain adalah tuan Alexander.


" Kau sudah lupa apa yang sudah aku katakan " suara laki-laki itu pelan penuh penekanan.


" Aku tidak lupa aku masih ingat semua yang kau katakan " kata ibu Ratih tetap tenang.


" Benar begitu " seru laki-laki itu.


Ibu Ratih tersenyum sinis menatap lelaki yang dulu pernah ada di hatinya itu. Dan yang telah memberinya luka karena keputusannya lebih memilih menuruti orangtuanya ketimbang memperjuangkan cintanya.


" Tentu saja dan perlu kau ingat dia juga anakku ' ucap ibu Ratih sambil menahan air matanya agar tidak menetes di depan mantan suaminya itu.


" Kau menutupi semuanya dari anakmu pada akhirnya dia tahu juga siapa ibu kandungnya " sahut ibu Ratih.


" Apa kau yang mengatakannya " ibu Ratih menggeleng.

__ADS_1


Lelaki paruh baya itu tampak gusar lalu menatap ke arah ibu Ratih.


" Jauhi dia kalau masih mengharapkan suami mu itu hidup " ancam laki-laki itu lagi.


" Aku tidak akan menuruti keinginan mu lagi " kata ibu Ratih.


" Kau berani menentang ku " kata laki-laki itu geram.


" Ya, sudah cukup selama ini aku menuruti mu. Kali ini aku tidak bisa lagi " kata ibu Ratih tersenyum mengejek.


" Kau..." rahang laki-laki itu mengeras menahan kemarahan yang sudah sampai kepala.


Sebelum lelaki itu meneruskan ucapannya


terdengar langkah kaki seseorang mendekat dan berbisik ke telinga laki-laki itu.


Setelah orang itu pergi tuan Alexander beralih ke ibu Ratih.


Ibu Ratih menghela nafas perlahan ada kelegaan di hatinya ketika ia berani menentang keinginan laki-laki itu.


Ibu Ratih memilih pergi meninggalkan tuan Alexander dan anaknya Xander yang waktu itu masih berumur lima tahun. Karena tuan Alexander lebih memilih menuruti keinginan kedua orangtuanya daripada memperjuangkan cinta mereka.


Ratih hanyalah wanita miskin yang dinikahi tuan Alexander. Keduanya saling mencintai tapi Ratih lebih memilih mengalah dan pergi meski tuan Alexander melarangnya. Ratih tetap pada keputusannya meski tuan Alexander mengancamnya. Tuan Alexander berharap dengan mengancam Ratih akan tetap bersamanya. Namun nyatanya semua itu tidak mengurungkan niat Ratih untuk tetap pergi meninggalkan suami yang amat dicintainya dan juga anak semata wayangnya.


Dengan berat hati Ratih harus merelakan untuk tidak bertemu dengan anaknya. Dan membiarkan anaknya diasuh oleh Natali istri pilihan orang tua tuan Alexander.


Ratih pergi dengan luka dihatinya mencoba kuat dan bertahan tanpa suami dan anak yang sangat dicintainya itu. Memulai kehidupan yang baru dengan bekerja untuk menyambung hidup dan membayar kontrakan. Sampai akhirnya Ratih bertemu dengan Mark teman semasa SMA nya dulu. Yang membantunya sehingga bisa menggugat cerai dengan tuan Alexander. Berbagai cara dilakukan oleh tuan Alexander untuk tetap mempertahankan Ratih tapi pada akhirnya Ratih lah yang menang karena pengaruh dari orang tua Mark.


Karena sakit hati tuan Alexander melarang Ratih untuk menemui dan mengakui Xander sebagai anaknya. Terpaksa Ratih menyetujui karena ancaman dari tuan Alexander yang akan mencelakai anaknya bila nekad menemuinya.


Setelah setahun lamanya Ratih menerima lamaran dari Mark lelaki yang telah menolongnya. Hal itu membuat tuan Alexander gusar dan mencoba menggagalkannya. Tetapi pernikahan Ratih dan Mark tetap berlangsung. Menyebabkan perseteruan antara tuan Alexander dan Mark semakin meruncing.

__ADS_1


Beberapa tahun menikah dengan Mark lalu Ratih hamil dan melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Wajahnya mirip dengan Mark lalu bayi mungil itu diberi nama Silviana Putri atau Vivi.


Ibu Ratih menyeka air mata yang mengalir ke pipinya saat terkenang masa lalunya. Sesaat kemudian Nathanael masuk membawa bungkusan makanan. Lalu duduk di dekat ibu Ratih. Nathanael melihat wajah ibu Ratih yang sembab seperti habis menangis.


" Mama menangis " tanya Nathanael penuh selidik.


" Tidak nak ini ada debu di mata tadi lalu mama usap " bohong ibu Ratih.


Meski yakin ibunya habis menangis tapi Nathanael hanya mengiyakan saja. Nathanael memilih membuka bungkusan untuk diberikan ibunya. Menyuapi ibunya dengan penuh kasih sayang. Ibu Ratih menatap anaknya rasa bersalah mendera di hatinya manakala ia tidak bisa merawat anaknya selama ini. Sampai anaknya tumbuh menjadi lelaki yang gagah dan tampan.


" Ada apa ma " tanya Nathanael.


" Ah anak mama sangat tampan sekali " puji ibu Ratih jujur.


" Siapa yang tampan bu " sahut seseorang dari luar menyela omongan ibunya.


Ternyata Vivi yang masuk dan duduk disebelah kakak yang baru sehari dikenalnya itu. Ibu Ratih menunjuk ke arah Nathanael sementara Nathanael hanya tersenyum simpul.


" Wah kakak memang tampan sekali kalau saja aku bukan adiknya aku mau lho jadi pacar kakak " goda Vivi.


" Husssh .." suara ibu Ratih.


" Bercanda bu " seru Vivi sambil tertawa kecil.


Ketiganya tertawa bersama. Nathanael menyudahi menyuapi ibu Ratih dan menyuruh Vivi untuk sarapan. Vivi mengambil bungkusan di meja lalu makan kemudian Nathanael juga ikut makan setelahnya.


*************


Semoga suka dengan ceritaku yang satu ini.


Semoga suka dengan judulnya yang baru ya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2