Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 6 Mencari Mama # 3


__ADS_3

Saat yang dinanti Nathanael pun tiba. Ia bergegas keluar dari ruangannya melangkah masuk ke mobilnya. Mobil melaju ke jalan raya menuju rusun yang tadi pagi ia kunjungi. Tak butuh waktu lama Nathanael telah sampai di depan rusun itu. Lalu Nathanael melangkah ke ke lantai tiga. Dia sudah tak sabar Ingin bertemu dengan ibu Ratih yang diketahui beberapa jam lalu dari Dave bahwa itu adalah mamanya. Bagaimana keadaannya, wajahnya benarkah mirip dengannya, berbagai hal terlintas dalam benaknya.


Nathanael memandangi wajah dalam foto di tangannya. Benar saja ia sudah sangat tak sabar ingin bertemu dengan ibu kandungnya itu. Setengah berlari sampailah Nathanael di lantai tiga dan berdiri di depan pintu yang tadi pagi ia ketuk.


Lalu Nathanael mengulurkan tangannya hendak mengetuk pintu itu. Punggung tangannya menyentuh pintu berwarna coklat itu. Ketukan pertama tak ada jawaban dari dalam. Lalu Nathanael mencoba mengetuk untuk yang kedua kalinya. Masih sama saat pertama kali ia mengetuk pintu berbahan kayu itu.


Nathanael tak putus asa diketuknya sekali lagi ternyata baru ada sahutan tapi bukan dari balik pintu yang tertutup itu. Suara itu ada di belakang punggungnya. Nathanael menoleh dan sosok gadis muda yang tadi pagi bertemu dengannya yang menyapanya.


Nathanael melihat kedua mata gadis muda itu sembab seperti baru saja menangis. Nathanael berdiri di depan pintu sambil melihat pergerakan gadis muda itu yang masuk ke dalam rumah tergesa memasukan baju ke tas ransel. Lalu menutup pintu kembali dan hendak turun. Melihat gadis muda itu hendak pergi Nathanael menghentikan langkahnya.


" Ada apa ? " tanya Nathanael.


" Ibu .." hanya itu yang keluar dari mulut gadis muda itu sambil berurai air mata.


" Ada apa dengan ibu ? " tanya Nathanael lagi.


" Ibu kecelakaan " katanya tak mampu membendung air matanya untuk jatuh di kedua pipinya yang putih bersih itu.


Nathanael mengikuti langkah gadis muda itu menuruni anak tangga. Saat gadis itu hendak naik angkutan Nathanael menarik tangannya dan membawanya ke mobilnya. Nathanael melajukan mobilnya ke rumah sakit sesuai petunjuk gadis itu. Setelah sampai di rumah sakit Nathanael mengikuti gadis itu menuju sebuah ruangan.


Langkahnya perlahan mendekat ke ranjang tempat wanita itu terbaring. Di sana terbaring lemah seorang wanita paruh baya yang wajahnya mirip dengannya.


" Mama " desisnya pelan. Wanita paruh baya itu menoleh.

__ADS_1


" Anakku " ucapnya lirih.


Ada rasa sedih dan bahagia bercampur jadi satu dalam dirinya. Sekian lama tidak bertemu dengan orang yang telah melahirkannya. Untuk pertama kalinya bertemu di situasi yang seperti ini.


Langkah Nathanael semakin dekat dan duduk di sebelah wanita itu. Meraih tangannya menyalurkan kerinduan yang selama ini ia pendam sendirian. Tak terasa butiran bening lolos begitu saja di kedua pipinya.


Wanita paruh baya itu pun juga terkejut dengan kedatangan Nathanael yang tak di duganya. Wanita itu tahu kalau lelaki di sebelahnya itu adalah anaknya yang ia tinggalkan dua puluh lima tahun yang lalu. Tetapi ia tidak dapat menemui anaknya karena papa anak itu yang melarang. Selama ini yang bisa ia lakukan hanyalah melihat anaknya itu dari jauh.


Rasa haru, sedih dan bahagia membuat wanita paruh baya itu menangis. Membuat gadis di sebelahnya menatap keduanya dengan perasaan bingung. Yang membuatnya makin heran dan bertanya-tanya dalam hatinya adalah siapa lelaki tampan yang ikut bersamanya ini. Kenapa memanggil ibunya dengan sebutan 'mama'.


Lama ibu Ratih dan Nathanael larut dalam kerinduan hingga sebuah suara membuyarkan keduanya.


" Ibu, siapa dia? " tanya gadis itu.


Ibu Ratih tersenyum dan menyuruh gadis itu mendekat dan duduk.


" Kakak " katanya heran. Ibu Ratih mengangguk.


" Dia kakakmu, Xander " kata ibu Ratih.


Gadis itu masih heran dan terkejut tapi sedetik kemudian tersenyum riang. Ternyata gadis itu tidak sendiri dia masih memiliki seorang kakak laki-laki dan tampan lagi.


" Mama " kata Nathanael masih tak percaya dengan kenyataan yang baru saja ia lihat.

__ADS_1


Ia bisa menemukan ibunya sekaligus mempunyai adik perempuan.


" Ya nak " sahut ibu Ratih.


" Benarkah dia adikku " kata Nathanael.


" Ya dia adikmu namanya Vivi " kata ibu Ratih.


" Vivi " kata Nathanael mengacak rambut adiknya itu.


" Ish, kakak ini " kata Vivi cemberut rambutnya berantakan karena ulah Nathanael.


Nathanael dan ibu Ratih tertawa. Lalu ketiganya berbincang ringan sampai seorang perawat datang membawa nampan berisi makanan untuk makan malam pasien. Gadis yang bernama Vivi itu menerimanya lalu menaruhnya di meja.


" Apa mama mau makan sekarang biar Xander suapi " kata Nathanael. Ibu Ratih tersenyum dan mengangguk.


Nathanael mengambil makanan itu lalu menyuapi ibu Ratih hingga habis tanpa sisa. Lalu mengambil air minum dan memberikan pada ibu Ratih.


Setelah beberapa saat Nathanael membiarkan ibu Ratih istirahat untuk memulihkan kesehatannya. Dan menyuruh Vivi pulang sementara dia sendiri yang akan menunggu ibu Ratih.


*************


Maaf kalau update nya lama...🙏🙏

__ADS_1


Silahkan tinggalkan jejak like dan komen nya ya.


Terimakasih.


__ADS_2