
Dan di sinilah Nathanael berada di sebuah rusun pinggir kota. Nathanael menepikan mobilnya setelah mematikan mesin mobil ia keluar dan berdiri di depan bangunan yang cukup besar. Nathanael mengamati sekitar bangunan itu sedetik kemudian ia melangkahkan kakinya menuju ke bangunan itu.
Begitu memasuki bangunan itu suasana sangat ramai oleh suara riuh anak-anak dan ibu-ibu yang tinggal di situ. Ada yang duduk ngerumpi sambil menjaga anak mereka. Ada juga yang melakukan kegiatan lainnya. Ada yang sedang bersiap berangkat kerja dan yang baru pulang dari bekerja. Suasana teriakan, anak-anak yang bermain, berlarian membuat pagi itu sangat ramai dan gaduh.
Nathanael bertanya pada seseorang lalu orang itu mengantarnya ke penjaga rusun. Setelah berbicara sebentar penjaga rusun itu mengantar Nathanael ke tempat yang dimaksud. Nathanael menaiki tangga sampai lantai tiga karena di situ tidak ada lift. Setelah sampai ke alamat yang dituju Nathanael berterima kasih pada penjaga rusun. Lalu penjaga rusun itu pergi.
Sejenak Nathanael menghirup udara lalu melepaskannya. Berbagai macam perasaan berkecamuk di dalam dirinya. Setelah di rasa ia dapat menguasai perasaannya Nathanael mengetuk pintu itu. Beberapa saat tidak ada jawaban dari dalam. Lalu Nathanael mengetuk pintu lagi hingga ketukan yang ketiga kalinya barulah pintu itu terbuka. Sesaat kemudian pintu terbuka dan keluarlah seorang gadis muda dari balik pintu yang tertutup itu.
Sekejap Nathanael tertegun menatap gadis muda di depannya itu. Kenapa tidak seperti difoto seperti yang diberikan Dave padanya beberapa saat lalu. Apa salah nomor ya, Nathanael melihat sekali lagi ke pintu di belakang gadis itu. Benar adanya dan tidak salah ini alamat yang diberikan Dave. Lalu Nathanael hendak bertanya pada gadis muda itu tapi gadis itu lebih dulu bertanya padanya.
" Maaf, ada yang bisa saya bantu ? " tanya gadis itu ramah.
" Em, apa benar ini rumah ibu Ratih? " tanya Nathanael ragu.
" Benar ini rumah ibu Ratih dan saya anaknya. Ada apa mencari ibu saya ? " tanya gadis itu.
Oh, ternyata ini benar alamat yang diberikan Dave. Dan gadis ini memanggil ibu Ratih dengan panggilan ibu. Jadi gadis ini anak ibu Ratih berarti dia adalah adiknya. Ada rasa haru menyusup di hati Nathanael saat mengetahui bahwa ia memiliki seorang adik. Tapi tunggu dulu di mana ibu Ratih nya.
" Di mana ibu Ratih " tanya Nathanael.
Gadis muda itu memandangi Nathanael dari bawah hingga ke atas. Lelaki tampan ini kenapa mencari ibunya. Ada hubungan apa ibu dengan orang ini. Banyak hal berputar di kepala gadis muda itu tapi karena buru-buru maka ia meminta maaf pada Nathanael.
__ADS_1
" Ibu sedang bekerja dan sore baru pulang. Maaf saya harus pergi bekerja juga " kata gadis itu.
Nathanael bergeser dari tempatnya berdiri dan gadis itu memang sudah rapi dengan stelan atasan putih bawahan rok hitam. Sepertinya baru mulai training bekerja. Gadis itu menutup pintu lalu menguncinya.
" Maaf saya harus pergi " gadis itu pergi meninggalkan Nathanael yang berdiri mematung di tempatnya.
Setelah gadis itu menghilang dari pandangannya barulah Nathanael tersadar. Dia belum menanyakan jam berapa ibu Ratih pulang dan bekerja di mana.
****! Nathanael memukul kepalanya pelan lalu melangkah pergi meninggalkan tempat itu. Menuruni anak tangga sampai lantai dasar lalu berjalan ke mobilnya.
Nathanael masuk ke mobil lalu melajukan mobilnya menuju restorannya. Sampai di restoran Nathanael memarkirkan mobilnya dan berjalan masuk ke ruangannya. Lalu mulai sibuk dengan berkas-berkas di atas meja yang belum sempat diperiksa.
Beberapa saat kemudian masuklah Leo dan duduk di depan Nathanael. Leo sejenak diam mengamati sahabatnya. Nathanael yang mengetahui Leo hendak bertanya padanya mendongak dan menatap teman sekaligus sahabatnya itu.
" Gimana berhasil ? " tanya Leo. Nathanael menggeleng.
" Aku akan ke sana lagi setelah memeriksa berkas-berkas ini " sahut Nathanael menunjuk kertas di atas mejanya.
" Xander..." Leo sejenak diam. Nathanael meletakkan berkasnya dan beralih ke arah Leo.
" Beberapa waktu lalu ada pegawai kita yang minta cuti pulang kampung sampai sekarang belum balik lagi. Ada juga pegawai yang keluar tanpa alasan yang jelas. Jadi kita kekurangan pegawai " kata Leo.
__ADS_1
" Apa kamu punya ide " kata Nathanael.
" Gimana kalau kita merekrut pegawai baru " kata Leo.
" Atur gimana baiknya aku serahkan tugas ini padamu " kata Nathanael.
" Ada yang lain. "
" Tidak ada " lalu Leo bangkit berdiri lalu pergi dari ruangan Nathanael.
Nathanael mengeryitkan dahinya sepertinya Leo hendak mengatakan sesuatu. Sampai ia harus duduk berdiam diri agak lama tadi. Biasanya dia menghandle semuanya baru bilang kepadanya setelah semua urusan di restoran beres. Karena tanggungjawab restoran sudah ia serahkan pada Leo. Nathanael hanya meneliti ulang saja meski ia pemiliknya. Tapi ia percaya pada teman sekaligus sahabatnya itu.
Kembali Nathanael beralih pada berkas yang masih tersisa. Dia harus menyelesaikan sebelum sore. Tapi ternyata tidak mudah baginya untuk secepatnya menyelesaikannya. Sepertinya tumpukan kertas ini makin menyita waktunya.
Nathanael menopang dagunya dengan kedua tangannya. Rasa ingin bertemu dengan mama kandungnya telah menyita perhatiannya. Dia melirik jam di tangannya masih beberapa jam lagi dan rasanya tak sabar menunggu waktu sore hari.
*************
Author sudah mengganti judul nya yaitu Pria Patah Hati.
Semoga suka dengan judulnya yang baru.
__ADS_1
Terimakasih.