
Waktu terus berputar dan sudah enam bulan lamanya Nathanael menjalin hubungan dengan Eli. Hubungan keduanya semakin dekat saja dan itu semua karena adanya Leo juga Steve sebagai sahabat dekat nya yang selalu mendukung hubungan Nathanael dan Eli.
Selain itu Nathanael memperoleh kemajuan yang pesat dalam usahanya di bidang kuliner. Pria bertinggi 170 cm itu bisa dibilang mencapai kesuksesan di usianya yang matang yakni tiga puluh satu tahun. Dia memiliki lima restoran dan beberapa kafe sehingga ia dijuluki pengusaha muda di bidang kuliner.
Saat ini pria tampan itu sedang duduk di ruang kerjanya bersama seseorang.
" Gimana dengan penyelidikan mu apa sudah menemukannya " Nathanael.
" Sudah dan ini hasilnya " orang itu menyerahkan amplop coklat pada Nathanael.
Nathanael membuka amplop coklat itu dan membaca isinya. Di sana tertulis tidak didapati kesalahan pada pria itu. dan sebagai narapidana titipan seorang penguasa. Nathanael menatap ke arah pria tampan di depannya.
" Sangat sulit menemukan nya tapi aku bisa menerobos masuk dengan bantuan seseorang " lanjut orang itu yang tak lain Dave.
" Kapan bisa menemuinya " Nathanael.
" Sekarang juga bisa " Dave.
Nathanael melihat jam di pergelangan tangannya lalu beranjak dari duduknya.
Nathanael dan Dave sudah duduk di mobil dengan Dave dibalik kemudi. Sedangkan Nathanael duduk di sebelah Dave. Mobil melaju ke suatu tempat dengan kecepatan sedang dan berhenti di bangunan yang luas di dalam nya banyak jeruji besi.
Dave turun lebih dulu lalu diikuti Nathanael kedua pria tampan itu berjalan beriringan. Keduanya masuk ke gedung di depannya menemui seseorang yang telah dibayar Dave. Orang itu mengantar dua pria tampan ke suatu ruangan khusus. Setelah sampai di ruangan khusus orang itu memberi tahu pada dua pria di belakang nya.
" Waktu anda hanya lima belas menit tuan " beritahu orang itu.
Lalu orang itu meninggalkan Nathanael dan Dave.
Nathanael menatap pria yang meringkuk dibalik jeruji itu. Tubuhnya kurus dan tidak terawat wajah pria itu dipenuhi bulu lebat di sekitar dagunya juga di atas bibirnya. Namun sisa ketampanan pria itu masih terlihat. Pria itu duduk sambil memejamkan matanya tapi tidak tidur.
__ADS_1
Dengan baju khas penghuni tahanan pria itu seolah seperti seorang tahanan kelas kakap. Padahal sampai kini kepala penjara pun tidak tahu kesalahan apa yang menimpa pria itu. Pria itu hanya titipan seseorang yang memiliki kekuatan dan kekuasaan yang besar. Sehingga tidak seorang pun sanggup untuk menebusnya apalagi mengeluarkan pria itu dari balik jeruji besi.
Nathanael yang melihat pria itu menjadi tidak tega. Sejenak pria bertinggi 170 cm itu terpaku di tempatnya berdiri. Nathaniel menoleh ke arah Dave lalu mengatakan sesuatu pada lelaki di sebelahnya.
" Keluarkan dia bagaimana pun caranya dan sembunyikan di suatu tempat yang aman kau mengerti maksudku bukan " Nathanael.
" Tapi ... " Dave sedikit ragu.
Nathaniel menatap tajam Dave.
" Aku yang tanggung semua biaya pria itu " Nathaniel.
Dave mengangguk pasrah baginya ia harus tunduk dan patuh pada Nathaniel. Karena lelaki tampan itu yang membuat kehidupannya jauh lebih baik dari hidupnya yang dulu.
Setelah memberi perintah pada Dave, Nathanael segera keluar dari tempat itu.
Kembali keduanya masuk ke mobil lalu Dave mengantar Nathanael ke restoran xx. Nathaniel sampai di restoran miliknya kemudian lelaki tampan itu keluar dari mobil dan berjalan masuk ke ruang kerjanya.
Ya, Nathanael berkeyakinan hanya tuan Alexander yang merupakan papa kandungnya itu yang memiliki kekuatan dan kekuasaan besar. Sehingga mampu memenjarakan seorang pria yang diyakini Nathanael sebagai suami ibu Ratih, mamanya.
Saat ini Nathanael duduk di ruang kerjanya. Pria tampan itu sedang memikirkan sesuatu sedetik kemudian pria bertinggi 170 cm itu bangkit lalu mengambil kunci mobilnya.
Nathanael melangkah keluar menuju mobilnya yang terparkir di depan restoran. Nathanael masuk ke mobil lalu menjalankan mobilnya menemui pria paruh baya yang ia sebut papa.
Mobil Nathanael memasuki perusahaan Alexander. Setelah memarkirkan mobilnya Nathanael bergegas menuju lift. Pria tampan itu mengabaikan orang-orang yang menatap nya dengan penuh damba. Siapa lagi kalau bukan karyawan wanita di perusahaan Alexander yang kebetulan berpapasan dengan Nathanael.
Nathanael telah keluar dari lift dan berjalan mendekati meja sekretaris. Di sana duduk seorang sekretaris cantik Debora lalu pria tampan itu tanpa bertanya melewati meja sekretaris dan masuk ke ruangan presdir.
Debora terkejut dan hendak menghentikan langkah Nathanael. Tapi pria tampan itu keburu membuka pintu dan masuk. Saat sekretaris Debora tengah kebingungan datang lah Iyas menegur Debora.
__ADS_1
" Ada apa " Iyas.
" Eh, tuan Iyas ... di dalam ada tuan Xander " Debora sedikit takut lalu menundukkan kepalanya.
" Biar saya saja lanjutkan pekerjaan mu " Iyas bergegas menyusul masuk ke ruangan presdir.
Nathanael yang telah masuk ke dalam ruangan presdir tidak mendapati tuan Alexander di sana. Kemudian terdengar pintu dibuka.
Ceklek.
Iyas masuk dan melihat punggung pria yang menjadi kakaknya itu. Iyas berjalan mendekati kakaknya dan berdiri di sebelah meja presdir. Saat mendengar langkah kaki seseorang Nathanael menoleh. Mendapati Iyas berdiri di samping nya keduanya saling melempar pandangan. Sedetik kemudian Nathanael menyadari tujuan nya datang ke perusahaan Alexander.
" Di mana papa ? " Nathanael.
" Kakak duduk dulu " sapa ramah Iyas.
" Tidak perlu katakan di mana papa " tanya Nathanael datar.
Iyas menghela nafasnya lalu memberitahu Nathanael bahwa tuan Alexander sudah seminggu ini tidak datang ke perusahaan.Kesehatan tuan Alexander akhir-akhir ini sedikit menurun. Mendengar papanya sakit Nathanael tampak terkejut namun ia dapat menyembunyikan nya dari Iyas.
Nathanael sekilas menatap adiknya lalu bergegas keluar dari ruangan presdir. Iyas hendak mencegah kakaknya keburu Nathanael keluar. Membuat pria yang tingginya hampir sama dengan Nathanael itu menatap sedih kepergian kakaknya.
Iyas jatuh terduduk di sofa sambil menundukkan kepalanya. Kini kakaknya jauh berbeda bila dibanding masa dulu saat keduanya masih tinggal bersama. Iyas tidak bisa lagi berbicara hangat antara adik dan kakak. Semua itu karena kenyataan bahwa ibu mereka berbeda meski mereka satu ayah. Jarak itu terlihat nyata saat kakaknya menolak untuk menjadi presdir menggantikan tuan Alexander.
************
Up lagi ...
Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya yang banyak ya...
__ADS_1
Selamat tahun baru 2022...💪🏻💪🏻💪🏻
Terimakasih.