Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 28 Rasa Apa Ini ... # 2


__ADS_3

" Selamat malam semuanya " sapa ramah Nathanael.


" Malam ini saya hadir lagi di sini akan menyanyikan sebuah lagu untuk kalian " lagi-lagi pria tampan itu tersenyum pada pengunjung.


Prok .. prok ... prok.


Terdengar tepukan dan sorak histeris sebagian pengunjung wanita saat melihat Nathanael. Dan jangan di tanya tentang pengagum Nathanael yang sudah tak sabar mendengar suara merdu dari pria itu.


Pria tampan itu diam sejenak. Pria itu melirik sekilas ke gadis di sebelah Grace. Pria itu menghela nafasnya menahan sesuatu yang entah apa namanya. Yang jelas hatinya sedikit risau tapi ia menyembunyikan nya dibalik senyum hangatnya malam ini.


Nathanael beralih ke Grace saat wanita itu berbisik pelan ke telinga Nathanael.


" Hai kau seperti artis idola saja bagi mereka " bisik Grace.


Nathanael menanggapi nya dengan senyuman. Pria itu ingin secepatnya menyelesaikan lagunya dan segera pergi dari restorannya.


Nathanael berbisik sesuatu pada Grace dan wanita itu mengangguk pelan.


" Okey, kali ini saya akan bernyanyi bersama wanita cantik di sebelah saya " Nathanael mengenalkan Grace.


Setelahnya terdengar alunan musik dari jemari tangan Nathanael. Sebuah lagu ' Bintang 14 hari ' dari kangen band dilantunkan oleh Nathanael dan Grace.


🎶🎶🎶🎶🎶


14 hari ' ku mencari dirimu


Untuk menanyakan di manakah dirimu


14 hari ku datangi rumahmu


Agar engkau tahu tertatih ku menunggumu


Aku kangen sama kamu


Apa kamu udah nggak sayang aku?


Maafkanlah aku lari dari kenyataan


Bukan karena aku tak punyai rasa sayang


Maafkanlah aku mencoba 'tuk berlari


Karena suatu nanti engkau pasti 'kan mengerti


Kamu pacar terbaikku


Walau hanya sekejap di hatiku


Mengapa hanya sekejap saja


'Ku merasakan indahnya dengan dirimu


Mengapa hanya untaian kata


Kurasa tiada sempurna cerita cinta kita


Mengapa hanya sekejap saja


'Ku merasakan indahnya dengan dirimu


Mengapa hanya untaian kata

__ADS_1


Kurasa tiada sempurna cerita cinta kita


Mengapa hanya sekejap saja


'Ku merasakan indahnya dengan dirimu


Mengapa hanya untaian kata


Kurasa tiada sempurna cerita cinta kita


🎶🎶🎶🎶🎶


Selesai dengan lagunya Nathanael dan Grace mendapat tepukan bergemuruh dari pengunjung restoran.


Sebagian dari pengunjung menginginkan Nathanael menyanyi lagi. Pria tampan itu tidak bisa menolak. Sebab Grace juga ingin pria itu menyanyikan satu lagu lagi. Mau tidak mau Nathanael menyetujui untuk menyanyi sekali lagi.


Nathanael memilih sebuah lagu yang berjudul ' Pernah ' dari Azmi. Nathanael dan Grace kembali berduet keduanya menampilkan kemesraan di depan umum.


🎶🎶🎶🎶🎶


Ada apa kau bertemu dia


Mungkinkah kau ingin bagi cintamu?


Jika memang kau bagi cintamu


Masih pantaskah ku jaga hatiku?


Ingatkah semua kata yang kau ucap dulu?


Kau berjanji untuk setia


Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini


Karena pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini


Aku ingin semua cintamu hanya untukku


Memang 'ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain


Jika memang kau bagi cintamu


Kemana janji itu kau buang?


Ho . oo . ooo ...


Kau buat 'ku menangis tanpa air mata


Sampai ku teriak pun sudah tak ada suara


Ho . oo . ooo ...


Pernah sakit tapi tak pernah sesakit ini


Karena pernah cinta tapi tak pernah sedalam ini


Aku ingin semua cintamu hanya untukku


Memang 'ku tak rela kau bagi untuk hati yang lain


( Pernah sakit, pernah cinta )

__ADS_1


Aku tak rela kau bagi untuk hati yang lain


🎶🎶🎶🎶🎶


Lagi dan lagi Nathanael dan Grace menampilkan kemesraan saat bernyanyi. Keduanya saling memandang satu sama lain. Tanpa Nathanael dan Grace sadari kedekatan keduanya saat bernyanyi dan kemesraan yang keduanya tampilkan membuat dua hati terluka. Siapa lagi kalau bukan Eli dan Leo.


Eli memandang tak berkedip pada Nathanael dan Grace. Ada sesak di dada saat melihat kemesraan Nathanael dan Grace bernyanyi. Keduanya tampak seperti sepasang kekasih yang saling menyayangi. Eli menahan air matanya agar tidak tumpah. Ternyata rasanya sakit sekali di sini, gumam Eli sambil memegang dadanya.


Eli tak tahan dengan pemandangan yang menyakiti mata dan hatinya. Akhirnya Eli memilih undur diri dari tempat itu dan berjalan sambil menundukkan kepalanya menuju kamarnya.


Demikian juga Leo memandang nanar pada sahabatnya dan Grace. Cinta yang terpendam pada Grace dan perbedaan dirinya dengan wanita itu membuatnya tak berdaya. Leo tertunduk lesu meratapi nasib cintanya.


Steve yang mengerti apa yang dirasakan oleh Leo menepuk pundak sahabatnya itu.


" Kau harus percaya Xander tidak seperti itu " Steve.


Leo melihat sekilas pada Steve lalu menatap sahabatnya dan Grace yang telah selesai bernyanyi. Nathanael dan Grace berjalan menuju meja dimana Steve dan Leo berada. Leo mengalihkan pandangannya ke tempat lain saat Nathanael dan Grace duduk di depannya.


" Wah kau masih sama seperti dulu saat pertama kali aku mendengar kau bernyanyi " puji Grace.


Nathanael hanya terkekeh kecil sambil melirik dua sahabatnya.


" Xander kenapa kau tidak jadi artis saja " saran Grace.


" Apa enaknya jadi artis " Nathanael.


" Kau bisa terkenal " Grace.


" Tidak perlu jadi artis pun bisa terkenal " Nathanael.


" Ya kau benar tidak perlu jadi artis kau sudah punya banyak penggemar tadi " Grace.


Grace menatap kagum pada teman masa kecilnya itu.


" Apalagi berita tentang dirimu akhir-akhir ini " sahut Grace.


Nathanael memandang sejenak Grace lalu mengulas senyum pada wanita itu. Baginya menyanyi hanya untuk hiburan semata. Kalau dulu menyanyi sebagai pekerjaan tapi sekarang ia sudah memiliki restoran dan kafe. Tinggal duduk manis uang sudah mengalir masuk ke rekeningnya.


Nathanael melihat jam di pergelangan tangannya. Lalu melirik Steve memberi kode pada sahabatnya untuk mengikuti dirinya. Saat itu Steve melihat ke arah Nathanael lalu mengangguk pelan.


" Grace, aku ada urusan kau masih ingin di sini atau mau pulang " Nathanael.


" Em aku pulang saja bisakah kau mengantarku Xander " Grace.


" Baiklah ayo " Nathanael.


Nathanael pamit pada sahabatnya untuk mengantar Grace. Grace berpamitan pada Steve dan Leo keduanya melangkah berdampingan menuju mobil Nathanael. Leo menatap sahabatnya dan Grace sampai keduanya masuk ke mobil. Pandangannya pun terputus saat mobil Nathanael keluar dari restoran.


Nathanael mengantar Grace sampai di depan rumahnya. Nathanael masih di belakang kemudi ia tidak masuk ke dalam rumah Grace karena masih ada urusan.


Mobil Nathanael melaju ke suatu tempat yang sudah dijanjikannya bersama Bimo. Nathanael menghentikan mobilnya tidak berapa lama mobil Steve datang. Di sana sudah ada Bimo berdiri bersandar di mobil. Benar dugaan Leo, Bimo tidak sendiri. Ada anak buahnya di belakang pria itu. Semua berjumlah sepuluh orang.


Nathanael keluar dari mobil berjalan pelan dan berhenti kurang lebih satu meter dari tempat Bimo berdiri. Steve masih duduk santai di mobil mengedarkan pandangannya ke sekeliling tempat itu.


*************


Sudah up lagi ya.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.


Terimakasih.

__ADS_1


__ADS_2