
Berita yang menghebohkan di jagad maya tentang Nathanael mempengaruhi restoran milik Nathanael. Ada yang percaya tapi banyak juga yang tidak percaya tentang kabar yang belum jelas kebenarannya itu. Berbagai komentar pun bermunculan. Mungkin hanya orang iseng atau orang yang tidak suka dengan keberhasilan yang diperoleh Nathanael. Ya itu salah satu komentar yang ditujukan oleh orang-orang yang tahu betul dengan kebaikan Nathanael. Tidak mungkin dia melakukan hal seperti itu karena aku kenal dekat, komentar yang lain. Berita itu benar adanya sebab dia nggak punya pacar atau dekat dengan seorang gadis, sebuah komentar yang menjatuhkan Nathanael.
Sementara Pria yang sedang heboh dibicarakan di dunia maya tidak terpengaruh dengan berita itu. Nathanael telah mempercayakan semua pada Dave. Dan dia juga berterimakasih pada papanya karena dengan kekuasaan papanya berita itu bisa diredam.
Berita simpang siur dan menyudutkan Nathanael memberikan ide pada Eli untuk menarik pengunjung datang ke restoran milik Nathanael. Siang menjelang sore itu sehabis keluar dari ruangan Nathanael, Eli mengajak Leo dan Steve untuk makan siang. Setelah makan Eli mengutarakan rencananya pada Leo dan Steve.
" Gimana kak dengan ide ku tadi " Eli.
" Boleh juga " Leo.
" Kapan mulai " Steve.
" Nanti malam gimana, tapi apa kak Xander akan setuju " Eli.
" Tenang saja dia pasti setuju entar aku yang ngomong sama dia " Leo.
" Eh ngomong-ngomong kau dapat ide itu darimana Eli " Leo.
" Oh itu dulu waktu di kota T aku pernah lihat kak Xander tampil di kafe. Dan aku minta kak Xander mengajariku menyanyi dan bermain gitar. Dan sekarang aku bisa seperti dia " Eli.
" Sebelum ke sini apa pekerjaanmu di sana, jangan bilang kau nyanyi di kafe " Leo.
Eli nyengir kuda
" He he he iya benar, kak " Eli.
Kedua pria tampan itu menatap tak percaya pada gadis kecil di depannya. Sedetik kemudian Leo beralih ke Steve.
" Kau sendiri kenapa tidak balik ke rumah sakit " Leo.
" Hari ini aku ijin sehari dan dokter Hesti yang menggantikan ku " Steve.
" Eli " Steve.
" Ya kak " Eli.
" Kalau kau bisa membuat Xander tampil di depan situ aku akan beri kau hadiah, gimana " Steve.
Eli tampak berpikir.
" Oke kakak " Eli.
Steve mengembangkan senyumnya membuat Leo menyenggol lengan sahabatnya itu.
" Tenang saja dia pasti mau " Steve menyakinkan Leo.
" Ya sudah aku pulang dulu bentar ke sini lagi " pamit Steve.
Seperti yang sudah direncanakan sore menjelang malam Steve datang dan duduk disebelah Eli. Kemudian Leo mendekati keduanya.
" Sudah siap Eli " Leo.
" Siap kak " Eli.
" Xander " Steve.
" Di atas bentar juga turun " Leo.
Orang yang ditunggu pun datang Nathanael melangkah mendekati Leo, Steve dan Eli. Nathanael duduk di sebelah Eli. Nathanael memanggil salah satu pegawainya untuk membawakan makan malam untuknya. Leo dan Steve sedang menikmati makan malam ketika Nathanael baru datang.
Eli beranjak dari tempat duduknya dan melangkah pasti mendekati meja paling depan pengunjung. Di deretan meja depan pengunjung ada jarak sekitar satu meter di tengahnya ada kursi. Lalu Eli duduk di situ dengan sebuah gitar di pangkuannya. Eli menyapa para pengunjung yang datang malam itu.
" Selamat malam semuanya " sapa Eli pada pengunjung yang datang.
" Malam ini ada yang istimewa untuk kalian semua " tersenyum pada pengunjung.
" Perkenalkan saya Eli akan mempersembahkan sebuah lagu untuk menghibur kalian yang setia berkunjung di restoran ini " Eli menyapa ramah.
Semua pasang mata memandang ke arah Eli. Saat gadis itu memainkan salah satu alat musik semua pengunjung berdecak kagum tak terkecuali Nathanael. Nathanael memandang tak berkedip pada Eli.
Hm, sudah mahir rupanya gadis itu, gumam Nathanael menikmati petikan jari lentik Eli pada alat musik dipangkuan nya.
Petikan gitar dari jari lentik Eli disambut tepukan tangan para pengunjung yang hadir di restoran milik Nathanael malam itu.
🎶🎶🎶
Memandang wajahmu cerah
Membuatku tersenyum senang
Indah dunia
Tentu saja kita pernah
Mengalami perbedaan
Kita lalui
Tapi aku merasa
Jatuh terlalu dalam cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi
Selamanya ....
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu, dirimu oh
Sampai nanti akan selalu
Bersama dirimu
Saat bersamamu kasih
Ku merasa bahagia
Dalam peluk mu
Tapi aku merasa jatuh terlalu dalam
cintamu
Ku tak akan berubah
Ku tak ingin kau pergi
Selamanya...
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu, dirimu oh
__ADS_1
Sampai nanti akan selalu
Bersama dirimu
Seperti yang kau katakan
Kau akan selalu ada
Menjaga, memeluk diriku dengan
cintamu
Dengan cintamu....
Ku kan setia menjagamu
Bersama dirimu, dirimu oh
Sampai nanti
Akan selalu
Bersama dirimu....
Saat bersamamu kasih ku merasa
bahagia
Dalam peluk mu....
🎶🎶🎶
Leo dan Steve yang mendengar Eli melantunkan lagu ' Bersamamu ' ( Vierra )
berdecak kagum pada gadis kecil itu. Karena tubuh Eli yang kecil mungil itu beberapa orang terdekat sering menyebutnya si mungil atau gadis kecil. Meski usia gadis itu hampir dua puluh tahun.
Begitu juga Nathanael, pria tampan bertinggi 170 cm itu tidak jadi makan. Pria tampan itu terbuai mendengar suara Eli yang merdu. Nathanael tersenyum tipis tidak sia-sia dulu ia mengajarkan sedikit kepandaiannya pada gadis itu.
" Gimana Xander kita lanjutkan konsep ini untuk menaikkan pendapatan restoran " Leo.
Leo menunggu jawaban Nathanael.
" Aku setuju saja " Nathanael.
Nathanael melirik sekilas ke arah Leo lalu melanjutkan makannya yang sempat tertunda. Selesai makan Nathanael hendak mengambil minum bertepatan dengan namanya yang di panggil oleh seseorang. Dan orang itu adalah Eli yang menyuruh Nathanael tampil menyumbangkan sebuah lagu.
" Ini pasti ulah salah satu dari kalian " Nathanael.
Leo dan Steve hanya tersenyum menanggapinya.
Nathanael sebenarnya enggan untuk maju mendekati gadis itu. Karena dunia musik dan menyanyi sudah lama ia tinggalkan.
Akhirnya dengan terpaksa Nathanael melangkah ke depan karena Eli memanggilnya untuk yang kedua kalinya. Tak ingin mengecewakan gadis itu Nathanael melangkah pelan menuju ke tempat Eli duduk. Eli berdiri dan tersenyum tak sia-sia usahanya membuat pria tampan yang dikaguminya mau menuruti nya. Eli memberikan gitarnya pada Nathanael lalu pria tampan itu duduk di kursi yang tadi ditempati Eli sambil memangku gitar.
Nathanael menyugar rambutnya ke belakang membuat ketiga gadis yang duduk di sudut kanan Nathanael bersorak kegirangan. Ya ketiga gadis muda itu Siska cs yang makan malam di sana. Nathanael hanya tersenyum tipis hampir tak terlihat. Eli berdiri di kanan Nathanael dan mengenalkannya pada pengunjung.
" Dan ini kakakku yang paling tampan di antara kakakku yang lainnya akan mempersembahkan sebuah lagu untuk kalian semua " tangan Eli merangkul pundak Nathanael membuat si empunya menoleh ke arah Eli.
Eli menampilkan senyum manisnya. Leo dan Steve berdecak kagum akan keberanian Eli. Jarang sekali orang yang berani menyentuh Nathanael tapi gadis kecil itu dengan santainya melingkarkan tangannya di pundak sahabatnya itu.
Setelah menyapa pengunjung Eli mundur beberapa langkah ke belakang. Nathanael menghela nafasnya lalu memandang pengunjung dihadapannya. Setelah nya ia mulai menyapa para pengunjung restoran miliknya.
Sedetik kemudian terdengar suara petikan gitar mengiringi lantunan lagu yang dinyanyikan oleh Nathanael. Malam ini membuat dia mengenang masa lalu saat dirinya sering nyanyi di kafe milik ayah temannya. Dan juga di kafe-kafe di kota T.
Sejenak Nathanael diam lalu memainkan gitar nya saat terlintas di benak nya tentang sebuah lagu yang menggelitik hati nya saat ini.
Merindukan seseorang yang telah menjadi milik orang lain itu terasa sangat menyedihkan. Entah mengapa sampai kini hatinya tidak bisa berpindah ke wanita lain. Nathanael tersenyum miris memikirkan kisah cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Dia berusaha sekuat tenaga melupakannya. Bahkan sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa di hatinya. Namun sayangnya tidak bisa semakin ia berusaha membunuh rasa cintanya. Semakin besar pula bayang- bayang nya hadir menghantuinya. Akhirnya ia pasrah pada hatinya membawanya kemana.
Dengan lagu ia bisa mengungkapkan isi hatinya. Paling tidak bisa membuat hatinya lega sesuatu yang mengganjal di hatinya dapat tersalurkan lewat lagu yang ia nyanyikan.
Nathanael bisa tersenyum di hadapan semua orang. Bagi yang melihatnya merupakan anugerah karena jarang sekali pria tampan itu tersenyum.
Tapi bagi Nathanael senyum yang penuh kepedihan.
Nathanael melantunkan lagu yang tertuju pada seseorang. Seseorang yang sangat ia rindukan selama ini. Biarkan rindu ini ada di sini, gumamnya dalam hati. Mungkin sampai nanti ... Entahlah.
Alunan lagu ' Apa Kabar Kamu Sayang ' ( Armada ) menggema di restoran milik Nathanael malam itu. Lagu itu seperti menyuarakan isi hatinya tentang kerinduan nya pada seseorang.
🎶🎶🎶
Seharian aku tak tenang
Seperti orang kebingungan
Pikiran ku tak karuan
Khawatirkan kamu di sana
Tak tahu apa gerangan
Mungkinkah di sana
Kau rasa bahagia
Atau malah sebaliknya
Telah lama kita tidak bertemu
Tak pernah kudengar berita tentang mu
Apa kabar kamu, sayang ?
Apa kabar kamu, sayang ?
Seharian aku tak tenang
Khawatirkan kamu di sana
Tak tahu apa gerangan
Mungkinkah di sana
Kau rasa bahagia
Atau malah sebaliknya
Telah lama kita tidak bertemu
Tak pernah kudengar berita tentang mu
Apa kabar kamu, sayang ?
Apa kabar kamu, sayang ?
Aku kan terus mendoakan mu
__ADS_1
Walau tak kudengar berita tentang mu
Apa kabar kamu, sayang ?
Apa kabar kamu, sayang ?
Di sana
O o o o oh....
Mungkinkah di sana
Kau rasa bahagia
Atau malah sebaliknya
o o o o oh....
Telah lama kita tidak bertemu
Tak pernah kudengar berita tentang mu
Apa kabar kamu, sayang ?
Apa kabar kamu, sayang ?
🎶🎶🎶
Nathanael menunduk hormat dan mengucapkan terimakasih pada pengunjung yang datang di restoran nya.
Seperti nya suasana hati pemilik restoran itu sedang bagus. Sehingga membuat pria tampan bertinggi 170 cm itu tersenyum.
Steve dan Leo yang melihat sahabatnya tersenyum simpul.
" Lihat bos mu " Steve.
Leo melirik Steve.
" Kenapa " Leo.
" Punya daya tarik apa wanita itu sehingga membuat seorang Xander tidak bisa berpaling ke wanita lain " Steve.
" Itulah cinta " Leo.
" Memang kau pernah merasakan nya " Steve.
" Ya pernah dulu tapi aku tidak mau seperti Xander " Leo.
" Pantas saja ... " Steve.
" Apa " Leo melirik tajam Steve.
" Bos dan asistennya sama saja jones abadi " Steve tertawa.
" Sialan " umpat Leo.
Sejenak keduanya diam Steve melirik ke arah Leo.
" Apa dia sudah nggak menemui wanita itu " Steve.
" Sejak menginap di rumahmu malam itu " Leo.
" Lama sekali " Steve.
" Dia lebih menyibukkan diri di ruang kerjanya dan mengurus restoran " Leo.
Steve menghela nafasnya terlintas di benak nya suatu ide untuk mendekatkan Nathanael dan Eli.
" Kukira Eli lebih cocok sama dia " Steve.
" Maksudmu " Leo.
" Pembawaan Eli yang ceria bisa mencairkan Xander. Gimana menurut mu " Steve.
" Aku juga setuju denganmu siapa tahu gadis kecil itu bisa meluluhkan hati Xander yang sedingin es itu " Leo.
Perbincangan dua sahabat itu berlanjut meski Nathanael telah selesai menyanyikan lagu.
Di antara pengunjung yang datang ada Dimas dan Dini yang kebetulan mereka bertemu di sana. Dimas yang datang karena mencari makan malam. Sementara Dini sedang menuju kafe miliknya dan singgah sebentar di restoran itu.
Keduanya saling sapa dan berbincang sambil menunggu pesanan. Tidak sengaja Dini melihat sosok yang amat dikenalinya.
" Nathan " pelan suara Dini.
" Kau mengenal pria itu " Dimas.
" Ya, dulu dia bekerja di kafe ku lama menghilang ternyata dia di sini " jelas Dini.
Dimas mengikuti arah pandang Dini, melihat pria yang duduk di depan sana sambil membawa gitar.
" Suaranya bagus juga apalagi dia tampan " kata Dimas.
" Selain tampan dia baik hati, ramah dan suka menolong " Dini memberikan pujian pada Nathanael.
Membuat Dimas tidak suka wanita disampingnya ini memuji pria lain di depannya.
Sementara itu Nathanael telah selesai dengan lagunya dan menolak saat salah satu pengunjung memintanya menyanyi lagi. Nathanael menyuruh Eli menyanyi menggantikan dirinya. Sedang Nathanael sendiri berjalan mendekati dua sahabatnya. Nathanael sedikit kesal pada dua sahabatnya bisa-bisanya menipu gadis polos seperti Eli. Sehingga membuatnya terpaksa mengikuti keinginan Eli.
Nathanael melangkah pelan menuju meja sahabatnya. Nathanael mendengus sebal dan duduk di sebelah Leo.
" Hei, awas ya kalian. Kalian tidak akan kubiarkan pergi dengan selamat dari tempat ini " geram Nathanael.
Leo dan Steve saling berpandangan. Leo bergidik ngeri dengan ancaman sahabatnya. Sementara Steve hanya menanggapinya biasa saja. Dia yakin sahabatnya tidak sungguh-sungguh dengan ancamannya.
" Bukan aku " Leo sedikit takut.
Nathanael beralih ke Steve.
" Steve " Nathanael menatap tajam ke sahabatnya.
Steve hanya tersenyum simpul.
" Tidak perlu marah lihat banyak penggemarmu di sana " tunjuk Steve.
Nathanael mengarahkan pandangannya ke pengunjung restoran nya.
" Ini awal yang baik untuk menaikkan pendapatan restoran mu. Kenapa tidak dicoba suara Eli juga lumayan bagus. Apalagi kamu yang nyanyi bisa luber pengunjung di sini " Steve.
Nathanael berdecak sebal namun tak urung mempertimbangkan ucapan sahabatnya. Benar juga kata Steve siapa tahu malam ini awal yang bagus untuk restoran miliknya. Tapi tetap saja dia merasa kesal pada dua sahabatnya itu karena tidak bicara dulu dengannya.
*****************
Semoga suka dengan ceritaku ini.
Ikuti kelanjutannya di Pria Patah Hati.
__ADS_1
Jangan lupa beri like, komen dan vote nya ya.
Terimakasih.