Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 15 Sebuah Tantangan


__ADS_3

Restoran sudah tutup sepuluh menit yang lalu. Hanya pegawai bagian kebersihan yang masih tinggal. Leo keluar dari ruangannya berniat untuk tidur tapi langkahnya terhenti saat melihat ruangan bosnya lampunya masih menyala. Leo berjalan mendekati ruangan itu lalu membuka pintu. Di sana dia melihat bos sekaligus sahabatnya itu sedang bersandar sambil memejamkan matanya. Leo perlahan masuk ke dalam dan hendak membangunkan bosnya.


" Kenapa tidur di sini sih " gumamnya pelan tapi masih bisa di dengar oleh Nathanael.


" Aku belum tidur Leo " kata Nathanael masih dengan posisi yang sama.


" Ada apa " Leo.


Nathanael membuka matanya lalu bangkit berdiri meraih kunci mobilnya.


" Ikut aku " Nathanael.


" Kemana " Leo mengikuti sahabatnya keluar dari restoran.


Setelah memastikan pegawainya pulang Leo mengunci pintu lalu keluar melalui pintu samping. Di sana Nathanael sudah menunggu di mobil.


" Kau yang nyetir " katanya setelah Leo mendekat.


Leo mendengus sebal tapi menuruti bosnya masuk dan duduk di kursi kemudi.


" Kemana " Leo melirik bosnya.


" Rumah " Nathanael.


Leo melajukan mobilnya di jalanan yang mulai sepi dengan deru kendaraan. Beberapa saat kemudian sampailah ke rumah yang di maksud sahabatnya itu. Mobil pun berhenti di depan rumah yang tak berpenghuni lalu Nathanael keluar dari mobil. Nathanael berjalan memasuki rumahnya sebentar kemudian keluar dengan motor kesayangannya.


Nathanael mendekati mobilnya dan menyuruh Leo pulang. Nathanael melesat dengan motornya sebelum Leo menjawabnya. Mau kemana dia, Leo tidak tinggal diam lalu mengikuti sahabatnya dari belakang. Mobil yang dikendarai Leo tertinggal jauh tapi Leo mengarahkan mobilnya ke suatu tempat yang biasanya didatangi Nathanael.


Benar dugaan Leo sahabatnya itu berada di sana. Leo menghentikan mobilnya di tempat yang tidak begitu terlihat. Sehingga masih bisa mengamati sahabatnya dari tempat yang cukup jauh.


" Sudah datang rupanya " seru pria seumuran Nathanael sambil duduk di atas motor nya.


" Apa mau mu sebenarnya " Nathanael menatap lawan bicaranya.


" Jauhi Jessica karena dia milikku " kata pria itu.


" Tanpa kau minta pun aku sudah menjauhinya " Nathanael tetap tenang.


" O ya aku lupa kau tidak tertarik dengan wanita cantik " pria itu tersenyum mengejek.


" Apa maksudmu " Nathanael menatap tajam pada pria itu.

__ADS_1


" Apa benar berita itu ... " Antoni tersenyum miring.


Nathanael mengeryit heran karena ia merasa tidak tahu apa-apa. Ada apa ini apa aku melupakan sesuatu, gumam Nathanael.


Antoni menggeleng pelan.


" Beritanya sudah menyebar kemana-mana dan kau tidak tahu " Antoni kembali mengejek Nathanael.


" Tutup mulut mu " teriak Nathanael.


Ha ha ha.


Antoni semakin tertawa. Nathanael mengepalkan tangannya kuat dan bangkit mendekati Antoni. Nathanael mencengkram kerah baju Antoni


" Kau marah jadi benar gosip yang beredar selama ini " Antoni tertawa puas.


Nathanael mengeraskan rahangnya dan hendak melayangkan kepalan tangannya.


" Santai bung jangan membuat pacar tersayang mu khawatir " melirik ke arah belakang.


Nathanael mengikuti arah pandang Antoni. **** ! umpat Nathanael lalu menghentakkan tangannya.


Huh Antoni membenarkan kerah bajunya. Hampir saja ...Antoni bernafas lega.


" Beradu tanding " seru Antoni.


Ha ha ha giliran Nathanael tertawa mengejek.


" Masih penasaran " Nathanael tersenyum sinis.


" Ya, dulu aku selalu kalah darimu tapi tidak sekarang aku akan mengalahkan mu " kata Antoni percaya diri.


" Okey kita buktikan sekarang " Nathanael menghidupkan mesin motornya.


Dua motor melesat saling berkejaran beradu kecepatan membuktikan siapa diantara keduanya yang paling unggul memenangkan adu tanding malam ini.


Leo masih mengamati sahabatnya dari dalam mobil. Hm, nekat juga si Antoni sudah kalah masih tidak mengakui, gumam Leo.


Motor Nathanael melesat ke depan sementara motor Antoni tertinggal jauh di belakang nya. Sampai akhirnya Nathanael menghentikan laju motornya dan membuka helmnya lalu menyugar rambutnya. Beberapa saat kemudian motor Antoni berhenti di sebelah Nathanael.


" Lebih baik gunakan jarum suntik mu untuk menyembuhkan pasien " Nathanael tersenyum tipis.

__ADS_1


" Bicara apa kamu " suara Antoni meninggi.


" Karena tempatmu di sana bukan di sini. Di sini akulah pemenangnya dan masih yang terhebat " Nathanael memakai helm lalu melesat pergi meninggalkan Antoni yang berdiri termangu.


Sialan, sudah sekian lama ternyata dia tidak bisa dikalahkan, gerutu Antoni.


Nathanael pulang ke rumahnya dan langsung memasukkan motor kesayangannya. Lalu berjalan ke dapur mini mengambil botol mineral dari lemari pendingin dan meneguknya.


Terdengar deru suara mobil berhenti di depan rumahnya. Leo masuk ke dalam rumah lalu menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu.


" Kenapa kau mengikuti kemauannya " Leo.


Nathanael berbalik mendekat ke arah sofa lalu duduk di sebelah sahabatnya. Nathanael mengambil ponsel dari balik jaketnya lalu membukanya. Menunjukkan pada Leo.


" Apa ini " Leo meraih ponsel Nathanael dan melihatnya.


Astaga ! Leo membelalakkan matanya tak percaya pada apa yang ia lihat barusan.


" Siapa yang melakukan ini semua " Leo geram.


" Aku sendiri belum tahu siapa pelakunya " Nathanael.


Nathanael mengambil ponselnya mencari kontak seseorang.


☎️ " Hallo. "


☎️ " Dave, aku butuh bantuan mu " Nathanael.


☎️ " Siap bos."


Panggilan berakhir.


" Sudah malam aku mau tidur jangan lupa kunci pintunya " Nathanael melangkah masuk ke kamar.


Leo bangkit menuju pintu lalu menguncinya kemudian merebahkan tubuhnya di sofa dan tidur.


****************


Suka dengan karyaku yang satu ini...


Ditunggu like, komen dan vote nya....

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2