Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 10 Memasak


__ADS_3

Pagi hari seperti biasa di restoran milik Nathanael, para pegawai yang lebih awal datang akan membersihkan ruangan sebelum pengunjung datang. Setelah acara bersih-bersih selesai mereka menata meja dan kursi serta menyiapkan bahan-bahan masakan yang akan di pesan oleh pengunjung.


Restoran buka jam sembilan pagi masih ada waktu setengah jam lagi. Mbak Fitri melangkah keluar restoran hendak melihat rekan kerjanya yang belum datang. Saat pintu baru terbuka separo dari luar seorang gadis menerobos masuk dengan suara mengiba.


" Mbak yang cantik tolongin ya saya mau pesen makanan karena dari tadi pagi belum sarapan " bujuk gadis itu.


" Maaf nona restoran baru buka jam sembilan tunggu sebentar lagi " kata mbak Fitri.


" Please deh mbak saya lapar banget " melas gadis itu lagi.


Mbak Fitri nggak tega melihat tampang memelas gadis itu lalu mengijinkan gadis itu masuk. Setelah mendapat ijin gadis itu memanggil dua temannya untuk masuk. Mbak Fitri mau mencegah dua teman gadis itu tapi keburu ketiganya masuk dan duduk manis sambil menunggu pelayan datang untuk memesan makanan.


Mbak Fitri kebingungan karena tidak ada yang bisa masak. Pegawai yang datang barulah pegawai yang melayani pengunjung yang hendak memesan makanan dan juga pegawai bagian kebersihan. Mas Fandy dan mas Lucky kemana sih biasanya jam segini sudah datang, batin mbak Fitri. Mbak Fitri masuk ke dalam menghampiri rekannya yang lain.


" Gimana ini Ko " kata mbak Fitri pada rekannya yang bernama Koko itu.


" Aku juga bingung aku kan nggak bisa masak " sahut Koko.


Saat keduanya sedang kebingungan Nathanael turun dari lantai dua mendekati pegawainya itu.


" Ada apa " tanya Nathanael datar.


" Eh, pak bos itu ada yang pesan makanan " kata mbak Fitri.


" Fandy nya mana " tanya Nathanael.


" Belum datang pak bos " sahut mbak Fitri.


" Lucky " tanya Nathanael.


" Belum datang juga " jawab Koko.


" Ya sudah tanya mereka mau pesan apa " kata Nathanael menyuruh pegawainya.


" Baik " sahut mbak Fitri.


Lalu mbak Fitri mendekati ketiga gadis itu dan mencatat pesanan mereka. Kemudian Mbak Fitri memberikannya pada Nathanael. Sementara itu Koko sedang membuat minuman dan membawanya kepada ketiga gadis itu.


Setelah nya Nathanael mulai meracik pesanan ketiga gadis itu. Dengan cekatan Nathanael memasukkan bahan-bahan masakan lalu mengolahnya. Tak butuh waktu lama masakan sudah siap. Tumis kangkung dan gulai ikan asam pedas sudah siap. Lalu mbak Fitri menyiapkan nasi dan meletakkan bersama masakan tadi di atas nampan kemudian mengantar pesanan itu kepada ketiga gadis itu.


Sebenarnya Nathanael turun ke bawah hendak meminta bubuk kopi hitam karena di atas persediaan kopi habis. Biasanya Nathanael membuat sendiri kopi hitam kesukaannya baru turun ke bawah melihat para pegawainya.


Nathanael melihat jam di pergelangan tangannya. Harusnya dua karyawan nya itu sudah datang kenapa sampai saat ini belum terlihat. Nathanael menggeleng pelan mungkin ia akan menanyakan pada Leo setelah ini.


Nathanael memilih membuat kopi hitam kesukaan nya. Lalu lelaki tampan itu membawa cangkir kopinya ke depan. Nathanael duduk santai sambil menikmati kopi hitam kesukaannya. Beberapa saat barulah Leo keluar dan duduk di sebelah sahabat sekaligus bosnya itu.


" Hem baru keluar rupanya " seru Nathanael dingin.

__ADS_1


" Maaf bos ketiduran " seru Leo.


" Kamu gantiin Fandy dan Lucky " kata Nathanael.


" Kok aku sih bos " sahut Leo.


" Kamu kan yang kemarin bilang mau bantu di dapur " kata Nathanael.


Leo mengusap tengkuknya yang tidak gatal. Memang dia kemarin bilang hendak bantu di dapur tapi tidak secepat ini kan.


" Satu lagi kalau Fandy dan Lucky datang suruh ke ruangan ku " kata Nathanael.


Leo hanya bisa mengangguk mendapat perintah dari bos sekaligus sahabatnya itu.


Sementara di dapur mbak Fitri dan Koko sedang membicarakan pak bos.


" Ternyata pak bos bisa masak juga ya ' kata Koko pelan takut terdengar bosnya.


" Ku dengar pak bos itu lulusan S1 manajemen kuliner lho " kata mbak Fitri.


" Masa sih " kata Koko tak percaya.


" Sebelumnya juga pernah kuliah di bisnis dan manajemen karena keinginan ayahnya " kata mbak Fitri.


" Hebat ya pak bos, sudah ganteng pinter masak sayangnya masih jomblo " kata Koko.


" Hush jangan keras-keras entar kedengaran pak bos bisa dipecat kamu " seru mbak Fitri.


" Eh mbak " Koko menepuk tangan mbak Fitri.


" Apalagi sih Ko " kata mbak Fitri kesal.


" Itu mbak kok mbak Fitri tahu tentang pak bos " tanya Koko penasaran.


" Ya tahulah ibuku kan kerja di rumah ayahnya pak bos " kata mbak Fitri.


Koko pun manggut-manggut tanda mengerti.


" Eh sudah ayo kita kerja lagi entar dimarahi pak bos " seru mbak Fitri.


Lalu mbak Fitri dan Koko melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda karena ngobrol membicarakan bosnya.


Sementara itu ketiga gadis itu menikmati makanannya. Ketiga gadis itu adalah Siska, Erin dan Geisha. Siska cs anak orang kaya berpengaruh di kotanya. Ketiganya kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota ini.


" Wah masakan ini beda dari biasanya " kata Siska pada dua sahabatnya.


" Menurutku sama saja " sahut Erin.

__ADS_1


" Masakannya sama tapi rasanya beda " seru Siska.


" Masak sik " ucap Geisha.


" Cobain deh " kata Siska.


Lalu Erin dan Geisha mencicipi makanan itu. Keduanya tidak hanya mencicipi tapi makan dengan lahap.


" Hei, aku suruh cicipi kenapa dihabiskan " seru Siska.


" Enak sih " sahut Erin dan Geisha bersamaan.


Merasa penasaran kemudian Siska memanggil pegawai yang kebetulan lewat didekat mereka.


" Mas mas sini deh sebentar " kata Siska pada Koko.


Ya, pegawai yang lewat di dekat ketiga gadis itu adalah Koko.Koko mendekat ke arah Siska dan teman-temannya.


" Ada apa nona " tanya Koko.


" Begini mas yang masak ini siapa ya " tanya Siska.


" Apa masakannya tidak enak nona " tanya Koko khawatir.


" Oh tidak-tidak masakannya enak sekali. Saya hanya ingin tahu saja siapa yang masak " kata Siska.


" Oh kalau nona ingin tahu siapa yang masak itu bos kami yang masak " sahut Koko memberi tahu.


" Apa bos mu ada di sini " tanya Siska berbisik pelan.


Lalu Koko menunjuk ke arah Nathanael dengan matanya. Siska mengarahkan pandangannya ke arah Nathanael. Siska terpesona dengan ketampanan Nathanael. Siska menatap tak berkedip Nathanael yang sedang duduk santai sambil menyesap kopi hitam kesukaan nya.


Kedua temannya mengikuti arah pandang Siska. Sama halnya dengan Siska, Erin dan Geisha menatap tak berkedip pada Nathanael.


Huh, kenapa dia tampan sekali, gumam Siska pelan. Gadis itu sampai tidak menyadari kalau sedari tadi namanya dipanggil.


" Maaf nona permisi " Koko menepuk pelan lengan Siska.


Membuat gadis itu tersadar dari lamunannya. Siska menjadi malu sendiri.


" Eh iya mas terimakasih " sahut Siska.


Koko berlalu dari hadapan ketiga gadis itu sambil menggelengkan kepalanya.


****************


Semoga suka dengan ceritaku yang satu ini. Maaf kalau up nya lama.

__ADS_1


Jangan lupa like dan komennya ya.


Terimakasih.


__ADS_2