Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 30 POV Nathanael


__ADS_3

Aku patah hati karena orang yang aku cintai menikah dengan pria lain. Aku memutuskan untuk pergi dari kota ku. Tujuan ku adalah ke kota T karena ada teman ku yang tinggal di kota itu. Aku naik kereta yang akan mengantarku ke kota T.


Sampai di stasiun pemberhentian kereta terakhir aku lalu turun. Saat aku sedang berjalan hendak mencari minuman seseorang menyenggol ku. Orang itu meminta maaf dan aku mengangguk lalu mencari pedagang yang menjual minuman. Ketika aku hendak membayar aku merogoh saku celanaku ternyata dompetku telah raib.


Akhirnya aku tidak jadi membeli minuman dan menghubungi temanku untuk menjemput ku karena aku tidak punya uang sepersen pun. Untungnya ponselku masih ada lalu aku menghubungi teman ku untuk menjemput ku. Saat hendak menghubungi temanku daya baterai di ponsel ku habis. Aku kembali masuk ke stasiun dan berbicara pada petugas di sana untuk meminta ijin mengisi daya baterai ponselku. Sambil menunggu baterai ponselku penuh aku duduk bersandar.


Beberapa saat kemudian seseorang duduk di sebelah ku. Sepertinya orang itu sedang berbicara di telepon sambil menggerutu. Aku tidak begitu memperhatikannya sebab aku sedang mengingat alamat temanku. Dan berpikir gimana caranya menemukan alamat temanku. Aku menahan lapar dan haus karena seharian ini perutku belum terisi makanan. Hanya secangkir kopi yang ku minum tadi pagi sebelum naik kereta.


" Hai ... " sapa orang itu yang ternyata seorang gadis.


Aku tidak menanggapi ucapan nya tapi gadis itu tidak menyerah. Dia berusaha mengajakku bicara walaupun malas aku menjawab seadanya.


" Hai kak pasti lapar ya ini ambil " kata gadis itu lagi.


Aku hanya melirik saja meskipun cacing di perut ku meronta-ronta tapi aku menahan untuk tidak menerima tawaran gadis itu.


" Aish, kakak ini kalau lapar nggak usah gengsi. Ini makanan dan minuman nggak ada racunnya kok, suer " gadis itu mengangkat tangannya membentuk huruf v.


Aku melirik sekilas lalu aku menerima sepotong roti dan sebotol minuman dari gadis itu.


" Terimakasih " ucapku waktu itu.

__ADS_1


" Ayo makan " perintah gadis itu.


Dan anehnya aku hanya menurut saja lalu aku makan roti pemberian gadis itu hingga habis. Lalu meneguk air mineral hingga separo botol.


Ya, itu kali pertama aku bertemu dengan gadis itu di tempat asing yang jauh dari kota kelahiran ku. Yang ku tahu namanya Eli saat gadis itu menyebut namanya. Dia berbicara denganku seperti orang yang sudah kenal lama saja. Gadis itu bercerita padaku sedang menunggu kakaknya yang akan menjemputnya. Tapi sampai hampir satu jam kakaknya belum juga datang.


Aku hanya diam bersandar menatap ke depan sambil mendengarkan dia cerita dan hal itu membuatnya kesal.


" Hai, hello ... kakak dengar tidak " katanya sambil mengibaskan tangannya di depan wajahku.


Aku lalu menoleh ke arahnya seketika aku termangu melihat wajahnya yang begitu dekat dengan wajahku. Gadis itu kemudian tersenyum menatap ke arahku Bukan karena terpesona atau mengagumi gadis itu melainkan wajah gadis itu mengingatkan aku pada seseorang.


Mata itu dan senyum itu mengingatkan aku pada seseorang. Seseorang yang sulit aku lupakan hingga kini. Sampai aku harus menghindari dan pergi jauh dari kota kelahiran ku hanya untuk melupakan nya. Tapi seolah di mana pun aku berada bayangan nya selalu mengikuti ku.


Aku bangkit dari dudukku dan menghalau bayangan gadis yang menjadi cinta pertama ku. Aku mengambil ponsel ku dan melihat ternyata sudah terisi penuh. Lalu aku menghubungi temanku saat hendak menelpon temanku seseorang memanggil namaku.


" Xander " aku menoleh ke arah asal suara.


Seorang pria tampan tinggi nya sama dengan ku mendekat ke arahku. Aku tersenyum penuh kelegaan karena ternyata temanku keburu datang sebelum aku menghubunginya. Dan bersamaan dengan suara gadis di sampingku yang memekakkan telinga ku.


" Kakak " panggilnya pada temanku yang baru datang.

__ADS_1


Aku terkejut saat gadis itu memanggil temanku dengan sebutan kakak. Pada akhirnya aku mengetahui dari temanku bahwa gadis itu adalah adiknya yang hendak meneruskan sekolah nya di kota ini.


Begitulah awal mula aku bertemu dengan gadis itu. Gadis mungil bernama Eli yang wajahnya mirip dengan gadis yang menjadi cinta pertama ku.


Di tempat yang baru aku lebih memilih menyibukkan diriku dengan bekerja dan bekerja. Hanya di waktu malam hari aku bisa mengistirahatkan tubuhku setelah seharian bekerja. Hanya di hari minggu aku bisa bersantai dan terbebas dari rutinitas bekerja yang menyita waktuku. Dan di hari minggu itu semua orang ada di rumah termasuk temanku dan istrinya serta gadis itu juga ada di sana. Ya temanku sudah menikah tapi belum juga dikaruniai keturunan meski sudah satu tahun lamanya mereka menikah. Di saat bersantai di hari minggu aku memilih bermain gitar di halaman belakang rumah teman ku. Di saat itu gadis itu datang dan duduk di samping ku sambil mendengarkan aku bernyanyi.


Huh, aku mengeluh di dalam hatiku. Gimana aku bisa melupakannya kalau setiap hari harus bertemu dengan gadis mungil itu.


Akhirnya aku memutuskan untuk mencari kontrakan tidak jauh dari tempat ku bekerja. Selain dekat dengan tempat ku bekerja aku juga menghindari untuk bertemu dengan adik temanku itu. Karena saat aku melihat adik temanku itu aku teringat dengan gadis yang menjadi cinta pertama ku.


*************


Nathanael terbangun dari tidurnya yang tidak nyenyak. Ternyata sudah pagi, gumamnya lalu bangkit bersandar di sandaran ranjang. Setelah termenung beberapa saat Nathanael berdiri dan masuk ke kamar mandi. Membasuh mukanya dan menggosok gigi lalu keluar dari kamar mandi. Nathanael merapikan rambutnya lalu melangkah keluar kamar.


************


Semoga suka dengan ceritanya...


Semoga suka dengan judul yang baru ya.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2