Pria Patah Hati

Pria Patah Hati
Episode 25 Bertemu Nina Dan Bimo


__ADS_3

Beberapa hari ini Nathanael menyibukkan diri di balik meja kerjanya. Pria bertinggi 170 cm itu tengah mempersiapkan pembukaan cabang keempat dan kelima restoran nya. Sehingga hari-hari dilalui pria itu dengan kesibukan menata dan mendesain ulang bangunan yang akan menjadi cabang restoran nya itu.


Restoran nya yang pertama bangunan tingkat dua yang di bawahnya adalah restoran dan di atasnya untuk tempat tinggalnya. Restoran ini dipercayakan pada Leo sahabatnya. Cabang kedua restoran nya dipercayakan pada Simon, adik Leo. Dan cabang ketiga ia percayakan pada Vivi adiknya.


Ya kini ibu Ratih dan Vivi bersedia tinggal di rumah kontrakan yang telah dibayar lunas oleh Nathanael selama satu tahun. Karena ibu Ratih tidak mau tinggal di rumah Nathanael.


Rumah Nathanael memang kecil karena itu hasil pertama jerih lelahnya mencari uang di beberapa kafe. Dulu Nathanael sering ngamen di beberapa kafe termasuk kafe milik ayah temannya. Dia juga tidak malu untuk menjadi pelayan restoran atau tukang cuci piring di warung makan pinggir jalan. Sementara uang hasil balap liar ia berikan pada Leo sahabatnya untuk orang tua dan adik Leo di kampung.


Nathanael menanggalkan nama Alexander di belakang namanya. Ia memakai nama Nathanael saja tapi semua orang telah mengenalnya sebagai seorang Alexander. Dan orang terdekatnya memanggil nya Xander meskipun ia jengah dengan panggilan itu.


Okey, kembali ke Nathanael yang siang itu melajukan mobilnya ke jalan raya menuju ke suatu tempat.


Siang itu Nathanael membelokkan mobilnya ke sebuah mall. Pria bertinggi 170 cm itu baru saja meninjau tempat yang akan dijadikan cabang restoran nya yang keempat dan kelima. Dia memutari mall untuk membeli beberapa bahan makanan dan barang kebutuhan lainnya untuk ibu Ratih dan Vivi.


Karena asyik melihat-lihat tanpa Nathanael sadari ia telah berada di lantai atas. Tempat arena bermain anak-anak dan pria itu baru tersadar saat mendengar bunyi yang memekakkan telinga. Hah rupanya aku salah tempat, gumam Nathanael.


Nathanael bermaksud hendak berbalik tapi seorang anak laki-laki berlari ke arahnya. Dan bersembunyi di belakang kakinya. Sementara dari jauh seorang wanita seumuran dirinya sedang berlari mengejar anak laki-laki itu.


" Rafa, ke sini jangan lari " teriak wanita itu.


" Tidak mau aku mau papa hiks...hiks " anak laki-laki yang dipanggil Rafa menangis.


Nathanael menghadap anak laki-laki itu. Pria itu membungkuk mensejajarkan tubuhnya dengan anak itu.


" Kenapa menangis " tanya Nathanael mengusap bulir bening di kedua pipi anak itu.


" Aku mau papa, om hiks...hiks " rengek anak itu.


" Sudah jangan nangis lagi di mana papamu " anak itu menggeleng pelan.


Nathanael menggendong anak itu lalu mengedarkan pandangannya ke segala arah. Pandangan nya berhenti di satu titik. Di mana seorang wanita seumuran dengan dirinya melangkah mendekat ke arahnya. Dia lah Nina.


Nathanael tampak terkejut melihat kedatangan wanita itu. Demikian juga wanita itu juga tak kalah terkejutnya dengan dirinya. Sedetik kemudian pria itu tersenyum sinis pada wanita di depannya.


" Xander " gumam wanita itu.

__ADS_1


Wanita itu tampak sedikit gugup berhadapan dengan Nathanael. Wanita itu mencoba menyapa teman SMA nya. Nathanael menampilkan wajah datarnya. Pria itu masih ingat dengan jelas siapa wanita di depannya. Dan apa yang dilakukan wanita itu pada dirinya di masa lalu. Yang membuat seorang Nathanael membenci wanita itu. Meski Nathanael sudah memaafkan wanita itu tapi tidak dengan perbuatannya yang menjebak dirinya di kamar hotel waktu itu.


" Xander " sapa wanita itu ramah.


Wanita itu berharap setelah pria di depannya ini memaafkannya ia bisa kembali berteman. Nyatanya setelah kejadian itu pria itu menghilang entah kemana. Dan baru siang ini ia bertemu kembali dengan pria yang amat dirindukannya.


" Hm, masih berani menampakkan diri di depanku " tatap Nathanael tajam.


" Xander dengar dulu aku sudah meminta maaf sama kamu. Dan kamu pun sudah maafin aku jadi bisakah kita berteman seperti dulu lagi " pinta wanita itu.


" Ya, mungkin kita masih berteman hingga kini kalau hal itu tidak terjadi. Hm, sudahlah aku buru-buru sekali " Nathanael beranjak.


Nathanael menoleh ke anak dalam gendongannya.


" Mama hiks...hiks.. " anak laki-laki itu memanggil wanita di depan Nathanael dengan sebutan mama.


Nathanael sedikit terkejut menatap keduanya.


" Ini anakmu " wanita itu mengangguk.


Saking terburu-buru Nathanael menyenggol seseorang yang berpapasan dengannya.


" Maaf " kata Nathanael tanpa melihat orang di depannya.


Pria di depannya sibuk dengan ponselnya. Saat pria di depannya mengangkat wajahnya seketika raut wajahnya berubah sinis.


" Kau " seru pria yang tak lain Bimo.


Nathanael menatap jengah pada pria di depannya. Lagi-lagi mood nya bertambah buruk. Ya, karena pria bernama Bimo ini lah yang membuat dirinya viral di medsos. Menyebalkan.


Nathanael memilih pergi secepatnya dari mall itu. Sebelum hal buruk berikutnya terjadi. Sayangnya semua itu tidak sesuai dengan keinginan Nathanael.


" Ternyata seorang Xander memilih pergi dan tidak mau bertemu sahabatnya " ejek pria bernama Bimo.


Nathanael menghentikan langkahnya.

__ADS_1


" Sahabat kau bilang. Seorang sahabat tidak akan menusuk sahabatnya dari belakang " jawab Nathanael tenang.


" O ya mungkin aku sahabat yang istimewa tentunya " sahut Bimo.


" Tentu. Sahabat paling istimewa " Nathanael tersenyum tipis.


Bimo terkekeh kecil.


" Gimana kalau kita melakukan ritual penyambutan sebagai sahabat yang telah lama tidak berjumpa " tawar Bimo.


Nathanael menaikkan sebelah alisnya. Nathanael melihat gerakan tangan Bimo.


Bimo memberi kode pada seseorang. Tidak berapa lama beberapa orang sudah mengepung Nathanael.


Nathanael melihat satu persatu orang yang mengepungnya.


" Oh jadi ini yang di maksud ritual penyambutan sebagai sahabat. Kenapa tidak kamu sendiri yang menyambut sahabatmu ini " sinis Nathanael.


Wajah Bimo berubah menggelap. Bimo maju tiga langkah dan berhadapan dengan Nathanael.


" Baik kita bertemu di tempat biasa. Ku tunggu jam sepuluh nanti malam " Bimo mengepalkan tangannya.


Membenturkan pelan ke dada kiri Nathanael. Setelahnya Bimo pergi diikuti anak buahnya meninggalkan mall itu.


Nathanael melenggang pergi dari tempat itu menuju mobilnya. Pria tampan itu masuk ke mobil dan melajukan mobilnya ke restoran miliknya.


Nathanael telah sampai di depan restoran nya. Dia keluar dari mobil dan bergegas menuju ruang kerjanya. Pria itu menyibukkan dirinya dengan kertas- kertas yang menumpuk di atas mejanya.


**************


Semoga masih setia mengikuti ceritaku yang satu ini.


Bab ini sudah diperbaiki dan judul novelnya sudah author ganti yaitu Pria Patah Hati.


Dukung karya ini dengan memberi like, komen dan vote nya ya....

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2