
Siapa yang tidak tahu dengan Nathanael. Di kalangan tertentu dan teman terdekatnya dia dikenal sebagai pewaris perusahaan Alexander. Tapi ia menyembunyikan nama besar Alexander di belakang namanya. Dia lebih suka dipanggil Nathanael saja. Nathanael muda seorang yang tampan, baik hati, ramah dan suka menolong. Banyak yang suka padanya terutama teman-teman wanitanya karena ketampanannya. Para gadis berusaha menarik perhatiannya salah satunya Nina teman sekolahnya. Tetapi Nathanael tidak pernah meliriknya sama sekali.
Nathanael telah jatuh hati pada seorang gadis yang merupakan cinta pertamanya. Dialah Shasha. Namun cintanya bertepuk sebelah tangan karena gadis itu hanya menganggap nya sebagai sahabat tak lebih dari itu. Nathanael hanya bisa mencintainya dalam diam. Hatinya sudah terpaut pada gadis itu sejak lama. Saat gadis itu masih memakai seragam SMP.
Kini usia Nathanael hampir mendekati angka tiga puluh tahun tapi lelaki tampan itu belum bisa melupakan cinta pertamanya. Rasa cintanya pada gadis itu membuat nya betah menyendiri sampai sekarang. Meski banyak gadis-gadis yang tertarik padanya tapi Nathanael tidak pernah menanggapi mereka.
Terlebih ketiga gadis muda yang datang ke restoran nya pagi ini terpesona pada Nathanael. Ketiga gadis muda itu menatap penuh kekaguman pada sosok tampan di seberang sana.
Tidak berapa lama Leo datang dan duduk di depan sahabatnya.
Saat keduanya asyik ngobrol dari arah depan masuklah seorang wanita cantik. Wanita itu memakai dress warna navy rambut tergerai indah mendekati Nathanael dan Leo.
" Xander " sapa wanita itu.
Kedua laki-laki itu menoleh lalu berdiri menyambut wanita cantik itu.
" Grace " seru Nathanael dan Leo.
" Kapan datang ? " tanya Grace lalu memeluk Nathanael.
Cipika cipiki sebentar.
" Belum lama " sahut Nathanael.
" Oh ya gimana kabarmu " mengurai pelukannya.
" Aku baik " sahut Nathanael.
Wanita cantik itu mengarahkan pandangannya ke lelaki di sebelah Nathanael.
" Leo " Grace.
Cipika cipiki dengan Leo juga. Bagi Grace itu hal biasa beda dengan Leo, lelaki itu sedikit tegang mendapat sentuhan dari Grace. Meski sekedar sentuhan pipi sebagai bentuk keakraban. Tapi bermakna lain bagi Leo. Leo sedikit gugup dan tersipu malu.
" Hai, ada apa dengan dirimu " tanya Grace.
" Ah, tidak apa-apa " Leo mengusap tengkuknya menghilangkan kegugupan.
" Gimana kabar mu Leo " Grace tersenyum manis.
' Hm, aku baik dan kamu " Leo.
" Sama aku juga baik " sahut Grace.
Lalu ketiganya duduk Grace duduk di sebelah Nathanael. Sementara Leo duduk di depan Grace dan Nathanael.
__ADS_1
Leo menundukkan kepalanya ia pura-pura sibuk dengan ponselnya. Lelaki itu terlalu malu dan rendah diri di hadapan Grace.
Grace sedikit memutar tubuhnya beralih menatap Nathanael.
' Kau pemilik restoran ini " tebak Grace.
" Iya " jawab Nathanael.
" Hebat kau Xander " puji Grace.
" Biasa saja " sahut Nathanael merendah.
" Ini kan impianmu dari dulu " seru Grace.
Nathanael mengangguk pelan.
Ya, dulu Nathanael pernah bercerita pada Grace bahwa suatu hari nanti ia ingin mempunyai sebuah restoran atau cafe. Dan impian itu telah terwujud sekarang. Bahkan Nathanael ingin membuka cabang restoran nya di tempat lain. Lelaki tampan itu memiliki beberapa kafe.
" Xander aku sudah lama tidak menikmati masakan mu. Maukah kau memasak untuk ku " pinta Grace lalu memeluk lengan Nathanael.
Leo tersenyum kecut mendengar nya. Pandangannya tertuju pada tangan Grace yang bergelayut di lengan sahabatnya. Sementara Xander tak enak hati pada leo. Nathanael sadar Leo menaruh hati pada Grace tapi ia tidak bisa menepis tangan Grace.
" Ekhem " Nathanael berdehem.
Nathanael tersenyum canggung pada Grace.
Terpaksa Nathanael menyanggupi permintaan Grace.
" Leo aku pinjem sebentar temanmu ini ya. Aku kangen dengan masakannya aku ingin dia memasak untukku " kata Grace.
Leo hanya mengangguk pelan dan membiarkan Grace merangkul lengan Nathanael menuju dapur.
Leo mengarahkan pandangannya pada Grace sampai wanita itu hilang dibalik pintu.
Tanpa merasa bersalah Grace menarik lengan Nathanael dan keduanya menuju dapur di restoran itu.
Grace adalah sahabat Nathanael saat SMP. Keduanya sangat dekat sejak kecil karena rumah mereka bersebelahan. Mereka tumbuh bersama dan sekolah di sekolah yang sama. Mereka menghabiskan waktu bersama sepulang sekolah di rumah Grace. Bersama adiknya Iyas, Nathanael bermain ke rumah Grace. Ketiganya suka berada di dapur lebih tepatnya Nathanael yang di dapur memasak. Sementara Grace dan Iyas hanya menikmati saja masakan dari Nathanael. Biar pun laki-laki tapi Nathanael pintar memasak. Mungkin itu turunan dari ibu Ratih yang pandai memasak.
Lalu keduanya berpisah saat Grace melanjutkan sekolah di SMK jurusan tata busana dan pindah ke kota lain. Mereka saling bertukar kabar setelah nya sampai Nathanael merantau ke kota T dan tidak mendengar beritanya lagi. Bukan tidak mau tapi Nathanael saat itu sedang patah hati dan memilih menenangkan dirinya pergi dari kota ini.
Nathanael menganggap hubungannya dengan Grace hanya sebatas hubungan adik kakak. Beda dengan Grace, Grace menyukai Nathanael dan rasa suka itu berubah menjadi cinta. Karena cintanya membawanya kembali ke kota ini setahun yang lalu. Tapi ia sungguh kecewa karena Nathanael tidak ada di sini. Lalu ia mencari tahu lewat teman-temannya. Beberapa waktu yang lalu ia mendengar Nathanael sudah pulang tapi saat berkunjung ke rumah Nathanael, ia tidak mendapati laki-laki itu ada di sana. Setelah bertanya pada teman-temannya akhirnya ia menemukan teman semasa kecilnya itu.
Grace melihat Nathanael yang sedang memasak. Grace sangat mengagumi Nathanael. Selain tampan dan pandai memasak Nathanael juga pandai bernyanyi dan memainkan alat musik. Saat dulu setelah selesai menikmati masakan yang Nathanael buat, Grace, Iyas dan Nathanael pergi ke halaman belakang. Nathanael mengambil gitar kesayangannya lalu menyanyikan lagu. Grace dan Iyas sangat suka mendengarkan Nathanael bernyanyi karena suaranya yang merdu.
Sedangkan Iyas sangat menyayangi Nathanael, kakaknya. Nathanael juga sangat menyayangi Iyas adiknya. Itu sepenggal kenangan Grace di masa lalu bersama Nathanael dan Iyas adiknya.
__ADS_1
Selesai memasak Nathanael membawa masakannya ke meja. Grace berjalan di sebelah Nathanael. Saat hendak duduk datanglah seseorang yang tidak disukai kehadirannya oleh Nathanael.
Seorang wanita yang tak kalah cantiknya dengan Grace. Wajah cantiknya dipoles dengan makeup tebal rambutnya dibiarkan tergerai bebas. Memakai dress ketat warna merah di atas lutut sehingga terlihat lekuk tubuhnya yang terkesan seksi. Dengan belahan dada berbentuk V memperlihatkan sesuatu yang menonjol dibalik dadanya.
Wanita cantik yang baru datang itu mendekat ke arah Nathanael dan cipika cipiki sebentar. Setelah itu berjabat tangan dengan Leo. Wanita itu juga menyalami Grace teman sekaligus saingan nya dalam memperebutkan Nathanael.
" Hai sayang gimana kabarmu hari ini " sapa wanita itu dibuat manja.
Cih sayang batin Leo jijik. Sementara
Grace menatap wanita yang baru datang itu lalu beralih ke Nathanael.
Nathanael menatap datar pada wanita itu. Wanita itu meraih lengan Nathanael tapi Nathanael menepisnya pelan.
" Jessie ada apa kau kemari " Leo yang bersuara.
" Oh kau Leo aku disuruh om dan tante untuk menemui calon tunangan ku ini " jawab wanita itu melirik ke arah Grace.
" Gimana Xander apa kita bisa pergi sekarang mencari cincin tunangan " kata wanita yang dipanggil Jessie oleh Leo.
" Maaf Jessie saat ini aku tidak bisa " tolak Nathanael datar.
" Kenapa sayang " tanya Jessie.
" Kau tidak lihat aku sedang ada tamu " kata Nathanael menunjuk ke arah Grace.
Grace beralih menatap Nathanael. Lelaki itu menatap datar ke depan tidak menghiraukan Grace. Grace mengeryit heran apa hubungan Xander sebegitu dekat dengan Jessica sehingga mereka akan bertunangan, gumam Grace.
Grace masih mencari tahu lewat sorot matanya menatap lelaki tampan itu. Nathanael menggeleng pelan membuat Grace sedikit lega.
" Ayo lah, sebentar saja aku tidak ingin om dan tante marah padaku " desak Jessica.
Nathanael menghela nafasnya. Baiklah mungkin saat ini ia terpaksa menuruti papanya. Pergi dengan Jessica lalu mencari cara untuk terbebas dari rencana pertunangan yang tak diinginkan nya.
" Maaf Grace, aku harus pergi " Nathanael bangkit.
Jessica tersenyum penuh kemenangan. Jessica menatap Grace dengan tatapan mengejek. Lihatlah Grace, dia memilih pergi dengan ku. Akan ku pastikan aku tidak akan membiarkan dia dekat dengan mu, gumam Jessica.
*******************
Bab ini sudah diperbaiki ya dan beberapa kata diubah dan diganti. Juga judul nya sudah diganti yaitu Pria Patah Hati
Semoga suka dengan judul yang baru.
Jangan lupa like, komen dan vote nya ya
__ADS_1
Terimakasih.