
Hai,, aku Keiza Rey, anak ke dua dari keluarga Rey, keluarga paling berpengaruh setelah keluarga kerajaan di Negara S.
Di Negara S 50% perusahaan milik kerajaan, 35% milik keluarga Rey dan sisanya milik para pengusaha lain. Keluargaku juga memiliki kurang lebih 20 SMA yang berbasis Universitas 15 SMP berbasis Universitas, dan 9 Universitas, dan 99% adalah sekolah favorit.
Tahun ini aku masuk SMA, hal yang paling aku tunggu-tunggu tentunya. Karena masa SMA ini katanya masa paling bahagia, dan tentunya saatnya mencari cinta sejati.
Sejak dilahirkan kedunia tidak ada laki-laki yang memberanikan diri untuk menemui atau menyatakan perasaannya padaku. Sehingga membuatku tidak tertarik pada mereka.
Sejak melihat pangeran kerajaan aku sangat tertarik pada nya, tentunya karena dia adalah orang yang bijak dan baik. Saat mendendengar dia sedang mencari kenalan masa kecilnya yang dia katakan adalah cinta pertamanya aku sangat terkagum. Aku memutuskan untuk mencari cinta sejatiku mulai dari sekarang.
Hari ini hari senin tentunya, aku bersekolah di SMA Majestic, salah satu SMA milik keluargaku. Walau ini hari pertama masuk sekolah, tapi di sekolah ini tidak ada sistem MOS, tetapi langsung mengisi soal bersama para senior untuk menentukan siapa ketua osis untuk 1 tahun kedepan, dan tes itu di adakan setiap tahun.
Aku tidak terlalu berharap aku menjadi osis, sekalipun aku siswa berbakat, tapi aku tidak terlalu berharap bisa mengalahkan para senior. Menurut berita dari bawahan ayahku tahun ini banyak siswa baru yang berbakat, dia berharap siswa tahun ini bisa lebih mengangkat nama baik sekolah.
Aku bangun sangat pagi dan bersiap, setelahnya aku berpamitan pada bunda dan ayah
"aku berangkaaat" ucapku
Akupun diantar supir, saat dijalan dekat gerbang sekolah aku bertemu dengan seseorang, dia hampir mirip dengen pangeran kerajaan. Entah itu hanya pikiranku atau memang benar dia mirip dengan pangeran, terutama matanya,
"kak Adi! (supir pribadi) bukankah dia mirip dengan pangeran?" tanyaku
*(tertawa) tidak key, mirip dari mananya(tertawa)" jawab kak Adi.
Aku dan kak adi memang sudah seperti saudara, dia selalu mengejekku setiap saat, mengesalkan. Aku pun memutuskan untuk turun dari mobil dan menyapanya.
" hai, kamu murid baru juga ya? "sapaku,
" ya, kenapa kau tahu? " tanyanya
" kau tampak gugup tadi, siapa namamu?" kataku
"aku Sakaki, kamu? " ucapnya
"untuk sementara, ini rahasia" jawabku
Kami pun berjalan bersama hingga masuk ruang tes. Ruang tes dilakukan di aula sekolah karena ruang nya yang sangat luas mencakup seluruh siswa yang jumlah nya sangat banyak. Akupun mencari tempat duduk sendiri karena Sakaki sudah duduk bersama temannya.
"Kekei! Disinii!" panggil Nadya
" Yaya! Kau tak memberi tahuku kau bersekolah disini!" jawabku sambil menghampiri
" Oh ya? Paman Roland tidak memberi tahumu? Kita satu sekolah lagi deh" ucapnya sambil tertawa
" Setidaknya beritahu aku, jadi kan aku tidak perlu kebingungan barusan" ucapku kesal.
" Sudahlah lebih baik kau duduk" ucapnya membujuk
__ADS_1
Aku pun duduk disamping Nadya. Nadya adalah anak dari sekretaris pribadi ayah, dia sahabatku sejak TK kami satu SD, SMP, dan sekarang SMA, bahkan kami selalu menjadi saingan dalam nilai, kami juga teman sebangku sejak SD, dia orang yang pemberani dan pantang menyerah, dia tidak tomboy tetapi suka gaya rambut pendek.
Ayahku sebagai pemilik sekolah memsuki aula dan berpidato untuk menyambut para siswa baru, kemudian dilanjutkan oleh kepala sekolah untuk memulai acara tes. Setelah itu semua siswa mulai mengerjakan tes berbasis Android, dengan soal yang acak akn sulit untuk di contek orang lain.
Ujianpun selesai, kami keluar dari aula dan sejenak makan dulu dikantin.
"katanya anak dari pemilik sekolah tahun ini masuk sekolah" "ya seperti apa orangnya?" "Apa dia pintar? Jika tidak malu sekali mungkin keluarganya" "Apa kau tidak tahu? Pemilik sekolah ini adalah keluarga Rey, jika tidak ingin dihukum jangan bergosip" desas desus orang-orang.
" Seperti biasa kau langsung terkenal" ucap Nadya meledek sambil tertawa
" Sepertinya aku akan menyembunyikan identitasku tahun ini" ucapku
"eh?" Nadya heran
" Sepertinya aku jatuh cinta pada seseorang, aku akan mengikutinya dan menyembunyikan identitasku" jelasku
Nadya masih terlihat keheranan, tentu saja dia heran dia tahu aku tidak pernah jatuh cinta sebelumnya, sedangkan dia sudah punya banyak mantan. Saat sedang makan aku melihat Sakaki lewat,
"Ya Tuhan!! Lihat itu Yaya, itu dia! Entah apa, tapi dia mirip dengan Pangeran Zara Wistra" ucapku girang
" Eeeeh? Kau tidak tahu? Dia adalah Sakaki Xian, dia adalah anak dari pengusaha yang tidak terkenal dan tidak tenggelam, standar saja, yang membuatnya dikenal adalah, kakeknya dulu adalah sepupu dari kakek Pangeran, yaitu Raja terdahulu kita , tapi karena kakeknya membunuh kakek Pangeran dia dihukum dan dia menyadari kesalahannya, sehingga dia meminta ampunan dan meminta kesempatan hidup, dan hidup sebagai orang lain yang tak bisa di anggap oleh kerajaan " jelasnya.
"Kasihan sekalii" jawabku
"kenapa harus kasihan dari awal juga kakeknya
hanya sebatas sepupu dengan kakek pangeran, ingin merebut posisi nya pula, anak nya lebih berhak kali dari sepupunya, makannya Raja kita sekarang sangat hebat dan waspada" jelasnya lagi
Kamipun pergi untuk pulang bersama ke rumahku, saat berjalan aku melihat dia sedang duduk di taman sendirian. Akupun tiba-tiba berhenti
"Kau benar-benar mencintainya? Dia licik! Aku ingatkan" ujar Nadya
"Bernarkah?" jawanku sedikit tak percaya
Kamipun berjalan ke gerbang dan menaiki mobilku yang sudah menjemput.
Saat sampau rumah kami langsung masuk dan tentunya memberi salam pada bunda, dan masuk ke kamarku,
"kau masih menyimpan foto Pangeran?" tanya Nadya
"Hehe,,dia panutanku" jawabku
Kami membicarakan SMA kami dan para senior yang sombong sepanjang hari hingga sore. Nadya pulang dijemput oleh ayahnya.
Lalu aku mengobrol dengan ayah, bunda, dan kakak laki-laki ku,
"Kekei selamat kau menjadi ketua osis di sekolah, kau mendapat nilai tertinggi, dan Dera menjadi wakil mu, Anggota osis tahun sekarang semua dari kelas satu,, hebat bukan? "
"Itulah adikku" lanjut kakak
" Siapa dulu dong bundanya" ledek bunda
Tapi aku sudah membuat keputusan untuk sementara
__ADS_1
" emmm,, ayah, aku ingin sementara ini, aku ingin masuk ke kelas biasa, aku ingin mengamati seseorang untuk sementara, aku mohon ayah, aku janji hanya sementara" ucapku
"hahh? Apakau bercanda? Menjadi ketua osis adalah impian semua siswa di Majestic, kau tidak perlu belajar, kau hanya membaca buku, belajar sendiri, les jika mau, mengerkan tugas osis, mendapat gelar juga, dan nilaimu juga pasti tetap tertinggi" ucap kakak
" oke sayang" jawab ayah
" bunda mengerti kok" ejek bunda lagi
"hahhh aku tidak mengerti, terserah kau saja" ujar kakak.
Esoknya aku berangkat pagi untuk upacara menobatan ketua osis baru, tapi aku malah bersembunyi.
"ketua osis kita,, kita sambut,, Keiza Rey!!" teriak pembawa acara
"hei kau mau kemana, hei kau di panggil kenapa mengumpat" teriak Nadya
"sttt,, jangan panggil aku" jawabku
"wahh ternyata anak dari pemilik sekolah" "anak dari keluarga rey" "pintar sekali, padahal baru kelas 1"
"dimana dia?" "tidak datang?" desas desus
" Maaf mungkin Ketua sedang sakit, kita wakili saja oleh wakil ketua osis, kepada Dera Chenx dimohon untuk ke depan" panggil pembawa acara
Akupun pulang setelah mengambil seragam. Dirumah aku hanya memikirkan bagaimana untuk mengubah penampilanku agar tidak di ketahui orang lain.
Esoknya aku pergi. Dengan penampilanku yang seperti ini
Aku memasuki kelas 1E, aku tidak menyangka aku harus pergi ke kelas yang bawah, karena disusun menurut nilai dari mulai OSIS, kelas A samapai G, haruskah aku berpura-pura dalam nilai agar tidak diketahui? Aku saja tidak menyangka Sakaki tidak berada di kelas A.
Bel masuk berbunyi, aku duduk disebelah Rumia
"hai namaku Rumia, siapa kamu?" tanyanya
" Aku Raisa salam kenal" jawanku
Aku memalsukan identitasku, ayah sudah memberi tahu para guru, kecuali wali kelasku sepertinya. Wali kelas ku mulai mengabsen. Dan memanggil namaku sambil melirik pastinya
"Raisa,,," teriaknya sambil melihat ke arah ku yang mengangkat tangan
"Hadir bu guru" jawabku
"ke, kekey?" teriaknya kaget
"Ke, kekey? Mungkin ibu salah orang" jawabku sambil main mata
Bu Feni mengerti isyaratku, tentusaja dia mengenaliku, dia bahasa Jepang ku.
__ADS_1
Bersambung...