
Aku dan Zara duduk di tempat kami.
"apa kau senang?" tanya Zara
"tentunya" jawanku
"rasanya ingin cepat lulus" ucapnya l
"dasar, masih lama juga" jawanku
Kami terus mengobrol, hingga acara selesai malam. Kami masuk ke kerajaan dan duduk bersama di ruangan Zara. Aku bersandar dibahunya karena lelah seharian ini.
"ibu masuuuk" ucap ibu sambil membuka pintu
"eh ibu" ucapkami terkejut dan langsung berdiri
"hahaha, sepertinya ibu datang saat nya tidak tepat" ucap ibu
"tidak kok bu" jawab kami serentak
"hahaha,, ayo ikut ibu" ucapnya
Kamipun mengikutinya, hingga sampai di suatu ruangan
"ini kamar kalian sebelum pernikahan, dulu ibu dan ayahmu juga di sini" ucapnya sambil membuka pintu
"b, besar?" ucap Zara
Kami pun masuk, ruangan itu memiliki ruang tengah yang sangat besar.
"ini kamar menantuku, dan yang sebrangnya adalah kamar Zara, ruang tengah ini milik kalian" ucapnya
"ouhh begitu ya, kami tetap dalam satu ruangan" ucap Zara
"ini kunci kamar mu, dan ini kunci kamar kekei, lalu ini kunci pintu ruangan" ucap nya sambil memberikan kunci
"terimakasih bu" ucapku
"aku pergi dulu, mimpi indah sayang" ucap ibu
Aku pun masuk ke kamarku dan pergi mandi.
Aku sedikit berendam lebih lama, karena rasanya enak setelah sepanjang hari diluar. Setelah itu aku mengganti bajuku dengan setelan tidur
Akupun keluar untuk menonton tv, saat aku membuka pintu, aku terkejut melihat Zara juga membuka pintu, kami keluar bersamaan. Aku ingin tertawa melihat wajahnya Zara yang selesai mandi dengan rambut berantakan, sedang menuap
"ingin menonton tv juga ya?" tanya nya
"iya" jawanku
"haha, kita nonton bersama saja" ucapnya
Kamipun duduk di kursi bersama dan menonton acara sonetron.
"besok kamu sekolah?" tanyaku
"tentu saja, kita berangkat bersama" jawabnya
"apa kau lapar?" tanyaku lagi
"sedikit, tapi aku ingin makan" jawan nya
__ADS_1
"mau aku masakin?" tanyaku lagi
"kamu bisa masak? Tentu saja mau!" jawabnya
Akupun pergi ke dapur kerajaan untuk memasak,
"Putri, kenapa anda datang ke dapur?" tanya ketua koki
Aku menjelaskan bahwa aku ingin memasak sesuatu untuk Zara, lalu mereka mengizinkan. Akupun memasak, mereka melihatku seperti ingin menangis
"jarang sekali ada anak remaja yang mau memasak di zaman sekarang, anda memang pilihan terbaik untuk kerajaan" ucap salah satu koki
Aku tertawa dan berterimakasih atas pujian mereka.
Aku tidak terlalu heran, keluarga Ray semua bisa memasak, termasuk kakak dan ayah. Jika mereka bisa masa aku seorang perempuan tidak.
Setelah selesai aku membawa makanan itu ke kamar. Aku pun masuk
"Maaf membuatmu menunggu" ucapku
"berapa lamapun aku akan menunggu mu" jawabnya
Aku sedikit tersipu malu, lalu aku meletakkan makannan di meja. Aku hanya membuat camilan udang crispy, tapi dia terlihat begitu menyukainya. Aku senang melihatnya. Setelah itu, kami malah tertidur di sofa dengan tv masih menyala.
Paginya, kami di bangunkan oleh ibu.
"sudah pagii, nggak akan sekolah?" ucap ibu
Akupun terbangun,
"i, ibuu,,, Zara bangun" ucapku sambil mengelus dahi nya hingga kehidung dengan jariku
"pagii" ucapnya mengelus mata
Dia memperlihatkan foto aku dan Zara yang sedang tidur di sofa, aku bersandar di pundak Zara dan Zara bersandar di kepalaku
"i, ibu kenapa repot-repot membangunkan kami?" ucap zara dengan wajah memerah
"para pelayan tidak tega mengganggu keharmonisan kalian" ucapnya
Kamipun saling melihat dan pergi
"a, aku mandi dulu" ucap kami serentak
"hha, lucu sekali" ucapnya
Akupun mandi dan bersiap-siap. Setelah itu membuka pintu, saat membuka pintu aku sangat terkejut
"ayo kita berangkat" ucap Zara menarik tangan dan menggaruk kepalanya
Dia tiba-tiba ada di depan pintu kamarku, mungkin dia ingin mengetuk tapi aku malah membuka pintu. Ekspresi nya sangat lucu.
Kami pun keluar bersama
"pangeran, putri, selamat pagi" sapa para pelayan yang sedang membersihkan kerajaan
"selamat pagii" jawabku
Zara hanya tersenyum saja, kami berjalan dengan bergandengan agar para warga kerajaan tidak bertanya-tanya.
Kami langsung memasuki mobil dan pergi. Diperjalanan, kami melihat ada seorang perempuan yang sedang di kerumuni. Itu adalah Rumia, Zara tau tapi tidak bicara apa-apa. Aku ragu ingin menolongnya, tapi aku adalah ketua OSIS sekolaj, mustahil aku meninggalkan dia sendiri.
"pak! Berhenti!" ucapku
Mobil pun berhenti dan aku keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
"Itu Ray!" "anak keluarga Ray kan?" "katanya dia ketua OSIS di sekolah anak ini" desas desus
Aku berjalan menghampiri
"ada apa ini?!" tanyaku pada Rumia
"Ke, kekei!" ucap shasya
"shasya?! Apa yang terjadi"
"dia menabrakku duluan, tapi dia malah menamparku!" jelas Rumia
"sudah jelas di..." lanjut shasya tidak selesai
"sudahlah, masalah kecil seperti ini tidak perlu di ributkan, bubar! , sebagai ketua OSIS Majestik aku minta maaf atas siswa sekolah" ucapku sambil pergi
"Kekei" teriak shasya "maaf, sekali lagi maaf" ucapnya
"aku sudah maafkan dari dulu bukan? Aku tak ingin mengungkit nya!" jawabku
Aku masuk ke mobil.
"ada apa? Sepertinya tertekan" tanya Zara
"tidak, tidak kok" jawabku
Shasya adalah teman saat aku kecil dulu, kami berteman bertiga bersama Yaya. Hubungan kami baik hingga kejadiah hari itu.
Saat kelas 1 SMP dia selalu merasa iri padaku, dia ingin mendapatkan apa yang aku punya tanpa berusaha. Dia ingin mendapat peringkat satu tapi tak pernah mau belajar, dia bahkan ingin menjadi anak dari ayahku. Satu hari itu, namaku buruk satu sekolah, Shasya menyebarkan fitnah bahwa aku sering mencontek ketika ulangan, aku memiliki pacar orang yang tidak baik, dan bahkan dia mengatakan aku bukan anak kandung ayah dan bunda.
Saat itu ayah tahu masalah ini dan marah besar, dia bahkan ingin memenjarakan Shasya, namun aku dan Yaya memohon pada ayah, lalu membersihkan namaku serta membuktikan bahwa aku anaknya. Lalu aku dan Yaya di pindahkan ke sekolah milik ayah, sejak saat itu aku terus bersekolah di sekolah ayah.
"kau benar baik-baik saja?" tanya Zara
"tak apa" jawabkh
Tiba-tiba hp ku berbunyi
"ya Ayah?" tanyaku
"hari ini kau dan anggota OSIS ada kunjungan ke sekolah Furuko, mereka ingin kalian memberikan penilaian untuk sekolah mereka" jelas ayah
Aku bingung dengan maksud ayah, apa yang dia maksud dengan penilaian sekolah lain
"kau hanya perlu melihat kegiatan belajar, jam istirahat, dan lainnya. Seragam sekolah sudah ayah titipkan pada staf tadi, kalian pakai seragam itu"
"tapi.." ucap ku belum selesai, ayah sudah menutup telpon.
Akupun menjelaskan pada Zara tentang yang ayah bilang, dan memberi tahu yang lain di grup.
Saat sampai, kami bergegas lari ke gedung dan mengganti baju
Setelah siap kami berangkat langsung berangkat menaiki mobil masing-masing.
Aku dan Yaya tentunya sangat gugup, karena sekolah iti adalah sekolah yang di duduki oleh Shasya.
Kamipun sampai, aku dan Zara serta yang lainnya keluar dari mobil. Seketika..
"aaa mereka beneran dateng" "OSIS Majestik! Aku fans berat kalian!" "ada pangeran Zara!!" "keizaa,, aku fans kamu!" "ajarin aku biar kaya kamu" dan masih banyak lagi ocehan para siswa disana.
Dan kami di sambut oleh ketua OSIS sekolahnya
Bersambung...
__ADS_1