
"aku malas berdebat dengan orang-orang seperti kalian" ucapku saat itu pada komplotan Rumia
Aku melihat Sakaki hanya duduk terdiam, aku ingin menangis, aku pikir dia adalah cinta pertama ku, aku fikir dia bisa membuatku bahagia.
"udah kakak bilangin, ngk mau nurut, gini kan jadi nya!" ucap kak Gahara
"huh!! kurang apaan sih aku!" ucapku
"makannya jangan so cupu" ejeknya
"kalo mau nangis, nangis aja nggak udah so tegar kali" lanjutnya
Aku menangis sekeras mungkin di mobil. Saat di jalan aku melihat para pengawal kerajaan sedang berjalan di kota,, mereka mungkin sedang mencari cinta pertamanya pangeran, entah sudah menemukannya dan sedang menjemputnya.
"pangeran aja lagi nyari jodoh nya, lahh kamu malah diputusin, di jadiin selingkuhan maksudnya" ejek kakak lagi
"kakaaaak, aku bilangin bunda nanti" jawabku kesal
"kita mampir dulu ke restoran itu yu" ajak kakak
Kami pun makan dan melupakan kesedihan ku,,, aku sudah mulai berfikir jernih lagi, untuk apa memperjuangkan dia yang memperjuangkan orang lain. Setelah itu kami pun pulang.
Di depan gerbang rumah, terlihat para prajurit kerajaan membuka gerbang untuk pulang. Aku heran mereka kok nyari sampe ke rumah rumah gitu lohh,,
Aku langsung masuk dan mengganti bajuku lalu pergi ke sofa mengobrol bersama keluarga.
"ayah, aku besok mau mulai pake seragam osis dehh, udah bosen" ucapku
"baguslah,, seragamnya udah ayah kasih kan?" ucap ayah
"kenapa tuuuh?" ejek ibu
"diputusin tuh bun" ejek kakak
"lihh apaan sii, aku ya bodo aaamat" ucapku kesal
"yang lebih baik masih banyak kok, tapi nggak tahu kalo buat kamu" ejek ayah
"aarghh, kaliaan!" ucapku kesal
Merekapun tertawa, mengesalkan memang,, tapi aku bahagia bersama keluargaku, mereka yang terbaik
Esoknya aku bangun sangat pagi dan bersiap kesekolah
"Kak aadiii,, cepeten, nanti telat, ini kan hari pertama buat aku" teriakku di depan garasi"
"oke siap tuan putri" jawan kakak mengeluarkan mobil kesayangannya
"kakak yang nganter? Pake mobil kakak lagi? Nanti jadi pusaat perhatian kakaaak" ucapku
"banyak komen amat, cepet naik" jawabnya
Akupun naik dan mulai berangkat. Jalannan karena lampu merah, aku melihat muris dari sekolahku berjalan kaki di pinghir jalan, mereka berteriak girang,
"kau tau, katanya sekarang ketua osis udah mau sekolah" "udah sembuh ya?" "gimana ya orangnya?" "cantik gk ya?" "aaaa aku tidak sabar" teriak mereka
"eeeh?" ucapku heran
"di sekolahmu gelar osis itu terhormat, dasar!" *
Kami pun kembali jalan. Saat sampaai gerbang
"oh my god! Ni apaan?"
"uddah turun aja kali, udah disambut tuuh sama murid, anggota osis juga udah nungguin kamu" ucap kakak
"jangan lupa jempuut" ucapku membuka pintu mobil
__ADS_1
"kalo nggak kerja" jawabnya
"kakak yang nganter, ya jemput lah" aku keluaar dari mobil
Seketika
"aaaa itu itu" "akhirnyaaaa sekolah" "ketuaaa" "temenan sama aku dong" "aaa cantikk" "ketuaaa jangan lupa aku geisya" "ketuaaa" "ketuaa" teriak mereka
Sambutan ini terlalu meriah, tapi setidaknya ini membuatku tenang.
"ketua, selamat datang! Ayo!" ucap Nadya
"biasa aja Yaya, nggak enak denger aku!" ucapku
Aku dan para anggota osis berjalan ke gedung osis, di sekolah ini osis memiliki gedung sendiri untuk bekerja, hampir seluruh tugas sekolah ditangani oleh osis, karenanya, osis di perlakukan khusus.
Saat masuk..
"Oh my god!!!! Ini semua tugas aku selama aku nggak masuk? Yang bener ajaaa!" teriakku kaget
"ini semua tugas mu ketua" ucap Dera
"terus buat apaa aku punya kamu, ya Ampuun" ucapmu putus asa memegang kepala "kapan harus selesai?" lanjutku
"kaarena ini tugas lama, yang ditumpuk, semua harus selesai hari ini sebenarnya" ucap Nadya
"aku pulanh ya?" jawanku
"hehehe, mau kemana, hehe?" ucap Nadya menarik bajuku
"a, aku mau mengerjakan kok aku mau, hhhehe" jawabku
Dia selalu memberitahukan ayah apa yang aku lakukan, menyebalkan
Ini ke anggotaan osis tahun sekarang,, semua dari kelas satu, kecuali dera, dia ketua osis tahun lalu katanya.
Aku istirahat sejenak di kamar istirahat khusus ku,
"Mey,, aku masuk yaa" teriak Nadya sambil mengetuk pintu
"ya, masuk saja" jawabku
"ada sesuatu yang ingin aku bicarakan" Ucap Nadya
Aku pun bangun dan siap mendengarkan
"ini tentang kasus pencurian yang ramai akhir-akhir ini" jelas Nadya
"oh ya, aku tahu,, setelah aku istirahat tolong panggil Sahara dari kelas 1d, aku mohon, aku sudah tidak kuat" ucapku lemas
"hhaha,, oke oke" ucap Nadya
"wiiih, ketua keren, kita nyari berminggu-minggu, kamu satu hari langsung dapet" ucap Yoga(tiba-tiba di pintu)
"ketua kita gitu lohh" Lanjut Nadya
"ya, ya, ya,, tutup pintunya, 15 menit lagi aku keluar" ucapku
15 menit kemudian aku mencuci muka dan duduk di meja konseling, aku lihat Sahara sudah duduk disana, dan anggota lain pun sudah berkumpul.
Akupun duduk
"jadi, kamu mau juju atau saya berantas?" ucapku terang-terangan" ucapku
Semua terkejut karena aku tidak memakai basa basi untuk memulai pembicaraan
"a, apa maksud mu ketua?" jawabnya
__ADS_1
"orang tua mu tidak sanggup membayar biaya bulanan sekolah, tapi kamu tetap ingin bersekolah disini, dan adik mu sedang sakit, kamu tidak tahu harus berbuat apa, sehingga kamu mencuri barang berharga dan menjualnya, apa ada yang salah dari ucapanku?" jelasku
"a, aku, me, mengaku ketua, yang kamu bilang memang benar, aku siap menerima hukuman apapun" jawannya
" yaaa,, kereeen, nggak tau lagi deh" serentak mereka berucap
Aku hanya memeriksa data para siswa dan aku menemukan latar belakangnya, dan dia berasal dari kelas yang sering kehilangan barang, dan yang lebih penting, itu firasarku.
"katakan saja, barang apa saja yang sudah kau curi?" tanyaku
" kalung milik teman ku, gelang, cincin, dan sepatu baru milik temanku" jawab nya
"scors 3 hari, itu hukumanmu, jika melakukan lagi, aku tidak tahu apa yang akan kami lakukan. Urusan biaya biar aku yang urus, kamu tunggu saja kebijakan sekolah" ucapku
Kemudian dia keluar dengan sangat berterima kasih karena aku mengerti keadaannya dan memberi keringanan padanya
Setelah itu aku membariskan semua murid di lapangan,
"yang pernah mendapat pembulyan fisik, acungkan tangan! jujur! " ucapku
"keadaan hati ketua sepertinya sedang buruk" ucap talita
Kurang lebih ada 30 orang siswa yang mengacungkan tangan, sekolah sudah mengeluarkan kebijakan, aku tidak boleh mengingkari nya
"Wira, Dati, Gina, Nuri, kami minta kakak semua kedepan!"
"wahh ketua benar sekali" "hebat langsung menemukan mereka" desas desus
"yang tadi mengacungkan tangan, apa ini benar?," ucapku
Mereka semua menjawab benar, meskipun takut di siksa lagi oleh mereka, tapi mereka lelah jika harus terus begitu
"sesuai kebijakan, kami OSIS atas nama sekolah.. " ucapku belum selesai
"secara resmi kalian dipindahkan" osis serentak
Aki kagum dengan kerja sama kami, tapi itu semua belum selesai,,
"satu lagi,, mohon maaf kak Dera, tapi mulai sekarang kakak tidak bisa bergabung bersama OSIS lagi, kami hanya memberi hukuman seperti itu tidak lebih, atas kasus korupsi yang kakak buat" jelasku
"a, aku?! Apa. Maksudmu?" jawabnya
Aku memberikan bukti-bukti kejahatan kak Dera, semua orang tak menyangkanya, aku juga bingung kenapa dia korupsi,
"maaf ka Dera, kamu resmi di keluarkan dari OSIS!" ucap Nadya
"waaa OSIS sekarang jadi hebat!!" "aku sangat berterimakasiiiih" "semangat mengerjakan tugas nya yaa" "aku penggemar berat kalian!" teriak mereka.
Setelah itu, aku pun pulang, kakak menjemputku seperti janjinya.
"Semuanya aku duluan yaa" salamku
Akupun menaiki mobil, dan langsung jalan, kakak mengemudi dengan Cepat, seperti sedang buru-buru
"ada apa sih ka? Buru-buru amat!" tanyaku
"stt, aku sedang fokus" jawabnya
Kami sangat Cepat, sudah sampai rumah. Sesampainya di rumah, aku malah lebih bingung, aku di dandani dan ditata rapi oleh bunda, dan kami berangkat lagi tergesa-gesa.
"ayah, bunda ada apa sih?" tanyaku
"kau akan bertemu tunanganmu!" jawan ayah
"haaa?! Tunangan! Ayah, aku kan tidak tahu, kok kalian gitu sih" jawabku kesal
Mereka tidak bicara lagi, saat sudah dekat, mereka menutup mataku dengan penutup, aku di bimbing berjalan.
Saat itu aku merasa sangat tenaang, sampai tiba-tiba penutup mataku di lepas, dan ternyata orang yang ada di hadapanku adalah dia...........
__ADS_1
Bersambung....