Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Kencan


__ADS_3

kami terdiam beberapa saat lagi...


"a-ayo" ucapku


"y-yaa" jawab Zara


dia menunduk


lucu sekali hihihi


aku menggandeng tangan nya, dia terkejut


"kita,,, kencan kan? " ucapku memalingkan wajah


aku berusaha melancarkan suasana tegang ini,


"ayoo" ucap Zara tiba-tiba semangat


kami keluar ruangan, para pelayan dan prajurit memperhatikan kami


"anda akan pergi kemana yang mulia?" tanya Kafta


"tidak,, pokoknya jangan ganggu" ucap Zara


"iya deh iya dehh" ucap nya tertawa


kami keluar, dari luar terlihat Kaisar dan ratu sedang melihat kami, mereka melambaikan tangan.


Aku dan Zara melambaikan tangan.


kami pun masuk mobil, Zara mengemudi, kali ini kami benar-benar berdua tanpa gangguan pengawal kerajaan, Zara juga membawa senjata untuk jaga-jaga. Kamipun berangkat


"oh ya,, kita mau kencan kemana?" tanyaku


"aku lupa!!! aku benar-benar tidak memikirkan nya!" ucap Zara kaget


"hmmm,,, " aku berpikir "ke Love Garden aja, katanya di sana tempat biasanya orang-orang berkencan, aku juga penasaran, belum pernah ke sana" ucapku


"kemanapun kamu mauu" ucap Zara tersenyum


***


kami sampai


Zara membukakan pintu untukku, dan mengulurkan tangan. Aku menerima uluran tangannya, dan keluar dari mobil, orang-orang memperhatikan kami tentunya,


"wahhh cocok sekali" "jadi itu yaa calon menantu kerajaan, ternyata cantik sekali" "pangeran di lihat lebih dekat sangat tampan yaa" ucap orang-orang


kami berjalan bergandengan, setelah membeli tiket.


Saat masuk aku kaget, ternyata rumia dan sakaki juga sedang berkencan,,


"Keiza?" tanya Rumia kaget


"anda sungguh tidak sopan, coba lihat,,, anda sedang berbicara dengan putri Wistra" ucap Zara kesal


"mohon maaf atas kelancangan nya pangeran, kalau begitu, kami permisi" ucap sakaki


merekapun pergi


"huhh, disaat seperti ini, dia malah datang" ucap Zara kesal


"sudahlah, ayo kita pergi" ucap ku


"mau kemana dulu?" ucap Zara


"kita berkeliling dulu menaiki kereta kuda, agar kita tau apa saja yang ada di sini" ucapku


kami menuju tempatnya


"paman, kami pesan VIP nya satu yaa" ucap Zara


"silahkan tunggu pangeran" ucap pedagang


kami menunggu


"kau memesan VIP?" tanyaku


"yaa,, agar nyaman" ucap Zara


tidak lama kemudian keretanya siap, kami pun naik, dan berangkat


"wahh Zara lihat, indah sekali pemandangan di sinii" ucapku


"aku senang kau menikmatinya" ucap Zara


"aku ingin mencoba banyak permainan, tapi sayang, disini tidak ada wahana-wahana yang memicu adrenalin, kapan-kapan, kita pergi ke taman hiburan yaa" ucapku


***

__ADS_1


kami turun dan menuju bebek goes,


"yang double ya Zara, aku juga mau ikut goes" ucapku


Zara tersenyum


"seperti yang dia katakan yaa" ucap Zara


pegawainya pun menyiapkan, aku dan Zara naik, kami mulai menggoes dan pergi menjauh dari tepi


"danau nya sangat jernih, memantulkan langit" ucapku


"awas, nanti kamu jatuh" ucap Zara


"ayo kita ke tepi, aku mau naik balon udara" ucapku


kamipun ke tepi


setelah itu kami naik balon udara. Dan permainan-permainan lain


***


"sudah banyak yang kita coba, tinggal,,, rumah hantu" ucapku


"kau berani?" tanya Zara


"aku tidak tau" ucapku


"ayoo" ucapku


kami masuk ke rumah hantu


awal-awal tidak terlalu menakutkan bagiku, semakin jauh semakin membuatku tegang, tanpa aku sadari aku memegang baju Zara,


"kau takut?" tanya Zara mengejek.


"tidak" ucapku melepas tangan dan memalingkan wajah


Tiba-tiba ada yang menepuk punggung ku, aku sangat terkejut


"Zaraaaaa" teriakku memeluk


Zara tertawa terbahak-bahak


"tadi itu aku kaget, bukan takut, huh!!" ucapku


kami melanjutkan perjalanan, aku sudah benar-benar takut, kaki ku gemetara. saat aku di kagetkan lagi aku memeluk Zara lagi, tidak melepaskan


"aku,,,, " ucapku


"kenapa?" tanya nya lagi


"aku tidak bisa berdiri lagi" ucapku ketakutan


"baiklah,, tidak ada pilihan lain" ucap Zara senang


"apaa?" tanyaku kesal


dia tiba-tiba menggendong ku, dan berjalan cepat keluar, aku banyak berteriak karena kaget, tapi Zara malah menertawai ku. Kamipun keluar


"haaaa,,, aku tidak ingin kembalii" ucapku menyembunyikan kepala


"ini sudah siang, ayo kita makan" ucap Zara


dia terus menggendongku, orang-orang melihat kami dengan iri, hingga kami masuk mobil. Kamipun pergi menuju restoran


"haahh, benar-benar sangat menakutkan" ucap ku


"kamu sihh, katanya berani" ucap Zara mengejek


"huh!!" ucapku


***


kami sampai di salah satu restoran, kami masuk dan duduk memilih dulu makanan


"kenapa harus bertemu mereka lagi?" tanyaku kesal


"biarkan saja, jangan biarkan mereka tau kita tau mereka disini," ucap Zara


kamipun memesan makan. Seperti biasa orang-orang memperhatikan kami,,,


kami mengobrol dan bercanda, membuat yang melihat ingin seperti kami.


***


"yang mulia,, ini pesanan anda" ucap pelayan sambil meletakan semua pesanan


"terimakasih" ucapku

__ADS_1


kamipun makan


"kau suka lobster?" tanyaku


"yaa,, cobalah" ucap Zara menyuapi


hatiku berdegup sangat kencang, lalu memakannya.


Orang-orang mulai berteriak terpesona, kami menghiraukan mereka, tak sengaja melihat Rumia yang sedang kesal dengan ujung mataku.


hihihi,,


"kau tau,, stik ini sangat enak, cobalah" ucapku menyuapi


"oh ya?" ucap Zara, memakan


"enak,,, aku akan memesan" ucap Zara


"tidak,, aku akan membuat yang lebih enak dari ini di rumah, apa kau mau?" ucapku


"tentu saja" jawabnya semangat


tiba-tiba ada anak kecil menghampiri, menarik bajuku


"kakak,, kakak" pangggil nya


aku melirik


lucuuu sekaliii


"ada apa cantik?" tanyaku tersenyum mengelus kepalanya


"apa kakak seorang putrii?" tanya nya


"kau sangat pintar, dari mana kau tau?" ucapku


"kau memakai mahkota yang sangat indah, apakah aku boleh memegang nya" ucapnya


oh my god, dia lucuu sekalii,


"tentu saja" ucapku menggendong


dia memegang mahkota ku


"ini sangat indahh,, aku akan menjadi putri jika sudah besar nanti, agar aku memiliki mahkota seperti kakak" ucapnya duduk di pangkuanku


"semangat yaa" ucapku memeluk


"kau tau? kakak itu bukan lagi seorang putri biasa" ucap Zara


"kenapa?" tanya nya


"lihatlah,, dia sangat cantik melebihi bidadari, bukan kah sangat cocok untukku?" ucap Zara


"wahhh,, kakak seorang bidadari,,, tidak, kakak itu tidak boleh memiliki kakak bidadari, saat besar nanti aku akan menikahi kakak bidadari ini" ucap nya


hihihi,,,


"ehh? kau kan seorang perempuan" ucap Zara


"memangnya kenapa?" tanya nya lagi


tiba-tiba seorang wanita menghampiri,,,


"belaa,,, apa yang kau lakukan, sudah ibu bilang untuk tunggu di meja" ucapnya


"ibuu" jawabnya


"yang mulia, maaf atas kelancangan anak saya, saya sungguh meminta maaf karena mengganggu waktu kalian" ucapnya


"tidak apa-apa, dia sangat lucu, aku tidak tahan ingin memeluk nya" ucapku


"kalau begitu kami pergi dulu yaa,,, permisi yang mulia" ucap ny


"dadahh kakak bidadarii" ucapnya sambil melambaikan tangan


aku dan Zara melambaikan tangan


"akuu" ucapku "ingin seorang adik" lanjutku dengan wajah suram


"kau menyukai anak kecil?" tanya Zara


"mereka sangat imut dan menggemaskan" ucapku


"nanti kau juga akan menjadi seorang ibu" ucap Zara tersenyum


"a-apaa-" ucapku menunduk


Zara tertawa,,,

__ADS_1


bersambung.....


__ADS_2