
"ada apa dengan kakak?" tanyaku panik menghampiri
badannya gemetar tak henti.
"cepat tutup pintu, jangan biarkan orang lain masuk!" teriakku
Talita menutup pintu dan menguncinya, aku duduk di sebelah kakak,
apa kakak gemetar karena wanita itu? siapaa sebenarnya dia.
"apa yang kau pikirkan itu hanyalah masalalu, jika kau mau mengungkapnya, maka kau harus berani, jalani kehidupan saat ini" ucap Nadya
hihihi, dia tau bagaimana caranya menenangkan kakak
"terimakasih jelek" ucap kakak
"hahhh?!" teriak Nadya kesal
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu, Talita membukanya
"ya-yang mulia" ucapnya menunduk
aku dan Zara menghampiri
"kami akan pulang, pertunjukan kalian tadi sangat hebat, itu sangat menyentuh hati ku" ucap ibu
"terimakasih ibu" ucap kami serentak
"setelah selesai langsung pulang ya,,, kami menunggu kalian di rumah, byee" ucap Ibu pergi melambaikan tangan
aku dan Zara melambaikan tangan, kami kembali duduk di sofa
"kaget aku" ucap Talita
"ibu sangat baik dan kaisar juga, apa yang membuatmu kaget" tanyaku
"tentu saja kaget, hampir saja aku tidak sopan dan mau marah-marah karena mengganggu kita" ucapnya
Tiba-tiba HP ku bergetar, aku membuka HP ku
"wahh,, berita pertunangan kakak sudah di sebar" ucapku
"haih? ayah tidak memberitahu ku, aku akan bertunangan dengan gadis cantik yang mana? " ucap kakak
"dengan Nadya"
"hahhhhh?!!!" teriak kakak dan Nadya serentak
"dengan gadis jelek inii?!" teriak kakak
"kau pikir aku mau dengan laki-laki menyebalkan seperti mu?!" balas Nadya
"ini tidak bisa dijadikan batalkan lohh" ucapku
"aku sudah tahu" ucap mereka serentak memegang kepala
aku bingung, sudah jelas di antara mereka ada perasaan, tapi mereka selalu meninggikan ego mereka, sejak kecil aku tau kakak menyukai Yaya dan Yaya menyukai kakak.
"sudahlah, ayo kita ke gudang" ucapku
kami pergi ke gudang.
"hemm,,, di mana terakhir kali aku menyimpan bukunya?" tanyaku
kami mencari di rak buku
"ini" ucap Yoga melemparkan
aku menangkapnya, lalu kami membacanya bersama, kakak berhenti bergetar.
"oke tunggu, lihat ini,,, dia merenggut posisi yang seharusnya milikku, Dila, 4 September 2014"
__ADS_1
"apa dia marah pada kakak mu?" tanya Nadya
"sepertinya bukan, jika dia marah pada kakak, seharusnya dia menulis ini pada tanggal 23 atau 24 Juli" jelasku
"hmm, penjelasan yang masuk akal" ucap Zara
"apa dia sama sekali tidak menyebut nama orang misterius ini?" tanya talita kesal
"sepertinya *dia* di sini, adalah kelinci kecil yang dia maksud di halaman sebelumnya, jadi posisi apa yang dia maksud? wakil ketua?" tanya Yoga
"sepertinya,,, Dila ini menyukai kakak" ucapku
"ti-tidak mungkin" Ucap kakak
aku heran tentunya, sudah jelas di semua perkataan Dila ini, dia sangat menyukai kakak, apanya yang tidak mungin. Aku tidak sengaja melihat tangan kakak, aku terkejut melihat cincin yang di gunakan kakak,
"tu-tunggu! cincin ini, bukankah,,," ucapku sambil mengeluarkan cincin R yang aku temukan
kakak memakai cincin R dengan motif yang sama persis
"darimana kau mendapatkan nya?!" ucap kakak mengambil
"hoo,,, sepertinya itu benda yang kau berikan pada kekasih mu dulu" ucap Zara
"jadi,,, siapa R ini?"
"seharusnya ini tidak ada di sini, tentu saja dia marah" ucap kakak
kami melanjutkan membaca, Dila terus membahas topik tentang *Dia*
"dia juga merenggut hari ulang tahunku, aku mendapat hadiah, dan dia mendapatkan pesta, Dila 3 Januari 2015"
"hemm sepertinya mereka lahir di tanggal yang sama" jelas Zara
"bu-bukan seperti itu seharusnya, aku membuat pesta untuk merayakan kalian berdua, mengapa jadi seperti ini?!" kakak tegang
"tenanglah kak, kita akan baca kelanjutannya"
"andai kau tiada,,, Dila 16 Maret 2015"
"Tunggu, ini berhubungan dengan surat yang Nadya temukan" ucapku
mereka membaca surat itu.
"isi surat nya sedikit membuatku merinding" ucap Talita memegang leher
"Talita jangan membuatku takut" ucap Fuji memegang baju talita
"tenang saja kan ada aku" ujar Yoga menarik baju nya dan menyandarkan Fuji
"ini bukan saat nya ber gombal ria" ucapku
"hoo,,, ketua cemburu" ejek Yoga
"mana ada"
"aku juga bisa" ucap Zara melakukan hal yang sama
"hei, jangan membuat para jomblo meronta-ronta" ucap Arga dan Talita serentak
Kami membaca buku lagi
"dia serigala berbulu domba! aku akan memberikan pelajaran! Dila 29 Maret 2015"
"sepertinya ada yang aneh di kedua orang ini, aku bingung siapa yang benar dan siapa yang salah" ucap Arga
"bukankah sudah jelas?" ucap Zara
"apanya?" ucap kami serentak
"sudahlah, biar kalian lebih penasaran" ejeknya
__ADS_1
"tidakk, dia tidak mungkin serigala berbulu domba!" teriak kakak
semakin kami baca, semakin kami tidak tahu siapa yang benar di sini. Terkadang kami merasa mereka adalah seorang teman, terkadang seorang musuh. Tapi kakak tidak mau menyebutkan namanya.
"aku akan membalaskan dendam Ray!"
"apa maksud nya ini? tidak ada keterangan"
"aku tidak memiliki dendam pada siapapun!"
"semua orang menyukai kebaikan yang di rencanakan nya itu!"
semakin lama, semakin tidak jelas, semakin kami merasa Dila sangat kesal dan kesakitan
"membuatnya jatuh ke sungai, lalu menolongnya!"
"jadi apa?" tanya Nadya kesal
kami terus membuka buku hingga berakhir pada
"ini lebih baik untuk semuanya,,, di suatu tempat favorit yang tidak kalian ketahui"
"ada yang terakhir, coba buka, tulisannya sangat besar" ucap Zara
"setelah kepergian nya pun aku tetap seorang bayangan"
"jadi siapa yang bersalah di sinii?" tanyaku
"bukankah ada di kata itu" ucap Zara menunjukan
"di suatu tempat favorit yang tidak kalian ketahui?"
"dan tempat Favoritnya adalah,, " serentak
"Gudang" ucap kakak
kami mencari di seluruh gudang, tapi tidak tahu apa yang sedang kami cari, teka-teki nya membuat kami pusing.
jika bukan untuk kakak dan Nadya, aku tidak mau melakukan ini
"sepertinya ada yang aneh dengan lemari buku ini" ucap Zara
"apanya yang aneh?" tanyaku
"coba dengar" ucapnya mengetuk rak
"ada ruangan di dalam?" tanya kakak
kami mencari tombol untuk membuka nya,
"sepertinya ini tidak memakai tombol" ucap Zara
"benar, lemari ini di kunci, kita harus menemukan kuncinya" ucap ku
kami mencari kuncinya di seluruh gudang, tapi tetap saja tidak bisa menemukannya
di suatu tempat yang tidak kalian ketahui? itu dia
aku berlari menuju sofa dan menyelipkan tanganku ke sofa
"apa yang kau lakukan" tanya kakak
"ketemu!" ucapku menarik tangan
"kenapa kau bisa tau?" tanya Zara
"dia mengatakan di suatu tempat yang tidak kalian ketahui, ini permainan kata, tempat ini kan gudang, siapa yang tau bahwa ada kursi di sini?" jelasku
"hihihi, istri ku memang hebat" ejek Zara
aku membuka pintu, kami terkejut dengan apa yang kami lihat,
__ADS_1
bersambung...