
"ayah, apa maksud mu, kau takut pada wanita ini?!" teriak Via
"jika kau tidak bisa diam, maka kau akan dapat hukuman yang lebih berat daripada kemarin" ucapnya
aku dan zara hanya melihat mereka bertengkar
"sudahlah tuan" ucapku
"maaf atas ketidak sopanan putriku yang mulia"
"tidak apa-apa" jawabku
"ka-kakak" ucap via memelas
"maaf nona, sudah saya katakan untuk tidak memanggil dengan sebutan itu, kita sudah besar dan mengerti" jawabnya
"kalau begitu kami permisi" ucapku
kamipun kembali ke ruangan, aku masuk ke kamar dan mengganti baju, lalu pergi menemani Zara bekerja
"yang mulia, i-itu" ucap penjaga terbata-bata
"ada apa? oh Zara sedang ada tamu penting ya? kalau begitu aku akan menunggu di ruangan tunggu sebelah" ucapku
"i-itu" jawab mereka terbata-bata lagi
"ada apa?" tanyaku heran
lalu terdengar suara seseorang menggebrak meja, aku terkejut.
"a-apa ada masalah? apa aku menganggu?" ucapku heran
"tidak, itu yang mulia i-itu"
"apaan sih, ngomongnya yang jelas dong
lalu terdengar suara sedang bertengkar di dalam, aku terdiam heran
" kalau begitu sebaiknya aku kembali saja"
"tidak, ja-jangan yang mulia"
lalu para penjaga mengetuk pintu
"yang mulia, ada-" ucapnya dari luar
"biarkan dia masuk saja" jawab Zara memotong
akupun masuk, aku heran dengan yang aku lihat, via menempel pada Zara sambil berteriak terus menerus, kafta saja ikut bingung. Akupun duduk dengan tenang
"kau tidak mau membantu Zara?" ejek kafta
"biarkan saja, dia suka kok jadi buaya" ejek ku
"kauu,,, tunggu hukuman mu nanti" ucap Zara kesal
aku dan kafta tertawa
"jadi ada apa nona via membuat keributan di sini?, Zara mau bekerja, dan kau malah mengganggu" ucapku
"kakak kau tidak boleh seperti ini padaku, kakak! " teriaknya lagi
"sudah aku katakan jangan memanggil ku kakak via! berapa kali aku harus mengatakan ini? " bentak Zara
via terus mengulangi kata yang sama. Aku mulai merasa tidak suka melihat mereka, keinginan marah yang luar biasa tiba-tiba muncul, aku tidak mengerti, aku hanya duduk dan melihat kebawah sambil mengepalkan tanganku
"kekei, kau-" ucap Zara
aku langsung berlari keluar, dari arah berlawanan sekilas aku melihat kaisar dan ibu menuju ruangan zara, dan melihatku berlari, aku memasuki kamar.
__ADS_1
***
disisi lain, permaisuri dan kaisar masuk, permaisuri menggebrak pintu karena marah,
"apa yang kau lakukan? kau membuat kekei menangis? dan kau tidak mengejarnya?!" ucap permaisuri
"maaf ibu, tapi,,, " jawab Zara
"apa yang kau pikirkan? kau sudah bertunangan! masih saja menempel pada wanita lain! "
"ibu, bukan aku.. "
"via! kau mengecewakan aku, kau harusnya tau mereka saling menyukai dan mereka sudah bertunangan, apa kau bisa berhenti mengganggu mereka?"
"yang mulia, saya hanya, hanya, sa-saya juga menyukai pangeran, apa saya tidak boleh memperjuangkannya? saya tidak percaya pangeran tidak menyukai saya"
"cukup!! " bentak Zara
"Nona via, apa yang anda lakukan di sini? nona saya sebagai kaisar sangat menyayangkan, anak dari perdana menteri tidak bisa di harapkan, bahkan tidak bisa di tolerir, anda harusnya mengerti, Zara sudah bertunangan, jadi jangan ganggu mereka, anda tidak punya hak apapun, saya sudah mengizinkan anda keluar masuk istana dengan bebas, anda mengganggu hubungan pertunangan kerajaan, mengganggu pekerjaan kerajaan, nona via silahkan anda pulang, dan renungi kesalahan anda! "
"baik yang mulia"
via pun pulang, mereka duduk di sofa, permaisuri masih terlihat tidak senang
"ayolah sayang, tersenyumlah" ucap kaisar
"apa yang kau tunggu?! bujuk menantu kesayanganku kemari, jika kau tidak berbaikan saat ini juga, aku akan menghukum mu! " ucap permaisuri
"ba-baik baik" ucap Zara
***
Zara mengetuk kamarku, aku tidak membukanya, lalu dia masuk seenaknya
"maaf aku masuk seenaknya"
"kau marah? " tanya Zara
aku tidak menjawab
"kalau kau marah itu artinya kau cemburu" ejeknya
"tidak, pergi saja sana dengan adik kesayanganmu itu! " jawabku
"nahh kan cemburu kan, ayolah, jangan marah, aku sudah mengusir nya, nanti malam. kita bermain game kesukaanmu deh, oke? " buruknya
"beneran? "
"seriburius" jawabnya
kamipun kembali ke ruangan Zara, ada ibu dan kaisar di sana
"ahh, menantuku, aku rindu dipijat oleh mu"
"oh ya, kekei terimakasih atas ketelitianmu di kasus korupsi kemarin, itu sangat membantu" ucap kaisar
aku sambil memijat ibu menjawab
"iya yang mulia, itu sudah kewajiban saya membantu Zara dan Kekaisaran ini"
"kau membuatku terharu" jawab ibu
kami berbincang-bincang sampai waktu makan malam tiba, kami makan malam bersama
"oh ya, ayah mu mengundang kami hadir di pesta ulang tahun grup Ray besok malam, kami tidak sabar melihat pesta besar ini" ucap kaisar
"kami akan sangat senang anda datang"
setelah makan malam, seperti janji Zara, kami bermain permainan kesukaan ku,
__ADS_1
"kenapa hasil akhirnya seri? tidak seru" ucapku
"bilang aja mau menang"
"aku tidak ada niat kalah dari mu, jika aku kalah, aku akan menuruti semua keinginanmu besok" ujarku menantang
"hanya satu hari? tidak seru"
"oke, kalau begitu tiga hari, jika aku yang menang maka kau harus menuruti ku seminggu"
"tidak adil" jawabnya
"kau takuuuut? " ejekku
"hooo siapa takut" ucap Zara
kami lanjut bermain hingga larut malam, aku tertidur di kursi.
esok paginya, Zara sudah bangun duluan dan menatapku, aku terkejut tentunya
"a-apa? wajahmu sangat bersemangat pagi ini"
"apa kau tidak ingat? " ejek Zara
aku berusaha mengingat kembali,,, aku ingat semalam aku kalah bermain dari nya karena tidak fokus sudah mengantuk
"ka-kau serius tentang tantangan ku? "
"kau berusaha kabur? " ucap Zara
"ti-tidak tentu saja tidak, lagian hanya tiga hari, humph waktu yang singkat" jawabku sambil pergi bersiap berangkat sekolah
setelah selesai bersiap, dia mengetuk pintu, lalu aku keluar
"rapi sekali kamu hari ini" ucapku
"tentu saja, inikam hari spesial" jawabnya
"ayo, berangkat saja"
kami berangkat, saat sampai dia membukakan pintu untukku dan mengulurkan tangannya, aku terdiam sebentar
"kau tidak boleh menolak lhoo" ejeknya
tidak ada pilihan lain, kami bergandengan tangan di sekolah
"waahh, aku iri" "so sweet" "aku ingin jadi salah satu dari mereka" "aku senang melihat mereka seperti ini" desas desus siswa
kami sampai di ruangan OSIS, reaksi pertama yang mereka berikan
"... "
kami semua saling menatap
"apa yang kau lakukan kekei? " tanya Yaya
"seperti yang kau lihat, kekei dan aku bergandengan tangan kesekolah" Zara menjawab
"berisik, ayo kita mulai bekerja saja" ucapku
kamipun mulai mengerjakan tugas, mereka menatapku dan Zara
"aku ingin istirahat nanti makan bersamamu di taman sekolah" ucap Zara
"a-" belum selesai bicara aku sudah melihat wajah Zara yang akan mengingatkan kekalahan ku
"aaaayo tentu saja" ucapku tersenyum
"ada apa dengan mereka... "
__ADS_1