
Saat sampai, kami di sambut oleh para OSIS sekola Furuko,
"selamat datang di sini, suatu kehormatan bagi kami kedatangan OSIS dari Majestic" ucap Shela (ketua osis)
"yaa, senang di undang ke sini" jawbku
Kamipun masuk ke gerbang, dan di ajak ke ruangan OSIS, sepanjang perjalanan kami terus di perhatikan para siswa, tiba-tiba Zara menabrak seseorang
"aduhh, maaf, aku minta maaf" ucap Zara sambil menarik tangan shasya
"t, tidak apa-apa" jawab shasya
"cepat pergi" ucap talita sambil menendang Zara
Kamipun kembali berjalan, sudah jelas shasya mencari perhatian Zara, Yaya sangat marah namun dia mencoba diam menahannya.
"dasar genit" ucap Nadya
"wajib di hajar" lanjut talita
"a, aku tidak" ucap Zara
"maafkan siswa yang menabrak tadi" ucap Fani (sekretaris)
***
Kamipun masuk ke ruangan OSIS, dan dipersilahkan duduk
"maaf ya, kami tidak memiliki gedung OSIS, kami hanya memiliki ruangan ini" ucap shela
"tak apa, jadi apa tujuan kami di undang ke sini?" tanyaku
"kami OSIS biasa, jadi kami harus belajar seperti biasa di kelas, tapi wewenang sekolah mengurus siswa juga sebagian dilimpahkan kepada kami, kami ingin anda memberi penilaian kepada siswa kami, dan hasil kerja OSIS, apakah anda keberatan?" ucap Fani
"jadi intinya kami menjadi OSIS sementara?" tanya ku
Aku tentunya tidak keberatan dan menerima permintaannya. Mereka kembali kekelas dan kami mulai bekerja. Aku duduk di meja ketua dan memulai
"aaaaappa apaan inii!!" teriakku menggebrak meja
"a, apaa?" jawab mereka serentak kaget dan heran
Aku sangat kaget tentunya, sekolah ini tahun kemarin sudah mau menjelang sekolah elit, tapi ada apa dengan kerja OSIS ini, sangat berbeda jauh dengan di sekolahku. Mereka menghampiri dan melihat ku memegang kepala lalu melihat dokumennya
"a,apaan ini?" teriak mereka serentak
"sakkit, jangan berteriak di telingaku" ucapku kesal
Mereka tampak bingung harus memulai dari mana. Ini semua sangat kacau, mereka sangat kacau, tidak menjalankan pekerjaannya dengan benar, semua data dan dokumennya salah.
"Data siswanya yang paling kacau, pantas saja sekolah ini tampak sangat siap mengalami penurunan, tahun kemarin tidak seperti ini bukan? Saat aku SMP aku tau sekolah ini tidak seperti ini, sebenarnya apa saja yang dilakukan para OSIS itu?" ucapku bingung
"coba cari di internet" ucap Zara
Nadya mencarinya
"adaa, disini dikatakan tahun lalu sang ketua OSIS sangat di kagumi, tegas dan kejam, tapi dia sudah lulus, dan di ganti oleh Shela, dia sangat lembut pada para siswa, bahkan tidak berani menghukum siswa yang nakal, tidak terlalu pandai bekerja, namun sangat berkarisma dan anggun" jelas Nadya
__ADS_1
"aappaan,, ? Tidak buttuh ketua OSIS seperti ituu!!" jawab kami serentak
Kami masuk ke ruang kepala sekolah dan meminta izin untuk memperbaiki semuanya dan dia mengizinkan. Semua siswa sudah tau tentang pergantian OSIS selama 3 hari ini.
Lalu kami kembali ke ruang OSIS
"pantas saja para siswa tidak menghargai OSIS," ucap fuji
"jadi kita mulai dari mana?" tanya arga
"sepertinya sulit" jawab Yoga
Kami harus mengulangnya dari awal, ini namanya bukan penilaian tapi mengulang.
"kita mulai saja, kalian periksa setiap kelas dan periksa setiap orang dengan mata mencurigakan, kalian bisa membedakan kan? Agar cepat! Jangan salah sasaran, banyak pertimabangan! Aku dan Zara akan mengurus dulu dokumen-dokumen ini" jelasku
"pilihanmu memang selalu tepat" ucap Nadya
"satu lagi, kontrol emosi mu di kelas 1A" ucapku berbisik
"tenang saja" jawab Nadya
Kamipun memulai tugas kami masing-masing. Aku dan Zara bekerja sama tentunya,
"ya ampun ini sangat dekat" ucapku dalam hati
"ada apa? W, wajahmu matang" ucap Zara baru memahami
"a, a, akuu, t, ti, ti, ti, tidak" jawabku salah tingkah
"ini.." ucap kami serentak
"kamu duluan.." ucap kami serantak lagi
"jadi.." lagi-lagi serentak
Kamu mulai saling menatap dan tertawa
"apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Zara tertawa
"kita harus segera menyelesaikan perbaikan data siswa ini duli, lalu membantu mereka" ucapku
"okee, kita kerjakan bersama" jawabnya
Kamipun kembali bekerja
***
Kamipun selesai dalam waktu singkat, hanya 20 menit, dan kami bergabung bersama anggota lain
"20 menit tapi mereka belum sampai ke kelas
2,yang benar saja, apa yang terjadi? Jangan-jangan" tanyaku
"tenanglah, kita cari di kelas 1" ucap Zara
Kamipun berjalan ke lantai satu dan langsung menemukan mereka di kelas 1 A, terdengar teriakaan "kau sudah jelas bersalah, masih mau mengelak! Kau harus ikut bersama kami seperti yang lain" seperti itu
__ADS_1
"itu Yaya, dia bertengkar dengan shasya pastinya" ucapku kesal sambil berjalan cepat
"kau tidak boleh terbawa emosi, jika kau terbawa emosi, ini akn memperburuk keadaan" ujar Zara
Akupun membuka pintu dan masuk ke kelas, dan tidak ada guru yang sedang mengajar, pantas saja mereka bertengkar.
"ada apa ini? Jelaskan padaku! "
"maaf, ini gara-gara siswa, dia menentang, maaf merepotkan kalian" ucap shela
Ternyata dia masih kelas 1,Nadya dan shasya masih bertengkar
"selama ini kalian hanya bertengkar? Hanya 1 kelas?" tanya Zara
"tidak, kami memulai dari kelas 1 G,,, shasya tidak ingin ikut, dia membawa dokumen penting milik OSIS, kata Nadya yang sudah memeriksanya, Nadya menjadi emosi setelah mendengar ucapan shasya yang kurang wajar" jawab Yoga
"apa yang dia katakan?" tanya ku
"d, dia bilang orang luar sepertimu tidak ada hak untuk menghukumku, kalian hanya orang yang menumpang disini, apakah kalian bisa di bilang OSIS bertalenta negara S? Bahkan ketua kalian saja tidak turun tangan! Seperti itu, Nadya marah ketika shasya menghina mu... Z, zara,,? " jelas fuji
"jangan emosi, tenang lah" ucapku pada Zara
Tentu saja Nadya marah, dia tahu perjuanganku selama ini, dia tau shasya selalu menggangguku, tapi ini bukan saat yang tepat untuk bertengkar
"jika bukan karena mereka adalah anak dari para pengusaha, siapa yang akan menghormati kalian siapa? Apa kalian punya ilmu? Apa kalian belajar? Orang bodoh tak berilmu sebaiknya diam!" teriak shasya
"kau seperti sedang menghina kami dan keluarga Ray, kami tidak pernah naik dengan dibantu oleh orang tua kami, semua hasil jerih payah kami sendiri! Orang sepertimu tidak akan tau arti dari perjuangan!" balas Nadya
"hentikan!" ucapku
"tapi dia.." ucap Nadya belum selesai
"hentikan!!" ucapku sedikit berteriak marah
Mereka terdiam kaget, Nadya tahu sifatku ketika marah.
"beraninya dia mengambil dokumen osis" "apa dia boddoh? Ini sedang ada pemerikasaan?" "dasar tidak tahu diuntung!" "dia berani menghina mereka" desas desus siswa
Aku sangaat marah,,, shasya selalu mencari gara-gara dan melempar kesalahan kepada kami dari dulu, hingga kami dipindahkan oleh ayah. Aku takut dia melempar kesalahannya seperti dulu.
"kei?" "Kekei!" "ketua!" "keizaa!" ucap para anggota kaget melihatku
"aku atas nama KEIZA RAY, sungguh meminta maaf atas kekacauan ini, kami tidak akan melakukan kesalahan yang sama, tolong izinkan kami membawa shasya untuk di tindak lanjuti" ucapku hingga membungkukan punggungku dan menundukan kepalaku
"haa!" "hingga membungkuk" "nona Ray!" "ini semua ulah shasya!" "yaa, ambil saja!" ucap para siswa
"asalkan kalian tahu! Nona Ray yang kalian kagumi itu hanya anak yang tidak di inginkan keluarga Ray, dan tak memiliki bakat!!" teriak shasya
Aku terkejut, dia selalu saja mengatakan itu sejak dulu, itu selalu menggangguku, dia ingin menjadi anak dari keluargaku.
"apa dia gila?" "ini sudah di umum kan di internet bertahun-tahun lalu" "dia masih berusaha ternyata" "sudah di umumkan bahawa nona Ray ini anak kesayangan keluarga" "dia juga sangat berbakat dan terkenal di seluruh dunia" ucap para siswa
Zara memegang bahuku, dan membangunkanku. Dia sangat marah ketika melihat mataku ingin menangis.
"perintah langsung dari kerajaan! Ikur kami, atas penghinaan nama baik!"
Bersambung...
__ADS_1