Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Rumah Besar


__ADS_3

aku pun sampai di rumah nenek,


"selamat pagi, tolong katakan siapa anda tuan dari kerajaan," ucap para penjaga


aku membuka jendela mobil


"oh, nona muda, maaf atas kelancangan kami" ucap mereka sambil membuka gerbang


aku mengangguk dan menutup jendela. Aku pun turun dari mobil dan masuk ke rumah, aku langsung melihat kakak dan Nadya sedang duduk di sofa dan mengobrol dengan kakek dan nenek, dan aku melihat Rara sedang berdiri di samping kakak dan menggendong seorang anak kecil. Aku terdiam sejenak,


"Ahh, kekei cucuku, ayo kemari, aku sangat merindukanmu" ucap nenek menghampiri


aku berlari dengan cepat dan memeluk nenek,


"nenek, siapa orang asing ini? mengapa dia ada di sini?" tanya ku


"tenang, ada sesuatu yang harus nenek selesaikan di sini" ucap nenek


aku menghampiri kakek dan memberi salam


"berdiri lah, ayo duduk bersama kakek, kau sudah sangat lama tidak datang kemari" ucap kakek


aku pun duduk bersama kakek dan nenek.


"tentang pertunangan kalian yang sebentar lagi, kami tidak mau ada gangguan apapun, dan untuk mu yang datang tanpa undangan, aku tidak ingin melihatmu ada di sini lagi!" bentak kakek


"tapi aku bahkan berhak untuk membatalkan pertunangan ini!" bentak Rara


"kau tau apa yang kau katakan? kau sungguh terlalu menyombongkan diri" ucapku


"tentang anak ini,,, memang sedikit mirip dengan Haru, tapi aku tidak merasakan keberadaan Haru di dalam nya" ucap Nenek sambil mengusap kepala anak kecil itu


dia terlihat sangat kesal, kakak dan Nadya hanya menunduk.


"Gara-gara kau kakak menjadi seperti ini! gara-gara kau pertunangan ini jadi terganggu! gara-gara kau Nadya jadi sedih! aku benci wanita seperti mu! aku tidak akan pernah menghilangkan kebencian ini! jangan harap kau bisa mendadi bagian dari keluargaku!!" bentak ku marah


"sudahlah sayang,,, aku ingin kalian pergi dari hadapan kami sekarang!!" ucapnya


mereka pun pergi, aku kembali duduk


"bagaimana dengan kabar mu dan keluarga kerajaan?" tanya kakek


"aku baik-baik saja kakek, aku bahagia" ucapku


"tentu saja dia bahagia, Zara adalah idolanya sejak kecil" ejek nenek


"aku dengar putra dari perdana mentri selalu mencari-cari masalah" ucap kakek


"hemm,,memang benar, tapi tenang saja, aku pasti bisa menghadapi nya"


"gara-gara kau bertunangan, kau jadi melupakan kami dan tidak pernah berkunjung lagi"


"maaf kakek" ucap ku tertawa kecil


setelah kami selesai mengobrol, aku pergi ke kamar ku,

__ADS_1


"sudah lama sekali aku tidak masuk ke kamar ini" ucapku membuka balkon


aku duduk sejenak lalu keluar,


"Kekei?"


aku berbalik setelah menutup pintu


"Paman kecil?!" ucapku girang "aaaa aku merindukan paman kecil" ucapku sambil cepat memeluk nya


dia adalah paman ku, seumuran dengan kakak, Kevin Ray.


"kau sangat sombong ya, hingga tidak ingat pulang" ejek nya


"paman kecil tidak mau bermain denganku terakhir kali aku kemari" ucapku memalingkan wajah


dia tertawa kecil, kami pun berjalan turun bersama, kami pergi ke taman, aku melihat mereka bertiga sedang berbicara


"tapi Rara,,, aku benar-benar tidak ingat"


"kau mabuk saat perayaan keberhasilan OSIS"


"aku tidak ingat aku mabuk"


"ini tes DNA nya" ucap Rara


"jangan bertengkar,,," ucap Nadya


"ini bukan urusanmu! jangan ikut campur!" ucapnya


"ada apa kau ini, jangan membentak Yaya" ucap kakak


aku dan paman menghampiri,


"hentikan!" ucapku


"mengapa kalian bertengkar di sini? apa kau mau ayah marah Haru?" ucap paman kecil


"maaf, tapi ini benar, anak ini tidak bersalah, tapi aku juga tidak ingat, aku tidak ingin mempermalukan keluarga Ray, dan kekei, aku mohon jangan terus menyudutkan Rara dengan ucapan mu" ucap kakak


"kakak, aku menyudutkannya dengan ucapan, kakak menyudutkan Yaya dengan perbuatan, kakak tidak boleh egois, sebagai tuan muda keluarga Ray, kau sangat mengecewakan, sebagai seorang kakak, kau sudah hampir gagal" ucapku


"kekei!! sudahlah, kau tidak perlu mengurusi urusanku, kau tidak perlu bertengkar dengan kakak mu!" bentak Nadya


"Y-yaya,,,," ucapku kaget, "aku benci kalian semua!!!" bentak ku sambil berlari pergi


"kekei!!" teriak paman kecil


tiba-tiba aku menabrak seseorang, aku melirik ke atas karena dia cukup tinggi


"pa-paman kedua-" ucapku mundur dan jatuh pingsan karena syok


"kekei!" teriak mereka menghampiri kekei


Kevin Ray mengangkatnya, dan orang itu pergi begitu saja

__ADS_1


"mengapa kau ada di sini? siapa yang mengizinkan mu masuk?!" ucap Kevin


"kekei, bangunlah,,, kekei!" ucap gaharu panik


"maaf" ucap Nadya


"ini bukan saatnya minta maaf, jika bukan karena kalian, kekei ku tidak akan menjadi seperti ini!" ucap Kevin membawanya


Keiza di bawa ke kamar nya dan di panggilkan dokter,


"bagaimana dokter?" tanya nenek


"hanya syok saja, dan akhir-akhir ini sepertinya dia kurang tidur dan terlalu banyak beban di pikiran nya, di mohon agar kalian tidak memperburuk pikirannya" jelas nya


"terimakasih dokter" ucap kakek


"anda tidak perlu sungkan tuan besar Ray"


dokternya pun pergi


"siapa yang mengizinkan dia masuk?!!!" bentak Kevin


"dia memaksa karena ada yang ingin dia ambil dari kamar lamanya" ucap nenek


"sudah pernah ku bilang agar membersihkan semua barang nya dari rumah ini!"


"aku mengerti kau sangat peduli pada ponakan kesayangan mu ini, tapi bagaimanapun juga aku harus mendapat izin dari nya" ucap nenek


"keluar! aku ingin kalian semua keluar!" bentak Kevin


semua nya keluar, Kevin duduk di kursi dan menunggu Keiza bangun.


1 jam kemudian..


aku bangun,


"kekei,," ucap paman kecil


"paman kecil," ucapku "dia!" aku langsung duduk


"dia sudah pergi, jangan khawatir" ucap paman kecil


"paman aku takut" ucapku menangis


"lupakan kejadian itu, jangan terlalu banyak menimbun beban di pikiran mu"


paman kedua adalah adik dari ayah, karena iri pada ayah jenius dan sangat pintar menyelesaikan masalah, dan memiliki seorang anak laki-laki pertama, dan anak perempuan sebagai anak kedua, untuk melanjutkan perusahaan, ayah berhak mendapatkan seluruh perusahaan milik keluarga Ray.


Paman kecil sangat cerdas dari saat dia muda, bijak dalam memilih, dan sangat percaya diri, dia berhak mewarisi harta dan keunggulan berharga milik keluarga Ray.


sedangkan paman kedua hanya mendapat sebagian harta keluarga karena dia nakal, dia tidak terima lalu menculik ku dan berencana menjual ku untuk balas dendam.


"jangan banyak berfikir, ayo kita temui Rena" ucap kakak


"Rena? ohhh dia masih tinggal di sini? ayoo cepat kita temui" ucap ku

__ADS_1


kami pun pergi mencari Rena,,,


bersambung...


__ADS_2