Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Pangeran


__ADS_3

Kami berpencar dan mengobrol dengan para siswa yang hadir


"ketua sangat berakat, aku senang bisa bertemu dengan putri keluarga Ray,, " ucap siswa


"hehehe, semua berkat kerja keras dan dukungan kalian, aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini, jika aku hanya sendiri" ucap ku


banyak siswa mengerumuniku dan berbicara, aku melihat Zara, sangat banyak perempuan yang suka padanya, tidak heran, dia seorang pangeran.


senior Kafta juga tak kalah banyak fans nya.


aku pergi duduk di meja yang di sediakan khusus untuk anggota OSIS karena lelah.


Tiba-tiba aku melihat senior menghampiri ku. Entah apa yang mau dia lakukan, tapi aku malas berurusan dengannya,,,


"tuan putri, aku lihat anda menjatuhkan ini barusan, ini milik anda bukan,,? " tanya nya


" oh yaa,, itu jepit rambutku," ucapku sambil memegang rambut "terimakasih" ucapku sambil mengambil


"ini tugasku" jawabnya


hah? tugas? tugas apaan, yang kaya gini?! Pikirku


aku kembali memakan makananku, dan diapun pergi


"huh" ucap Zara tiba-tiba duduk


"apaan sih, dateng-dateng marah" ucapku


"nggak, aku cape doang" ucapnya kesal


"dia itu mentri kamu lohh, percaya dikit napaa,, aku juga tunangan kamu, nggak akan tunangan lagi sama orang lain" ucapku sambil makan


dia diam, dan terlihat sedikit memerah.


"so, soal janjimu,, " ucap Zara


janjiku??! aku tidak ingat pernah berjanji?!


"oh ya,,, coba tebak, apa janjiku padamu saat itu, soalnya waktu itu aku lihat kau kurang memperhatikan" ucapku


ayolah, ayolah, masa aku jawab aku lupa


"aku mendengar kan,,, jan-janjimu tentang,,,, kita,, kita, akan berkencan" ucapnya memalingkan wajah


haaaa!! aku hampir saja lupa, aku benar-benar mengucapkan itu, oh tidak, aku tidak bisa membatalkan


"yaa, kau benaaaaar!! jadi, sekarang kau boleh melanjutkan pertanyaanmu


" kapan kita akan berkencan?" tanya nya


"besok" jawabku


"besok? sekolah?" tannya nya kebingungan


"barusan ayah menelpon, katanya kira di beri libur 1 hari setelah mereka tau apa saja yang kita lakukan di sana" jelasku


"Zara?" tanyaku


dia terdiam, memalingkan wajah, sekilas wajahnya


terlihat sangat senang, dan menahan senyum


"e, ehh" ucapku pelan *memerah*


tiba-tiba


"hei kalian!!!" ucap kakak


"enak banget dari tadi duduk ber gombal ria" ucap Nadya


"huhhh,,, capek" ucap Fuji bersandar di kursi


"sudahlah,, kita semua sudah kumpul, ayo duduk dan makan,,, kakak ambil kursi dulu sanaa" ucapku


"ya elahh" ucap kakak sambil pergi membawa kursi


kamipun makan bersama

__ADS_1


"oh ya,,, besok kita di liburkan 1 hari" ucapku


"akhirnya libur" ucap Arga


"nanti juga kalian bakalan males libur" ucap kakak


"lahh kenapa?" tanya Talita


"karena,, kalian akan merindukan kebersamaan saat berada di ruangan" ucapnya


"oh iyaa, kak Gaharu itu dulu ketua OSIS juga ya di Majestic" ucap Nadya


"emang beneran kakak adik" ucap Fuji


"Kekei dulu payah banget, kalo nggak pindah sekolah waktu SMP, nggak akan ada kekei yang sekarang" ucap kakak


"berisik lahh kakak" ucapku


kami tertawa dan menikmati pestanya hingga selesai


"Teman-teman terimakasih atas kehadiran kalian, aku harap kita bisa bertemu bersama lagi di lain hari" ucapku


kami saling mengucapkan terimakasih dan bubar,,


"kami duluan yaa, jemputan sudah menunggu" ucap Zara


"yaa,, sebentar lagi juga jemputan kami datang" ucap Fuji dan Arga


"Nadya pulang bareng aku aja" ucap kak Rehan


"nahh, jemputan ku udah dateng" ucap talita


"yoga,,, gimana kamu?" tanyaku


"oh? aku bawa motor, nunggu jemputan lama soalnya hehehe" ucap Yoga


kamipun masuk jemputan masing-masing dan berangkat


"hoaam(menguap) aku ngantuk" ucapku


"tidurlah" ucap Zara


Zara menarik tanganku mengandarkan kepalaku di bahunya "tidurlah,,," ucapnya sambil memalingkan wajah, malu


hatiku berdegup sangat kencang, tapi sudah larut malam dan aku sangat ngantuk.


***


kami sampai, aku belum tidur pulas, tapi sudah sangat berat untuk membuka mata, aku tetap diam tidur.


"Yang mulia, apakah tuan putri tidur?" ucap prajurit yang membuka mobil


"yaa,, " ucapnya


"apakah anda akan membangunkannya?" tanya nya lagi


"tidak bolehh" jawab Zara


"kalau begitu biar saya gendong yang mulia" ucapnya


"tidakk" jawab Zara kesal


"eee?!" ucap nya kesal


"biar kami gendong saja yang mulia" ucap para pelayan


"tidak, biar aku saja" ucap Zara menggendongku


dia keluar dari mobil dan menggendongku ke kamarku, di jalan dia berjalan sangat pelan, tidak seperti biasanya


"hihihi,, ketika tidur kau sangat lucu" ucapnya sambil sedikit mencubit pipiku


aaaaaa oh my god, apa yang harus aku lakukan, ada apa denganku


hatiku berdegup sangat kencang,


"Zara, putriku tidur?" ucap Kaisar

__ADS_1


"ya ayah,,, dia tertidur di mobil" ucap Zara


"hahaha, cepat bawa dia, nanti malah ke bangunin" ucap Ratu


"ya ibu,,, selamat malam ayah, ibu" ucap Zara sambil pergi


dia membuka ruangan dan menidurkan ku di kamarku lalu dia langsung pergi. Aku langsung bangun,


ada, ada, ada apa denganku, aku jadi tidak bisa tidur,,,


aku mencoba untuk tidur, tapi malah tidak bisa tidur. Aku melamun dan terus terbayang wajah Zara.


aaaaaa pergi pergi pergi, aku mau tidur, ngantuuuuuk


aku melamun dan tidur sangat larut malam.


Esoknya,,,


*suara mengetuk pintu* "tuan putrii,,,, " teriak dari luar


aku bangun, "masih pagiii" ucapku menyelimuti diri


"tuan putrii,,, " teriak mereka lagi


aku bangun dan membuka pintu


"ka, kaliaaan??! ini masih pagi, ada apa?" ucapku heran,


untuk apa para pelayan datang ke kamarku pagi-pagi


"Kaisar bilang kami harus mendandani anda untuk kencan pertama anda, dan lagi,, ini sudah pukul delapan pagi tuan putri, apa anda terbangun dan tidak bisa tidur semalam?" jelas mereka


"jam delapaaan??!! oh tidak, aku hanya tidur terlalu pulas saja" ucapku "oh ya, untuk apa aku berdandan? apa aku harus memakai pakaian kerajaan?" tanyaku


"yaa,,, pangeran tak ingin ada gangguan dalam kencan pertamanya, jadi Kaisar menyuruh kami melakukan ini, jika anda memakainya, maka tidak akan di kerumuni" ucap pelayan


"huhhh ( hela),,, ya sudah, kalian masuklah, aku akan mandi sebentar" ucapku pergi


aku mandi,,,


"bajunya aku simpan di depan pintu tuan putri" ucap pelayan


"yaa" ucapku


setelah selesai aku memakainya, gaun ini terlihat sangat indah,, indah sekali sampai aku ingin terus memakainya


"apa ini sudah benar?" ucapku keluar kamar mandi dan memperlihatkan


"haaa,, yang mulia sudah sangat cantik walau tidak kami bantu" ucap mereka terharu


"kami akan membantu Anda tampil sebagus mungkin" ucap mereka menarik tangan


mereka sangat bersemangat membantuku, aku hanya diam, mereka merapikan bajuku dan menghiasinya lagi, lalu mengikat rambutku seperti yang mulia ratu, mereka sedikit mendandani wajahku, lalu, memakaikan perhiasan.


"dan yang terakhir,, (membuka lemari atas) yang mulia, silahkan anda pilih" ucap mereka


tanganku otomatis menunjuk para mahkota dengan ukuran yang sangat indah dan elegan


"wahh pilihan anda sangat bagus" ucap mereka


mereka mengambilnya dan memakaikannya padaku


"selesaii" ucap mereka "wahhh sangat cantik, tunggu sampai pangeran melihatnya" ucap mereka


"kami pergi dulu yang mulia, semoga kencan anda lancar" ucap mereka keluar


aku melihat cermin dan sedikit terpesona dengan menampilan ku sendiri


aku malu,, aku tidak mau keluar


aku membuka pintu perlahan, saat terbuka,,, melihat Zara sedang membenarkan jubahnya, dia melihatku, kami saling menatap dan terkesima pada penampilan masing-masing


dia,,,,tampan sekaliiiii Teriakku dalam hati


dia sangat tampan saat memakai pakaian resminya, dia memakai mahkota yang indah, aku benar-benar tak bisa memalingkan pandanganku kepadanya, dan dia,,,,


jangan terus menatapkuuuu!!!

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2