
hari sudah semakin larut, aku turun ke dapur untuk membuat makan malam bersama bibi, karena pekerjaanku sudah selesai.
"bi, udah selesai? aku mau bantu"
"tinggal sedikit kok, nona duduk saja," jawabnya
"oh, okee" ucapku
bibi sedang menyiapkan makanan ke dalam wadah. setelah nya aku memanggil Nadya, Talita, dan Fuji.
Kami membawa makan ke GOR
"ka adi, udah di siapin meja nya?" tanyaku
"udah, di depan GOR"
kami meletakan nya di meja, lalu memanggil yang lainnya di dalam
"heii,,, nggak akan makan ya?"
"makan? okeee" jawab mereka serentak buru-buru menghampiri
kami makan bersama di bawah hamparan bintang-bintang di langit.
"ini bukan masakanmu" ucap Zara
"iya, nggak keburu"
"padahal pengen makan masakan ketua" ucap mereka serentak
"masak sendiri, cape" jawabku "oh ya, kapan kalian mengganti baju?"
"tadi" ucap Zara
"baguslah"
kami makan hingga selesai, setelahnya kami tiduran di rumput sambil memandangi langit yang indah.
"kok aku deg degan ya" ucap Fuji
"kayanya aku mendadak punya masalah di jantung, dia berdetak sangat kencang" ucap Talita
"itu gugup litaaa" ucap kami serentak
"malam ini,,, kita tidak akan bisa tidur" ucap Nadya
"hanya malam ini, kita bisa begadang bareng-bareng" ucap Talita terbahak-bahak
"kalo udah selesai, masuk ke rumah ya" ucap ku berdiri
"yaa" jawab tim pria
kami kembali ke kamarku
"gantilah baju kalian, cari saja yang cocok di lemari ku" ucapku
"kamu?"
"aku juga lah" jawabku
setelah mengganti baju, mereka kembali menjahit baju, aku tiduran di kasur sambil main HP.
"heii,,, gosip nya putri pertama dari perdana mentri membuat masalah di Kerajaan ya" ucap Fuji
"hemm,,, mungkin iya, dia memang sering merasa dia nyonya tuan rumah" jawabku
"apa kau tidak lelah sering melihat nya?"
"tentu saja lelah, tapi aku suka ketika melihat dia gagal mempermalukan ku"
"kau memang kejam" ucap Nadya
aku melihat berita pemberitahuan dari NET, bahwa Via di kurung di rumah nya, tidak boleh keluar selama 1 minggu karena memfitnah tunangan pangeran.
"hahhh? hanya 1 minggu?!" teriakku
"ada apa?" tanya Fuji
"pasti tentang berita Via" ucap Nadya
"yahh,,, dia kan putri dari perdana mentri, ayah nya pasti memohon pada kaisar untuk tidak memperpanjang masalah" jelas Fuji
"masalah ini di tangani kaisar?!" tanyaku
"ya, karena Zara sangat kesal" jawab Nadya
aku sangat tidak menyangka, dia bahkan sangat kesal karena ini. Aku,,, sedikit senang.
__ADS_1
"Fuji, kamu sama Yoga pacaran ya?" ejek Nadya
"haaaahhhhh?!!" aku kaget
"yang aku ejek kan Fuji bukan kamu"
"aku kageeet" ucapku
"emmm,,, iya hehe" jawab Fuji
"kamuuu,,, pacaran sama cowok payboy ituuu?!!!" teriakku
"kapan kamu jadian?" tanya talita dengan wajah pucat
"lita, wajahmu seperti hantu -_-"
"sudah sejak 5 hari yang lalu" ucap Fuji
"kalau si fuckboy itu berani selingkuhin Fuji, aku kasih pelajaran dia" ucapku kesal
"tenang lah" ucap Fuji tertawa
aku menemani mereka dan mengobrol sampai subuh,
"sudah pukul 3 subuh" ucapku
"aku kok nggak ngantuk ya?" tanya Talita
"karena kita ngegosipin orang dari tadi" jawab Nadya
"emang ampuh ya buat semangat" ucapku
"yaa" Fuji tertawa
Terdengar suara langkah kaki mendekat, tiba-tiba ada yang menggebrak pintu
"a-apaa?"
"capeee" ucap para pria serentak terjatuh ke lantai
"udah selesai ya?"
"udah" jawab Zara
kami berkumpul, terdiam tanpa percakapan. Aku ingin memecah keheningan ini,
"yaa tentu saja" jawab mereka serentak
aku kaget tiba-tiba Zara tiduran di pahaku,
"a-apaa yang kau lakukan?"
"diamlah, aku mau tidur sebentar" jawabnya
"ta-tapi mereka" ucapku
"kita nggak liat" ucap mereka serentak tertawa
"haahhh, terserah lah" ucapku
Zara benar-benar tidur, tanpa di sadari aku mengelus kepalanya.
"di sini masih ada kita lohh" ejek mereka
"tadi katanya nggak liat, gimana sih" ucapku
"itu kan tadi"
pukul 4 aku membangunkan Zara,
"ada banyak kamar mandi di sini, pakai saja"
setelah selesai mandi, kami berangkat. Aku memakai gaun kerajaan yang di antar tadi malam, karena hari ini kaisar dan ratu juga akan datang, bunda dan ayah juga.
"aku seperti tidak mengenalmu" ucap Nadya
"mahkota yang sangat cantik" ucap Fuji terkesima
"sudahlah, kalian tidak akan tahu, seberapa ribetnya pakai gaun ini" ucapku
"Kekei" panggil Zara
"ya, aku segera keluar" jawabku "aku duluan ya, kalian juga langsung pergi"
aku keluar, aku dan Zara pergi menuju mobil jemputan,
"ayah dan bunda udah berangkat ya?" tanyaku
__ADS_1
"udah, saking semangatnya, mereka berangkat jam 5 pagi"
"oi oi oi" aku heran
kami masuk ke mobil, lalu pergi, di ikuti oleh yang lain.
"jalan penuh sekali dengan para pejalan kaki" ucapku
"ini hari festival terakhir, pastinya mereka ingin berkunjung juga" jawab Zara
***
kami sampai, kami semua turun dari mobil, Orang-orang memperhatikan kami tentunya, aku bergandengan dengan Zara.
"yang mulia" ucap seseorang membungkuk
"ketua OSIS furuko, terimakasih sudah meluangkan waktu untuk datang" ucapku
"tentu saja, kami semua akan datang apalagi di undang" jawabnya
"terimakasih, kalau begitu, aku pergi dulu ya" ucapku melambaikan tangan
kami pergi menemui ayah, bunda, kaisar dan ratu di ruangan.
"salam yang mulia" ucap ku dan Zara
"wahh, hari ini kalian terlihat sangat cocok" ucap ratu
"terimakasih ibu" jawabku
"kalau begitu, pergilah bersiap" ucap kaisar
"baik ayah" jawab Zara
kami langsung pergi ke gedung OSIS, setelah beriap, kami pergi bersiap di belakang panggung aula.
"aku deg degan" ucap Talita suram
"Talita, bertahan lah, talitaaa" Fuji menggoyang-goyangkan talita
"tenang lah lita, ini tidak seburuk yang kau fikirkan" ucapku
"di sini aku menjadi antagonis dan menyiksa mu, bagaimana jika kaisar dan ratu dendam pada kami" ucap talita takut
"tenang lah, itu tidak mungkin" ucapku tertawa
kami pun mulai masuk panggung dan memainkan drama. Aku melihat begitu banyak penonton, mereka menghayati cerita yang kami mainkan. Walau aku hatiku sedikit sakit saat di bentak oleh sahabatku sendiri, tapi ini hanya akting.
"siapa yang membiarkanmu ikut? pergi sana, cuci semua baju-baju ini! jangan fikir kau bisa mendapatkan hati sang pangeran!"
"tapi, tadi kalian sudah berjanji *menangis"
"kapan kami menepati janji hah?!*pergi
kami melanjutkan ke scan ibu peri, lalu ke pesta dansa, saat berdansa dengan Zara, semua orang yang hadir terkesima, banyak sorakan para penonton.
"wahh indah sekali" "aku suka kaliann" teriak mereka
dan banyak sekali sorakan ketika kami berpisah di pukul 00.00 . Dan melanjutkan scam selanjutnya, mereka jadi seperti membenci Nadya, Fuji, dan Talita dalam cerita ini.
"hei ibu tiri jahat pergi sana!" "kakak kok iri" "nggak tau malu"
itu membuat Talita memerah, lalu cerita berakhir dengan pernikahan cinderela dan sang pengeran.
Kami keluar, dan berjalan bersama di lorong menuju Gedung OSIS, di lapang aku melihat seorang wanita. Aku berhenti dan menahan tangan Nadya,
"kalian duluan, aku dan Nadya ada urusan sedikit, kami akan menyusul"
merekapun pergi
"ada apa?" tanya Nadya
"lihat itu, itu sangat mirip dengan wanita yang ada di foto di kamar kakak ku, dia mungkin adalah wanita itu" ucapku
"siapa?"
"mungkin Dila" jawabku
"jika itu Dila, mana mungkin dia meninggalkan buku nya di sini" ucap Nadya
"R?" tanyaku
"tidak mungkin juga, karena sepertinya R ini punya trauma berat di sekolah ini" jelas nya
"yah,,, orang di dunia ini sering kali ada yang mirip, sudahlah" ucapku
kami kembali ke gedung OSIS, kami terkejut melihat kakak ku diam ketakutan.
__ADS_1