
Setelah mengabsen, bu Feni melanjutkan dengan memilih ketua kelas, bu Feni menunjukku karena tidak ada yang mengajukan diri, setelah itu tiba-tiba Sakaki mengajukan diri untuk menjadi wakilku, dan dengan semangat tinggi Rumia ingin menjadi sekretaris. Awalnya aku tidak ingin menjadi ketua kelas, tapi setelah Sakaki mengajukan diri, aku menjadi bersemangat.
aku senang, ternyata aku disukai oleh tema-temanku di kelas, mereka bilang walau penampilan ku begini tapi aku sangat baik, aku Ramenjelaskan bagian-bagian yang teman-temanku tidak mengerti.
Hari itu aku, Sakaki, dan Rumia makan bersama di kantin, aku mentraktir mereka,, tiba-tiba saja Sakaki mengatakan sesuatu yang mendebarkan.
"Raisa, aku suka kamu, apa kamu mau berpacaran denganku?" ucapnya
"A, akuu?" jawabku heran
"Ayoolah Raisa, terima saja, kau juga menyukai nya kan?" ejek Rumia
Tentunya aku merasa aneh,, mengapa tiba-tiba mereka seakrab itu, mereka seperti merencanakan sesuatu
"o, okee" jawabku malu
Mulai detik itu aku dan Sakaki berpacaran, aku senang sekali, tujuanku akhirnya tercapai,,
Kami kembali ke kelas setelah bel waktunya masuk setelah istirahat berbunyi, kami masuk kelas dan belajar seperti biasanya.
Saat pelajaran usai, bu Feni masuk ke kelas dan bicara bahwa ada pengumuman terlebih dahulu,
" mulai besok dan selama 3 hari ke depan lomba antar kelas akan di mulai, ibu harap kalian berusaha dengan baik, jangan mengecewakan ibu, kita buktikan kelas kita bukan kelas bawah!" ucapnya.
Kami semua terkejut karena terlalu mendadak, tapi mau bagaimanapun, kami harus mengukuti nya.
" Lomba yang diselenggarakan Olahraga atletik, voli, basket, dan renang. Putra dan Putri.
Olimpiade Matematika, IPA, B. Inggris.
Seni diantaranya, merangkai bunga, melukis, dan bernyanyi. Kita harus memenangkan lomba lomba itu!" jelas bu Feni.
Akupun pulang, aku ditunjung untuk mengikuti lomba voli, olimpiade MTK dan B. Inggris, dan merangkai bunga. Entah apa yang sedang bu Feni pikirkan, akukan sedang menyamar, tapu bu Feni malah mau membuka penyamaranku.
Tapi demi membanggakan kelas, aku akan berusaha sebaik mungkin. Saat aku didalam mobil, aku melihat Rumia dan Sakaki sedang berjalan bersama, aku tidak merasa ada apa-apa, mereka mungkin satu arah pulang.
"hmm, hmm, cemburu nii yaa" ejek kak Adi (supir pribadiku)
"apaan sii Kak, aku sama Sakaki udah pacaran, jadi aku harus percaya sama Sakaki" jawabku
"haa? Kamu beneran pacaran sama orang itu?" ucap kak Adi kaget
"iya lah,, lagian dia yang duluan nembak aku" jawabku
"entahlah, Nonaa nonaa!" ucap kak Adi menggelengkan kepala
"apaa nona nona?! Jelek! Nggak sukaa!" jawabku
" iya iyaaa, kekey nohh aku panggil kekey" ucap kak Adi
Saat sampai kakak ku langsung bertanya padaku
"hey, kau ikut lomba itu kan?" Tanyanya
__ADS_1
"iya," jawabku
"terus, gimana dong sama penyamaran kamu yang udah susah payah dandan kaya gitu? " tanya nya lagi,
"nggak tau nih,, gimana nanti aja" jawabku
Akupun pergi dan masuk ke kamar, melempar kacamata ku
"pegaaal,, pake kacamata seharian itu pegaal" teriakku sambil membanting badan ke kasur
Sore itu aku ketiduran sampai bangun esok paginya, aku berangkat ke sekolah tanpa melakukan persiapan apapun untuk lomba.
Saat sampai aku bergegas memasuki ruangan olimpiade MTK, untungnya aku tidak terlambat, aku mengerjakan soal sebanyak 50 soal PG, saat itu penjaga ruangan adalah Nadya, dia menjabat sebagai sekretaris osis, katanya belum ada ketuanya, karena masih berharap aku kembali.
Setelah selesai aku keluar dari ruang itu dan berlari ke ruangan merangkai bunga, saat aku berlari, aku melihat Rumia dan sebagian dari teman-teman sekelasku bersama Sakaki sedang tertawa bersama, aku menghiraukan itu, lalu memasuki ruangan.
aku hanya membuat karangan bunga yang biasa ku buat di rumah, tapi aku yakin dengan karangan itu.
Setelah itu, waktunya istirahat. Seperti biasa aku mentraktir Rumia dan Sakaki di kantin, saat itu ada menu makanan baru di kantin, harganya lumayan untuk seorang pelajar, aku memesan tiga porsi karena mereka membicarakan menu itu.
Mereka terlihat sangat senang, Sakaki bahkan menggombaliku bahwa aku wanita terbaik sedunia.
Aku sangat senang saat itu, aku memberikan hadiah yang sudah aku beli kemarin saat pulang, hadiah itu berisi hp couple kami bertiga. Aku tidak tahu harus memberi hadiah apa, jadi aku belikan hp saja.
Mereka tampak sangat terkejut,
"i, ini untuk kami?" ucap sakaki
"ya tentu saja" jawabku
"sebenarnya kamu dari keluarga apa sih? Nama nya cuma raisa doang, gk pake marga" ucap Rumia
"i, itu rahasia" jawabku tertawa
Setelah selesai jam istirahat, aku memasuki Ruang Olimpiade B. Inggris, aku mahir dalam bahasa inggris, aku menyelesaikannya hanya dalam 40 menit 60 soal PG, aku pura-pura masib mengerjakan karena tidak ingin ditanya.
Setelah waktu selesai, akhirnya aku memiliki waktu istirahat, karena perlombaan olahraga akan di adakan besok, dan hari ke 3 penutupan serta pengumuman pemenang.
Aku keluar ruangan dan lagi-lagi aku melihat Rumia dan teman-teman lainnya bersama Sakaki, aku menghampiri mereka.
"hai, apa yang sedang kalian bicarakan?" Sapa ku
"Tidak, kami hanya memainkan lelucon kecil saja" ucap Sakaki
Selama kami berpacaran aku tidak pernah mendapat perhatian darinya, aku hanya mendapat gombalan yang membuatku terbang hingga angkasa.
Akupun pulang dan berlatih di voli di gor milik keluargaku, letaknya di pinggir rumah, aku belajar bersama kakak, aku sangat serius karena lawab berat bagiku dalam pertandingan voli ini adalah kelas 3B, ke enam pemainnya adalah atlit voli, sedangkan kelasku voli putri hanya aku, Rumia, dan Silvia. Sisanya hanya pernah belajar
Setelah selesai, aku kembali ke rumah, ayah dan ibu sepertinya sedang berbincang serius,, entah apa itu, aku hanya lewat. Dikamar aku memandangi jam tangan yang baru aku beli untuk kami bertiga, aku membayangkan betapa senang nya mereka ketika aku memberikan ini.
Esok nya, aku pergi dan berganti baju memakai baju olahraga. Singkatnya, kami menang melawan semua kelas, dan tinggal final melawan kelas 3B.
Dan alhasil kelas kami kalah melawan para senior itu, kami tidak berkecil hati, karena menjadi juara dua saja sudah sangat membanggakan.
Aku memberikan jam tangan itu karena mereka sudah berjuang untuk kelas, dan Sakaki kalah dalam lomba basketnya, tapi dia sudah berusaha.
"untuk kami lagi?" tanya Rumia
"ya, itu hadiah" jawabku
__ADS_1
Mereka berterima kasih padaku, aku sangat senang tentunya, tapi anehnya mereka tiba-tiba berpamitan padaku dan pulang bersama. Aku pun pulanh di jemput.
Aku terus berfikir, ada yang aneh dengan mereka. Tapi aku terus mencoba untuk percaya.
Aku pulang dan langsung pergi kekamar lalu tidur, aku tidak makan karena malas mengunyah makanan, tubuhku lemas karena sudah bermain tadi.
Malam itu, aku pergi ke minimarket untuk membeli camilan bersama kakak, lagi-lagi aku melihat Sakaki dan Rumia di sebuah kafe di depan minimarket, aku ingin sekali menghampiri, tapi aku berusaha percaya, mungkin mereka sedang mengerjakan tugas pikirku pisitif.
Sepertinya kakak melihat itu, dan kakak tentunya tau pada Sakaki, dia menarikku kemobil dan langsung pulang.
Esoknya aku mau diantar kakak menaiki mobil Lamborghini Murcielago milik kakak, tapi aku menolak karena terlalu mencolok dan akan menjadi pusat perhatian.
Akhirnya aku di antar oleh Kak Adi lagi. Saat sampai, aku diberitahu oleh seseorang bahwa harus berkumpul di aula, itu pengumuman pemenang.
tak disangka aku memenangkan semua lomba yang aku ikuti, tentunya semua orang bungung, aku dari kelas 1 E bisa mengalahkan kelas yang lebih tinggi dan para senior.
saat itu kelasku langsung mengadakan pesta dk kafe dekat sekolah. Aku menyewa kafe itu untuk hari ini. Saat itu semua bersenang-senang, aku juga ikut bersenang senang. Aku pergi memesan menu lagi, dan itu cukup lama.
Saat aku kembali Sakaki dan Rumia sedang menyuapi satu sama lain. Aku sangat terkejut, dan teman-teman yang serih bersama Rumia dan Sakaki berteriak karena so sweet.
Aku terdiam berdiri di depan mereka semua, tanpa di sadari air mataku mengalir, aku sudah berjuang susah payah selama ini tapi inilah yang aky lihat.
Semua orang tiba-tiba menyadari aku ada di hadapan mereka. Mereka melihat ke arahku
"Raisa,!" ucap Sakaki
"k, kenapa kalian lakukan ini? Aku sudah sangat percaya pada kalian" ucapku
"maaf kami tidak berani memberi tahu mu" serentak teman-teman sekelasku yang tidak ikut campur
"kenapa?" ucapku
"tentunya untuk menyakitimu, apa lagi? Dan nyatanya itu berhasilkan?" jawan Rumia tertawa bersama komplotannya
"asal kamu tahu aku dan Sakaki sudah pacaran acaran sejak SMP! Gila ajaa Sakaki mau sama cewe cupu kaya kamu! Udah gitu gk jelas asal-usulnya, tiba-tiba ngasih barang mahal, dari manaaa coba?" ucap Rumia
Aku terdiam dan menelpon kakak,
"heh! Cewe cupu! Jawab dong!! Jangam bengong doang! " ucap Silvia
" terserah kalian saja" jawabku
"gk tau mau di taruh dimana besok muka kamu? Kamu kas sekarang udah tau kebenaran semuanya" ucap Rumia
Tiba-tiba suara rem mobil terdengar, aku benci menyatakan nya, tapu itu adalah kakak ku memakai mobilnya, aku malu, tapi aku akan menggunakan kesempatan ini untuk membalas perkataan mereka
"siapa yang berani membuat adikku menangis?" ucap kakak
"ke, keluarga Ray kan?" bisik Silvia kepada Rumia
Semua terkejut setelah melihat kakak ku aku mengusap wajah dan melepas rambut ku yang aku ikat, dan melempar kacamataku lalu menghampiri mereka
"aku malas berdebat dengan orang-orang seperti kalian, jika mau ambil saja, aku tidak butuh!" ucapku menjauh
"K, keiza Ray!" ucap Rumia kesal
__ADS_1
Bersambung.....