
Saat sampai, semua sibuk sedang mempersiapkan acara esok.
"kei,,, ayo ikut ibu, ibu akan mengantarmu" ucap Ratu Yuma
"baik yang mulia" jawanku
"panggil ibu saja, kita kan akan menjadi keluarga" ucapnya
"lalu aku bagai mana?" ucap Zara
"ayah menunggumu di ruangan nya" jawan Ratu
Aku pun memberikan tasku pada pelayan lalu masuk ke mobil.
Sepanjang perjalanan aku dan ibu mengobrol tentang Zara.
"kau tahu? Zara sangat marah saat kami mengatakan dia akan di jodohkan. Dan dia bergegas mencari kamu cinta pertamanya. Dia selalu melamun, ternyata melamunkanmu" ucap nya tertawa
"oh ya? Ternyata Zara juga melamunkan ku" jawanku tertawa
"yang lebih lucunya, cinta pertamanya adalah kamu, dan tadinya memang kamu yang akan kami jodohkan dengan Zara,, sungguh kebetulan yang sangat indah" jelasnya tertawa lagi
Aku terkejut, ternyata memang dipilih keluarga nya juga. Kami melanjutkan obrolan hingga sampai.
Aku dan ibu keluar dari mobil,
"b, bunda," ucapku
"hai sayang, apa kabar?" ucap bunda
"aku pergi belum satuhari loh bunda" ucapku
"hahaha, iya iya" jawab bunda
Kami masuk ke restoran dan memesan makanan.
"kami ingin, kamu memperhatikan semua pelayan di restoran ini dan mengingat wajahnya baik-baik." ucap bunda
Tentunya aku heran, mengapa aku harus memperhatikan mereka.
"mereka bekerja disini karena ini restoran favorit Zara, sehingga sering mencari kesempatan untuk mendekatinya, untung nya setiap Zara terjebak para prajurit suruhanku bertindak tegas" jelas Ratu
Yaa tidak heran siih, seorang pangeram banyak di gemari, tentunya banyak yang ingin mendekatinya. Tapi entah mengapa, hatiku mulai memiliki kebencian pada mereka.
"sudah sekitar 50 orang yang tertangkap" ucap nya
"li, lima puluh?" ucap ku kaget
50 orang ingin menjebak Zara dengan maksud ingin memilikinya sepenuhnya tapi 49 orang lainnya tak pernah melihat apa yang sudah terjadi sebelumnya. "oke fix mereka **** banget" pikirku
"jadi, bagaimana sekarang?" tanya bunda serius
"kitaa bersandiwaraaa" ucap ibu
Aku tidak mengerti dengan persahabatan ibu dan bunda, aku tahu mereka adalag sahabat lama dark album milik ibu. Aku tidak mengerti jalan pikiran mereka
"kita membicarakan tentang Zara dan pertunangan kalian, dengan gembira dan penuh tawa sehingga membuat mereka mendengar karena penasaran" jelas ibu
"nah benar!" jawab bunda
Aku heran, Yang benar saja, nanti mereka malah punya dendam padamu, terus yang mereka incar jadi aku sama Zara
"t, tapi kan, nanti aku juga jadi sasaran?" ucapku
"nahh itu diaa" mereka serentak
"ap, pa?" tanyaku
"jika mereka ketahuan menyakitimu, Zara tidak akan datang lagi ke sini" ucap ibu
"dan jika mereka masih berusaha, kamu kan bisa beladiri tuuh,, jadi kamu percaya saja pada dirimu sendiri" ucap bunda
"o, okee siih" ucapku "ya ampun bunda, aku ini anakmu" pikirku
__ADS_1
Kami tertawa dan mulai bersandiwara membicarakan Zara
"saat itu Zara terus mencari-carimu dengan sangat panik, tampak takut setengah mati" ucap ibu sambil tertawa
"Zara memang laki-laki idaman" ucapku tertawa
"lalu bagaimana tentang Pertunangan esok?" ucap bunda dengan nada tinggi
"sudah tentu Zara sangat siap" ucap ibu
**BRAAKK**
Para pelayan menggebrak mejaku, mereka tidak tahu bahwa di depanku adalah Ratu, karena dia memakai masker.
"kau mencari perhatiannya agar dia mencintaimu kan?" "kau hanya ingin kekuasaan!" "kau tidak tahu diri!" "menipu pangeran" "berani memanggilnya Zara!" "kau tidak menyukai nya kan? Jujur saja, hanya ingin harta!"
Mereka menyebalkan, mereka seperti sedang menghina dan menantang Ray!
"aku mencintai segalanya darinya, bukan pangkat atau pun harta, aku bukan wanita tak punya harga diri seperti kalian! Rela melakukan apapun demi mendapatkan nya, bahkan cara salah sekalipun!" ucapku sambil berdiri
Aku melihat mereka ingin mengayunkan tangannya untuk menamparku.
" cukup! "ucap ibu
Dia membuka maskernya di hadapan mereka, mereka tampak sangat terkejut, seperti kehilangan harapan
" kalian ingin menyakiti menantuku, kalian harusnya ingat, cctv audio visual di atas meja ini terhubung dengan hp ku" jelas ibu
"y, yang mulia maaf kan kami" mereka serentak
"maaf, maaf! " ucap bunda kesal
Kamipun pergi
"jangan harap dapat menggodanya dengan segelas bir lagi!" ucap Ibu sambil pergi
Mereka tampak kesal, dan marah. Tapi tindakan ibu dan bunda juga tidak salah, ini demi kebaikan kami. Dan dimana ada, orang tua yang ingin anaknya terjerumus pada sesuatun yang salah. Ibu begitu menyayangi Zara.
Aku bersyukur dengan kehidupanku yang amat sangat beruntung dan bahagia ini.
"Kei, esok kau pasti akan terlihat sangat cantik" ucap ibu
"anakku gitu lohh" jawan bunda
Aku hanya tersenyum dan tertawa. Kamipun sampai di kerajaan. Ibu dan bunda menarikku untuk menemui Zara. Kami mengetuk ruangam Zara
"masuuk" Teriak Zara
"Zara!" ucap ibu elegan
Sikapnya saat bersama bunda dan orang lain sangat berbeda. Mungkin ini yang dinamakan gila saat bersama sahabat.
Kami pun masuk
"ada apa bu?duduk lah" ucap zara
Kamipun duduk, dan ibu membuka hp nya
"lihatlah, apa yang di lakukan mereka pada calon menantuku! Ini adalah para pelayan restoran favorit mu itu! " jelas ibu sambil melihatkan video cctv itu
Seketika aku melihat wajah Zara memerah, aku teringat kata-kata yang aku ucapkan pada mereka, itu sangat membuatku malu.
"biar aku yang mengurus ini bu!" ucap Zara
"okee bagus, jika sesuatu terjadi pada menantuku, aku akan menghukum mu" ucao ibu
Aku senang ibu sangat menyayangiku, begitu pula dengan yang lainnya. Kamipun berpisah jalan, aku pergi ke taman belakang,
"langit senja ini sangat indah di pandang" ucapku
"sedang apa sendiri di tempat ini gadis kecill" ejek kakak ku
Aku terkejut karena dia tiba-tiba datang dan mengejekku.
__ADS_1
"k, kakak! Kau membuatku kaget!" ucapku
Dia tertawa sangat senang, dia membicarakan tentang pertunanganku esok, dia bilang dia tidak sabar melihat wajah wanita itu. Dia sangat membenci orang-orang yang pernah membuatku terluka.
"kakak tak pernah membawa pacar kakak ke rumah tuh, jangan-jangan kakak nggak punya pacar yaa!" ejekku
"itu rahasiaa" ucapnya sambil mencubit pipi ku
Malampun tiba, dan aku kembali kekamar dan pergi tidur.
Esok paginya,, semua sangat sibuk, aku telah selesai berdandan
Acara sudah mau dimulai, tapi Zara belum menjemputku juga. Seketika terdengat suara ketukan pintu,
Akupun membuka pintu, ternyata itu Zara, masing-masing dari kami terdiam terkejut dengan penampilan.
Dan dia mengulurkan tangannya padaku
"sudah siap tuan putri?" kata itu kembali terucap dari mulutnya
Akupun memegang tangannya dan berjalan bersama keluar, karena acara dilakukan di halaman kerajaan.
*suara terompet*
Lalu para prajurit membukakan pintu. Semua tamu sudah tiba, tidak aku sangka ternyata banyak sekali tamu yang datang,
Kami berjalan bergandengan hingga ke baik ke singga sana.
Ini tidak biasa, kami tidak saling bertukar cincin. Kami bertukar mahkota,
"hingga saatnya nanti, aku tidak akan melepaskanmu" ucap Zara menurunkan lutut
Semua bersorak ketika Zara mengecup tanganku dengan sangat elegan.
"semuanya, selamat datang di pesta pertunangan ini, sekali lagi perkenalkan, ini Keiza Ray tunanganku!" ucap Zara
"selamat pangeran" "keiza selamat ya" "selamat untuk kalian berdua" "semoga terus bahagia yaa" ucap para tamu.
Kami saling menatap dan tertawa. Orang tua kami duduk bersama di tempat mereka. Kami melihat para anggota OSIS, dan menghampiri mereka.
"Hei!" sapaku
"selamat untuk kalian berdua" ucap Nadya
"ya,, aku akan segera menyusul" ucap talita
"dasar jomblo, wlee" ejek Yoga
Kami tertawa bersama. Sampai aku melihat kelas 1 E juga datang
"Kei" sapa bu guru Feni "kami satu kelas mengucapakan selamat untuk kalian" lanjutnya
"terimakasiih bu" jawan ku
Zara tampak tidak senang dengan kehadiran Sakaki,
"Zara kita temui OSIS sekolah lain, maaf bu kami harus segera pergi" ucapku
"ya,, sampai nanti" jawabnya
Saat itu aku melewati Rumia
"Rubah licik!" ucap Rumia
Aku tahu Zara sangat marah, tapi aku berusaha menahan tangannya seperti kami sedang bahagia berpegangan tangan
"ya,, aku lupa memberi mu selamat,,, selamat atas hubunganmu dengan Sakaki mu yang baik yaa" ucapku, "maaf kami buru-buru, ditinggal dulu ya!" lanjut ku.
Bersambung...
__ADS_1