Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Mentri


__ADS_3

saat sampai, Zara menepuk pipiku, dan menturuhku bangun. Aku bangun dan kami semua keluar.


"rasanya sangat asing berada di sini" ucap Fuji


"hoaaam(menguap) besok rutinitas kita kembali lagi" ucap Yoga


"sudahlah ayo cepat masuk" ucapku


kami masuk ke gerbang.


"ketuaaa" "kalian sudah kembaliii" "selamat datang ketuaa" teriak para siswa di jendela


kami menuju ruang kepala sekolah.


kami masuk dan duduk di sofa. pak kepala sekolah langsung memulai pembicaraan


"jadi,,, bagaimana rasanya sekolah di sana? " tanyanya


"cukup menyenangkan" jawabku "ada apa bapak memanggil kami?" tanyaku


"ohh,,, tidak, hanya sekedar memberikan dokumen-dokumen yang harus kau selesaikan," jelas nya


"ohh ya, dimana dokumennya?" tanyaku


"karena kau tidak masuk 3 hari, jadi sedikit menumpuk, hingga berat untuk mengangkatnya, kalian bawa bagi-bagi, jadi tidak akan berat, itu di sana" ucap nya


saat aku melihat, memang benar, sangat banyak.


lalu apa kerjaan sekolah? pikirku


"kalau begitu kami akan mengambilnya besok, kami pamit yaa" ucapi ku pergi


kami keluar dari ruangan. berjalan ke gerbang


malas mengerjakan, sungguh malas, hahah hahah hahah


"ke-kekei? kamu nggak apa-apa?" tanya Nadya


"hehehe" aku tertawa muram


"sudah lah, lebihh baik kita pulang sekarang" ucap Zara


kami pulang ke rumah masing-masing.


sesampainya di Kerajaan,


"hormat yang mulia pangeran dan putri" ucap para pelayan dan prajurit


Tiba-tiba, ada prajurot yang memanggil Zara


"Yang mulia, Kaisar menunggumu" ucapnya


"ayah? ada apa? " tanya Zara, "kau istirahatlah" ucapnya padaku


aku masuk ke ruangan, dan masuk ke kamarku. membantingkan tubuh ke kasur.


Hpku berdering, aku mengangkatnya


"kekei, kakak sudah memesankan tempat yang kau minta" ucap kakak


"makasih kak" jawab ku


"udah? makasih doang?"


aku langsung menutup telphon. Sebenarnya hari ini aku sudah malas keluar rumah. Tapi masih ada acara. Aku penasaran, mengapa kaisar memanggil Zara tiba-tiba. Aku hanya memandangi langit-langit, bosan, jika aku di rumah, biasanya aku main basket sama kakak.

__ADS_1


aku mencoba baju yang di sediakan kerajaan, ribet, tapi aku ingin mencobanya, aku menggulung rambutku dan sedikit menguraikan rambut depan, dan memakai jepit rambut.


tidak buruk Pikirku


aku baru ingat, aku harus menemui ratu. aku bergegas keluar, gaun putri ini tidak terbiasa saat di pakai berjalan. Aku membuka ruangan,


"yang mulia-" ucap pelayan terpotong, aku melirik padanya


"anda sudah mulai memakai gaun kerajaan, saya bersyukur anda terbiasa diam di sini" lanjutnya


"yahh sedikit tidak terbiasa memakainya, mungkin aku memang tidak cocok berpakaian seperti ini" ucapku


"tidak, tidak yang mulia, anda sangat menawan, lihatlah semua orang di sini memperhatikanmu" ucapnya


aku tertawa dan melanjutkan berjalan menunju ruangan ratu. sampai di depan pintu,,


"apakah ratu ada di dalam? saya ingin bertemu" ucapku


"mohon tuan putri tunggu sebentar" ucap prajurit penjaga


aku menunggunya, aku gugup orang-orang melihat ke arahku. Diapun keluar


"silahkan masuk tuan putri, ratu sedang di pijat" ucapnya


akupun masuk, dan di perusahaan duduk


"ibu,, terimakasih telah membantuku, aku sungguh tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk berterimakasih kepada ibu" ucapku


"hahaha,, tidak apa-apa, ibu senang bisa membantu menantuku,,, dan penampilanmu hari ini sudah membuat ibu sangat terkesima, tunggu sampai Zara melihatnya" ucapnya tertawa


aku keluar dari ruangan dan berkeliling, tidak tau apa yang dilakukan Zara,


apa yang sedang dilakukannya??,,, tidak tidak tidak, kenapa aku mikirin dia coba? hihhh


Pikir ku


"Zara" ucapku riang "eh,, maksudku, ada apa kau kesini?" ucapku berdiri


dia terkesima tak bisa berkata-kata


"Za-zara?" ucapku malu


"oh, ini, perkenalkan,,, ini Kafta, mulai hari ini,dia mentri ku, kakek ku dan kakek nya adik kakak, jika ada apa-apa saat aku tidak ada, katakan saja padanya" jelasnya


"salam kenal, aku Keiza Ray, tunanggannya pangeran Zara" ucapku


"senang bertemu anda lagi" ucapnya


"yaa" ucapku


padahal aku tidak mau membahas hal itu Pikirku kesal


"kalian pernah bertemu?" tanya Zara


"aku menabrak nya tadi siang di sekolah" jelas ku


"ya" ucap Kafta


"kalau begitu tour nya sudah selesai yaa,, semoga kau terbiasa dengan pekerjaan ini" ucap Zara pergi menggandeng ku


kami berjalan menuju ruangan. Zara berjalan tidak tenang, tanganku di genggam erat, serasa di tarik jalan cepat, baju ini sungguh sulit berjalan, berat.


aku menginjak bajuku, dan hampir jatuh kedepan.


"awas!" ucap Zara sambil menahanku

__ADS_1


"maaf, aku tidak terbiasa dengan baju ini, berat" ucapku


"kalau begitu,,," ucap Zara sambil. menggendong ku


hatiku berdegup kencang, malu sekali.


"biar aku yang berjalan" ucapnya tersenyum


aku terdiam sejenak, lalu merasa sangat aman di pangkuannya. Tangannya sangat kuat bisa menggendongku.


"harusnya, aku yang pertama melihatnya" ucap Zara kesal


"huh? maksudmu gaun ini? mhaha, aku hanya main-main, nanti akan ku pakai yang bagus dengan serius untuk mu" ucapku membujuk


Dia tampak senang.Selama perjalanan, aku menatap Zara yang tampak semangat dan riang. Zara membuka pintu dengan kaki, dan menurunkan ku.


"sudah sore, ayo kita berangkat" ucap ku


aku masuk kamar dan mengganti baju, lalu keluar.


"sudah siap?" tanya Zara


"ayo" ucapku berjalan ke arahnya


"padahal yang tadi bagus" ucapnya


"jadi sekarang nggak gitu?!" ucapku


"bukan gituu,, yahh, maksudku" ucapnya terbata-bata


aku tertawa dan menggandeng tangan Zara, lalu berjalan keluar.


kami menuju ke restoran, di perjalanan, sangat macet kendaraan, padahal hampir telat.


"tenang lah" ucap Zara


"tapi aku yang mengatur janji" ucapku


"pak, nyalakan sirine daruratnya" ucap Zara


sirine kerajaan pun terdengar, semua kendaraan memberi jalan pada kami, karena mereka tau kerajaan selalu sibuk.


"solusi yang sangat hebat" ucapku tertawa melihat jalan ke belakang


"udah sampe nihh" ucap Zara


kami turun. Sudah banyak yang hadir, aku dan Zara masuk ke ruangan VIP, disana anggota OSIS sudah berkumpul.


"di mana Yaya?" tanyaku


tidak lama setelah aku bertanya, tiba-tiba pintu terbuka,


"aku hampir telat" ucap Yaya


"kenapa?" tanyaku


"jawabannya adalah dia" ucap Nadya sambil menarik baju seseorang untuk tidak bersembunyi


"ka-kakak?!" tanyaku


"dia memaksa ingin pergi, jika tidak bertemu dengan Gaharu menyebalkan ini, aku sudah datang dari tadi" jelas Nadya kesal


kakak dan Nadya sering bertengkar sejak kecil, sudah tidak aneh melihatnya. kami semua keluar


"terimakasih kepada teman-teman yang sudah datang, aku senang kalian datang sore jelang malam ini, semoga kalian menikmati perjamuan nya"

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2