Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
R


__ADS_3

"ki-kita sudah jauh, tu-turunkan saja aku, aku berat" ucapku


"nggak mau dehh" ejeknya


kami sampai di depan gedung OSIS.


"oyyy kaliaaaan, ini bukan waktunya mesra di mana-mana, liat belum selesai niih" ucap kakak kesal


"kerjain ajaaa sendiri" jawab Zara


aku turun. "Sudahlah, aku mau melanjutkan menjahit" ucapku masuk


di dalam pun bahkan terdengar sangat ramai, untung saja ketak gedung ini cukup jauh. Aku melihat sesuatu aneh, mengkilap tersinari cahaya, di dalam gelas pajangan di dalam lemari kaca. Aku menghampirinya lalu membuka tutup gelas itu, aku menemukan semuah cincin dengan huruf R.


R? sejak kapan ada di sini?


aku memasukan cincin itu ke saku. Untuk jaga-jaga siapa tau itu sebuah barang berharga milik seseorang.


"Kekei, ada yang mencarimu" ucap Nadya


"ah, oh, siapa?" tanyaku kaget


"siswa sekolah furuko sepertinya, Via" ucap Nadya


"hah? di mana Zara?!" tanyaku


"dia ke toilet barusan"


"Rayyyy!! keiza rayyy" teriaknya


aku bergegas keluar karena berisik. Aku heran, dia selalu saja mengganggu orang lain. Aku membuka pintu


"berisik banget sih, apaaa?!" teriakku kesal


"itu dia, aku udah bilang kan, itu pasti dia yang ambil" ucapnya


"mana mungkin, dia adikku, seorang anak keluarga terhormat" ucap kakak


"ada apa ini?" tanyaku


"yang kau pakai itu gelang milikku, di mana kau mendapatkan nya?"


"kamu pikir aku mencuri? enak aja nuduh, kalo aku mau tinggal beli, 10 kardus juga bisa" ucapku kesal


"itu gelang pemberian dari kakak, kak Zara memberikan itu padaku, kau iri padaku jadi kau mencuri nya" ucapnya menangis


Tiba-tiba aku merasa sangat sedih, entah apa dari ucapannya yang membuatku sedih. Zara datang bertanya-tanya


"dia mencuri gelang yang kau berikan padaku kak,,, kakak tau kan seberapa penting nya itu untukku, kakak harus adil" ucap nya tersedu-sedu


"mungkin kau salah faham, mana mungkin kekei melakukan itu" ucap Zara


"semua mengatakan itu tidak mungkin!! lalu jika aku yang melakukannya apa itu juga tidak mungkin?!" bentaknya


"dari mana kau mendapatkan gelang itu?" tanya Zara


"aku di beri hadiah oleh seseorang saat aku membayar tadi" jelasku

__ADS_1


"bohong, kau pikir ada orang lain yang mengambil gelang ku" ucapnya


"lebih baik kita selidiki masalah ini" ucap Zara


"Zara??!" ucap teman-teman serentak


aku terkejut dia tidak mempercayai ku, semakin aku terpuruk tentunya, setegar apapun aku, tentu memiliki batasannya sendiri.


"cukup! bukan kah ini sudah jelas? pertama, kau tiba-tiba datang ke mari menuduh ku mencuri gelang, tanpa melihat gelang apa yang ku pakai, lihat ini, ini gelang dengan ukuran huruf K pemberian ibuku dulu, ini gelang mu *mengeluarkan dari saku*. Ke dua, untuk apa aku mencuri gelang nya? itu hanya gelang, bahkan kau pun tau Zara, aku tidak suka memakai sesuatu milik orang lain" ucapku pergi


"Kekei" ucap mereka


"kakak, ayo kita pulang, aku rindu pada ayah dan bunda" ucapku


aku pergi menuju tempat parkir, mencari mobil kakak. Mobil ini akan bersuara ketika orang asing menyentuh nya. Aku masuk. Sebenarnya yang membuatku kesal bukan masalah dia tidak mempercayai ku, hanya saja,,, entah mengapa, aku kesal ketika via mengatakan gelang nya adalah pemberian Zara,


"kau menunggu?" tanya kakak masuk mobil


"ya udah, ayo cepetan, aku mau tidur nihh ngantuk" ucapku


"jam 12 juga belom" jawab nya


kami pergi. Aku hanya malas meladeni orang seperti Via, hanya membuang-buang waktu. Sebenarnya kesempatan ini juga baik, aku bisa pulang, betapa rindu nya aku tidur di kasur kesayangan ku.


***


kami sampai, aku masuk.


"bundaa" ucapku lesu


"ehh,,, ada apa? apa kau sakit?" tanya nya menghampiri ku


"o-ohh,, kalau begitu, tidur lah" ucapnya


"yaa"


aku pergi ke kamarku, saat membuka pintu aku teringat lagi Zara karena banyak sekali foto nya di kamarku, aku masuk dan membantingkan tubuh ke kasur.


"selamat tidur kasur" teriakku di tutupi bantal


aku mencoba untuk tidur, tapi tetap tidak bisa tidur. Aku jadi memikirkan cincin yang aku temukan. Aku melihat ke luar jendela, kakak pergi lagi. Aku buru-buru ke kamar kakak. Saat membuka pintu nya ternyata di kunci,


ya elah, di kunci segala, lebay amat si punya kakak


"bundaaa, bundaaa" teriakku pergi mencari


"yaa, di sofa" jawab nya


aku ke turun dan menghampiri bunda


"ada apa?" tanya nya


"bunda punya kunci kamarnya kakak?" tanyaku


"buat?"


"emm,, itu,, aku mau pinjem buku bekas kakak belajar, ya bun yaaa, aku pinjem yaaa" ucapku merayu

__ADS_1


"hahh,,, yang rajin ya" ucapnya sambil mengambil kunci dari laci lalu memberikannya padaku


aku bergegas ke kamar kakak dan membuka kuncinya.


yesss, hihihi


aku masuk dan menutup pintu nya


"jadii,, dari mana aku harus mulai mencari?" ucapku


aku tidak sengaja melihat bingkai foto di meja nya, ada foto lagi di belakang foto keluarga yang dia pajang. Aku mencabut foto itu, itu adalah foto bersama


sepertinya ini anggota OSIS terdahulu hehehe


"siapa wanita cantik di samping kakak ini?"


mereka tampak begitu dekat, seorang wanita cantik,


dan sangat anggun.


"hemm,,, pacar kakak?"


aku mengembalikan foto nya. Aku mencari lagi, tapi tidak menemukan apapun. Aku kembali dan mengunci pintu. Lalu mengembalikan kunci pintu itu kepada bunda


"bunda jangan beri tahu kakak ya, soalnya aku nggak jadi pinjem buku" ucapku


"lah kenapa?"


"tulisan kakak dulu jelek ya, aku nggak bisa baca nya, jadi aku kembaliin ke tempat nya" alasan ku


"dasar" ucap bunda tertawa


aku kembali ke kamar,


"R? aku penasaran"


aku membuka google, dan mencari anggota OSIS Majestic dari periode awal.


"sudahlah, mustahil,,, banyak sekali yang inisial nya R" ucapku menyerah


Tiba-tiba ada yang menelpon ku, itu Zara, aku mengangkat nya


"Kekei, maaf,,, apapun yang ingin kau tanyakan tanyakan saja, aku akan menjemputmu sore ini" ucapnya


"ya" jawabku


aku menutup telpon. Entah apa yang aku pikirkan, tapi aku sedang malas bertemu orang lain. Aku pergi menonton TV bersama bunda.


"bunda,,, dulu kakak pernah bawa pulang perempuan?" tanyaku


"emmm,,, kalau bunda Inget-inget sihh,,, pernah"


"orang nya kayak gimana?"


"cantik, anggun, dan sangat mudah bergaul" jelas bunda "tapi bunda tidak terlalu menyukainya, setiap tindakannya seperti sedang merencanakan sesuatu"


Aku yakin, wanita itu pasti yang ada di foto. Jika dia masih menjadi pacar kakak sekarang, aku sangat tidak Terima

__ADS_1


Nadya lebih cantik, walau tidak terlalu anggun, dia jujur dan perhatian,, huhh, aku akan mencari wanita itu


Bersambung...


__ADS_2