Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Sang R


__ADS_3

"i-ini?!" serentak


kami masuk, ruangan yang cukup sempit, hanya ada sebuah meja dengan foto wanita cantik yang aku lihat di kamar kakak saat itu dan sebuah buku di depan foto itu.


kami menghampiri meja itu,


"Kematian Sang harimau berkulit kelinci" serentak


"wanita ini? dia sudaahhh,, " ucapku


kakak tampak sedih dan khawatir


"jadi dari kesimpulan yang kita tarik setelah membaca buku diary nya Dila, wanita ini adalah R, dan R adalah kekasih kakak, Dila menyukai kakak dan dia iri pada R, lalu entah apa yang R lakukan sebenar nya, hingga Dila ngotot mengatakan bahwa R ini tidak baik, dan cincin kakak yang kakak berikan untuk R dititipkan padanya lalu dia sembunyi kan karena dia iri, lalu R ini marah" jelasku


"saat ini kesimpulan dari kekei adalah yang paling rinci, lebih lengkap nya bisa kakak ipar jelaskan nanti" ucap Zara


"aku belum sah menjadi kakak ipar muu!!" teriaknya kesal


"lalu pada akhirnya R ini,,, meninggal" ucap Nadya


kami membawa bukunya dan membaca nya di ruang tengah kami.


*************** isi dalam buku ****************


Dia adalah wanita yang di sukai banyak orang, termasuk tuan muda Ray yang aku kagumi. Siapa sangka, di balik sikap baik nya, dia adalah serigala berbulu domba, siapapun yang membaca buku ini, percaya atau tidak, aku harap kalian membacanya hingga akhir.


saat itu, aku tidak bisa menceritakan nya secara rinci, pagi hari nya satu hari sebelum ulang tahun nya aku mendengar pembicaraan nya dengan teman sekelasnya


"berakting lah denganku besok"


"apa maksud mu Ra?"


"biasanya tuan muda Ray pergi ke kantin saat istirahat, kita mengobrol di belakang mesin minuman saat dia lewat"


"lalu apa yang harus aku katakan?"


"kau cukup bertanya, apa yang kau inginkan di tahun ini, aku akan melanjutkan scenario nya"


saat itu, aku mengerti, dia hanya menginginkan hartamu. Saat siang nya Ray bertanya padaku,


"apa warna yang di sukai Rara?"


aku menjawabnya dengan jujur, dia menyukai warna perak yang terang. Esoknya dia memberikanku cincin berlian berwarna perak dengan ukuran huruf R yang sama dengannya.


Aku tidak memberikan cincin indah itu pada wanita itu. Aku menyimpan nya di tempat yang aman, tidak di sangka, itu membuat sedikit perselisihan di antara mereka, tapi Ray malah membelikan semua yang dia mau saat itu.


aku hanya ingin membongkar tingkah nya, tapi,,,


suatu hari, aku pulang bersamanya, dia selalu menceritakan tentang Ray agar aku iri, tanpa sengaja aku mengatakan kata-kata yang tidak seharusnya aku tanyakan padanya


"kau hanya mencintai hartanya bukan?"


"aku mencintai semua nya, aku adalah kekasih nya, aku minta apapun yang aku mau itu hak ku, apa kau iri? aku tau, tapi sayang, kau tidak secantik aku, semua orang akan percaya padaku karena aku seorang malaikat" ucapnya sombong


aku tidak bermaksud mendorong nya,walaupun saat itu aku sangat ingin mendorong nya, tapi ada yang menyenggol ku dari belakang, tidak sengaja aku mendorong Rara hingga,,, ia tertabrak mobil.


Dia langsung di larikan ke Rumah sakit, tapi tidak bisa di tangani, lalu di larikan ke negara lain untuk pengobatan, tapi 1 minggu kemudian, kami mendapatkan kabar bahwa dia tidak terselamatkan.


percaya atau tidak, aku yakin Ray tidak akan percaya


*****************************************


"begitu ya,, jadi namanya Rara" ucapku


"Dilaaaa!!" teriak kakak kesal

__ADS_1


"sudahlah kak, lagian kakak juga akan segera bertunangan, jangan memikirkan wanita lain" ucapku


Nadya tampak sedikit terpuruk


"aku akan mencarinya sekarang" ucap kakak


"apa kita harus terlibat?" tanya Zara


"ayolah,, demi kakak ku" rayu ku


"aku akan lakukan demi kamu" ucapnya mengelus kepalaku


"aku akan lakukan demi kamu" ejek yoga sambil memperagakan pada Fuji


"tunggu, tapi festival ini belum berakhir" ucap Fuji


"mulai dari sini sudah menjadi urusan para staf sekolah, tidak ada hubungannya lagi dengan kita" jelas kakak


"yooow aku juga akan membantu mu" ucap Nadya sambil menepuk bahu kakak


"terimakasih, kau memang mengerti aku" ucap kakak


kami keluar dan langsung berangkat menaiki mobil masing-masing, aku dan Zara bersama kakak


"kita akan pergi kemana?" tanya Zara


"kita pergi ke apartemen nya, aku rasa dia belum pindah" jawab kakak


kami pergi ke apartemen nya, lalu menekan bel


"kau yakin ini tempatnya?" tanya Nadya


"ya, tentu saja" jawab kakak


Tiba-tiba seseorang keluar dari dalam


"Selamat sore kak" sapa kakak


"ada apa?"


kami masuk, seketika emosi kakak meledak


"apa yang kau lakukan pada Rara?!!! jika bukan karena mu, Rara tidak akan pergi! jika bukan karena mu tidak akan pernah ada pertengkaran di antara kami! mengapa Rara tidak kembali sedangkan kau masih ada disini?! ini tidak adill!!!" teriak kakak


"tenanglah, kau tidak boleh bicara seperti itu" ucap Nadya


"Diam!!" bentak nya


"ka-kau" Nadya syok


"ka-kakak! apa yang kakak pikirkan? pikirkanlah sebelum berbicara, kau membentak orang yang mendukung mu, wanita itu membuatmu buta" ucapku kesal memeluk Nadya


"Y-yaya, bukan begitu" mengulurkan tangan


"tak apa aku tau" menepis tangan sambil tersenyum


kakak terpuruk


"aku hanya ingin kau tau, apa yang aku katakan itu benar, jika kau tidak percaya, terserah, jika ada kesempatan kedua, aku ingin kau tahu dengan mata kepala mu sendiri,,, jika ada kesempatan kedua, aku tidak ingin memperhatikan mu dan terlibat sesuatu dengan mu, aku tak ingin khawatir padamu, aku tak ingin memiliki hubungan apapun denganmu bahkan sebagai kenalan pun aku tak mau! sekarang aku ingin kalian keluar dari tempatku!" bentak nya


kami pun keluar, kakak menunduk.


apa yang sebenarnya dia pikirkan, ini sudah jelas, bahkan Nadya lebih baik dari pada dia!


itu artinya, yang kami temui saat di lapangan itu, mirip seperti Rara?

__ADS_1


aku memandangi Zara,


"apa? kau khawatir aku tiba-tiba seperti kakak mu? kau cinta pertama ku, jadi itu tidak mungkin" ejek Zara


"ti-tidak"


kami berjalan menuju lift, seseorang keluar dari lift dan berjalan, saat dekat, kami kaget, itu wanita yang mirip dengan Rara, dia menyadari kami, lalu berbalik dan berlari menuju lift, kakak berlari menangkap nya


"Rara,,, "


"maaf mungkin kau salah orang"


"tidak, itu tidak mungkin, aku mengenalmu"


dia seketika diam, kakak memeluk nya. Nadya tertunduk,


"Y-yaya,,, " ucapku


"apa? kau pikir aku akan menangisi nya? lagian siapa dia? seorang menyebalkan, aku akan meminta untuk membatalkan pertunangan, walau aku tau, keluarga Ray bukan keluarga yang dengan mudah membatalkan sesuatu" ucapnya


"terlalu memaksakan diri" ucap Arga


"hah? apa maksudmu?" ucap Nadya kesal


"tidak tidak" jawab Arga tertawa


kami menghampiri mereka


"puas?" ucapku


"apa maksud mu?" tanya Rara


"aku sedang berbicara pada kakak, kau tidak sopan, bahkan dengan nada tinggi seperti itu" ucapku


"mode queen ice nya mulai" serentak


"aku tidak menyangka kakak laki-laki ku sangat mengecewakan, aku ingin tahu reaksi ayah dan bunda" ucapku


"sudahlah" ucap Yaya


"kau Rara ya? ini milik mu, ini milik mu,,, tapi kakak ku bukan milik mu" ucapku sambil menyerahkan cincin dan surat nya


"ah, adik Ray, kau secantik yang di katakan kakak mu dulu, bahkan lebih cantik dari kak Dila" ucap nya


"hoo? jika aku lebih cantik dari kak Dila, itu artinya kau berfikir aku tidak lebih cantik dari mu? kau pernah berkata pada kak Dila, bahwa kau lebih cantik darinya, bagaimana Zara? " ucapku


"tentu saja sang putri Mahkotaku yang paling cantik"


"bu-bukan begitu, eh ini pangeran Zara? salam pada yang mulia pangeran" ucapnya


"Kekei, sudahlah, kau bicara sembarangan" ucap kakak


"Dimana akal sehat mu? aku harap akal mu segera kembali, Ayo kita pulang" ucapku


kami kembali, Rara malah ikut naik mobil bersama kami, kakak membawa nya ke rumah, kami pulang ke rumah ku bersama untuk merayakan keberhasilan penampilan kami.


***


saat sampai di rumah, kami masuk,


"Ayaaahhh, bundaaa, lihat kelakuan kakak!" teriak ku masuk duluan


"apa maksudmu kekei, hentikan" ucap kakak


bunda dan ayah menghampiri dari tangga

__ADS_1


"k-kau!" ucap bunda dan ayah


bersambung...


__ADS_2