Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Apa ini


__ADS_3

aku dan kakak masuk ke mobil, menutup pintu dengan sedikit amarah.


"anak perdana mentri itu harus di beri pelajaran" ucap kakak


"sudahlah, dia belum tau posisinya" jawabku


kami kembali ke sekolah


***


lewat pintu belakang.


"kakak tolong bawain ya, kakak kan yang beli sebanyak ini" ucapku


"udah di beliin juga" ucapnya kesal


"terserah" ucapku mendahului pergi


aku jadi kehilangan mood ku untuk memasak *kesal*


aku kembali ke gedung OSIS. *membuka pintu keras-keras* akupun duduk


"ada apa?" tanya Zara


"nggak!" jawabku


Tiba-tiba kakak membuka pintu,


"ba-banyak amat" ucap Talita


"bukan aku yang beli" ucapku "simpen aja di dapur" lanjut ku


dia pergi ke dapur lalu kembali ikut duduk.


"hei, kekei kenapa?" tanya Nadya


"ketemu sama anaknya perdana menteri tadi di mall" jelas kakak


"eh?" Zara kaget, "sudahlah jangan di pikirkan, bukannya kamu mau masak?" lanjut nya


"udah ahh,, aku nggak mood masak, masak aja sendiri" ucapku keluar


aku pergi dari ruangan, mending liat-liat siswa lain yang sedang bekerja .


Aku berjalan-jalan di gedung sekolah. Banyak kelas yang sudah di hias, acara ini memang penting bagi sekolah, selalu sukses setiap tahunnya.


ehh,,, sepertinya ada masalah di sana, aku menghampiri dan bersembunyi.


"cepat katakan rencana kelas mu!" teriak mereka


"a-aku, ti-tidak bisa" jawabnya


"haaahh?!" bentak mereka lagi


"ahh,, maaf" ucapnya ketakutan


"halaaahh, malah nangis, gk gunaa, mending ngomong cepett" teriak nya


"i-ini rencana kelasku, ka-kalian ti-tidak boleh mencurinya" jawabnya menangis


"dasar kau-" ucapnya tertahan


aku menahan tangannya, seorang siswa di bully oleh 5 siswa


"ehhh,,, berani nya keroyokan, payah" ucapku senyum sinis


"oyy,,, kau harus menghormati senior mu, dia junior kami, suka-suka kita lahh" ucapnya menarik tangannya


"nantangin" ucap temannya


"ohh ya? aku siap-siap aja kok" ucapku menggertakan jari


"bos, bos, aku dengar, dia juara taekwondo ke 2 internasional, ini bukan saat yang tepat" bisik temannya


"huh, kau selamat kali ini, tunggu aja nanti" ucapnya

__ADS_1


mereka pun pergi, aku heran,,, mereka banyak gaya tapi tidak ada keberanian sama sekali, sebenarnya apa yang mereka sombongkan.


"te-terimakasih" ucap siswa tadi


"ah, apa kau tidak apa-apa?" tanyaku mengulurkan tangan


"tidak, aku baik-baik saja" meraih tangan dan berdiri


"siapa namamu?" tanyaku


"aku Jia, ketua benar-benar sudah menolong ku dan kelas ku, bagaimana aku harus membayar nya" ucapnya


"tidak perlu Jia, ini kewajiban ku sebagai seorang ketua" jawabku


"kalau begitu, ayo ikut aku,,, aku akan perlihatkan persiapan kami" ucapnya menarik tanganku dengan semangat


dia menarikku menuju kelas nya,


"heii, lihat siapa yang datang " ucapnya membuka pintu


"Jia, bagaimana? apa kita selamat?" tanya mereka ketakutan


mereka duduk di pojokan dan sangat ketakutan, aku benar-benar heran dengan para senior itu, mereka lebih tua tapi tak bisa memberi contoh baik pada junior nya.


"tenang saja, tadi ketua sudah membantu kita, lihat aku tidak berbohong" ucapnya menarikku ke dalam


mereka berdiri, "ke-ketuaa!" teriak mereka kaget


"Hai" sapaku heran


"ada ketua" "cepat suruh dia duduk" "cepat siapkan makanan yang sudah kita masak yang paling enak" "aduh ruangan ini belum di bersihkan, terlihat sangat kotor" ucap mereka tergesa-gesa


"tenang lah" ucapku.


aku melihat banyak menu di meja, aku menghampiri nya.


"untuk apa semua masakan ini?" tanyaku


"oh, itu menu percobaan kami untuk festival nanti, kami akan membuat kafe romansa" jelas Jia


"tentu saja" jawabnya


aku mencicipi masakan satu persatu,


"siapa yang memasak?" tanyaku


"i-itu,,, aku, Dea, Rifka, dan Nia" jawab Jia "apa rasanya tidak enak?" tanya nya


"tidak, ini enak,,, tapi ada bumbu tambahan yang bisa membuat ini lebih enak, ayo,, aku ajari" ucapku ke belakang tirai yang sudah di pasang


"haaa, ya ya, tentu saja" jawab mereka serentak berbinar-binar "yang lainnya lanjut tugas masing-masing" ucap Jia


aku mengajari mereka.


"oh ya, mengapa yang bekerja di sini hanya wanita? jika ada pria, mungkin hal yang tadi tidak akan terjadi" ucapku


"para pria bekerja di luar, mempersiapkan sesuatu untuk parade" jelas Dea


"begitu ya" ucapku


***


setelah itu aku keluar


"aku sangat menantikan kalian, aku akan mampir kemari nanti, sampai jumpa" ucap ku


"kami juga menantikan mu ketuaa, sampai jumpa" ucap mereka serentak


aku menuju lapangan, melihat begitu ramai orang-orang bekerja, aku ingin ikut turun tangan.


"ehh disini bukan?" "bukan, lihat! itu tidak akan muat" "kebalik kalii" "nggak mungkin lah" obrolan


aku melihat mereka sedang kebingungan, aku menghampiri


"ehh,, bukannya itu harusnya di sini, dan ini adalah lubang untuk yang itu, bukan yang ini" Ucapku sambil menunjukkan

__ADS_1


"ke-ketuaa" ucap mereka serentak


"oh, Hai" sapaku


"ehhh, ketua benar, ketua sangat hebat" ucap nya


"hhihi, kau hanya perlu mencocokkan srup" ucapku pergi


aku melihat seseorang sedang kebingungan mencari sesuatu, aku melihat palu di belakang kaki nya, aku mengambil nya


"apa ini yang kau cari?" tanyaku sambil menyerahkan


"ah, ketua,,, benar, ini yang aku cari, terimakasih ketua" ucapnya


"itu ada di belakang kaki mu tadi" ucapku pergi


di sini terlihat sangat menyenangkan, aku akan kembali hehehe.


Akupun kembali ke gedung OSIS.


"apa naskah nya sudah selesai?" tanyaku senyum-senyum


"ehh,, mood mu balik lagi ya?" tanya mereka serentak


aku tertawa kecil


"sudah" jawab Zara


"ayo kita buat peroperti" ucapku semangat


"buat?" tanya kakak


"iya dong, kita harus adil, kita harus berkreasi sendiri" ujarku


"nahh, makannya, jadi kakak itu yang bener" ejek Nadya


"goooo" ucap mereka serentak semangat


kami keluar gedung dan tiduran di rumput halaman depan gedung.


"jadi,,, apa saja tugas kita?" tanya mereka


"emmm, laki-laki melukis background dan mencari kuda yang jinak, kalau kereta di rumahku ada, dulu aku pernah bermain drama kerajaam masalalu" jelas ku


"lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Fuji


"Menjahit kostum" ucapku


"aku tidak bisa menjahit" ucap talita


"masaaa?!" tanya kami serentak


"wajar, Talita kan pria" ejek Arga


"oyy, aku ceweek" teriak talita kesal


"kau haruuuss bisaaa" ucap kami serentak menakuti


"I-iyaaa" ucapnya murung


kami tertawa sejenak. Di sini, biasanya wanita bisa menjahit, merupakan salah satu pelajaran penting di setiap sekolah.


"oke,,, pertama-tama ayo kita lihat di gudang ada apa saja" ucapku


kami ke gudang OSIS,


"aku tidak pernah ke gudang lohh" ucap kakak


"kita juga" ucap kami serentak


aku membuka kunci dan membuka pintu,,,


seketika


"a-apaa ini?!!!" ucap kami serentak kaget

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2