
Setelah menyelesaikan semua pekerjaan, aku menggeliat karena terus duduk.
"selesai?" tanya Yoga
"yaa" jawabku
akupun ikut duduk bersama mereka, suasana tampak membosankan
"aku buatkan makan siang dulu yaa" ucapku sambil pergi
"terimakasiih" jawab mereka lesu
"dari pada diam, lebih baik hafalkan scenario yang sudah di buat" ucap ku
"scenario nya belum di buat" jawab mereka lesu
"kalau begitu buatt!!!" ucapku kesal
"yayaya, ka- kami akan membuatnya" ucap mereka tiba-tiba tegap
"seram" bisik mereka
haduuuh,,,
aku pergi ke dapur dan membuka kulkas,
a-apa inii?!! Aku sangat terkejut. Aku kembali dengan penuh marah,
"Sudah se-le-sai?" tanya mereka tiba-tiba ketakutan
"a-ada apa kekei?" tanya Zara
"kalian nggak ada kerjaan lain dari tadi selain tiduran? nggak ada bahan masakan yang bisa aku buat! mengapa tidak membeli nya jika sudah habiiss" ucapku kesal
mereka memang pemalas, aku tahu itu, tapi aku sedang lelah dan kepalaku di penuhi dokumen-dokumen, sampai aku meledak-ledak seperti ini.
"su-suasana hatinya sedang tidak bagus" ucap Zara, mereka berunding
"bagaimana ini? dia meledak-ledak" "kamu sih, kamu tadi dari dapur" "ketua lagi dateng tamu spesial ya?" "apa lagi kalau dia tau,,,, kita belum menulis apa-apa" bisik bisik
aku tidak mengerti dengan pemikiran mereka, kepintaran mereka terbuang percumah.
"hahh,,, tau ahhh, aku akan keluar membeli bahan-bahan, jika aku pulang scenario nya belum selesaii,,, aku takan memaafkan kalian loohh" ucapku dengan nada mengancam
mereka terdiam tegap ketakutan. *Brakkk, aku menutup pintu.
hahh,,, ujung-ujungnya aku harus pergi belanja, sendiri lagi! Pikirku
di halaman sekolah aku sudah melihat ramai para siswa sedang mempersiapkan festival.
oh ya, pelajaran diakhiri lebih cepat untuk festival sekolah. Jika aku lewat sanaa,,,
*dalam bayangan* "ahh ketua, mau kemana?" "aku antar yaa" "ketua anda sendirian?" "ketuaa dimana pangeran tampan?" "ketua kenapa anda pergi sendiri?" "ketua lihat ini,,," "ketua-" "ketua-" "ketua-"
***
hihhh *merinding bayangan ketua itu membuatku merinding, aku pergi lewat belakang aja.
aku pergi ke halaman belakang sekolah, aku keluar melewati pagar kecil di belakang sekolah.
"nahh sekarang tinggal menunggu taxi lewat" ucapku
tiba-tiba sebuah mobil berhenti di hadapanku
hehh, mobil ini, jangan bilang itu mobil nya,,,,
__ADS_1
"hai baby kekei whahahaha" ucapnya tertawa terbahak-bahak
,,, kakak
"untuk apa kau kemari?" tanya ku
"ehh, ini jalan umumkan? bahkan jika mau aku akan membelinya" ucapnya
"membelinya? palamu tu beli obat" jawabku
"hehh? harus nya aku yang bertanya mengapa kau ada di sini?" tanya nya
"aku mau ke mall" ucapku
dia tampak kebingungan
",,, beli bahan masakan" ucapku
"mencari taxi? aku sudah mengusir semua taxi nya *tertawa, ayo memohon untuk naik mobil ku" ejek nya
manusia ini!! di mana isi kepala nya?! mengesalkan!
ada taxi kebetulan lewat, aku mengulurkan tangan.
Taxi itupun berhenti,
"nahh kan, kakak berbohong, aku mau naik taxi aja, mobil kakak jelek" ejek ku banyak gaya sambil memejamkan mata
tidak menjawab? dimana dia? saat melihat taxi, dia sedang berbincang dengan supir taxi. Taxi itupun pergi
"a-apa yang kau lakukan?!" tanya ku kesal
"memberi nya uang agar dia pergi" ucapnya
"uang itu kertas, kau belajar begitu lama tapi tidak tau uang terbuat dari apa" ejek nya
"hahh,, terserah" ucapku masuk mobil menggerakkan pintu
dia tampak senang, lalu masuk mobil. Kami mulai pergi.
"jika mobilku jelek, siapa yang berani bilang mobilnya bagus?" tanya nya mengejek
"pemilik pesawat" jawabku kesal
"lagian mengapa tidak ingin naik mobil ku?" tanya nya lagi
"lihat itu *meunjuk keluar* semua wanita memperhatikan mu karena kau kaya, aku malas melihat wanita seperti mereka" ujarku
"eh? ciee perhatian" ejek ny
"pehatian mimpi mu!! kalau kakak terjerumus sama cewek kaya mereka, di mana muka keluarga Ray" ujarku
"tetap perhatian, jangan malu adik sayaang" ejek nya
"aku lompat sekarang" ucapku
"ehh, nanti aku kena marah ayah, ihh seremm" ucapnya tertawa
entahlah, aku tidak pernah tau isi kepalanya itu
***
kami sampai di mall, kamu turun.
"kakak ikut masuk juga?" tanyaku heran
__ADS_1
"iya lah, lagian kalo kakak masuk, kamu mau beli apapun nggak usah bayar" ucapnya mengejek
"oh iya, boss,,, aku mau beli semua nya aja kalau gitu" ucapku
"ja-jangan dong, kamu kan udah punya banyak barang" ucapnya
kamupun masuk, kami menuju bahan masakan.
"apa yang mau kau beli?" tanya kakak
"emm, apa aja deh, nanti aku pikirin mau masak apa" ucapku
"ya udah,,, " ucapnya "hei kau" ucap kakak sambil menunjuk pegawai
"ehh tuan, anda datang,,, dengan siapa?" tanya nya
"dia pacarku" jawab kakak
"halo ayah" ucapku pura-pura menelpon
"eh eh eh,, nggak nggak, dia adikku" ucapnya
"jadi nona ini, Keiza Ray? anda sering membeli di sini, maaf saya tidak tau" ucapnya
aku bingung, apa hubungannya jika aku adiknya, dia berjualan, ya aku kan pasti beli. Masa iya aku nggak bayar.
"bungkusin semua satu-satu" ucap kakak
"haa'?!!" teriakku
"siap tuan" ucapnya
"buat apa? lagian aku nggak bawa ATM ku" ucapku
"tenang aja, aku bayar kok, aku juga pembeli sekarang" ucapnya
mereka menyiapkan barang nya, Kakak pergi membayar, dia tak pernah berubah, aku senang.
kami keluar, barang dj bawakan oleh pegawai tadi ke mobil. Kami berjalan kembali, di jalan aku bertemu dengan,,,
"ehhh, nona muda ini sedang bolos sekolah dan jalan-jalan dengan pria lain" ejek nya
mengapa aku harus bertemu wanita ini di tempat seperti ini, yang lebih parah,,, dia mengejekku di depan kakak,,, Via
"kaauuu!!" kakak marah
aku menahan kakak,
"ohh? dimana sopan santun mu? nona Via? semua orang dapat mendengar mu" ucapku
"huhh, kau menggoda laki-laki lain agar bisa membeli barang-barang mahal" ejek nya
aku kesal tentunya, aku sangat malas berdebat, namun dia selalu merendahkanku.
"maaf nona Via, jika aku mau, aku bisa membeli seluruh mall ini, dan lagi, perkenalkan ini kakak ku, Ray Gaharu,,, apa nona tidak membaca sebelum masuk? silahkan lihat plang di depan sana" ucapku sambil menunjuk plang bertulisan RAY MALL HAPPY
tiba-tiba dia tertegun, aku sudah melangkah pergi,,
"seorang anak dari keluarga terhormat bolos sekolah, yang benar saja, bagaimana keluargamu mendidik mu" ejek nya sombong
"maaf nona, adikku ketua OSIS Majestic, apapun yang dia lakukan, selama itu baik, tidak ada yang berani menyalahkan nya, anda sudah berprilaku tidak sopan pada tuan putri, sekaligus nona muda keluarga Ray, apa anda tau apa hukumannya jika kaisar dan tuan Ray tau?" ujar kakak
"sudahlah ayo kita pergi, tak perlu berdebat dengan nona Via ini, dokumen-dokumen ku lebih penting dari pada meladeni nya, ayo kita kembali" ucapku pergi "mohon nona Via jangan mengganggu, jangan menjadi seorang penghalang, tingkahmu tak secantik wajahmu" lanjut ku sambil melewatinya
bersambung...
__ADS_1