
"lepaskan aku, kakak-" teriaknya
pintu pun di tutup, aku benci ketika memiliki saingan, dia membuatku teringat pada shasya.
"aku akan kembali ke ruangan, jangan lupa makananmu" ucapku
"eh,,, kamu marah?" tanya Zara menarik tanganku
"tidak,,, hanya kurang sehat saja, kepalaku terasa pusing" ucapku
"kalau begitu, kembalilah ke ruangan, dan beristirahat lah, aku akan segera menyusul" ujarnya
akupun keluar, entah mengapa hatiku tidak bisa tenang, perasaanku aneh, benar-benar hal yang baru bagiku, aku merasa sangat sedih, entah apa yang membuatku sedih.
aku memang mengatakan aku mencintai nya saat dulu, tapi,,,
aku belum mengerti apa itu cinta sejati?!!
mungkin sedikit demi sedikit aku akan faham sendiri, mungkin dia memang cinta sejatiku. Aku berjalan menuju ruangan
"tuan putri, apa anda sedang tidak sehat? anda terlihat sangat lesu,," ucap pelayan menghampiriku
"tidak-tidak,,, aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir" ucapku
aku masuk ke ruangan, pergi kekamar lalu mandi. Seperti biasa aku menonton TV sambil berendam.
aku jadi teringat tentang orang yang mengaku" pacar nya kakak. Saat aku mencoba menelpon dia menelpon ku duluan.
"selamat malam" ucapku
"ya,, " jawab kakak
"ada apa menelpon ku?" tanyaku
"kau tidak akan mengundangku ke festival sekolahmu?" ucap nya
"dateng aja kali, pake harus di undang segala, oh iya, kakak,,, pacar kakak-" ucapku belum selesai
"yang taggar itu? bukan, ya kalii,,, huhh" ucapnya kesal
"ya udah intinya kakak itu jomblo kan, nggak usah ngelak lagi" ledek ku
kakak tiba-tiba menutup telpon,,, aku keluar dan mengganti dengan baju tidur,
aku jadi mandi 3 kali sehari
aku duduk di sofa, di luar terdengar sangat berisik, aku kesal dan membuka pintu, Via marah-marah pada seorang pelayan
"aku adalah putri dari mentri! kau berani berbicara seperti itu padaku! pelayan seperti mu berada di level yang berbeda denganku *sombong* minta maaf lah cepat!!" teriak Via
"ada apa ini?!" ucapku kesal
"aku mendengar nya mengatakan kenapa nona Via belum pulang,,,kapanpun aku pulang, itu urusanku, pelayan sepertimu tidak pantas membicarakan ini" jelas Via
"aku tidak bermaksud seperti itu nona" ucap pelayan membungkuk
"ini sudah malam, tidak baik bagi seorang gadis pulang terlalu larut, pelayan itu perhatian padamu, lagian dia adalah pelayan istana, bukan pelayan mu, kau tidak berhak menindas nya" ucapku
"kau juga wanita bukan? kapan kau akan pulang? tidak baik bagi seorang gadis pulang terlalu larut" ucapnya membalikkan keadaan
para pelayan dan prajurit terkejut.
"tingkah nona Via ini bisa memicu kemarahan pangeran" "semakin lama tingkah nya semakin tidak bisa di toleransi" "dia sudah banyak mengganggu tuan putri hari ini" desas-desus
__ADS_1
"maaf nona Via, sekarang,,ini adalah rumahku juga,di hadapan anda adalah ruangan ku dan Zara, anda sudah mengganggu istirahatku, tolong jangan buat keributan lagi, aku jadi tidak bisa beristirahat jika kau terus berteriak di sini" ucapku
"terimakasih tuan putri" ucap pelayan
tiba-tiba ada yang memegang bahuku, tentunya aku kaget, aku melirik
"kakak?" ucap Via
"ayo kita masuk, ini sudah malam, tidak boleh berkeliaran" ucap Zara mencubit hidungku
Via menampakkan wajah marah nya, itu sangat mudah mengungkap bahwa kau ingin menggangguku
"nona Via, ini sudah larut malam, mobil sudah di siapkan untuk mengantarmu pulang," ucap Zara
"tapi ka-" ucap Via terpotong
"tolong antar nona Via ke depan" ucap Zara memotong
dia pun di bawa pergi, aku dan Zara masuk, dan duduk di sofa.
"adik kecil kesayanganmu itu sangat hebat ya dalam membuat kegaduhan" ucapku kesal
"oya,, apa kau cemburu?" ledek nya
"nggak, aku mau tidur aja, selamat malam" ucapku malu memalingkan wajah
"ehh,, selamat malam tuan putri" ejek nya lagi
aku menutup pintu, apa ini, aku,,, salah tingkaaah??!!
aku berbaring dan melamun karena tidak mengantuk, wajah Zara terbayang-bayang di pikiranku, bagaimana cara menghilangkan wajahnya ini, silau sekalii.
apa yang harus aku lakukan? aku tidak bisa tidur
***
esoknya...
*mengetuk pintu
"kekei? apa kau belum bangun? nanti kesiangan lohh" teriak Zara dari luar
"jam berapa kau tidur tadi malam?" teriak nya lagi
kesiangan? jangan bilang?!!
aku bangun dan melihat jam, sudah hampir kesiangan, aku membuka pintu,
"tunggu sebentar, aku akan bersiap dengan cepat" ucapku tergesa-gesa
aku mandi dan bersiap-siap, aku menguraikan rambut ku, karena tidak ada waktu mengikat nya.
Aku keluar,
"ayoo, kita berangkat" ucapku buru-buru membuka pintu
"iya iya ayo" ucap Zara
kami masuk mobil
"tidur jam berapa? apa tidak enak badan?" tanya Zara
"tidak,,, mungkin karena kelelahan, jadi tertidur nyenyak" jelasku
__ADS_1
aku tidur jam 3 pagi!!
"hari ini pasti akan sangat sibuk" ucap Zara
aku jadi mengingat pekerjaan disekolah, membuatku ingin kembali dan pura-pura sakit dan tidak akan hadir.
***
tiba-tiba mobil nya berhenti,
"ada apa?" tanya Zara
"maaf pangeran, saya lupa tidak mengisi bahan bakar" jelasnya
"tidak apa,,, ayo kita jalan, lagian sekolah juga udah keliatan" ucapku
"ohh,, tidak takut lelah dan kaki mu bermasalah?" ledek Zara
"hilihh,,, lebay banget" ucap ku
kami turun dari mobil dan berjalan ke sekolah, para siswa memperhatikan kami,
"berjalan kaki ke sekolah, aku sangat merindukannya, saat SD, aku tidak suka di antar hingga sampai" ucapku senang
"satu pertanyaanku,,, mengapa mereka memperhatikan kita terus setiap hari nya?" ucap Zara heran
"mereka jalan kaki?" "wahh baru nihh ada bangsawan kaya gini" "pangeran kita ini memang yang terbaik" "ini pasti akibat dorongan ketua, ketua memang spesial" teriak
mengapa mereka selalu seperti ini? aku heran
kami masuk gedung,
"selamat pagi" sapa para anggota
"pagii" ucapku
"ada apa dengan kantung mata mu itu?!" ucap talita
"tidak, aku hanya sedikit lelah" ucapku
"istirahatlah,,, wajahmu membuatku kasihan" ucap Nadya
"tidak perlu, aku baik-baik saja Yaya" ucapku
kami duduk,
"aku sudah atur untuk peran, sudah dapat relawan juga" ucap Yoga
"oh ya? coba sebutkan peran kami" ucap Nadya
"pangeran yaa siapa lagi kalau bukan Zara, Kekei menjadi Cinderella, Nadya jadi ibu tiri, Fuji dan Talita menjadi saudara Cinderella, aku dan Arga menjadi prajurit kerajaan yang mencari sangat Cinderella dengan sebelah sepatu, " jelas Yoga
"lalu, ibu peri nya?" tanya Zara
"ibu kantin yang kita temui di sekolah Furuko" ucapnya
"hah? masaa?" aku heran
"tapi dia bersedia" ucap Yoga "dan untuk pemeran sampingan lain tenang saja, banyak relawan juga" lanjut Yoga
"terserah lah,,, aku akan membereskan pekerjaanku dulu" ucapku duduk di kursi ku
Cinderella, ya?
__ADS_1
bersambung...