
aku dan Zara melirik
kata pertama yang terucap di pikiran ku si-siapa dia?
seorang gadis manis yang antusias dan terlihat sangat gembira. Dia bersama seorang ibu, apa itu ibu nya? , dia belari kemari
"kakaaak, aku rindu" memeluk Zara
"e'? ehhh'?" aku heran
apa-apaan dia ini? si-siscon??!
"Via, dimana sopan santun mu! aku sudah mengatakan nya berkali-kali, sekarang kita sudah besar, panggil aku seperti seharus nya, di mana hormat mu untuk tuan putri?" ucap Zara tegas melepaskan pelukan
dia menunduk, dia mungkin seumuran dengan kami, hanya saja,,, sedikit lebih pendek dari ku, sangat imut.
"Via,,, beri salam pada tuan putri" ucap Ibu nya
"tuan putri perkenalkan saya Lia istri dari perdana menteri Lu, maaf atas ketidak sopanan anak saya" ucapnya menunduk
"tak apa nyonya Lia, tidak perlu dipikirkan" ucapku
"yaa,,, anakku sudah kenal dengan pangeran sejak dia kecil, jadi mohon di maklumi" ucapnya
hoo' mau main api ya, jalan pikiranmu sudah ku tebak
"salam hormat ku tuan putri" ucapnya tersenyum
palsu!
"yaa," ucapku tersenyum "kalau begitu, kami pergi dulu ya, sampai jumpa nanti" ucapku menggandeng tangan Zara
"sampai nanti" ucap Zara pergi
kami jadi berjalan bergandengan,
"inisiatif mu bagus sekali ya" ucap Zara
"nggak penting, apapun yang dia katakan tentangku, jangan percaya, kecuali jika kau memang menginginkannya, terserah aku pergi saja" ucapku
"oya oya, tuan putriku ini cemburu ya" ucap Zara meledek
"bu-bukan" aku memalingkan pandangan
apa ini? aku nggak cemburu, nggak!!
aku dan Zara masuk ke ruangan
baru jam 2 ya?
aku masuk ke kamarku, mandi dan mengganti pakaian,
apa sudah cantik?
entah apa yang merasuki tubuhku, aku memakai gaun lagi. Sudahlah karena sudah di pakai aku akan pergi ke ruangan Zara, mungkin dia sedang bekerja.
akupun pergi ke ruangan Zara.
***
"apa aku boleh masuk?" tanyaku pada penjaga
"a- itu,, " ucap nya "tentu saja boleh" ucap yang lainnnya
akupun masuk dan menutup pintu, saat berbalik
"putri, kenapa ada disini?" tanya Via
__ADS_1
"aku hanya merindukan tunangan ku ini, bukankah seharusnya aku yang bertanya kenapa nona via ada di sini?" ucapku menghampiri
akupun duduk di sofa
"siapa yang mengizinkanmu duduk di sofa kakak?!" bentaknya
"oh ya? apa aku perlu izin Zara?" ucapku
"milikku adalah milikmu juga" ucapnya tersenyum
"oh ya, bentakkanmu pasti terdengar keluar lohh,, semoga di luar tidak ada yang melapor, dan juga kalau tidak salah Zara tidak mengizinkanmu memanggil nya kakak, apa kau lupa nona?" ucapku
"mohon maaf yang mulia, saya pergi dulu" ucapnya keluar
emosimu adalah keuntungan untukku, tolong lebih rapi lagi jika ingin bermain-main denganku
"jadi ada apa tuan putri kemari?" ledek nya "sepertinya signal kecemburuan mu sangat tajam sampai tau dia ada di sini" lanjut nya
"mana ada, aku hanya bosan di ruangan," ucapku
"apa ada yang bisa aku bantu?" lanjut ku menghampiri meja
"memangnya kau faham?" ledek nya
"ehhh? bukannya ini adalah korupsi?" ucapku sambil menunjuk dari bakang Zara dokumen yang di pegang Zara
"masa sih? Ini terlihat jelas untukku" ucapnya
"Ya ampun, coba lihat ini, Jumlah rakyatmu sekitar 23 juta, penarikan donasi sebanyak 973 juta" ucapku
"lalu? ini sudah benarkan?" tanya nya
"semua terjadi di sinii, jika 73% di gunakan untuk panti asuhan, 15% untuk keluarga tidak mampu, 5% untuk para petani 10% untuk sekolah,bukankah hasilnya bukan 100%? nominal nya pun tidak di sebutkan, dan lagi jika 50.000 dari setiap penduduk, hasil nya juga bukan 973 juta" ucapku
Zara tampak terkejut,
"donasi bulan ini juga naik loh,, bukan 50.000" ucapku
dia pun pergi
"hayahhh,,, niatku kan nggak mau sepi, sepi lagi dehh," ucapku
aku keluar, Lagi-lagi di jalan aku bertemu Via
apa istana ini terlalu kecil? mengapa aku bertemu dia dimana-mana, dan lagi sekarang bersama ratu
"Kekei" ucap Ratu
"ibu, selamat sore" ucapku membungkuk
"i-ibu?!" ucap Via kesal
"kenapa Via?" ucap Ratu
"tidak yang mulia, tidak apa-apaan" ucap Via
"oh ya, apa kau sudah berkenalan dengan kekei? perkenalkan ini kekei menantuku, semoga kalian dapat akur satu sama lain" ucap Ibu
"ah, ibu,,, kami sudah berteman dan berkenalan, kita akur ibu, senang bisa berteman dengannya" ucapku
"kau memang spesial ya" ucap Ibu
"ah ibu bisa saja, ibu akan pergi kemana? biar saya antar juga, Zara pergi tadi, aku kesepian" ucapku
"ibu mau pergi pijat, rasanya badan ku pegal-pegal" ucapnya
"ibu,,, biar aku yang pijat, di rumah aku suka pijat bunda setiap malam" ucapku
__ADS_1
"oh ya? kau bisa pijat? kalau begitu ayo, kita kembali ke ruangan ku saja" ucap Ibu
"Topeng" ucap Via menunduk kesal
"topeng?" ibu heran sedikit kesal
"maksudnya begini yang mulia" ucap via bingung
"ah, Via,,, tunggu aku pijat ibu dulu ya, baru aku bermain topeng dengan mu" jelasku
"ohh begitu ya,,, kalian sangat akrab ya" ucap ibu tersenyum
kami pergi ke ruangan Ratu, dan aku mulai memijat ibu.
***
setelah selesai,,,
"pijatan mu sangat nyaman, kapan-kapan tolong lagi ya" ucap Ibu
"tentu saja ibu,, kalau begitu, aku pamit ya ibu, aku akan memasak makan" ucapku
"memasak untuk Zara?" tanya ibu
"ya ibu, Zara ingin makan masakanku" ucapku
akupun keluar dari ruangan, lalu pergi ke dapur
"anda akan memasak lagi yang mulia?" tanya koki
"yaa,,, tolong jangan biarkan nona Via masuk dapur, kapanpun" ucapku
"te-tentu saja yang mulia" ucap mereka
aku memasak sambil mengingat sadiwaraku tadi, entah mengapa, aku ingin tertawa.
***
setelah selesai, aku membawakan makanan ke ruangan Zara, Lagi-lagi ada nona Cantik itu, sedang menangis
"ada apa inii?" ucapku
"hormat tuan putri" ucap kafta
"kau!! beraninya kau mengusir ku dari sini!" ucap Via
hah? lelucon yang tidak lucu sama sekali
"habis nya tadi dia mempermalukan ku di depan para pelayan, aku emosi apa aku salah?" ucapku
keluarkan sedikit airmata
"a-apa maksudmu? kapan kita hanya bertemu berdua saja?!" ucap nya kesal
"oh ya? kalau begitu, saat bersama siapa aku mengusir mu? biar aku panggilkan saksi nya" ucapku sedikit sombong
"i-itu, aku lupa, tapi kakak, kau percaya ada ku kan?" ucap nya
kakak kakak kakak kakak!!
"kalau begitu, sanksi yang di dapat tuan putri adalah,,, " ucap Zara
Via terlihat sombong
"tuan putri harus terus berada d sisi ku agar aku memperhatikan mu" ucapnya mengelus kepala
"a-apaa??!" ucap Via
__ADS_1
"kafta bawa Via keluar, jangan mengganggu waktu kami" ucap Zara
Bersambung...