
Suasana tiba-tiba hening. Mereka menatapku, wajah Zara tampak memerah. Aku melepaskan pelukan dan menunduk karena malu.
"a-apaa?" ucapku pelan
Semua serentak tertawa
"haaaa,, kau membuatku khawatir" ucap Nadya memeluk
"sandiwara ini hampir membuatku hilang kendali" ucap talita tegas
"kalau begitu, kami pergi dulu, ditunggu kepulangan kalian yaa, bye bye cantik" ucap Ratu
Mereka keluar, kami duduk di sofa,,, aku memasang raut wajah marah pada Zara, semua terus melihat ke arahku
"kenapa? Semua sandiwara ini ulahmu kan" ujar Nadya
"apa kau marah?" tanya Zara
"huh! Kau tampak menikmati sandiwara ini!" ucapku kesal
Merema semua tertawa menertawaiku
"apa? Buktinya, kamu malah beliin dia barang-barang kesukaan aku, sampe barang nya beneran aku buang" ucapku kesal
"semuanya kan agar sandiwara ini terlihat sempurna" jelasnya
"ayo patroli" ucapku
Kami keluar, dan mulai berpatroli,,, senang melihat semuanya tersenyum, hari ini adalah hari terakhir kami menilai sekolah ini, disini cukup menyenangkan dan tidak terlalu menjunjung tinggi kelas sosial. Seperti sekolahku dulu, sebelum kejadian itu terjadi.
"Leika!" teriakku
Leika adalah orang yang melihatkan padaku foto Zara dan Shasya dulu
Dia berjalan ke arahku di koridor.
"kau sudah bisa ke rumahku mulai besok, ibu akan senang melihatmu bekerja dengan keras, maaf ya, memang tidak ada lagi pekerjaan lain, jika kau mengambil SMK dan mengambil jurusan komputer, kau bisa bekerja dengan kakak ku" jelasku
"tidak, tidak apa-apa, pekerjaan ini juga sangat beruntung untukku, dibanding menjadi pelayan toko" ucapnya
"kami pergi duluu" ucapku
Kami berjalan ke kantin, ini pertama kalinya kami jajan bersama di kantin, karena tidak ramai, jadi kami kesana. Karena jam istirahat belum di mulai
"bibiii,,," sapa ku
"ahh,, anda OSIS itu ya, salam pada calon putri mahkota" ucapnya
"tidak apa bi, kita santai aja, lagian kita kesini mau makan, masakin makanan yang paling enak ya bi, hehehe" ucapku
Mereka sudah duduk duluan, aku duduk menyusul
"ini pertama kalinya untukku" ucap talita
"aku juga" ucap yoga, arga, fuji serentak
"makanan kantin itu enak lohh,,, suasananya berbeda hingga membuat rasa makananpun berbeda" jelas Nadya
Aku sedang memikirkan apa yang harus aku berikan pada para siswa karena telah membantuku. Aku bingung karena jumlahnya sangat banyak, jika di bawa ke rumahku, hanya bisa di halaman, jika di bawa ke istana, aku tidak berani bilang sama Zara.
"hei!" ucap Zara menepuk pundak
Aku terkejut "ya apa?" ucap ku
__ADS_1
"apa yang kau pikirkan?" tanya Fuji
"tidak ada" jawabku
Beberapa saat kemudian, makanan di hidangkan.
"terimakasih bibi, sangat wangi, pasti enak" ucapku
"hha, kamu bisa aja" ucap bibi pergi
Kami makan
"enak bangeet" ucap Fuji
Kami makan dengan cepat, mereka terus menambah dan kami mencoba semua menu. Hingga bel istirahat berbunyi, kantin akan segera penuh, tapi kami masih mau diam di sini.
"cepat, nanti nggak bisa keluar" ucapku
"yaahh, tapi aku mau lagi" ucap Talita
"oke oke, aku pesan semua menu untuk kita makan di ruangan, kalian pergi saja duluan, aku akan bayar" ucapku
"asikkk, dibayarin" ucap Yoga tertawa
Mereka pergi, sudah terdengar suara langkah kaki, aku cepat-cepat membayar
"bi, aku pesen semua menunya satu-satu, nanti tolong anter ke ruang OSIS ya, ini bayar yang tadi sama buat yang ini" ucapku pergi
"tunggu, putri,, ini terlalu banyak, banyak sekaliii" teriaknya
"untuk bibi saja, makasih udah masakin enak bii" teriakku sambil berlari
Saat berbelok dan melihat ke depan, aku malah menabrak seseorang dan aku hampir jatuh ke belakang, tapi dia menarik tanganku , "aduduh, maaf aku tidak sengaja, tadi aku sedang buru-buru" ucapku menunduk, saat ku lihat lagi, ternyata senior dari kelas 3-A, seorang terkenal 1 sekolah, selain pintar dan tampan, dia juga sangat lembut dalam berbicara.
" ahhh, tidak tidak, aku yang menabrak, aku tidak apa-apa kok senior, ini salah ku" ucapku tertawa
Menatapku, entah apa yang ada di wajahku sehingga dia menatapku terus-menerus.
"maaf senior, aku buru-buru, terimakasih telah menolongku" ucapku pergi
Yang aku suka dari sini adalah, semua angkatan sangat akur dan saling menghargai, tidak ada senior yang suka menghina juniornya.
Aku berlari menuju ruang OSIS
***
Aku membuka pintu, lalu masuk. "ohh, kepala sekolah, apa anda menunggu saya? " tanyaku bingung
"ya, ada yang ingin saya bicarakan pada kalian" jawabnya
Aku pun duduk, "maaf membuat anda menunggu" ucapku, "jadi, ada apa pak?" tanyaku lagi
"saya benar-benar minta maaf atas kasus Shasya, saya akan lakukan apapun untuk menebusnya, kami sudah banyak merepotkan kalian, kami sungguh minta maaf sebesar-besarnya" jelasnya
"tidak pak, tidak apa-apa, ini memberikan pengalaman untukku, sebenarnya kejadian kemarin juga sedikit menyenangkan bila diingat, tapi bukan berarti mau mengalami lagi, di sini juga kami mendapat pelajaran, tentang arti dari keluarga sekolah, kami sungguh berterimakasih karena sudah di undang, kapan-kapan aku senang bila bisa berkunjung lagi" jelasku
"tidak, tidak apa-apa, kalian bisa berkunjung kapan saja ke sini, kami akan sangat terhormat mendapat tamu spesial, bagaimana dengan penilaiannya, pasti buruk" ucapnya
"tidak, untuk sementara aku belum bisa menilai, karena ini baru saja di mulai, OSIS masih perlu bimbingan, semuanya baru saja di mulai,,, siswa di sini berprestasi, jika anda lihat lebih jeli lagi, semua siswa di sini memiliki potensi besar untuk membanggakan sekolah, pak kepala sekolah,, anda masih muda, tentunya masih ingat bagaimana rasanya masa SMA, sedikitnya, beri siswa fasilitas dan komunitas, dibanding memperluas daerah sekolah untuk membangun kelas baru, lebih baik di belikan fasilitas untuk siswa berkreasi dan mengembangkan bakatnya" jelasku
Kami terus membicarakan tentang sekolah. Diapun keluar.
Ada suara orang mengetuk pintu. Talita membukanya
__ADS_1
"haa! Masuk-masuk, makasiih udah di anterr" ucap talita gembira
Mereka mengantarkan pesanan ku, dan pergi.
"saatnya ngemiil" ucap Nadya
Mereka makan dengan lahap, aku dan Zara membereskan dokumen yang belum selesai,
"aku rindu berbicara khusus dengan mu" ucap Zara
"a-apaan siihh" jawabku malu "kerjakan ini, nanti kita, kita, kencan" ucapku *memerah*
Zara terkejut dan wajahnya matang "j-janjiya" ucapnya memalingkan wajah
"Akhem" serentak mereka meledek kami
Kami mengerjakan hingga siang.
Hp ku berdering, saat di lihat ternyata ayah menelpon, aku mengangkatnya.
Ayah menelponku untuk memberitahu bahwa waktu kami di sekolah ini sudah habis,
"hei, sudah waktunya, suruh siswa berbaris sesuai perintah kepala sekolah" ucapku
"siaaapp" ucap Yoga
"oh ya, aku akan mengadakan makan malam sebagai tanda terimakasihku, kalian juga ikut yaa" ucapku
"siapa yang mau nolak" ucap Talita tertawa
Dia mengumumkan, dan seluruh siswa mulai berbaris. Kami bersiap membereskan peralatan kami, dan membereskan piring milik bibi kantin, dan pergi ke kantin.
"bibii" ucap ku, bibi pun keluar "ini piring nya, makasih ya bibi" lanjutku
"sama-sama" jawabnya tertawa
Kami menuju ke lapang, dari jauh sudah terlihat para siswa sedang mendengarkan kepala sekolah berbicara. Kami di beri wewenang berbicar dan kepala sekola pergi.
"selamat siang" sapaku
"siaang" jawab mereka
"kami sangat berterimakasih atas undangan kalian, kami sangat menikmati waktu kami di sini, kami sudah melakukan semaksimal kami, semoga apa yang kami lakukan dapat di pergunakan oleh rekan-rekan semua, sebagai gantinya kami berharap, kalian dapat berkunjung ke festival Majestic minggu depan, kami sangat menunggu kehadiran kalian" jelasku
"maafkan perlakuan kami yang buruk" "maaf atas kejadian kemarin" "kami harap kalian datang lagi" "kami pasti akan berkunjung" teriak para siswa
"satu lagi, sebagai rasa terimakasihku atas kerja sama kalian bersandiwara, aku mengundang kalian makan malam jam enam sore di restaurant The Coolest, aku harap kalain juga hadir" ucapku
Zara dan yang lainnya berpamitan juga,
"sampai jumpaaa" ucapku melambaikan tangan
"daahhh" teriak mereka
Kami masuk ke mobil kami masing-masing, menuju Majestic. Aku dan Zara masuk
"aku lelah" ucapku "aku ingi-" ucapku belum selesai karena terkejut
"tidurlah sebentar" ucap Zara menarik bahu ku dan menyandarkan kepalaku pada pundaknya
"ka-kau,," ucapku malu
Aku pura-pura tertidur, dengan perasaan ini, mana mungkin aku bisa tidur. sepanjang perjalanan Zara memainkan rambutku.
__ADS_1
Bersambung...