
Aku dan anggota OSIS pun berjalan bersama menuju gedung OSIS.
Lalu kami pun masuk dan duduk bersama di sofa,
"Maaf ya aku tidak mengundang kalian kemarin" ucapku
"hhaha, tidak apa, lagian kami semua menghadiri acara itu kok" ucap Fuji
"kami melihat semua nya dari awal sampai akhir" ucap Yoga
"k, kalian semua?" ucapku malu
Kami tertawa sejenak, dan melupakan dulu tugas kami yang menggunung. Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu,
"siapa yang datang tanpa diundang?" ucap Talita
"mungkin guru" jawab Zara
"akan ku,," aku belum selesai bicara
"biar aku saja!" ucap arga
Arga pun berjalan ke pintu, dan kami semua melihatnya. Saat membuka, sangat mengejutkan sekali,
" k, kaliaan?!" teriak Arga
Bu Feni dan teman-teman sekelasku dulu, datang ke gedung OSIS.
Arga berjalan pada ku
" bagaimana ini?" tanya nya
"biar kan mereka masuk saja" ucapku sedikit tidak senang
Mereka pun masuk, Rumia tampak kesal, sehingga membuat perasaan ku lebih buruk. Mereka mulai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi
"sebagian dari kami takut untuk memberi tahu mu, karena Rumia dan teman-teman nya mengancam kami" ucap Joya
"dasar! Kalian tidak memikirkan perasaan orang lain! Kalian bertindak begitu egois!" ucap Nadya dengan nada tinggi
Aku sangat terkejut, bu Feni adalah guru yang aku hormati, dia membungkuk kan punggung di hadapanku hanya untuk murid nya
" saya mohon maaf yang sebesar-besar nya, sebagian dari kami bahkan ada yang tidak tahu, saya mohon, lakukan apa saja asal jangan mengeluarkan mereka dari sekolah" ucap Bu Feni
"apa kalian tidak malu? Kalian memiliki wali kelas yang begitu baik! Hingga ia harus memohon seperti ini!" ucap Talita
Aku tentunya masih kesal pada Rumia, dan aku bahkan malas melihat ke arah Sakaki, padahal aku tahu dari tadi dia melihat ke arahku. Aku membangkitkan punggung bu guru Feni
" tak apa bu, lupakan saja, anggap tidak terjadi apa-apa" ucapku
Nadya mengerti maksudku, dia mengalihkan pembicaraan agar mereka keluar
"maaf bu, kami akan segera rapat" ucap Nadya
__ADS_1
"ya,, terimakasih atas kelonggaran kalian" ucap bh Feni sambil pergi
Aku tidak ingin membahas lagi tentang itu, jika bukan karena bu Feni langsung meminta maaf padaku, aku sangat ingin memarahi mereka. Melampias kan amarahku karena mereka memandang rendah seseorang dari fisiknya saja.
"mengapa kau membiarkan mereka?" tanya Yoga heran
"terkadang bersikap tak peduli lebih menyakitkan dibanding membenci" ucapku sambil pergi ke meja ku
Aku melanjutkan mengerjakan tugas, dan Zara tertidur di mejaku saat berniat membantu. Yang lainnya sedang terjun ke lapangan, maksudnya sedang memeriksa seluruh sekolah. Aku mengerjakan tugas-tugas sendiri karena tidak tega membangunkan Zara.
Tiba-tiba Arga datang,
"Mey gawat! Kelas 1b berkelahi dengan OSIS dari sekolah lain!" teriak Arga sambil membuka pintu
"ketua OSIS?" jawabku dengan tenang sambil mengerjakan tugas
"sepertinya iya, tadi dia bilang 'aku ketua OSIS siapa yang berani menantangku' seperti itu" jawab nya
"masa hal sepele seperti itu kalian tidak bisa mengatasi?" tanyaku lagi
"m, masalahnya,,, mereka beneran ingin berkelahi, dan jika kami melawan, kami juga termasuk dalam tindak kekerasan" jawan nya
"haduuuhh, kalian kan punya gelar! " ucap ku sambil berdiri
Akupun keluar dan berjalan ke kelas 1b, di Lorong aku melihat banyak sekali orang yang mengerumuni kelas. Mereka serentak memberiku jalan untuk masuk.
"maaf, ada perlu apa kalian datang ke sekolah ini? Apa ada urusan penting, atau hanya bermain kejar-kejaran?" tanyaku halus "Atau memang ingin berurusan denganku?" lanjutku dengan nada dingin
"Hah! Cecunguk seperti mu mau ngapain?" jawan Taiga(ketua osis sekolah lain)
"oh ya? Apa yang mereka lakukan?" tanyaku
"mereka mendorong pacarku di Mall Wonder, dan mencuri baju yang sudah dia beli! Itu membuatku marah, sebagai Ketua OSIS Furuko aku berhak menegakkan kea adilan!" jelas nya dengan nada tinggi
Aku ingin tertawa, masa iya ketua OSIS seperti ini, tidak berguna, membela pacarnya dengan cara seperti ini, dan dia sangat percaya sehingga mungkin di bodohi pacarnya. Karena nampak dengan jelas, orang yang mereka ancam, masing-masing ayah nya adalah seorang manager. Untuk apa mencuri barang di Mall
"coba, Yaya! Lihat cctv di Mall Wonder, lantai 2 tempat pakaian aku mau lihat!" ucapku
Nadya langsung membuka hp ku dan mencari nya, karena mall Wonder adalah mall yang dibangun kakak, hp ku terhubung dengan cctv di setiap ruangan.
"ini" ucap Nadya sambil melihatkan kepada Taiga
"coba kau perhatikan dengan jeli, apa mereka salah mendorong orang yang mencuri baju mereka?" ucapku
"k, kau! Jangan-jangan, keluarga Ray pemilik mall itu?" ucap Sata(temannya)
"kauu!!" ucap Megan ingin menamparku
Tiba-tiba..
"ada apa ini?!" ucap Zara marah sambil menahan tamgan Megan
"p, pangeran Zara!" teriak komplotan Taiga itu serentak
__ADS_1
"kau mengganggu Kekei?!" ucapnya sangat dingin
"sudahlah,, pergi, aku tidak ingin meladeni kalian terlalu lama, nanti-nanti kalau cari pacar yang berkualitas dikit kek!" ucapku sambil pergi
"aaa ketua keren sekalii" "pangeran keren ngk mau ketua kena masalaaaahh" "aku merasa terlindungi kyaa" teriak para siswa
Kami pun pergi ke gedung OSIS.
"kau tidak menghukumnya?" tanya Yoga
"untuk apa? Lagian kamu keamanan malah diem aja!" ucapku
"dia bilang dia ketua OSIS Furuko, jika kami tidak melaporkan nya padamu, nanti takutnya kan salah" jawab Fuji
"yaa Ampun, orang kaya kalian anggap OSIS beneran? Makannya sering-sering baca data sekolah, ketua OSIS Furuko bukan orang kaya gitu! Masa iya sekolah menjelang elit punya ketua kaya gitu" jelasku kesal
"hehe, iya deh iya dehh, nanti bantuin kamu kok" ucap Nadya tertawa
Tiba-tiba hp Zara berbunyi. Zara pun mengangkatnya
"ya? Ada apa ayah?" ucap Zara
Dalam waktu yang sama hp ku berdering, aku pun mengangkatnya
"Haaaaaahhh?!" serentak aku dan Zara berteriak sangat terkejut
"yang benar saja?!" teriak kami serentak
Kamipun saling melihat dan merasa sangat malu, karena kami menerima telphon bersamaan. Teman-teman melihat kami yang begitu terkejut, dan tertawa. Aku dan Zara serentak menutup telphon.
"sebenarnya ada apa siih?" ucap talita Tertawa
"serentak bener" ejek Nadya
"ada apa? Mukamu selerti di panggang" tanya fuji
"a, ayah bilanh, a, a, aaku,," jawabku malu
"kami akan bertunangan besok" ucap Zara lantang
"ha, haaaah? Yang benar saja?!" teriak mereka serentak
Mereka saja terkejut, apalagi aku, saat itu ayah tiba-tiba mengatakan bahwa acara tunangannya akan dilaksanakan besok, jadi aku harus mengundanh OSIS-OSIS sekolah lain, termasuk para siswa sekolah Majestik.
"untuk apa kami berbohong" ucap Zara
"La, lalu?" tanya Nadya masih syok
"kami mengundang seluruh siswa" jawab Zara
"Seluruuh?!" ucap Yoga
Kami pun masuk ruangan publikasi milik OSIS, dan Zara mengumumkan itu. Walau ini hanya acara pertunangan, bukan pernikahan, tapi tentunya aku sangat gugup.
__ADS_1
Kami pun di jemput pulang ke kerajaan untuk persiapan besok.
Bersambung......