Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Episode 33


__ADS_3

akupun keluar


tentunya aku bingung, tatapan nya ada maksud aneh yang bahkan aku saja tidak bisa menebak nya.


Aku bergegas ke dapur,


"yang mulia, kami sudah menyiapkan alat-alat yang biasa anda gunakan" ucap koki


"ah terimakasih, kenapa tahu aku akan memasak? " tanyaku


"itu, dari tadi permaisuri sudah menunggu anda hehe" jawabnya


mendengarnya aku bergegas memasak makanan kesukaan ibu.


setelah selesai, aku pergi mandi bersiap makan malam, setelah selesai aku keluar untuk menemui Zara.


Saat aku di depan pintu, aku menunggu sebentar karena sepertinya masih ada orang di dalam


"maaf membuat anda menunggu" ucap penjaga


"tidak apa-apa" jawabku


Lalu orang yang di dalam pun keluar, aku terkejut karena yang keluar adalah pangeran dari negri tetangga itu.


Aku memberi hormat


"jangan terlalu sungkan nona, kita pasti bertemu lagi" ucapnya sambil pergi dengan menatap kebelakang


aku merasa selalu terselip rahasia lain dari ucapannya.


"Kekei? kau kah disana?" ucap Zara dari dalam


aku langsung masuk


"aku tidak suka gerak-gerik nya" ucapku


"sudahlah, dia datang dari jauh, tak perlu di pikirkan, Ngomong-ngomong ada apa kau datang kemari? " tanya nya


"ohh kau tak ingin aku datang menemani mu disini? oke aku akan pergi aku tak akan-" ucapku belum selesai


"bukan begitu, ayoolah" ucapnya memelas


"iya iya, ayo cepat mandi dan bersiap makan malam" ucapku


akupun mengantar dan menunggu Zara selesai mandi, sambil menonton televisi.


setelah beberapa lama,,,


Aku kaget ada yang memelukku dari belakang, aku langsung melirik


"Z-zara?"


"apa? ayo cepat, nanti ibu menunggu" ucapnya


"humphh" ucapku memalingkan wajah


kamipun bergegas menuju ruang makan, lalu makanan pun dihidangkan


"uhh dari wangi nya saja sudah tercium enak" ucap ibu


"terimakasih ibu" ucapku


setelah selesai makan kami kembali ke ruangan Zara, aku menemaninya lagi, dia bekerja lembur malam ini.


Tiba-tiba ada yang menelpon ku


"Ya kak? "


"Kakak sudah pulang"


"lalu? " jawabku heran


"heii apa kau tidak senang kakak mu keluar dari rumah besar dengan keadaan masih bernafas hah?! " ucap kakak kesal


"itu kan ulah kakak sendiri, sungguh keajaiban kakak bisa pulang" ejekku


akupun menutup telpon

__ADS_1


"ini sudah sangat larut, kembali ke kamarmu dan pergi tidur" ucap Zara


"aku tidak akan tidur jika kau tidak tidur" ucapku


"hoo, kita lihat seberapa lama kau bisa bertahan" ejek nya


"okee" jawabku dengan nada menantang


tak lama kemudian aku malah tertidur.


saat bangun aku sudah di selimuti di sofa,


"selamat pagi" ucap Zara


"pagi,, " ucapku sambil duduk "kau sudah siap? tunggu apa kau tidak tidur?! "


"hmm, aku tidur kok, hanya saja aku bangun lebih awal daripada kamu" jawabnya


"kau berbohong"


"tidak percaya? kalau begitu tanya saja pada kafta" ucapnya meyakinkan


"ya sudah, aku akan bersiap, tidak akan lama"


akupun segera bersiap, setelah selesai bersiap kami berangkat sekolah.


"maaf akhir-akhir ini jadi sering merepotkan mu, karena masalah kakak"


"apa yang kau maksud, ini bukan apa-apa" jawabnya


kamipun sampai dan bergegas ke gedung OSIS


"pagii" sama kami


"pagii" jawab mereka semua


seperti biasa, kami mengerjakan tugas kami.


setelah pulang sekolah, aku, Nadya, dan Zara pergi kerumah ku


"aku pulang" ucapku "k-kau"


kami duduk di kursi,


"Ada apa menyuruhku kesini ayah" tanyaku


"lihat kakak mu ini" jawab bunda kesal


"apa maksudmu ini Haru?! " bentak ayah


"a-ayah tolong tenang" ucapku menenangkan ayah


kakak dan rara diam


"jawab! " bentak ayah lagi


"ayah, aku sudah memutuskan, aku hanya mencintai Rara, dan aku ingin dia tinggal di sini" jelas kakak


ayah berdiri "kau! aku sudah membesarkanmu hanya untuk mendengarmu membantah?! " ucap ayah marah


"ayah, jangan seperti ini" ucapku sambil menarik tangan ayah untuk duduk


"Zara, maaf membuatmu melihat yang seperti ini" ucap bunda


"tidak apa-apa" jawabnya


ayah memegang kepalanya "aku lelah padamu"


"ayah, Lagipula anak ini adalah anakku, keturunan keluarga Ray, apa kau akan tega pada cucu mu?! "


"kau sudah sangat mengecewakan keluarga Ray, kau membuat malu nama keluarga Ray, kau punya dua pilihan, kau bisa merawat anak itu dan biar Nadya yang menjadi ibunya, atau kau pergi bersama wanita ini tinggalkan rumah ini" jelas Ayah


"e-om" ucap nadya


"tu-tunggu, kau tidak bisa melakukan itu, dia anak yang sudah aku lahirkan! " ucap Rara


"aku tidak bertanya padamu"

__ADS_1


kakak terdiam sejenak


"kalau begitu aku memilih yang kedua, karena aku bahagia bukan karena harta" ucap kakak


"tu-tunggu, Haru apa kau sadar apa yang kau katakan?! " ucap Rara


"tenang saja, bukankah selama kita saling mencintai kita akan hidup bahagia? yang penting keluarga kita utuh" ucap kakak mengelus rambut Rara


"Haru! bunda benar-benar kecewa" ucap bunda


"Kakak, kau mencampakkan keluarga yang sudah membesarkan mu" ucapku mulai menangis


"sudahlah kekei" Zara memelukku


"oke, kalau begitu pergi jangan bawa apapun dari rumah ini, tanda tangani ini, setelah menandatangani ini semua milik Ray akan di wariskan pada kekei" jelas ayah


kakak menandatangani itu


"Haru! " ucap Rara


"dan satu lagi, sembunyikan identitas mu, jangan membuat gosip baru untuk keluarga Ray, tuan Gaharu! " ucap ayah pergi


"A-ayah, ayah tidak boleh memanggil kakak seperti itu, ayaah"


"Kekei" ucap Nadya


merekapun pergi, bunda menyusul ayah.


Jantungku berdebar kencang


"mantap" ucap ku mengacungkan jempol


"sepertinya kau cocok menjadi bintang film" jawab Nadya


"kau benar" ucap Zara tertawa "kau sangat menghayati peranmu" lanjutnya tertawa lagi


"nahh sekarag kita lihat, sampai mana mereka bertahan" ucapku "Zara ayo pulang"


kamipun pulang.


Sesampainya, aku langsung di kejutkan


"di-dia lagi" ucapku


"hiraukan saja"


kami lewat di hadapannya


"kakak, kakak tidak menyapaku, aku baru saja lepas dari hukuman" ucap via


"aku tidak mengizinkan mu memanggilku kakak, sudah kubilang kita sudah dewasa" jawab Zara


"kakak,,, ayahh, ayahh" teriaknya


"apa yang kau lakukan?! " ucap Zara


"hmm, lihat saja, ayah tidak akan melepas mu keiza! " jawabnya


"hmm, kalau begitu tolong aku takut" ucapku dengan nada biasa saja


lalu ayahnya berbalik dan datang setelah mengobrol bersama prajurit


"apa? " ucapnya


"aku pernah bercerita kan pada ayah, seseorang berani bermain-main denganku, lalu ayah mengatakan akan membereskan nya" ucap via


"ya, lalu? kau ingin aku membereskan nya sekarang? "


"iya ayah, bukankah ayah bisa meminta bantuan yang mulia untuk mengusirnya"


"ya, siapa orang nya"


"ada di hadapan kita sekarang"


diapun melirik dengan wajah kaget


"y-yang mulia pangeran dan putri, maaf atas ketidak sopanan kami" ucapnya membungkuk

__ADS_1


"a-ayah"


"kau tau kau sedang berurusan dengan putri dari keluarga mana?! ucapnya dengan nada pelan


__ADS_2