
Aku menahan semuanya sendiri, mereka pergi begitu saja, malam itu aku sudah di izinkan untuk pulang, aku pulang ke rumahku dan mengunci pintu.
"kekei, ini kakak, kamu belum minum obat malam" ucap kakak
"masuk saja kak" ucapku
"kakak tidak akan memaafkan orang-orang yang menyakitimu, tenang saja" ucapnya
Aku meminum obat nya dan pergi tidur.
Esoknya, aku belum masuk sekolah, aku menyalakan tv dan melihat cctv ruangan lagi, ini hari terakhir mereka di sana, aku harus pergi. Saat melihat tv, shasya semakin menjadi-jadi,
"Zara,,, lihatlah, ini keluaran terbaru, jam tangan ini cocok jika kita pakai bersama" ucapnya
"oh ya? Akan aku belikan" ucap Zara
"entah apa yang ada di otak pangeran tampan ini" ucap talita
"di rasuki roh jelek" ucap Yoga
"bukan, kekei lebih baik, makannya Tuhan tidak mengijinkan pangeran sepertinya untuk ada di samping kekei" ucap Nadya
"apa katamu!!" bentak Shasya "Zara lihatlah! Dia mengejekku, bahkan ratu saja menyebutku cantik, mengapa mereka berani mengejekku" lanjutnya
"sudahlah" jawab Zara
"kapan kau akan membawaku ke istana? " tanya Shasya
"tidak tahu" Jawabnya
"lebih baik kita pergi berpatroli saja, kau sudah keterlaluan" ucap Nadya
Mereka berpatroli, aki sudah memasang cctv di banyak tempat. Mereka bergandengan tangan.
"kalian cocok sekali" "semoga kalian terus bahagia" "yaaa, kami mendukung kalian" "aaa aku juga ingin" teriak siswa
"Zara, apa kau senang?" ucap nya
"yaa,," jawab Zara
"ingin sekali membungkam mulutmu, dari tadi ngomong aja terus" ucap Fuji
Setelah merema berpatroli, mereka kembali ke ruangan OSIS
Nadya sudah sangat kesal, melihat kedekatan mereka,
"buatkan aku makanan!!" ucap Nadya
"aku hanya akan membuat untuk Zara" jawab Shasya
"apa kau tidak tulus ikut OSIS? Apa kau hanya bersandiwara selama ini? Zara benci orang yang bersandiwara loohh" ucap Nadya
__ADS_1
Diapun memasak untuk Nadya
Mereka. Bertengkar terus menerus, membuatku kesal.
***
Aku keluar dari kamar,,,
"sudah berkumpul?" tanyaku
"sudah" jawab bunda
Kami semua pergi ke sekolah terburu-buru.
Kamipun sampai
*suara sirine*
"itu dia" "ini akan berakhir" "kasihan dia" "menanggung semuanya sendiri" "jika itu aku, aku tidak akan bertahan" "sungguh sangat kuat" desas desus
Kami berjalan menuju ruang OSIS.
*BRAKK*
Aku menggebrak pintu
"kekei?" serentak
"apa kau sudah puas bermain-main?,, Shasya?" ucapku mendekat
"ohhh,, nona panik sekali, saya belum bicara tentang apapun? Ada apa?" ucapku
Dia terlihat sangat panik, karena kehadiran polisi, juga keluarga ku dan kerajaan.
"kau ditangkap atas tuduhan, meracuni minuman putri mahkota!" ucap polisi
"jangan mendekat! Putri mahkota siapa? Mulai hari ini aku yang akan menjadi putri mahkota! Lihat! Zara, Zara, cepat katakan bahwa aku yang akan menjadi putri mahkotamu, aku yang akan menjadi ratu selanjutnya, mereka tidak berhak menuduhku!" ucapnya
Zara diam
"ibu, ibu menyukaiku kan? Ibu bilang kemarin bahwa aku cantik dan baik, bukan kah aku lebih baik untuk menjadi putri mahkota?" ucapnya
"siapa kamu?! Jangan panggil aku ibu! Siapa yang mengizinkanmu memanggilku ibu? Kau selalu memuji diri sendiri, lihatlah! Menantuku sangat cantik dan cerdik! Jika bukan karena nya, anakku sudah terhipnotis olehmu, apa kau pikir kami semua diam saja melihatmu?! Jika bukan karena kecerdikan menantuku, kami sudah harus menerimamu, jika bukan karenamu, dia tidak harus menderita di rumah sakit!" jelas Ratu
"a-a-akuu,,, Zara kau mencintaiku bukan?" tanyanya
"kau pikir aku meminum minumanmu? Ini gelas yang aku berikan padaku, aku belum meminum nya satu tetes pun, ini sudah menjadi bukti bahwa kau melakukan kejahatan! Apa kau pikir, kekei memaksaku mencintainya? Aku yang memaksanya mencintaiku, apa kau pikir dia dan aku hanya main-main, jika bukan karena dia cerdik, kau sudah ku hukum sejak lama" jelas Zara
"tapi sekua orang di sekolah ini mendukung hubungan kita" ucapnya
"apa kau pikir, mereka semua Benar-benar mendukungmu?" ucapku
__ADS_1
--------------(saat menelphon kemarin)----------------
"Zara apapun yang terjadi, jangan meminum apa yang diberikan Shasya"ucapku
" ada apa? " tanya nya
" ada sesuatu yang akan membuatmu terhipnotis dan membuatmu jatuh hati padanya" ucapku
"apa kau cemburu?" tanyanya "kita tinggal menangkapnya sekarang" ucapnya
"huh" ucapku "pokoknya, aku punya rencana yang lebih baik dari pada menangkapnya sekarang" lanjutku
"apa itu? " tanya nya lagi
"suruh dia keluar sebentar, ganti dengan gelas serupa, lalu minum air tawar itu, pura-pura pingsan saja di depannya, lalu bangun dan bersikaplah seolah kau jatuh cinta padanya, laly beroacaranlah dengannya, bertemulah denganku agar dia pamer dan bertemu dengan ibu, untuk scenario ibu dan teman-teman yang lainnya, biar aku saja yang urus, jalankan saja scenariomu dengan baik, jangan kecewakan aku" jelasku
"putriki semakin licik saja yaa" ucapnya tertawa
Lalu aku menelphon teman-teman yang lainnya, dan menyebarkan nya pada para siswa agar mereka ikut bersandiwara.
Aku menelphon Nadya
"Nadya bersandiwara lah seolah kau tak tahu apa-apa, ikuti sandiwara Zara, kau akan mengerti lengkapnya, ingat jangan emosi" jelasku
"apa lagi yang akan dilakukan si jenius ini?" ucap nadya
"beritahu teman-teman yang lain, dan sebarkan pada seluruh murid, aku akan mengundang mereka pesta di rumahku dan memberikan nomor chat ku jika mereka mau bersandiwara bersamaku, buat mereka seolah mendukung Shasya dan Zara!" jelasku lagi
"ya, ya, ya,, aku mengerti" ucap Nadya
--------------------------------------------------------------
"j, jangan bilang,," jawabnya
"semua ini hanya sandiwara! Apa kau sudah bisa merasakan apa itu rasa sakit di khianati? Apa kau sudah merasa lebib baik tidak hidup dari pada hidup? Apa kau sudah merasakan semua yang pernah kamu lakukan padaku dulu, kekei yang dulu terlalu lembut dan lemah! " ucapku "bawa dia! " lanjutku
"ka, kalung iniii!! " ucapnya sambil membuka kalung "alat perekam! " lanjutnya
Aku sudah sangat kesal melihat wajahnya, bunda tak bisa bicara apa-apa karena dia sangat marah..
Dia di bawa oleh polisi
"Tidakkk,, Zara, tolong aku, Zaraaa! Aku lebih baik dari nya, aku lebih baikk, jika kau membantuku, aku mau menjadi istrimu di masa depan! " teriaknya
"siapa yang mengizinkanmu memanggilku Zara?! Kau sudah melukai putri mahkota, apa kau sadar dengan perbuatanmu?! Kekei adalah wanita terbaik untukku! Hanya dia yang memiliki hak untuk menjadi ratu masa depan! Kau selalu mengatakan kau lebih baik dari kekei, apa yang kau bisa? Membuat rencana licik! Tidak berguna!" bentak Zara
Semua terkejut, aku memeluk Zara, zara terkejut.
"dia milikku, apa kau mengerti? Gadis cantik?! Bawa dia pergi!" ucapku sambil memeluk
Dia di bawa pergi oleh polisi kerajaan,
__ADS_1
Akhirnya selesai,,,,PIKIRKU
*Tiba-tiba hening*