
"aku kembali!!" teriak Shasya menggebrak pintu
Dia meletakkan semua minumannya, kami mengambil minuman kami masing-masing.
"sepertinya, milikku bocor, sudah tidak ada udara di dalamnya, minuman kaleng ini aneh" ucapku
"itu-" ucap Nadya terpotong
"ini mungkin jatuh" ucapku
Aku tau semuanya
"Krofoxin" bisikku pada Zara dan meminum minuman itu
"ja-" ucap Zara
Aku sudah terlanjur meminum minuman itu. Saat itu kepalaku sangat pusing, dan tidak bisa menggerakkan seluruh tubuhku. Aku tidak bisa bergerak, semua tubuhku rasanya sangat lemas
"ke, kekei" serentak
Semuanya panik melihatku tergeletak di bawah tentunya, Nadya menangis. Semua siswa panik, saat aku di bawa keluar
"itu ketua" "kenapa" "ya Tuhan, ada apa ini" ucap mereka
Para guru merasa sangat bersalah. Zara menelpon ambulance kerajaan, dan membawaku ke rumah sakit kerajaan dengan cepat.
"aku akan memberikan pelajaran" ucap Zara
"jangan lakukan apapun, ini perintah" bisikku sangat lembut pada Zara.
"kau terlalu ceroboh, jika terjadi sesuatu padamu, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri, aku mohon kau harus sembuh, kau harus menghadapi ini" ucap Zara menangis
Aku tersenyum dan memegang pipi Zara.
Saat sampai seluruh keluarga sudah ada di rumah sakit kerajaan, mereka sangat panik, tapi aku tak bisa berbicara, bunda dan ratu sangat marah. Apa lagi ayah dan kaisar, kakak mengamuk diluar, berteriak-teriak.
"dokter cepat" "kerahkan semuanya" "yang terbaik" "masa cuman segini!!" "cepetan dokter dimana" "harus sembuh total" "jika kalian tak bisa menyembuhkannya, kalian tak berguna" ucap mereka
Semua dokter di kerahkan untuk menyebuhkanku, aku memang terlalu naif meminum itu, tapi aku yakin aku akan selamat.
Aku langsung di tangani dengan perawatan terbaik, dan setelah beberapa jam aku akhirnya melewati masa kritis, tapi dokter masih harus waspada karena ini sangat membahayakan nyawa, aku di rawat di rumah sakit, aku tak sadarkan diri, namun aku bisa mendengar tentunya
Tubuhku rasanya sangat sakit, aku ingin segera sembuh, Ucapku dalam hati
"kekei, kekei" ucap bunda lari ke dalam
"tenanglah" ucap ratu
"kau harus bangun, jangan membuat kami khawatir, kau harus berjuang untuk kesembuhanmu" ucap bunda menangis
"kakakmu mengerahkan semuanya untukmu, tapi tidak ada jejak apapun, kami akan melakukan yang terbaik untukmu" ucap Ratu
Aku ingin segera sadar, aku ingin menangani ini sendiri.
Zara pun masuk
"jika kau tidak sadar, aku tidak akan memaafkan diri sendiri, dan tidak akan memaafkan shasya, ingatlah, kau harus sadar" ucapnya
Akupun sadar, dan memegang tangannya yang menggenggam tanganku
"berjanjilah padaku, untuk menjalankan scenario yang sudah kususun susah payah" ucapku "tidak ada yang boleh masuk ke dalam ruangan ini selain keluarga kita dan OSIS Majestic. Dan beritahu kakak ku tentang ini" lanjutku
Dia menemaniku hingga pagi lagi, dia bangun
"sudah bangun? Cepat sekolah" ucapku
"kau,,, kapan memasang ini?" Tanya nya
"tadi malam, ini, janganlupa berikan kalung ini pada shasya, bilang aja dari kamu" jawabku
__ADS_1
Aku memasang cctv di setiap ruangan yang di pergunakan OSIS dan melihat semuanya di layar tv di ruanganku. Zara pergi ke sekolah Furuko.
Di cctv sudah terlihat, Shasya membersihkan, merapikan, dan menghias meja Zara. Dia menunggu di sofa sambil meminum th.
Teman-teman datang ke ruangan
"selamat pagii" ucapnya
"pagii" jawab mereka serentak
Mereka duduk dan menunggu Zara. Saat Zara datang, dia menunjuk dan membagi tugas.
Dari jauh sangat kesal, melihat kelakuan Shasya, saat aku sudah bisa keluar dari ruangan ini, aku ingin memberi pelajaran.
"Shasya, ini untukmu, karena kemarin sudah banyak membuatmu repot" ucap Zara
"terimakasih, aku tau kau tertarik" ucapnya memakai kalung
"pangeran, mengapa kau menyukai kekei? Bukankah kerajaan harusnya memiliki menantu yang lebih cantik, dan lebih baik?" tanya Shasya
"jaga ucapanmu Shasya!!" bentak Nadya
Zara tidak menjawab pertanyaannya, disana hanya ada mereka bertiga
"haha, kalau begitu aku ambilkan kamu minum yaa" ucapnya pergi
Sayangnya dia keluar, padahal hal menarik sedang aku tonton
"aku akan membuatmu menyukaiku!!" ucap shasya
Untung saja aku memakai alat perekam di dalam kalung shasya. Aku tau apa yang akan dia lakukan, aku menelpon Zara
"... " ucapku
"ada apa?" Tanyanya
"... " jelasku
"... "
"okeee" jawabnya
Aku bukan keiza yang lemah seperti dulu, ingatlah
Shasua masuk lagi ke ruangan, dan meletakkan cangkirnya di meja.
"terimakasih" ucap Zara "oh ya, tolong berikan dokumen ini ke kepala sekolah sekarang" lanjutnya
"ouhh, okee" jawabnya
Diapun pergi,
***
Saat kembali, dia menghampiri Zara
"kenapa belum diminum?" Tanyanya
Zarapun meminumnya, lalu tiba-tiba tertidur
"ada apa?" tanya Nadya
"tidak, dia hanya kelelahan biarkan dia tidur sejenak" ucap Shasya
1 jam kemudian, semua anggota sedang ada di kelas, Zara bangun dan tiba-tiba
"S-shasya,,," ucap Zara
"ada apa ini?" ucap Arga
__ADS_1
"aku menyukaimu, berpacaran lah denganku" ucap Zara membungkuk
"Z-Zara!!" teriak mereka serentak
"tentusaja" ucap Shasya tersenyum
"Zara!! Apa yang kau lakukan? Apa maksudnya ini!" bentak Nadya
"aku menyukainya, lalu apa masalah nya denganmu?" ucap Zara
"sudahlah,,, bagaimana jika kita beritahu siswa lain" ucap Shasya
"oke" ucap Zara
Mereka mengumumkan hubungan mereka, seluruh siswa mengetahui hubungan mereka. Aku menelpon Shasya,
"Shasya!! Apa maksudmu!Yaya udah ceritain semuanya! Inget aku belum pernah denger ada kesempatan ke tiga !" ucapku
"apa? Bangunlah ini bukan mimpi! Zara menyukaiku? Bagaimana tidak, aku lebih cantik darimu!" jawabnya menutup telpon
Para siswa ribut dengan kabar ini. Anggota OSIS pun terkejut
"a, apa apaan ini!" ucap Talita
"sudahlah, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke mall, terus jenguk Keiza" ucap Shasya
"oke" jawab Zara
Mereka pergi
"mengapa kau memakai masker?" tanya Shasya
"jika tidak, kita tidak bisa tenang, nanti di kerumuni" jelas Zara "tolong kerjakan sisa dokumen nya" ucap Zara pada Nadya
Mereka pergi. Aku hanya mendengarkan pembicaraan biasa mereka di alat rekam yang ada di kalungnya
***
Dokter masuk ke ruanganku,
"tuan putri, ini saatnya penyuntikan" ucapnya
"oh ya, silahkan" ucapku
Dia menyuntikku
"ada temanku yang ingin menjenguk, apa dokter bisa tolong ambilkan remote di sana?" ucapku
"hhha, tentu saja" ucapnya tertawa
Dia mengambilkan remote itu lalu pergi
Saat itu Shasya sepertinya sudah tiba, dia berbicara dengan Ratu
"yang mulia, saya Shasya" ucapnya
"ohh,, siapa gadis ini?" tanya ratu
"dia pacarku bu" jelas Zara
"ohh begitu ya,,, kalian ingin menjenguk Kekei?" tanya Ratu
"ya" ucap Shasya
Mereka masuk ke ruanganku, aku sedang menonton acara tv
"untuk apa kalian ke sini?" tanyaku
"kami hanya ingin memberitahumu, kami berpacaran, dan aku sudah dibelikan barang-barang mahal, aku sudah makan bersama dan jalan-jalan berdua, aku menang lagi, dan kau kalah, SELAMAT!" ucap Shasya
__ADS_1
"begitu ya? Lalu apa jika kalian sudah berpacaran? Aku tidak kekurangan uang sehingga meminta di belikan barang-barang mahal, asal kamu tau, semua barang yang kau beli hari ini aku sudah memilikinya, dan sudah bosan memakainya sehingga hanya akan menjadi buangan, saat kau memakai, aku membuang" ucapku
Mereka pergi begitu saja. Tentunya aku menangis, ini semua rasanya menyakitkan.