Primadona Dan Pangeran Tampan

Primadona Dan Pangeran Tampan
Awal pembalasan


__ADS_3

Saat aku membuka penutup mata, aku terdiam sejenak karena heran


"silahlan masuk, tuan putri!" mengulurkan tangan


"p, pangeran!" ucapku kebingungan


"ya, ini aku," ucap pangeran zara


Aku memegang tangan yang dia ulurkan padaku, aku melihat sekeliling banyak sekali para prajurit yang berbaris. Ada juga sang raja dan ratu


"selamat datang menantuku" ucap sang ratu


"senang bertemu dengan anda yang mulia" salamku membungkuk dengan sopan


"mata Zara memang tidak salah, kamu gadis yang baik" ucap raja



Aku pun kembali berjalan bersama pangeran zara berdua ke taman kerajaan. Aku masih heran, sebenarnya apa yang sedang terjadi, aku gugup ingin bertanya, tentusaja! Karena dia adalah panutanku.


Kamipun sampai di taman kerajaan yang kuas, disana sudah disiapkan hidangan untuk kami makan sore bersama. Aku pun duduk dihadapannya.


"sepertinya kau gugup, kenapa?" ucap pangeran


"sebenarnya, aku tidak mengerti apa yang sedang terjadi, hehe" jawabku


Pangeran tertawa sendiri, aku semakin bingung sebenarnya apa yang sedang terjadi,,,


"kamu benar-benar tidak di beritahu oleh keluargamu?" tanya pangeran


Aku menggelengkan kepala. Saat itu aku langsung mengingat, bagaimana bisa mereka memberitahuku, dari pulang sekolah aku tergesa-gesa datang kesini


"kamu tahukan aku sedang mencari cinta pertamaku?" Tanya nya


"ya, aku tahu" jawabku


"apa kau ingat, dulu,, ada anak laki-laki yang tidak bisa membayar sebuah es krim karena tersesat?" tanya nya lagi


Aku mengingat lagi masalalu ku dengan baik


"ya, aku ingat, saat itu anak itu di marahi penjualnya, lalu aku membayar es krim nya dan mengantarnya ke kantor polisi, lalu aku buru-buru pergi karena mau pergi ke TK" jelasku


"tepat! Kamu adalah orang yang aku cari" ucapnya


"a, akuu?" ucapku heran setengah gembira


"anak laki-laki yang kau tolong adalah aku,, saat itu aku sangat berharap ada seseorang yang menolongku, tapi orang-orang hanya lewat dan membicarakan ku, tapi kau berbeda, kau menolongku bahkan sampai ke kantor polisi dulu saat kau terburu-buru" jelasnya


"lalu?" tanyaku


"saat itu, aku mencintaimu pada pandangan pertama" jelasnya sangay jelas


Dalam pikiran ku yang terbesit hanyalah "apakah inj mimpi? Cepat bangun kekei!" tapi aku tau itu kenyataan

__ADS_1


"apa kau tidak melihat berita kemarin malam? Bahwa aku akan mengenalkan calon tunanganku pada media?" tanya nya


Yang aku ingat, semalam keluarga ku sedang mengejekku habis-habisan. Tak sempat melihat tv


"h, hari ini? Aku akan hadir dalam acaramu, boleh kan? " ucapku


"apa maksudmu? Tentu saja kau hadir! Kau kan calon tunanganku!" ucapnya


"a, aaakuu??" ucapku tidak percaya kenyataan


Aku sangat terkejut, aku baru memahami maksud semuanya, hatiku berdegup sangat kencang, tak bisa mengkondisikan wajah ku sendiri, aku bingung harus menjawab apa, yang aku pikirkan saat itu hanyalah "aku mohon lamar akuu, aku mengagumi mu dari lamaaa" mimpiku tinggi.


"apa kau bersedia menjadi istriku di masa depan?" mengulurkan tangan


Aku benar-benar terkejut dan sangat senang, ini benar-benar seperti sebuah mimpi, aku sangat ingin, tapi aku harus bagaimana, aku ingin, aku ingiin.


Tanpa aku sadari, tanganku sudah menggenggam tangannya, aku baru sadar dan bingung mengatakan apa,


"ya tentu saja, aku mengagumi mu dari lama sekali" ucapku tak sengaja


Aku menutup mulutku dengan tangan ku yang sebelahnya lagi, "apa yang aku katakaan? Apa dia akan membenci ku?" pikirku


"terimakasiih, aku mencintaimu" ucapnya


Aku sungguh ingin menangis, sekali lagi aku ingin membuka hatiku, aku ingin merasakan apa itu cinta sejati, aku harap kali ini benar-benar nyata. Bukan cinta palsu yang hanya candaan.


"benarkah?" tanya ku


"tentu saja, kamu itu seperti matahari untukku" ucapnya


"satu saja sudah cukup" jawab nya


"gombal" jawanku tertawa


Kami pun mengobrol untuk lebih mendekatkan diri, kami berbagi cerita tentang hidup kami masing-masing. Aku juga menceritakan tentang Sakaki, dia tentunya tau tentang Sakaki, dia bahkan ingin menemui nya saat itu juga, aku tertawa melihat tingkah lakunya.


Sore pun berlalu, aku di antar ke kamar ku untuk bersiap-siap. Para pelayan mendandaniku dengan sangat baik,



Aku tidak banyak berdandan, hanya mengikat rambutku dan mengganti baju. Aku langsung keluar dari kamar, saat aku membuka pintu


"sudah siap tuan putri" ejeknya


Dia mengulurkan tangan dan aku menerimanya, kami berjalan dengan elegan, karena aku juga diajarkan etika. Dia memegang tanganku seperti pernikahan raja dan ratu di film-film yanh sering aku lihat, memegang tangan dengan tanganku di atas, dan tangannya menahan di bawah. sambil berjalan orang-orang melihat terus ke arah kami


"wahh cocok sekali," "calon tuan putri kita sangat pantas" "cantik sama ganteng, irii deh aku" ucap para pelayan dan prajurit


Kami pun sampai di depan pintu aula istana, lalu pintu itu terbuka, karena di buka oleh para prajurit.


"kita langsung masuk dan berdansa, mengerti?" ucap nya


"ya" jawanku

__ADS_1


Kami pun melangkah masuk, dan otomatis semua mundur membentuk lingkaran. Lalu dengan elegan, kami langsunh berdansa ketika masuk. Gerakan nya yang indah, membuat gerakanku semakin lentur, dan tidak takut menginjak kaki nya.


"indaaah" "aku baru melihat yang seindah inii" "sangat cocok satu sama lain" "mereka terlihat saling menyayangi satu sama lain" ucap para tamu


Banyak media yang meliput kami. Akhirnya dansa nya pun selesai. Kami berhenti


"semuanya, perkenalkan, ini Keiza Ray, dia adalah cinta pertamaku yang sudah lama aku cari dan dia adalah, calon tunanganku" jelas nya


Para tamu terkesan dengan penjelasan nya, dan semua memberi tepuk tangan


"keiza Ray," "wahh dari keluarga Ray ternyata" "sangat cocok dan tepat sekali" "mereka sudah seperti saling melengkapi, ditambah lagi ini dari keluarga Ray" ucap para tamu


"ka, kapan acara tunangannya akan dilangsungkan?" tanya salah satu wartawan yang memberanikan diri


"ya benar" "kami ingin lihat" "jangan lupa undang kami" "aku menungguuu" ucap mereka gembira


"untuk acara pertunangan, akan di lakukan secepatnya," jelas Raja


"silahkan dinikmati Pestanya!" ucap sang ratu


Aku dan Zara pun duduk di singgasana yang sudah di siapkan, bersama keluarga ku juga tentunya.


"mulai besok, Zara juga akan bersekolah, dia bilang jika tidak ada pekerjaan, dia bosan, jadi dia ingin sekolah sekalian ingin memperhatikan nona Ray" ucap raja


"aku senang mendengar nya yang mulia, panggil saja kekei yang mulia" ucapku


"kemarin malam pangeran sudah daftar, dan melakukan tes kok!" ucap bunda


"dia terpilih menjadi wakil ketua, nilai nya dibawahmu, tapi di atas yang lain, kekei memang hebat yaa," ucap ratu


"terimakasiih yang mulia" ucapku


Aku masih tidak menyangka, dalam nilai, aku masih lebih tinggj dibanding pangeran.


Pestapun selesai, aku kembali ke kamarku, lalu tertidur karena lelah.


Esok paginya, aku dibangunkan para pelayan, aku bersiap untuk berangkat sekolah, saat aku keluar kamar, seperti biasa, dia sudah menunggu ku di luar.


"ayo kita berangkat" ucapnya


Dia berangkat kesekolah dengan penampilan biasa nya, tidak seperti kemarin yang menata rambutmya



Dia langsung memakai seragam osis.


Kamipun berangkat menaiki mobil kerajaan, dijalan tentunya banyak yang memperhatikan kami, karena logo kerajaan itu sangat berpengaruh.


Kamipun sampai, tidak di sangka, para osis menggelar karpet merah dari gerbang hingga ke gedunh osis.


Kami pun keluar dari mobil


"aaa, itu beneran" "selamat ya ketuaa" "aaa pangeran dan putri" aku penggemar kaliaan" teriak siswa.

__ADS_1


Saat itu zara mengulurkan tangannya, awalnya aku tidak mau menerima, tapi saat itu aku melihat Rumia sedang memperhatikanku di belakang kerumunan,aku pun menerima uluran tangannya, dan kamipun berjalan ke gedung osis bersama anggota yang lainnya.


Bersambung...


__ADS_2