
setelah selesai mandi, aku pergi ke dapur istana,,,
"jelang malam semuanya,,, " sapaku
"tuan putri, apa anda akan memasak makan malam lagi?" tanya koki
"ya bi,,, Zara ingin makan masakanku, aku juga akan memasak untuk kaisar dan ratu" ucapku
"anda sangat mahir memasak, apa anda pernah sekolah memasak?" tanyanya lagi
"tidak,,, aku hanya melihat ibuku memasak saja" ucapku sambil mengambil bahan-bahan
akupun mulai memasak pesanan Zara, aku berkeringat lagi.
***
aku lupa,,, harus nya aku memasak dulu sebelum pergi mandi. Tiba-tiba seseorang membuka pintu,,,
"tuan putri, apa anda di sinii?" ucap pelayan yang mendandani ku tadi pagi
"ya, ada apa? " tanyaku sambil menyelesaikan semua masakan
"anda harus ikut bersama kami,,, secepatnya" ucapnya
"ya,, sebentar, aku menyelesaikan ini sebentar lagi" ucapku
***
setelah selesai, aku menghampiri mereka,,
"ada apa?" tanyaku
mereka menarikku,berlari ke kamarku,
"anda cepatlah mandi, akan ada makan malam keluarga hari ini" ucap mereka
akupun pergi mandi lagi,,,
makan malam keluarga? apa aku termasuk?
hahh,, ujung-ujungnya mandi lagi,,
setelah selesai mandi, aku kembali memakai baju kerajaan dan di tata rapi oleh mereka.
"tuan putri,,, pangeran sudah menunggu diluar, akan ada kakak dan adik kaisar, serta sepupu pangeran, buat mereka terkesan dan tidak mempersulit mu" ucap pelayan
akupun pergi keluar,,,
"kau memasak makan malam?" tanya Zara
"yaa,, aku kira tidak akan ada acara ini" ucapku
"biar mereka mencicipi masakan master" ledek nya
kami berjalan bersama menuju ruang makan,
***
aku langsung duduk di sebelah Zara.
"adik ipar,,, senang dapat melihatmu dekat begini, jika dilihat dari dekat, adik ipar sangat cantik" ucapnya
"terimakasih kakak ipar" ucapku
pantas saja Zara yang di tunjuk sebagai putra mahkota, selain dia anak dari Kaisar sekarang, dia juga yang paling tinggi ilmunya dari usia dini, dan sangat berwibawa.
Sepupu-sepupunya,,, 3 orang laki-laki, yang 1 terlihat seperti berandalan, 2 lagi terlihat sangat pendiam, 2 orang perempuan, 1 baik, cantik dan berkarisma, 1 lagi terlihat sangat lagu.
"menantu, perkenalkan, yang tadi itu Malika, ini Reghia, Ini Andrian, Ini Wenxi, dan ini Kara" ucap Ibu
"salam kenal semuanya, aku Keiza Ray" ucapku
__ADS_1
paman-pamannya selebihnya aku sudah tahu dalam berita,
"ibu, apa kau tau? makan malam hari ini tunangan ku ini yang buat" ucap Zara
"oh ya? aku jadi tidak sabar ingin makan" jawabnya
makanan pun di hidangkan,,, mereka mulai mencoba makanan nya
"hebat,, ini enak sekali" ucap kak Malika
"sejak kapan kau bisa memasak?" tanya Raja Qin
"sudah sejak kecil yang mulia" ucapku
"pantas saja,,, entah sejak kapan mata Zara itu menjadi sangat cerdik dan memilihmu" jawabnya
"Menantu sudah repot-repot membuatkan makan malam, apa ada alasannya?" tanya kaisar
"tidak ada yang mulia, saya hanya suka dan ingin membuatkan makan malam untuk pangeran dan semuanya" jawabku
kami melanjutkan makan,,,
***
setelah selesai, aku dan Zara kembali ke ruangan, duduk di sofa dan menyalakan TV
"hari ini kau berhasil membuat semua orang terkesan" ucap Zara
"entahlah, aku sedikit gugup tadi" ucapku "tapi aku mulai terbiasa dengan baju-baju ini" lanjutku
"besok sekolah ya,,, aku teringat pekerjaan mu yang menumpuk itu" ucap Zara
itu juga pekerjaan mu!!
aku malah tertidur di sofa karena hari ini sangat melekahkan.
***
esoknya,,,
kami tidur di sofa lagi?? lebih baik pergi Cepat-cepat
aku buru-buru pergi mandi dan memakai seragam sekolah lalu keluar.
"Zara,,, sudah pagi lohh" ucapku sambil menepuk pundaknya
"pagii" ucapnya bangun "kau sudah siap?! tunggu sebentar aku akan mandi dengan cepat" ucapnya tergesa-gesa
aku menunggu sambil sarapan di sofa. Diapun keluar,,,
"makanlah roti ini,,, lalu kita berangkat" ucapku
dia pun duduk dan sarapan, lalu kami berangkat.
***
di gedung OSIS.
"pagii" ucapku masuk
"pagiii" ucap mereka lesu
"ada apa?" tanyaku
"pekerjaan kitaa,,, menumpuk" ucap mereka serentak
ha'?! aku kaget melihat mejaku yang penuh dengan dokumen-dokumen
"cepat patroli, nggak pake lama!!" ucapku tegas
aku duduk dan mengerjakan dokumen-dokumen itu.
__ADS_1
banyak pembaharuan kebijakan sekolah yang harus di tata ulang. Aku fokus mengerjakan, Zara dan Nadya membantuku. Beberapa lama kemudian,,
"kami kembaliii,,, semua aman" ucap Yoga
"baguslah,,, Talita, umumkan di ruangan publikasi, suruh semua siswa berbaris" ucapku
"yaa ketuaa" jawabnya
talita mengumumkan dan seluruh siswa mulai berkumpul. Kamipun keluar, dan berdiri di depan
"untuk festival sekolah yang akan dilakukan 4 hari lagi, kalian sudah boleh mempersiapkan nya dari hari ini, aku harap kalian bisa bekerja dengan aktif dan kreatif, jangan mengecewakan para tamu, buktikan bahwa sekolah kita ini memang sekolah nomor satu" jelas ku
seluruh siswa bertepuk tangan, Zara mengumumkan kebijakan dan hal apa saja yang tidak boleh di buat.
di ujung terdengar sangat berisik,,,
"senior, mohon jangan merepotkan kami, perhatikan apa yang kami jelaskan, agar kalian tidak bertanya kembali" ucapku tegas
mereka diam dengan tatapan kesal, senior kelas 3 memang selalu seperti itu, merasa diri besar, terlalu memuji diri sendiri tapi tak memiliki bakat apapun.
setelah itu kami kembali ke ruangan.
"kita harus mengadakan penampilan khusus, tapi apa yang akan kita tampilkan dengan anggota kita sekarang? kita harus meminta bantuan dari orang lain" jelasku
"aku tidak ada ide apapun" ucap Arga
"masakan Kekei kan enak, kita buat kafe saja" ucap Nadya
"nggak mungkin, masa aku masak sendiri" ucapku
"masuk akal" ucap Fuji
kami memikirkannya bersama, tapi tetap tidak menemukan ide apapun.
"kita buat drama aja, biar nggak ribet kan" ucap Yoga kesal
"ahhh iyaaa" ucap kami serentak.
"d-drama apa?" tanya Yoga
"emmm,,, Cinderella" ucap Fuji
"kenapa?" tanya Nadya
"dengan anggota kita yang sekarang, drama ini hanya kurang 1 pemain inti, dan kurang beberapa orang untuk menjadi properti" jelas Fuji
"siapa yang akan kita rekeut?" tanya ku
"masalah itu,,, serahkan saja padaa,,, Yogaa" ucap Fuji
"lahh kok aku sihh?" tanya Yoga kaget
"ayo lahh,, kamu kan temennya banyak" ucap Fuji memelas
"terserah lah" ucap Yoga
"kalian saja yang urus, aku akan melanjutkan pekerjaanku ini" ucap ku
mereka berdiskusi. Aku dan Zara mengerjakan pekerjaanku lagi,
entah ada apa, tapi perasaanku tidak bisa tenang, sepanjang di sekolah aku terus tidak bisa tenang walau pekerjaan sudah sedikit, hingga pulang pun aku masih terpikir sesuatu.
aku dan Zara pun pulang, kami menuju ruangan kami,,,
"hari ini sangat melelahkan" ucapku lemas
"tuan putriku sangat hebat hari ini" ucap Zara
"ohh pange-" ucapku terpotong
"kakaaak" teriak
__ADS_1
aku dan Zara melirik...
Bersambung...