
Kamipun melanjutkan makan, tiba-tiba lewat pelayan membawa makanan sangat banyak, bahkan lebih dari yang kami pesan.
"si-siapa yang akan menghabiskan makanan sebanyak itu?" ucap Zara heran
"Ru-Rumiaa?!" ucapku kaget
"iihh" ucap Zara heran "kau saja tidak pernah makan sampai sebanyak itu walau hobi makan" lanjuut nya
"ishhh" ucapku malu "biarkan saja, sepertinya akan ada sesuatu yang menarik" lanjut ku
kami melanjutkan makan lagi, tidak lama kemudian, ada yang menelpon Sakaki,
"ohh?" ucapku tertarik
Sakaki mengangkatnya terburu-buru, dan tiba-tiba
"Rumia, aku ada urusan mendadak, ini sangat penting, kita akan kencan lagi besok yaa,,, duluan, maaf ya" ucap sakaki terburu-buru pulang
"eehh?" ucap Zara tertarik
"aku suka melihat wajahnya yang kebingungan, kita tunggu disini sampai dia pulang" ucapku
"tentu saja" jawabnya
kami menunggu dia pulang, dia memakan makanannya dengan penuh perasaan bingung,,, lalu setelah selesai dia diam di meja.
"ayo kita pergi ke atas" ucapku
"ayo" ucap Zara langsung mengerti
kami masuk pintu dan melihat dari jendela pintu.
Rumia mau kabur, tapi tertangkap oleh pelayan.
"aku sudah menduganya, hari ini perusahaan keluarga Sakaki akan di beli ayahku, jadi tentu saja dia terburu-buru" ucapku tertawa
"istriku sangat pandai" ucap Zara
"is-trii?!" ucapku kaget
Zara tertawa
"sudahlah, ayo kita hampiri dia" ucapku
"aku mengikuti mu tuan putri" ucap Zara merayu
kami menghampiri kerumunan,,
"ada apa ini?" tanyaku
"tu-tuan putri, maaf. mengganggu ketenangan anda karena pelanggan ini" ucap pelayan
"ada apa dengan pelanggan itu?" ucap Zara
"coba ku lihat" ucapku
mereka memberi jalan
"e-e-ehhh,,, ada nona cantik di sini" ucapku dengan nada sedikit mengejek "nona ini biar aku saja yang urus, karena mengganggu kencanku, kalian pergilah memesan" lanjut ku
merekapun bubar, kecuali beberapa pelayan
"jadi,,, apa yang dia lakukan?" tanyaku
"dia memesan banyak sekali makanan, tapi malah mau kabur, tidak mau membayar" jelas pelayan
"aku sudah bilang, pacarku akan membayarnya!!" teriak Rumia
"eehh? pacarmu yang mana yaa?" ucapku
"Sakaki lahh,,, siapa lagi! apa? kamu mau balikan lagi? jangan mimpi" ucapnya mengejek
Zara mulai emosi
"oooh? apa kau tidak melihat berita? tentang keluargaku?" ucapku
"hanya berita akan membeli perusahaan yang sedang mengalami kebangkrutan" ucapnya mengejek
__ADS_1
*dan tebak,,, perusahaan siapa itu?" tanyaku tersenyum mendekat
"jangan bilang" ucapnya panik
"maaf ya, aku tidak berminat pada laki-laki sepertinya,,, Zara adalah yang terbaik sedunia,, apa kau mau? ehh tapi maaf, Zara tak menyukai orang-orang yang menggangguku" ucapku mengejek
"air susu di balas air tuba" ucap Rumia
"hah? kapan kamu berbuat baik padaku? apa kau hilang ingatan? HP, baju, dan gantungan yang kamu pakai adalah pemberian dariku, jangan membandingkan usaha ku dengan usaha mu, terlalu jauh untuk di perdebatkan" ucapku
"aku heran, Zara, apa yang kamu lihat dari nya? apa kau menyukai perempuan seperti ini?" ucap Rumia
"apa yang mau kau sombongkan? jangan terlalu memuji diri sendiri!" ucap Zara "dan, siapa yang mengizinkanmu memanggilku Zara? sangat tidak sopan" lanjutnya
"ingin Zara? jangan mimpi!" ucapku membalikkan ucapan
Rumia tampak sangat kesal
"berapa jumlah harga yang dia pesan? kami akan membayarnya, yakan Zaraa?" ucapku
"tentu saja" jawabnya
Zara pun pergi membayar lalu kembali
"terimakasih pangeran, aku tau pangeran suka pada Rumia" ucapnya
aku sangat kesal, aku sudah sangat menahan diri dari tadi.
"jangan salah paham, aku hanya memenuhi keinginan calon Permaisuri ku ini, apa tidak ada yang perlu kau ucapkan?" ucap Zara sangat dingin
"apa yang harus kau ucapkan pada orang yang menolongmu?" ucap ku
Rumia sangat kesal
"aku tidak membutuhkan bantuanmu!!" ucapnya pergi
"sungguh tidak sopan, aku ingin menghukum nya" ucap Zara kesal
"sudahlah, biarkan saja, aku sudah cukup senang, terimakasih" ucapku
"ayo kita pergi ke mall, kamu mau kan?" ucap Zara
kami pun masuk ke mobil, dan berangkat
"kamu tampak sangat senang" ucap Zara
aku tersenyum, tentu saja aku sangat senang, Rumia pengganggu itu sudah ku buat malu, aku sangat menantikan yang selanjutnya
"oh ya, apa kamu nggak keberatan tadi? membayar semuanya" ucapku
"jika itu membuatmu senang, aku akan memberikan apapun" ucapnya
"te-terimakasih" ucapku memerah
***
kamipun sampai di mall, kami keluar dari mobil.
orang-orang benar-benar menghormati kami, tidak mengerumuni,
baju ini sangat berpengaruh ya? pikirku
kamipun masuk, melihat-lihat, entah apa yang akan kami beli,
"ah, baju itu akan cocok jika dipakai olehmu" ucap kami serentak menunjuk pada tempat yang berbeda
kami tertawa dan menghampiri tempat masing-masing.
"permisi" ucapku
"tu-tuan putri?!" ucapnya
"aku ingin membeli baju ini, tolong di bungkus dengan rapi ya" ucap ku
"selera tuan putri memang sangat bagus, kami akan membungkusnya dengan sangat baik" ucap mereka
aku membelikan kemeja dan jas dengan motif yang indah. Aku membayar lalu kembali. Kami datang berbarengan.
__ADS_1
"ini untuk mu" ucap kami serentak memberikan
"sini biar aku saja yang bawakan" ucapnya
Zara membawa belanjaan. Kami pergi melihat-lihat lagi. Lalu aku berhenti di tempat gantungan
"tunggu, aku akan membeli gantungan HP baru" ucapku
aku membeli dua. lalu kembali
"pilihlah salah satu nya" ucapku memperlihatkan
"co-couple?" ucap Zara
aku membeli gantungan dengan motif yang sama tapi dengan huruf yang berbeda K dan Z
"kalau begitu,, aku pilih yang ini" ucap Zara mengambil huruf K
"wah wah wahh,, selera pangeran sangat bagus yaa" ucapku meledek
kami melanjutkan kencan hingga sore, lalu kembali
***
sesampainya di istana, barang-barang di ambilkan oleh pelayan. Kami menuju ruangan,,,
"hari ini aku sangat senang, terimakasih" ucapku
kamipun masuk ruangan, barang-barang sudah di letakan di meja, kami membuka hadiah masing-masing. Saat aku membuka hadiah ku, isinya adalah gaun pendek dengan motif dan warna yang sama dengan yang aku beli untuk Zara
"couple?!!" ucap kami serentak
"ehh?" serentak lagi
kami langsung pergi ke kamar masing-masing
"ada apa dengan hari ini?" ucapku
aku pergi mandi untuk menenangkan pikiran,
"huhh,,, hangat" ucapku sambil berendam
aku terus mengingat semua ucapannya saat kencan,
is-trii, ya? pikirku
aku semakin malu saat mengingat kata itu, Tiba-tiba telpon ku berdering, aku mengambilnya lalu kembali berendam.
"halo Yaya" ucapku
"kekei,, apa kau sudah melihat status pacar kakakmu yang menandai kakak mu?" ucapnya
"hah? pacar?!" ucapku kaget
sejak kapan kakak punya pacar? pikirku heran
"sebentar aku lihat dulu" ucapku
akupun membuka akun ku dan melihat akun kakak
"hah? beneran Yaya" ucapku
"untuk apa aku berbohong" ucap Yaya
"eh? jelek banget! kok malah kaya cowo" ucapku heran
"itu dia masalahnya, dia tampak seperti orang yang transgender" ucap Yaya
"ihh,,, nggak mungkin deh, ini pasti dia ngaku-ngaku, kebetulan menandai akun beneran nya kakak, bukan akun fake" ucapku
"mungkin" ucap Yaya
"aku kan udah bilang, kakak tuu pasti suka nya sama kamu, lagian kita main bertiga terus" ucapku
"hahaha,, nggak mungkin kekei, udah ahh, kamu lagi mandi kan? mandi aja yang bener sana" ucap Yaya
"kok kamu tau sih?" tanyaku
__ADS_1
"peramal" ucapnya menutup telpon
bersambung...