
Stella yang baru sampai di apartemen nya ia langsung meletakkan tasnya di sofa,ia pun merebahkan tubuhnya juga.Stella mengusap air matanya yang jatuh ke pipinya.
" Ayo come on Stella.. jangan cengeng".
Tiba-tiba suara bel berbunyi,Stella pikir Ha Joon yang datang.Dengan langkah gontai Stella membuka kan pintu.
" Apalagi Joon" ujar nya lalu ia terkejut saat melihat pria yang didepan nya bukan Ha Joon melainkan Dave.
Dave menerobos masuk tanpa dipersilahkan masuk oleh Stella.
" Apa kamu lagi nungguin pria tadi?" bentak Dave marah.
" Kenapa jadi lo yang marah" Stella mendengus kesal.Kini mereka saling menatap dengan tatapan tajam,tidak ada tatapan saling mendamba.
" Gue tanya apa hak lo larang gue deket sama Ha Joon?" tanya Stella lagi.
" Pokoknya gak boleh" sahut Dave gugup.
" Lo egois Dave,gue gak boleh deket sama cowok lain tapi lo kegatelan sama cewek lain" ketus Stella seraya melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Aku sama Gladys gak ngapa-ngapain,Stell"bela Dave.
" Kalau lo nggak suka kan biasanya lo nolak kayak yang biasa lo lakuin ke gue, ini elo malah mau nya aja di suapin dia. Idih gelay." ketus Stella kesal.
" Bukan gitu Stella, aku nggak enak aja sama dia. Aku cuma ngehargai nya aja nggak lebih, " kilah Dave lagi.
" Terus lo nggak ngehargain perasaan gue gitu? " pertanyaan Stella membuat Dave terskak mat.
__ADS_1
" Gue tanya sama lo,apa arti nya gue buat lo?" tanya Stella lagi.
Dave terdiam bergeming,Ingin rasa nya Dave mengatakan cinta atau tidak mengatakan Stella hanya miliknya.Namun perkataan itu sulit ia keluarkan.
" Gak bisa jawab kan lo" ucap Stella yang kini mulai menitikkan air matanya.Rasanya ia ingin menyerah namun cinta dan kebodohannya mengalahkan semuanya.
Dave memeluk Stella dari belakang,ia cium leher jenjang Stella.
" Apa kamu gak bisa liat apa yang aku rasakan?" tanya Dave.
Stella mengurai pelukan Dave," Lo pulang gih,gue gak mau liat lo sekarang".
" Ayo dong Stell jangan ngambek gitu,pulang yu"ajak Dave masih setia memegang pinggang Stella.
Stella hanya mencebik mengerucutkan bibirnya," Rumah gue disini".Stella melepaskan pegangan tangan Dave berada di pinggang nya.
" Ya gue lah" ucap Stella dengan percaya diri.
" Terus apa yang kamu takutin?"tanya Dave lagi.
" Gue marah karena hubungan gak jelas ini,gue gak bisa marah saat lo dideketin cewek lain dan lo diem aja saat gue diejek kayak tadi sama tu cewek rese" emosi Stella memuncak kini ia meneteskan air matanya.
Dave menghapus air mata Stella dengan kedua ibu jarinya," Jangan nangis dong..aku gak kuat kalau kamu nangis".
" Lo pulang gih" dorong Stella mengusir Dave.
Namun yang diusir tidak tahu diri," Kayak nya dari tadi kamu ngusir aku mulu,terus kenapa manggilnya pake lo gue" protes Dave.
__ADS_1
" Gue masih bete sama lo, gue muak sama lo, gue benci sama lo, gue benci sama perasaan gue yang berkali-kali lo sakitin tapi masih bertahan cinta sama lo, " bentak Stella lalu meninggalkan Dave ke kamar.Saat Dave hendak mengikuti pintu kamar sudah dikunci oleh Stella.
Dave pun menggedor pintu kamar Stella berharap Stella mau membukakan pintu untuknya.
" Kok dikunci sih Stell?" teriak Dave dari ruang tengah." Gue tidur dimana?".
" Pulang aja sih,masih mau disini tidur di kamar sebelah" teriak Stella dari dalam kamar.
" Aku udah biasa tidur sama kamu,nanti kamu gak bisa tidur gimana?" goda Dave.
"Pake bawa-bawa gue,udah jelas lo yang bakal gak bisa tidur tanpa gue" gerutu Stella dalam hati.
Dave frustasi ia mengacak-acak rambutnya.Ia merutuki dirinya yang tidak bisa mengeluarkan kata cinta untuk meluluhkan amarah Stella.
Malam ini mereka berdua tidak bisa tidur di dalam kamar yang berbeda.Keduanya sama-sama gelisah berguling kesana kemari.
Keduanya sudah terbiasa bersama sehingga saat terpisah beda kamar seperti ini pun kini begitu menyiksa keduanya.
Namun ego keduanya sangatlah tinggi yang membuat sebuah tembok menghalangi mereka berdua.
Dave yang merutuki dirinya yang selalu sulit mengatakan cinta kepada Stella.Apalagi kini ia terus mengingat ancaman Ha Joon yang akan mengambil Stella darinya.
Dave tidak ingin Stella sampai pindah ke lain hati apalagi pindah ke hati pria sipit itu.
Rasa nya ia tidak sanggup, Dave kini sudah bertekad akan melamar Stella di hari ke 100.
Ya Dave kini sudah menyadari kalau ia sangat mencintai Stella.Stella yang membuat hari- hari nya menjadi indah.Stella yang selama ini ia anggap lebay dan alay kini malah membuat dunia Dave jungkir balik.
__ADS_1