
Kini mereka sudah sampai di rumah sakit, dengan cepat Tian Yu ditangani langsung oleh tim medis. Hyemi masih menangis, tak lama kemudian Krystal datang. Ia memeluk Hyemi seolah memberi nya kekuatan.Hyemi sedari tadi terus mondar-mandir menunggu dokter keluar dari ruang operasi.Tian Yu kehilangan banyak darah, luka nya sangat parah sehingga ia harus di operasi. Tao dan Dylan pun sama khawatir nya seperti Hyemi karena sudah satu jam para dokter belum ada yang keluar dari ruangan tersebut.
" Tuhan ku mohon selamatkan dia. " batin Hyemi.
Tak lama kemudian dokter keluar dari ruang operasi, Hyemi dan yang lainnya dengan cepat menghampiri dokter tersebut.
" Bagaimana keadaan nya dok? " tanya Hyemi khawatir.
" Dia sudah melewati masa kritis nya, sebentar lagi ia akan kami pindahkan ke ruang perawatan. " ucap dokter itu lalu pergi meninggalkan mereka.
Mereka semua bersyukur akhirnya Tian Yu melewati masa kritis nya. Tao melihat wajah Hyemi yang begitu khawatir kepada Tian Yu merasa penasaran ada hubungan apa ia dan Tian.
" Apa kau punya hubungan spesial dengannya? " tanya Tao penasaran.
" Hmm.. dia pria yang aku cintai oppa. " jawab Hyemi lirih.
Tao terkejut mendengar nya, ternyata Hyemi mencintai sahabat nya. Ia sudah kalah sebelum berjuang, Tao mencoba tetap tersenyum walaupun hati nya merasa sakit.
Beberapa menit berlalu Tian Yu sudah di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Hyemi duduk di samping ranjang tempat Tian Yu tertidur, pria itu hingga kini masih belum siuman.
Tao dan Dylan membawa makanan dari luar untuk Hyemi dan Krystal.Mereka semua makan kecuali Hyemi yang masih setia menunggu Tian Yu bangun dari tidur panjangnya.
" Kau harus makan dulu Hyemi. " ucap Krystal yang kini berdiri di samping Hyemi.
" Bagaimana aku bisa makan sementara dia seperti ini karena aku. " ucap Hyemi sedih.
" Apakah kamu masih mencintai nya Hyemi? " tanya Krystal.
" Sebesar apapun kesalahan nya aku yang bodoh ini masih saja mencintai nya. " jawab Hyemi sambil mengenggam tangan Tian Yu.
" Bagaimana kalau ia tidak bangun lagi? " tanya Krystal sengaja bertanya seperti itu.Ia tahu saat ini Tian Yu sudah sadar ia ingin mendengar isi hati sahabatnya itu.
" Dia pasti akan bangun, aku tidak bisa hidup tanpa nya. Aku begitu mencintai nya hingga kini. " jawab Hyemi kembali menangis.
" Kalau begitu ayo kita menikah. " ucap Tian Yu yang sedari tadi menahan tawa kini mulai membuka mata nya.
Hyemi membulatkan mata nya, ia menatap pria yang sedari tadi tertidur kini sudah sadar. " Kau? kau mendengar pembicaraan kami? " tanya Hyemi kesal.
Tian Yu tersenyum, " Iya sweetie, kau jangan berbohong lagi pada ku setelah ungkapan cinta yang kau katakan tadi. " goda Tian Yu.
__ADS_1
" Tian Yuze. " sentak Hyemi memukuli Tian Yu.
" Aaawww sakit sweetie, aku belum sembuh. " ucap Tian Yu meringis kesakitan.
Hyemi menghentikan pukulannya, " Maaf kan aku, apa yang masih sakit? " tanya Hyemi khawatir.
" Ini sakit ini juga. " ucap Tian Yu menunjukkan kepala dan dada nya dengan manja.
Tao dan Dylan yang melihat hal itu mendadak mual, si cassanova insaf itu ternyata sekarang menjadi lebay.
" Kenapa dia jadi menggelikan seperti itu? " tanya Dylan dengan nada mengejek.
" Seperti kau tidak pernah saja tuan Zhang. " sindir Tian Yu kepada Dylan.
" Hey Tian Yuze, apabila kau menyakiti sahabat ku lagi aku pastikan tulang - tulang mu kembali patah melebihi ini. " ancam Krystal.
" Kenapa istri mi yang imut itu kini begitu menyeramkan? " tanya Tian Yu bergidik ngeri.
" Kau tau Krystal dapat menghajar orang-orang tadi andai tadi dia ada bersama kita. " saut Hyemi.
" Aku pun bisa melawan mereka kalau mereka tidak mengancam akan menyakitimu. " kilah Tian Yu.
" Nggak apa, kamu lihat kan aku tidak apa - apa. Aku masih bisa melihat mu kembali bahkan aku cukup siap untuk berjalan menuju kantor catatan sipil sekarang juga. " cerocos Tian Yu.
" Ish kau ini. " ucap Hyemi yang malu kini menyembunyikan wajahnya di dada bidang Tian Yu.
" Saranghae Kang Hyemi. " bisik Tian Yu.
Hyemi mendongak menatap Tian Yu dengan memicing kan mata nya. " Apa kau tidak mempermainkan aku lagi? " tanya nya selidik.
" Oh astaga sweetie, mari kita lupakan kejadian dimasa lampau. " ucap Tian Yu serius.
Tao yang melihat kemesraan mereka memilih untuk keluar ruangan. Ia masih harus menata hatinya kembali patah hati.
Hyemi pun menganggukkan kepalanya, Tian Yu hendak mencium bibir Hyemi namun tiba - tiba kepalanya di pukul oleh Krystal.
" Biasanya pasien yang baru sadar tidak mesum seperti mu. " cetus Krystal kesal.
" Huft.. Dylan kenapa kalian tidak pulang saja, kalian mengganggu kami. " saut Tian Yu kesal.
__ADS_1
" Dasar teman tidak tahu terimakasih, kalau tidak ada kami tadi kau pasti sudah mati. " balas Dylan mengejek Tian Yu.
" Oke tuan Zhang dan Nyonya Zhang yang terhormat terimakasih atas bantuan kalian, sekarang sudah malam sebaiknya kalian pulang saja. " ucap Tian Yu dengan nada sopan.
" Cih, dia mengusir kita chagi. " rengek Krystal.
" Biarkan dia sayang, sepertinya akibat pukulan tadi dia sedikit konslet. " ledek Dylan.
" Sialan kau. " sentak Dylan.
Keduanya pun kembali tertawa, " Terima kasih Dylan, sampaikan terimakasih ku pada Tao juga. " ucap Tian Yu serius.
" Oke kalau begitu kami pamit dulu. " ucap Dylan.
" Awas kau macam - macam pada Hyemi. " ancam Krystal dengan tatapan tajam.
" Kau tidak lihat kondisi ku seperti apa sekarang nyonya Zhang? " tanya Tian Yu kesal.
Krystal pun memeluk Hyemi , " Kalau dia melakukan yang tidak - tidak pada mu laporkan saja pada yang berwajib ya. " Krystal mengingat Hyemi seperti ibu nga saja.
Krystal dan Dylan pun keluar dari ruang rawat Tian Yu. Kini tinggal Hyemi dan Tian Yu yang ada di dalam ruangan. Tian Yu mengajak Hyemi untuk berbaring di samping nya, ranjang ruangan VVIP itu cukup luas sehingga mereka dapat berbaring bersama.
Tian Yu memeluk Hyemi, ia mengusap puncak kepala Hyemi. " Maafkan aku sayang, maafkan aku terlalu banyak menyakiti mu.Mari kita mulai semua dari awal. " ucap Tian Yu.
Hyemi mendongak menatap Tian Yu, " Maksud mu? " tanya Hyemi.
" Ayo kita menikah sayang. " ajak Tian Yu.
" Kau melamar ku tuan Yuze? " tanya Hyemi.
Tian Yu menganggukkan kepalanya.
" Kau tidak romantis sekali, ini rumah sakit. Tidak ada bunga atau pun cincin. " ucap Hyemi menggerutu.
" Baiklah sayang nanti aku akan melamar mu lebih romantis seperti dalam drama yang sering kamu tonton. " balas Tian Yu lalu mencium bibir Hyemi.
Keduanya berciuman begitu lama seolah saling menyalurkan rasa rindu yang selama ini mereka pendam.
.............
__ADS_1
Jangan lupa like komenn dan vote bestie