
Hari ini Krystal sudah berada di ruang meeting bersama tuan Zhang. Dylan sangat terpukau dengan kinerja Krystal di hari pertama nya kerja.Persentasi yang ia bawa kan kepada para klien dengan cepat disetujui oleh rekan kerja Dylan.Krystal yang memang sangat cerdas dengan cepat dapat memahami dan menyerap apa yang harus ia sampai kan.
Hanya saja penampilan nya yang terlihat kuno namun itu tidak menjadi masalah bagi Dylan.Yang paling penting cara kerja nya yang memuaskan.
Pandangan mata Krystal tak lepas dari sang pujaan hatinya.
" Omo omo kyeopta.. kyaa pengen di sun deh. " batin Krystal bersorak.
Kini Krystal menemani tuan Zhang makan siang, Dylan yang memang tidak pernah membedakan kasta dia tidak masalah makan bersama asisten nya.
" Apa tidak apa tuan saya makan di sini? " tanya Krystal sungkan.Padahal dalam hatinya sangat amat senang sampai ingin berguling-guling di jalanan.
" Tidak apa dari pada saya makan sendiri. " ucap nya datar.
Krystal tidak fokus dengan makanan nya karena saat ini ia sedang mengkondisikan jantung nya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.Mungkin Krystal bisa dibilang sangat lebay.
" Kenapa kamu tidak memakan makanan mu?" tanya Dylan saat melihat makanan Krystal masih banyak.
" Ah.. tidak aku sedang tidak enak makan sepertinya tuan. " jawab Krystal menunduk.Ia benar-benar nervous berada satu frekuensi dengan idola nya itu.
" Kau bisa memasak? " tanya Dylan sambil mengunyah makanan nya.
" Tentu saja bisa tuan. " jawab Krystal sambil mengulum senyum.
Tentu saja Krystal pandai memasak papi Dave memiliki banyak cabang kafe terkenal di Indonesia. Ia pasti tahu cara membuat nya karena ia selalu membantu Jason mengelola kafe yang berada di Korea. Bahkan sering kali Krystal yang selalu membuat menu baru untuk kafe nya.
" Besok jam 6 kamu siapkan aku sarapan, ingat jam 6 sudah ready karena aku berangkat jam 7 jadi tidak boleh terlambat. " jelas Dylan.
Hah??
" Lalu aku berangkat jam berapa dari rumah tuan kalau jam 6 harus sudah ready. " protes Krystal.
" Asisten ku yang sebelumnya tinggal bersama ku karena asisten ku sebelum nya pria, karena tugasnya baru selesai pukul 10 malam" jelas Dylan dengan santai.
Apa?? ini pekerjaan asisten atau kerja rodi.
" Lalu aku bagaimana? mana mungkin aku harus berangkat subuh lalu pulang tengah malam tuan. " protes Krystal berharap Dylan memberinya keringanan.
" Terserah kau mau tinggal bersama ku atau berangkat subuh dari rumah mu tapi tidak boleh terlambat. Lagi pula aku tidak akan nafsu dengan mu. Kau bukan tipe ku. " cerocos Dylan sambil melihat Krystal dari atas kebawah.
__ADS_1
Yang Dylan lihat Krystal yang cupu dengan rambut keriting dan kacamata tebal nya, dan jangan lupa pakaian yang ketinggalan jaman.
Krystal meniupkan poninya ke atas, ia kini sedang berfikir keras.Sebenarnya suatu keajaiban yang baik ia bisa tinggal satu atap dengan Dylan.Namun ia bingung bagaimana ia meminta izin kepada nenek tercinta nya agar bisa tinggal di apartemen Dylan.
Kalau ia harus menyelesaikan tugas nya sebelum pukul 6 itu berarti dia harus berangkat jam 2 pagi karena jarak dari rumah nenek ke apartemen nya sangat jauh.Tidak mungkin kan Krystal setiap hari bolak-balik Korea LA seperti mau ke pasar.Krystal memijat pelipisnya yang sedikit pening. Mau tidak mau ia harus menyetujui nya.
" Baiklah tuan besok saya akan pindah ke apartemen anda. " ucap Krystal pasrah.
" Kenapa harus besok? nanti malam, karena kamu mulai bekerja besok pagi, kamu lupa? " tanya Dylan.
Oh astaga aku terjebak.
Krystal mengusap wajah nya kasar, " Tapi bolehkah aku pulang lebih awal untuk bersiap tuan? aku harus meminta izin nenekku dulu. " pinta Krystal.
" Baiklah. "ucap Dylan lalu bangkit dari tempat duduknya sambil membenarkan jas nya.
Krystal pun mengikuti nya dari belakang, andai Dave mengetahui putri kesayangan nya menjadi pesuruh seperti ini mungkin ia akan mengamuk.
Setelah sampai di kantor ia menelpon aunty Hyeri untuk meminta izin pura-pura menginap dirumah nya untuk bisa mendapatkan izin dari sang nenek.Sebelumnya Krystal pun menceritakan misi nya kepada Hyeri lewat pesan karena takut ada orang lain yang mendengar.
" Kau gila Krys, kalau papi mu tau anty nanti kena imbas nya. " protes aunty Hyeri dari sebrang sana.
" Oh astaga kenapa kau mirip sekali mami mu saat mengejar papi. " ucap aunty Hyeri frustasi.
" Like mother like daughter aunty, so help me okey. " rengek Krystal.
" Oke tapi aunty tidak tanggung jawab kalau papi mu murka ya. " ucap aunty Hyeri.
" Oke saranghaeyo nomu nomu saranghae. " ucap Krystal sambil menciumi ponselnya.
Tingkah Krystal saat mengatakan saranghae tadi terlihat oleh Dylan karena ia keluar dari ruangannya untuk memberikan berkas kepada Krystal.
Krystal pun dengan cepat mematikan sambungan telepon nya.
" Tuan Zhang, kenapa tuan Zhang yang kemari? seharusnya saya yang mengambil nya. " ucap Krystal sungkan.
Dylan berdecak, " Kau lama sekali, pantas saja kau sibuk berpacaran. Lain kali jangan teleponan saat jam bekerja. " ucap nya lagi lalu masuk ke dalam ruangannya.
Pacaran??
__ADS_1
Krystal menepuk kening nya ia teringat saat mengucapkan saranghae kepada aunty Hyeri.
Hari mulai sore Krystal pun izin untuk pulang terlebih dahulu mengingat pekerjaan kantor sudah selesai.Dylan mengizinkan nya karena Krystal harus pindah hari ini juga.Dylan memberikan alamat dan nomor pascode apartemen nya kepada Krystal.
" Saya permisi ya tuan. " ucap Krystal lalu mengulum senyum nya.
" Hmm. " Dylan hanya berdehem tanpa melirik ke arah Krystal.
Krystal kini sudah kembali ke Korea untuk meminta izin kepada nenek tercintanya.
Kini tiba saatnya Krystal berhadapan dengan nenek tercintanya. Kini ia bahkan membawa Hyemi anak kedua Hyeri dan Nick, untuk melancarkan misi nya.
" Ayolah Halmeoni, hanya sebulan aku tinggal disana.Aku ingin bersama Hyemi sebelum ia pindah. " rengek Krystal kepada neneknya.
" Kenapa tidak Hyemi saja yang menginap di sini? " tanya Halmeoni.
" Kami mau berlibur ke Sidney Halmeoni. "ucap Hyemi sesuai skenario yang dijelaskan Krystal.
Igeon michyeosseo ( ini benar-benar gila) pikirnya.
Hyemi mendelik ke arah Krystal yang membuatnya berbohong kepada nenek kesayangannya itu.Krystal hanya menyengir kuda lalu memasang dua jari membentuk huruf V.
" Oke baik lah, kamu disana hati- hati jangan menyusahkan uncle Nick dan aunty Hyeri. " nasehat Halmeoni.
Krystal memeluk nenek tersayang nya, ia sebenarnya tidak rela berpisah dengan nenek nya.Namun demi cinta nya kepada Lay ia harus kuat.Lagi pula ini hanya sebentar walaupun hanya sebulan bisa dekat dengan Lay kesayangan nya ia sudah sangat bersyukur.
Setelah mengantongi izin dari sang nenek kini Krystal sedang merapikan pakaiannya ke dalam koper. Sementara Hyemi terus saja mengumpat kepada Krystal sedari tadi.
" Michyeosseo.. michyeosseo.. Krystal, kau terlalu terobsesi dengannya. " pekik Hyemi kesal.
" Tenang saja ini hanya satu bulan. " ucap Krystal lalu menutup koper nya.
" Kenapa baju yang kau bawa baju - baju nenek nenek? "tanya Hyemi merasa aneh karena setau nya Krystal sangat fashionable.
" Aku berpenampilan sangat cupu di sana, agar para bodyguard papi tidak mengetahui nya. " jelas Krystal.
" Kau itu cantik Krys, kenapa harus sampai seperti ini mengejar cinta mu. " kata Hyeri menatap manik mata Krystal.
" Entah kah hati ku sudah terpaut dengan nya. " ucap Krystal.
__ADS_1
Hyemi pun memijat pelipisnya yang pening. Sulit sekali menasehati Krystal yang terlalu fanatik terhadap Lei.