
Di kediaman keluarga Jung tepatnya di Hannan dong resident perumah elite di daerah Seoul.Nampak seorang pria blasteran sedang duduk di depan teras seraya menyesap Americano coffee yang disiapkan oleh pelayan.
Stella yang ingin jalan-jalan keluar sudah tampil cantik.
Dave yang melihat penampilan Stella yang terlalu minim nampak marah.
" Kamu mau keluar pake baju kayak gini?" tanya Dave kesal.
Stella mengkerut kan kening nya," Iya kenapa?"tanya nya bingung.
" Kamu itu lagi hamil gak bagus pakek high heels nanti kalau jatoh gimana?" Dave marah lalu melirik ke arah rok Stella yang terlalu pendek melihat kan paha putih mulus Stella.
" Ini lagi liat kependekan banget ini diluar cuaca dingin..ganti sana cepet" lanjutnya lagi.
" Ih kok lo ngatur-ngatur sih" protes Stella kesal.Entah mengapa dia merasa de Javu ia pernah merasakan hal seperti ini tapi dengan siapa.
" Cepetan ganti" pekik Dave marah.
Entah mengapa walaupun Stella kesal,melihat Dave marah seperti itu ia pun menurut.Stella pun pergi ke kamar nya mengganti pakaian.
" Awas lu ya protes lagi" ucap Stella saat ia bercermin.
Tak lama kemudian Stella pun datang menghampiri Dave yang sudah duduk manis di depan meja makan.
Dave melihat blazer yang dikenakan Stella terbuka,ia pun beranjak dari tempat duduk mendekati Stella.Dave mengancingkan blazer putih yang dikenakan Stella lalu tersenyum.
__ADS_1
" Yeppeoyo" ucapnya lalu mengelus pipi Stella.
Hati Stella menghangat entah mengapa jantung nya berdetak kencang apabila dekat dengan Dave.Stella sendiri tidak paham dengan perasaannya bersama Ha Joon hatinya biasa saja namun mengapa dengan pria dingin dihadapannya ia merasa nyaman.
" Jinja?"tanya Stella antusias.
Dave mengangguk lalu tersenyum.
Kedua orangtua Stella sangat senang melihat Dave yang begitu perhatian kepada Stella.Bukan berarti mereka tidak setuju dengan Ha Joon pria sipit itu pun sama baiknya dengan Dave.Namun orangtua Stella tahu sedari kecil hanya Dave yang Stella cintai.
" Mau kemana?" tanya Dave yang kini sudah kembali duduk disamping Stella.
" Jalan-jalannya aku bosen" ujarnya sambil melahap makanannya.
" Aku anter ya" tawar Dave.
" Boleh aja kebetulan my baby bear lagi sibuk banget hari ini" ucap Stella santai.
" Emang sialan si sipit itu" maki Dave dalam hati.
" Gue nggak ikut ya Dave..gue ada urusan" ujar Nick yang tidak ingin jadi supir mereka.
" Lo mau cari cewek disini?nggak ada yang mau sama lo yang pelit" sahut Dave mengejek.
" Gue bukan pelit cuma hemat" kilah Nick membela diri.
Dave berdecak,"Ck pelit mah pelit aja".
Mereka pun melanjutkan sarapan paginya dengan tenang.Sesekali Dave menambahkan daging di nasi Stella.Bahkan Dave membuatkan susu hamil untuk ibu dari anaknya itu.
Kini mereka sudah berada di mall terbesar di Seoul.
__ADS_1
Kini Dave sedang menemani Stella berbelanja, kegiatan membosankan yang paling dibenci Dave adalah menemani wanita berbelanja.Akan tetapi kini ia dengan setia menunggu wanita pujaannya memilih milih baju dan jaket yang ingin ia beli.
Pandangan mata Dave tak pernah lepas dari wajah cantik Stella yang sibuk mencoba long Coat tebal berwarna coklat.
"Gimana?" tanya Stella kepada Dave yang sedang duduk di sofa.
Dave tersenyum lalu membentuk jari nya seperti huruf o tanda oke.
" Jeonmal?" tanya nya lagi.
" Jinja yeppeoyo" jawab Dave (benar-benar cantik).
Setelah selesai berbelanja Stella mengganti blazernya dengan long Coat yang ia beli tadi.Kini mereka sedang menikmati makan siang.Entah mengapa hari ini Stella merasa sangat manja kepada Dave.Ia begitu suka saat Dave menyuapi nya.
" Mianhae Dave ..nggak tahu kenapa disuapin kamu aku jadi nggak mual" ujar Stella merasa bersalah.
" Nggak apa-apa" jawab Dave sembari menggulum senyum.
"*Omo Omo senyum nya ..kenapa bikin gue deg deg an" batin Stella kegirangan.
" Bahkan anak kita pun ingin selalu kita seperti ini sayang" batin Dave*.
Stella merasa ada jutaan kembang api yang sedang berporak poranda dihatinya.Ia merasa aneh siapa sebenarnya Dave ini mengapa ia sangat bahagia disamping Dave.Bersama Ha joon tunangannya ia tidak merasa seperti ini.
Kini mereka sedang berada di area ice skating.Dave dengan setia menggenggam tangan Stella agar tidak terjatuh.Awalnya Dave melarang Stella bermain karena sangat beresiko bagi kehamilan nya.Namun Stella memaksa ingin bermain walaupun sebentar.
Bahagianya mereka kini suasana terasa romantis.Jantung mereka berdebar sangat kencang,bagai ada jutaan kupu-kupu dan bunga yang sedang mengelilingi mereka.
__ADS_1