Project Cinta 100 Hari

Project Cinta 100 Hari
Kaivan Dastell Smith


__ADS_3

Waktu terus berlalu, tidak terasa kini kehamilan Stella sudah memasuki bulan ke sembilan.Kini pasangan alay itu sedang berada di rumah sakit. Mereka hendak menjenguk dua bayi kembar Key.


Dave dan Stella datang bersama Jonas dan Jessica tak lupa buah tangan dan hadiah untuk bayi kembar itu mereka bawa.


Saat memasuki ruangan Stella dan Jessica dengan cepat berburu menuju box bayi di dekat Alexa.Seolah mereka melupakan Alexa yang baru saja berjuang melahirkan kedua bayi itu.


Kedua bayi itu nampak menggemaskan bagi Stella, Stella dan Dave jadi tidak sabar menanti kelahiran putra nya ke dunia.


Ohh gemoy banget sih kalian" pekik Stella.


" Iya ganteng sama cantik" puji Jessica.


" Gue jadi gak sabar pengen cepet-cepet launching" ujar Stella sambil mengusap perutnya yang sudah membesar.


" Kamu juga tinggal beberapa hari lagi Chagi" ujar Dave mencubit gemas pipi istri tercinta nya.


" Lexy sama Nichole belum ke sini?" tanya Jonas yang kini sedang memainkan tangan key yang sedang tertidur.


" Eh Poltak anak gue lagi tidur jangan di gangguin" pekik Alexa yang tidak pernah bisa ramah pada Jonas.


" Idih elu ya udah jadi emak-emak masih aja galak" ejek Jonas.


Semua pun tertawa mendengar pertengkaran Jonas dan Alexa.Kedua orang tua Alexa dan kedua mertuanya pun pamit untuk makan siang di kantin.Setelah kepergian mereka kini Lexy dan Nichole masuk ke dalam ruangan.


" Wecheese...aunty coming" ujar Nichole sambil membawa parcel buah dan dua paper bag.Nichole pun menaruh parcel dan dua paper bag di atas nakas.


Alexa tersenyum melihat kehadiran Nichole," Dari mana aja sih kalian lama banget ke sini nya" ucap Alexa yang langsung dapat pelukan dari Nichole.


" Gue lagi banyak pesenan"ucap Nichole lalu duduk disamping kursi dekat brankar Alexa.

__ADS_1


"CK..sibuk ngurusin fans nya dia" ujar Lexy mencebik lalu melangkah kan kakinya menuju sofa.


Semua nya tersenyum melihat wajah Lexy yang ditekuk, dari raut wajahnya bisa di lihat kalau Lexy kini sedang dilanda cemburu.


Sang mentari kini sudah hampir tenggelam, karena mereka tidak ingin mengganggu Alexa dan kedua bayi itu akhirnya mereka berpamitan untuk pulang.


Setelah lama berkendara kini Dave dan Stella sudah sampai di mansion. Mereka lalu membersihkan diri lalu tidur, untungnya mereka sempat makan dulu tadi di restauran dekat rumah sakit.


Kini keduanya sudah terlelap ke alam mimpi sambil saling berpelukan. Tidak ada olahraga malam tidak ada acara menjenguk baby nya, keduanya sama-sama kelelahan sehingga langsung tertidur tanpa rutinitas biasa nya.


Hari terus berganti tidak terasa hari- hari menjelang persalinan semakin dekat.Stella saat ini sedang merasakan ketakutan dan gugup saat mendekati persalinan.


Kini ia dan Dave sedang bersantai di bawah pohon mangga yang berada di mansion.


" Chagi, aku gugup banget aku takut sakit nanti nya" rengek Stella manja.


" Jangan takut sayang, ada aku di sisi kamu, " ujar Dave seraya mengusap lembut perut buncit Stella.


Tiba-tiba Stella memegang perut nya, ia merasa mulas yang amat sangat sakit. Stella mencengkram lengan Dave sangat kencang.


" Chagi, kayak ny aku mau ngelahirin, " jerit nya sambil merintih kesakitan.


Dave melihat air bercampur darah mengalir di kaki Stella. Dengan cepat Dave menggendong Stella menuju mobil ia berteriak memanggil supir untuk mengantar mereka ke rumah sakit.


" Sakit.. banget chagi sakiit, " air mata Stella sudah membanjiri pipinya.


Dave yang biasa nya nampak dingin kini ia pun ikut menangis, seolah ia pun merasakan kesakitan. Ingin rasanya Dave menggantikan Stella merasakan rasa sakit itu.Namun itu semua sudah kodrat wanita untuk berjuang saat melahirkan.


Beberapa menit berlalu mobil yang membawa Dave dan Stella sudah sampai rumah sakit.Melihat Dave para tim medis sudah bersiap untuk membawa Stella ke ruang bersalin. Sebelum nya Dave sempat menelepon pihak rumah sakit memberitahu kan bahwa istri nya akan melahirkan. Dan kini Stella sudah di baringkan di atas brangkar rumah sakit. Stella pun kini di bawa ke ruang bersalin VVIP sesuai yang di pesan oleh Dave.Putra pertama nya harus terlahir di tempat sempurna.

__ADS_1


Karena air ketuban sudah pecah dan kepala bayi menghalangi jalan lahir dengan terpaksa mereka melakukan operasi secar.Dave senantiasa menggenggam tangan Stella saat Stella dibius.


Operasi berjalan lancar terdengar tangisan bayi laki-laki menggema seluruh ruangan.Dave bersujud lalu mengucap banyak syukur karena istri dan anaknya selamat dan dalam keadaan sehat.


Setelah Stella dan bayi nya di bersihkan kini mereka di pindah kan ke ruang rawat VVIP rumah sakit.


Nampak bayi mungil itu tertidur di box bayi samping Stella.Kini Dave sedang menghubungi orang tua nya dan orang tua Stella mengabarkan cucu mereka telah lahir kedunia. Ia pun mengabarkan berita bahagia ini kepada para sahabat nya.


Banyak ucapan selamat di lontarkan untuk mereka.Mr.Smith dan istri nya langsung terbang dari London ke Indonesia hari ini juga untuk menemui cucu pertama mereka. Begitu pula dengan keluarga Stella pun akan datang ke Indonesia bersama kerabat lainnya.


" Chagi jangan lupa nama nya Kai, " ujar Stella yang masih tergila gila dengan Kai EXO.


" Nama nya Kaivan Dastell Smith, " ucap Dave sambil terus menatap baby Kai.


" Apa itu Dastell? " tanya Stella.


" Dave Stella, " jawab Dave singkat.


Dave pun menghampiri Stella ia hujani Stell dengan banyak kecupan.


" Makasi sayang, makasih banget kamu udah memberikan kado terindah buat aku. Makasih kamu yang selalu mencintai aku, makasih kamu yang mau ngasih aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya, " air mata Dave lolos begitu saja.


Cinta benar-benar membuat orang yang nampak dingin dan berkuasa itu kini bertekuk lutut oleh seorang Stella.


" Saranghae chagi, nomu nomu saranghae ", lanjut Dave lagi sambil memberi kecupan di bibir Stella.


" Nodu saranghae chagi, " jawab Stella.


Sore hari nya seluruh ruangan VVIP itu di penuhi oleh kerabat dan keluarga dari Smith dan Jung.Mereka sangat bahagia bahkan kini mereka sedang berebut menggendong sangat putra mahkota kerajaan bisnis mereka.

__ADS_1


Para sahabat Dave yang ingin menjenguk pun mengurung kan niat nya. Pasal nya kini ruang rawat Stella sudah di penuhi oleh para kerabat dan saudara Smith dan Jung.


__ADS_2