
Usia kandungan Stella sudah memasuki bulan ke lima. Di mata Dave Stella kini semakin cantik dan sexy. Saat ini mereka sedang bersantai menghabiskan waktu weekend berdua sambil menikmati cemilan sehat yang dibuat Dave tadi.
Dave tak lelah terus mengusap lembut perut buncit Stella.Tiba-tiba ada getaran aneh di perut Stella.
Dug!
Dug!
" Chagi, baby boy nendang" pekik Dave antusias.Ini pengalaman pertamanya melihat sebuah gerakan dari dalam perut sangat istri..
" Iya dia tau papi nya lagi manjain mami, " balas Stella sambil memasukkan salad buah kedalam mulutnya.
" Uh gemes nya istri ku, " sahut Dave mencolek dagu Stella.
Stella terkekeh lalu mengecup bibir Dave, " Chagi, kayak nya baby minta di jenguk deh, " bisik Stella dengan nada sensual yang mana membuat gairah Dave bangkit.
" Kamu mulai nakal ya, " ejek Dave tanpa menunggu lama ia menggendong Stella menuju kamar.Untuk melanjutkan aksi mereka menjenguk baby boy.
Siang itu menjadi siang yang panas bagi keduanya walaupun AC di kamar sudah dinyalakan full namun tubuh mereka kini dibasahi oleh banyak peluh.
Suara-suara indah nanti syahdu mengisi seluruh ruangan. Sang mentari yang sudah berada di atas pun menjadi saksi percintaan mereka di siang ini.
Karena Stella yang sedang hamil membuat mereka tidak terlalu lama bermain.Kini mereka sedang berpelukan di balik selimut yang menutupi tubuh polos mereka.
" Chagi anak kita nanti namanya Kai ya, " usul Stella yang masih tergila-gila dengan Kai EXO.
Dave mengkerut kan keningnya, " Jangan ngadi ngadi kamu, aku nggak mau ya anak kita nanti joged joged nggak jelas kayak gitu, " protes Dave sambil cemberut.
Stella memukul pelan dada polos Dave, " Ish.. kamu ini ya enggak lah masa iya aku ngajarin anak aku jadi boyband, " Stella mencebik.
__ADS_1
Dave pun tersenyum lalu kembali membawa Stella dalam dekapan nya.
Keesokan hari nya Stella sedang berbelanja di supermarket terdekat. Tanpa sengaja ia melihat Dave sedang berjalan bersama Gladys. Stella yang berniat ingin belanja kebutuhan sehat nya ia urungkan lalu ia ikuti suami dan wanita ular itu.
Stella pun mengikuti mereka yang hendak masuk ke dalam hotel.Dengan cepat Stella menarik rambut Gladis yang hendak merangkul lengan suaminya.
" Aaarghhhh, " jerit Gladys meringis kesakitan.
" Kegatelan banget lo, nggak liat nih bini nya lagi bunting, " bentak Stella seraya menujukan perut buncit nya.
" Chagi ini nggak seperti yang kamu pikir, " ucap Dave ketakutan.
Amarah Stella membuncah mendengar Dave membela Gladys, ia pun mendorong Gladys hingga ia tersungkur ke lantai lobby hotel.
Stella menatap tajam ke arah Dave yang sudah bergidik ngeri melihat Stella yang sedang marah hampir sama dengan Alexa.Namun beda nya ia kini sedang mengibaskan tangannya di depan mata menahan air mata nya yang akan lolos.
Dave yang hendak menghampiri Stella dengan cepat di tendang lutut nya oleh Stella lalu ia pun pergi meninggalkan Dave yang meringis kesakitan oleh tendangan Stella.
Dave melihat Stella yang hendak naik taksi, dengan langkah tertatih ia mengejar Stella.Namun terlambat Stella sudah lebih dulu masuk ke dalam taksi.
Dave menggedor kaca mobil taksi tersebut namun dengan cepat taksi tersebut melaju meninggalkan Dave.Dave pun menghampiri mobilnya lalu melajukan mobilnya mengikuti taksi yang ditumpangi Stella.
Sementara Gladys kini sedang menahan malu karena kepergok bersama suami orang lain hendak masuk ke hotel.Niat hati ingin menjebak Dave namun malah kini ia hanya menanggung malu di cap sebagai pelakor.
Sepanjang perjalanan Stella hanya menangjs, sopir taksi bingung akan mengantar Stella kemana. Karena saat di tanya Stella hanya bilang terserah.
" Tenang aja pak uang saya banyak bapak anterin saya aja keliling Jakarta saya lagi pengen makan orang kalau lagi emosi, " ketus Stella masih emosi.
" Astaghfirullah istighfar neng, kasian dede bayi nya, " saran sopir taksi yang usia nya seumuran dengan ayah nya.
__ADS_1
Dave melajukan mobilnya dengan kencang, ia pun menghentikan taksi tersebut dengan menghalangi jalan taksi itu.
Taksi pun berhenti, lalu Dave keluar dari mobil menghampiri taksi yang di tumpangi Stella.
" Chagi, buka chagi" teriak Dave sambil menggedor kaca jendela taksi.
Karena takut kaca mobilnya pecah si sopir dengan terpaksa membuka kunci pintu mobil belakang.
" Kok di buka sih pak? " protes Stella.
Dave yang masuk ke dalam taksi langsung menarik tangan Stella, Dave pun menyodorkan tujuh lembar uang ratusan ribu kepada sopir taksi tersebut lalu menggendong Stella menuju mobilnya.
Setelah memastikan Stella sudah duduk tenang ia pun duduk di kursi kemudi lalu melajukan mobilnya menuju mansion.
" Balikin gue ke Korea gue nggak mau idup sama laki kek elo, " protes Stella dengan bahasa gue elo.
Waw!!
" Chagi kamu salah paham, tadi Gladys kesakitan dia minta anterin ke hotel karena dia lagi nginep di sana, " jelas Dave.
" Alah elo nya aja yang bego nggak tau lagi di kadalin sama cewek uler itu, mana ada kesakitan sok ngerangkul laki orang segala, " cibir Stella kesal.
Dave terdiam sejenak ia baru sadar kalau tadi ia hampir saja di bodohi oleh Gladys, ucapan Stella ada benar nya bagaimana kalau nanti dia di jebak di dalam hotel?
" Diem kan lo, anter gue ke rumah Alexa atau balik ke Korea? gue lagi nggak mau sama lo" ancam Stella.
Stellla
"Chagi, adakah pilihan yang nggak ekstrim dua - dua nya nampak menyeramkan sayang yang satu kandangnya macan satu kandang singa" jelas Dave bergidik ngeri tidak bisa membayangkan bagaimana amukan ayah nya Stella atau pun Alexa.
__ADS_1
Akhirnya Dave pun melajukan mobilnya menuju mansion Adhitama untuk menemui Nichole saudara sepupu nya.