
Area wajib like komen kuy..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
"Alasan apa lagi yang akan kau gunakan untuk kembali menolak ku Krystal Jung? " tanya Dylan dengan tangan yang sudah menelusup ke dalam baju sangat istri sambil meremas sesuatu di dalam sana.
Krystal memejamkan mata nya ia kini sedang berfikir bagaimana caranya agar ia bisa bertahan dari godaan yang menimpa nya kini.
Kini Dylan bahkan sudah menanggalkan pakaian atas Krystal yang ia lempar entah kemana.
Dengan cepat Dylan mencium bibir manis istri nya, Krystal pun menikmati permainan lidah suaminya itu.Ciuman Dylan turun ke leher lalu ke dada Krystal dan menempelkan stempel kepemilikan disana.
Tubuh Krystal menggelinjang saat Dylan sedang bermain dengan dua benda favorit nya dengan mulutnya bergantian.
Keduanya kembali berciuman ciuman yang panas itu menuntut mereka melakukan hal lebih.Krystal dapat merasakan sesuatu milik Dylan yang sudah menegang sedari tadi.Saat Dylan akan melepaskan kain terakhir yang menutupi tubuh nya,Dylan terkejut saat melihat darah menembus kain tipis itu.
" Kenapa kau berdarah Krys? " tanya Dylan bingung.
Krystal pun terduduk, " Ya ampun aku baru saja datang bulan sepertinya. " ucap Krystal lalu berjalan menuju nakas untuk mengambil pembalut yang selalu ia bawa kemana- mana.
Krystal pun berjalan menuju kamar mandi setelah kembali berpakaian.Dylan mengacak-acak rambutnya frustasi ia kembali harus bersolo karir lagi setelah ini.Krystal benar-benar memporak porandakan dirinya.
Dylan masuk kedalam kamar mandi setelah Krystal keluar dari kamar mandi.Dylan keluar dari kamar mandi setelah ia mengganti pakaian nya di dalam sana.Ia melihat Krystal nampak cantik memakai kacamata bacanya dengan rambut yang dicepol ke atas sambil mata nya tertuju dengan laptop nya.
__ADS_1
Dylan menghampiri Krystal yang duduk ber selonjoran kaki sambil memangku laptop nya diatas ranjang.Kini ia sudah tidak menyembunyikan apapun lagi kepada Dylan karena Dylan sudah mengetahui siapa dia sebenarnya.
Dylan ikut mendudukkan dirinya di samping Krystal sambil ikut menatap apa yang istrinya kerjakan.Ia tidak percaya istri kecilnya itu masih duduk di bangku SMA.Apalagi saat ini ia melihat Krys sedang membuat laporan keuangan banyak kafe di Korea.
" Kau sedang membuat apa? " tanya Dylan.
" Aku sedang membuat laporan keuangan kafe. " jawab Krystal tanpa menoleh ke arah suaminya.
" Pantas saja kau pandai memasak, ternyata kau pemilik kafe- kafe terkenal di Seoul" ucap Dylan seraya menaruh dagu nya di bahu Krystal.
Entah mengapa rasanya begitu nyaman berada disisi Krystal seperti ini, apalagi dapat menghirup aroma tubuh Krystal." Kau tidur lah dulu nanti aku akan menyusul, besok kita ada pertemuan penting bersama klien baru kita. " jelas Krystal mengusap pipi suami nya.
" Ah ya sore hari nya temani aku, aku ingin mengantarkan teman ku yang akan wamil besok. " ucap Dylan.
Dylan mengembungkan pipi nya, tadi dia meminta nya untuk istirahat terlebih dahulu.Namun kini setelah mendengar mereka akan mengantar temannya yang satu grup dengan nya dulu tiba-tiba istri nya memilih meninggalkan pekerjaan nya lalu tidur disamping nya.Dylan menghela nafas kasar, mungkin seperti ini memiliki istri seorang fangirl.Namun entah mengapa ia rasa nya tidak menyukai nya, bukannya Krystal sangat menggilainya? namun kenapa ia pun bersemangat bertemu teman satu grup lainnya? Dylan mencoba untuk menepis semua yang ia rasakan kini, ia tidak mungkin mencintai gadis kecil seperti Krystal.Namun mengapa ia mudah sekali tergoda saat berdekatan dengan Krystal? lagi lagi Dylan kebingungan dengan perasaan nya sendiri.
Dylan memeluk Krystal yang sudah terlelap, ia rapikan anak rambut Krystal yang menutupi wajahnya.Wajah Krystal yang nampak cantik dan menggemaskan, ia menyentuh bibir ranum Krystal yang selalu membuat nya tergoda.Perasaan apa ini sebenarnya apakah ini cinta? atau hanya nafsu semata? Ia pun ikut memejamkan matanya menyusul sangat istri ke alam mimpi.
Sang mentari mulai menyapa kedua insan yang masih setia dalam balutan selimut sambil berpelukan.Manik mata Krystal menerjap ia terkejut saat pertama kali membuka mata nya ia melihat Dylan yang tertidur sambil memeluknya.Ini pertama kalinya ia dan Dylan tidur satu ranjang setelah mereka menikah.Wajah Krystal memerah saat mengingat kejadian semalam yang hampir saja merenggut kesuciannya.Krystal pun melepaskan lengan kekar Dylan lalu bangkit dari tidurnya berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Mendengar suara gemiricik air Dylan pun ikut terbangun, ia menoleh ke arah samping ia lihat Krystal sudah tidak ada di sana.
Ceklek!!
__ADS_1
Krystal keluar lengkap dengan pakaian nya kini, ia sengaja membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi.Ia takut kejadian kemarin terulang kembali pasalnya ia selalu oleng saat berdekatan dengan Dylan. Pesona Dylan selalu dapat merobohkan benteng pertahanan nya.
" Kau sudah siap pagi ini? " tanya Dylan yang kini berjalan menghampiri nya.
" Hemm, aku belum membawa pakaian kerja ku, kakek menyiapkan pakaian ini untuk ku bekerja. " ucap Krystal menunjukkan kemeja maroon dan rok sebatas lutut dengan blazer yang menambah penampilan nya semakin cantik.
" Sudah pakai itu saja, lagi pula keluarga mu kan tidak terus memantau mu setiap waktu. " ucap Dylan lalu masuk ke dalam kamar mandi.Krystal pun membenarkan apa yang diucapkan Dylan, orang suruhan papi nya hanya mengetahuinya di Sidney jadi mereka tidak mungkin berada di LA.
Krystal menyiapkan pakaian untuk Dylan, ia pun kini menyisir rambutnya untuk ia kuncir.Tak lama kemudian Dylan keluar dari kamar mandi, dengan cepat Krystal keluar dari kamar sebelum mata nya tercemar oleh tubuh seksi suaminya itu.
Dylan terkekeh melihat tingkah Krystal, Krystal kini sudah siap di meja makan bersama kakek Zhang.
" Di mana suami mu Krys? " tanya kakek Zhang.
Belum sempat Krystal menjawab Dylan sudah sampai di ruang makan ia pun lalu duduk di samping Krystal.Seperti biasa Krystal menyiapkan makan untuk Dylan dan kakek Zhang. Mereka pun makan dengan tenang tanpa ada sepatah katapun keluar dari mulut ketiganya.
Satu jam kemudian Krystal sudah sampai di kantor bersama Dylan.Semua mata tertuju pada nya Krystal yang nampak sempurna di mata para kaum adam, penampilan nya yang terlihat dewasa tidak akan ada yang menyangka kalau ia masih duduk di bangku SMA.Dylan merasa kesal dengan tatapan para karyawan pria kepada Krystal, dengan cepat ia menggenggam tangan Krystal seolah memberitahu semua orang Krystal hanya lah milik nya seorang.Mendapatkan perlakuan seperti itu Krystal sungguh bahagia, hati nya kini dipenuhi bunga- bunga yang bermekaran.
.................
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺
Jangan lupa tinggal kan jejak like komen vote nya yah..
__ADS_1
Kalau perlu ajakin Dylan ngopi sambil bawa kembang kuy..